21 Januari 2023

MRSA, Kenali Gejala, Penyebab, Jenis, dan Cara Mengobatinya

Apa saja gejalanya?

Moms, apakah sudah mendengar tentang kondisi MRSA?

Dr. dr. Debbie Latupeirissa, Sp.A (K), sebagai Dokter Spesialis Anak Konsultan Penyakit Infeksi & Tropis Anak di RS Pondok Indah membagikan informasi tentang MRSA.

"MRSA singkatan dari methylcillin resistant staphylococcus aureus merupakan bakteri yang menjadi penyebab infeksi nosokomial di rumah sakit," jelasnya.

Staphylococcus sebenarnya adalah suatu bakteri yang tidak membahayakan dan biasa hidup pada kulit serta hidung manusia.

Namun, jika pertumbuhannya tidak terkendali, bakteri ini dapat menyebabkan berbagai infeksi di tubuh manusia. Infeksi ini dapat diatasi dengan antibiotik.

Seiring waktu, bakteri Staphylococcus berevolusi, sehingga kebal terhadap berbagai jenis antibiotik yang umum digunakan.

Nah, kondisi MRSA adalah salah satu contoh hasil evolusi bakteri ini.

Berikut ini Orami sudah merangkum informasi seputar MRSA. Jangan sampai dilewatkan, ya!

Baca Juga: Infeksi Bakteri: Penyebab, Gejala Setiap Infeksi, dan Pengobatannya

Gejala Kondisi MRSA

Gatal di Tangan (iStockphoto.com)
Foto: Gatal di Tangan (iStockphoto.com)

Melansir WebMD, gejala MRSA sering kali mirip dengan kondisi penyakit bisul. Ini juga menjadi faktor terlambatnya MRSA didiagnosis.

Bisul tersebut umumnya terasa hangat saat disentuh, penuh dengan nanah atau cairan lainnya dan disertai demam.

"Gejalanya dapat menyebabkan infeksi sistemik atau lokal. Pengobatannya dengan antibiotik," jelas Dr. Debbie.

Selain itu, gejala lain meliputi:

  • Nyeri dada
  • Batuk atau sesak napas
  • Kelelahan
  • Menggigil
  • Tidak enak badan
  • Pusing
  • Ruam
  • Luka yang tidak kunjung sembuh

Benjolan yang menjadi gejala awal MRSA adalah kondisi yang dapat cepat berubah menjadi abses yang menyakitkan dan membutuhkan pengeringan melalui operasi.

Terkadang, bakteri ini menetap hanya di permukaan kulit. Namun, bakteri juga dapat menggali jauh ke dalam tubuh.

Sehingga menyebabkan infeksi pada tulang, sendi, luka operasi, aliran darah, katup jantung, dan paru-paru.

Baca Juga: Antibiotik untuk Keputihan, Bisa Mengatasi Infeksi Akibat Bakteri

Jenis MRSA

Bentolan Penyakit MRSA
Foto: Bentolan Penyakit MRSA (About Kids Health)

Dikutip dari Mayo Clinic, terdapat 2 jenis infeksi MRSA, yaitu:

1. Hospital Acquired MRSA (HA-MRSA)

Ini adalah infeksi MRSA yang ditularkan dalam lingkungan rumah sakit (infeksi nosokomial).

Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan luka yang terinfeksi atau tangan yang terkontaminasi.

HA-MRSA dapat menyebabkan infeksi yang serius, seperti infeksi pada aliran darah (bakteremia) dan paru-paru (pneumonia).

2. Community Acquired MRSA (CA-MRSA)

Merupakan infeksi MRSA yang terjadi pada kulit dan ditularkan melalui kontak langsung dengan orang-orang di sekitar yang sudah lebih dahulu terinfeksi MRSA.

Infeksi ini umumnya diakibatkan oleh kebersihan yang buruk.

Baca Juga: Ini Dia Perbedaan Infeksi Virus dan Bakteri Pada Balita

Penyebab Kondisi MRSA

Ruam Kulit
Foto: Ruam Kulit (Freepik.com/freepik)

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyebab MRSA adalah bakteri Staphylococcus aureus yang mengalami mutasi.

Sehingga tidak dapat lagi diatasi dengan antibiotik yang umum digunakan.

Meski demikian, melansir Mayo Clinic, terdapat beberapa kondisi yang memudahkan seseorang terkena infeksi MRSA sesuai jenisnya, seperti:

1. HA-MRSA

Pada HA-MRSA, infeksi lebih mudah terjadi bila:

  • Memiliki kekebalan tubuh lemah, seperti pengidap HIV/AIDS atau kanker
  • Menggunakan perangkat rumah sakit, seperti mesin cuci darah
  • Menjalani rawat inap di rumah sakit selama lebih dari 3 bulan

2. CA-MRSA

Sedangkan pada CA-MRSA meliputi:

  • Aktif dalam kegiatan yang membutuhkan kontak langsung
  • Bekerja di rumah sakit atau klinik
  • Memiliki perilaku seks yang tidak aman
  • Tinggal di lingkungan yang padat dan kumuh
  • Berbagi pakai barang pribadi, seperti peralatan olahraga, handuk, atau pisau cukur
  • Aktif dalam kegiatan atau olahraga yang membutuhkan kontak langsung

Baca Juga: Infeksi Puerperalis, Infeksi Bakteri di Rahim setelah Melahirkan

Diagnosis dan Pengobatan MRSA

Diagnosis MRSA (Orami Photo Stock)
Foto: Diagnosis MRSA (Orami Photo Stock)

Dalam mendiagnosis MRSA, dokter akan terlebih dahulu menanyakan gejala dan riwayat penyakit pasien.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada kulit yang terinfeksi.

Selanjutnya, untuk memastikan diagnosis, dokter akan mengambil sampel luka, dahak, darah, atau urine untuk diteliti di laboratorium.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk mencari tahu apakah terdapat bakteri Staphylococcus pada sampel tersebut.

Jika didapatkan bakteri Staphylococcus , pemeriksaan lanjutan akan dilakukan untuk mengetahui apakah bakteri tersebut kebal terhadap antibiotik dan termasuk MRSA.

Tergantung pada keluhan yang dialami pasien, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lain, seperti:

  • Pemindaian dengan foto Rontgen atau CT scan, untuk mendeteksi pneumonia
  • Ekokardiografi, untuk mengetahui kemungkinan endokarditis

Baca Juga: Pemeriksaan MRI Scan: Fungsi, Prosedur, Biaya, hingga Perbedaannya dengan CT Scan

MRSA adalah bakteri, maka pengobatan yang bisa dilakukan adalah pemberian antibiotik.

Akan tetapi, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, MRSA kebal terhadap banyak jenis antibiotik. Hal ini menyebabkan pengobatan MRSA bisa menjadi sulit.

Dokter mungkin akan mencoba menggunakan beberapa antibiotik sekaligus.

Jenis antibiotik yang diresepkan oleh dokter juga disesuaikan dengan tingkat keparahan pasien.

Pilihan antibiotik yang mungkin digunakan untuk mengatasi MRSA antara lain:

  • Clindamycin
  • Doxycycline
  • Linezolid
  • Tetracycline
  • Trimethoprim-sulfamethoxazole
  • Vancomycin

Mengutip National Health Service, bila MRSA menyebabkan infeksi hingga ke organ dalam harus ditangani dengan perawatan khusus.

Pasien harus dirawat di rumah sakit dan dokter akan memberikan antibiotik melalui infus.

Baca Juga: Mengalami Bisul Tanpa Mata? Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

Demikian Moms informasi seputar MRSA.

Mengingat MRSA adalah bakteri yang kebal banyak jenis antibiotik, ada kemungkinan antibiotik yang diberikan kepada pasien tidak langsung efektif mengatasi infeksi.

Segera lakukan perawatan intensif, karena MRSA bisa menyebabkan komplikasi, seperti, pneumonia, hingga endokarditis.

  • https://www.cdc.gov/mrsa/index.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/mrsa/symptoms-causes/syc-20375336
  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-mrsa
  • https://www.nhs.uk/conditions/mrsa/
  • https://medlineplus.gov/mrsa.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb