08 Agustus 2022

Gejala dan Komplikasi Parotitis yang Berbahaya, Bukan Sekadar Flu Biasa!

Ini dia cara mengobatinya, Moms!

Parotitis adalah kondisi adanya peradangan yang terjadi pada kelenjar liur.

Di Indonesia, Moms mungkin lebih familiar dengan nama gondongan.

Menurut dr. Margretha Lyn Hadiprasetya, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam di RSPI Puri Indah, penyebab parotitis yang paling umum adalah infeksi virus.

Namun, menurutnya, infeksi bakteri juga mampu menjadi penyebab parotitis.

"Walaupun penyebab paling seringnya adalah infeksi virus, tetapi infeksi bakteri maupun penyakit autoimun juga dapat menjadi penyebab radang kelenjar air liur," katanya.

Akibatnya, pipi dan bagian di sekitar rahang terlihat membengkak dan menimbulkan rasa sakit.

Bagian pipi yang bengkak biasanya juga terasa hangat.

Virus penyebab parotitis sangat mudah menular dari satu orang ke orang lainnya melalui droplet atau percikan air liur.

Untungnya, penyakit ini bisa Moms cegah dengan menjaga kebersihan diri dan melakukan vaksinasi.

Nah, berikut ini adalah informasi lengkap seputar parotitis. Mari disimak, Moms!

Baca Juga: Gondongan pada Anak, Cari Tahu Gejala hingga Cara Mencegahnya

Gejala Parotitis

Parotitis.jpg
Foto: Parotitis.jpg

Foto: Gejala Parotitis (istock.com)

Gejala parotitis umumnya muncul setelah 14-25 hari terinfeksi virus.

Parotitis sering kali tidak menimbulkan gejala atau hanya menyebabkan gejala ringan.

Bahkan, terkadang gejalanya menyerupai flu sehingga membuat Moms terlambat diagnosa.

Adapun gejala lengkapnya meliputi:

  • Pada infeksi bakteri, ada pembengkakan kelenjar yang nyeri dan progresif
  • Demam, anoreksia, dan kelelahan
  • Kulit pada area kelenjar parotid dapat tampak kemerahan dan bengkak
  • Pada keadaan akut ditemukan nyeri tekan pada area kelenjar parotid
  • Badan sering menggigil
  • Nyeri testis, pembengkakan skrotum

Gejala parotitis biasanya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 4–8 hari.

Meski demikian, penanganan medis harus tetap dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah terjadinya komplikasi.

"Gejala yang dikeluhkan pada fase akut adalah bengkak dan nyeri terutama saat mengonsumsi makanan yang manis atau asam," jelas dr. Margretha.

Ia menambahkan, pada peradangan yang berulang dapat menyebabkan kerusakan kelenjar yang disertai penurunan fungsinya sehingga menyebabkan kekeringan mulut.

Gejala parotitis pada anak dan orang dewasa hampir sama. Hanya saja, gejala pada orang dewasa cenderung lebih parah.

Akan tetapi, gejala gondongan bisa sangat beragam. Setiap orang mungkin akan mengalami gejala yang berbeda-beda.

Beberapa pasien bahkan bisa tidak merasakan gejala parotitis sama sekali.

Baca Juga: Cara Mengobati Gondongan dengan Jahe, Yuk Coba!

Komplikasi Parotitis

parotitis
Foto: parotitis (Checkupnewsroom.com)

Foto: Komplikasi Parotitis (Orami Photo Stocks)

Melansir Medscape Journal, komplikasi akibat parotitis sangat jarang terjadi.

Namun, jika parotitis tidak segera ditangani, beberapa komplikasi di bawah ini bisa terjadi.

1. Radang Otak

Infeksi virus penyebab dapat menyebabkan radang otak (ensefalitis). Kondisi ini akan memunculkan gejala:

  • Demam tinggi
  • Leher kaku
  • Sakit kepala
  • Mual
  • Muntah
  • Mengantuk
  • Kejang

Biasanya gejala akan dimulai pada minggu pertama setelah kelenjar air liur membengkak. Kondisi ini sangat membahayakan hidup pasien.

2. Pankreatitis

Infeksi virus dapat menyebabkan pankreas meradang atau disebut juga dengan pankreatitis.

Gangguannya seperti gejala gondongan disertai sakit perut di bagian atas serta mual dan muntah.

3. Orchitis

Laki-laki yang sudah puber bisa mengalami komplikasi dari penyakit pembengkakan pada kelenjar air liur ini.

Pembengkakan bisa menyerang 1 atau 2 buah zakar (orchitis). Rasanya sangat menyakitkan, tapi jarang menyebabkan kemandulan pada pria.

4. Meningitis

Infeksi virus penyebab parotitis dapat menyebar melalui aliran darah dan menginfeksi membran dan cairan yang ada pada sumsum tulang belakang.

Kondisi ini dikenal juga dengan meningitis.

5. Komplikasi Lainnya

Walaupun jarang terjadi, infeksi virus penyebab parotitis dapat menyebar ke area koklea dan bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen pada satu atau kedua telinga.

Selain itu, penyakit parotitis juga dapat meningkatkan risiko wanita hamil mengalami keguguran dibanding wanita yang hamil sehat.

Baca Juga: Gondongan di Testis, Bisakah Mengakibatkan Ketidaksuburan?

Cara Mengatasi Parotitis

Parotitis 2.jpg
Foto: Parotitis 2.jpg

Foto: Pengobatan Parotitis (istock.com)

Diagnosa parotitis memerlukan tes darah untuk memastikan penyebabnya.

Dikutip dari Oral and Maxillofacial Surgery Journal, pembengkakan kelenjar air liur bukan selalu parotitis. Moms mungkin saja mengalami:

  • Tersumbatnya kelenjar air liur
  • Amandel (tonsilitis)
  • Kanker kelenjar air liur
  • Sindrom Sjögren
  • Efek samping penggunaan obat diuretik tiazid
  • Sarkoidosis
  • Penyakit kelainan atau gangguan pada IgG-4

Tidak ada obat antivirus yang dikhususkan untuk menyembuhkan penyakit gondongan.

Untungnya, penyakit ini bisa disembuhkan dengan pengobatan sederhana.

"Cara mengatasi parotitis adalah dengan mengobati radang pada fase akut sehingga dapat mencegah kelainan kronis pada masa mendatang," kata dr. Margretha.

Beberapa langkah yang dianjurkan untuk penanganan parotitis adalah dengan:

  1. Konsumsi obat pereda nyeri dan penurun demam, seperti paracetamol.
  2. Jangan berikan aspirin kepada anak penderita parotitis, karena bisa menyebabkan sindrom Reye yang dapat mengakibatkan gagal hati dan kematian.
  3. Perbanyak istirahat dan minum air putih untuk mencegah dehidrasi akibat demam.
  4. Konsumsi makanan bertekstur lembut, seperti bubur, dan hindari makanan yang mengharuskan Moms terlalu banyak mengunyah.
  5. Hindari makanan dan minuman asam karena dapat merangsang rasa sakit pada kelenjar parotis.
  6. Kompres pipi yang bengkak dengan air hangat atau air dingin untuk membantu meringankan rasa nyeri.

Jika mengalami nyeri dan pembengkakan pada buah testis akibat parotitis, segera konsultasikan ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan antinyeri dengan dosis yang lebih kuat untuk meringankan gejala penyakit tersebut.

Baca Juga: Lakukan 5 Hal Ini Saat Merawat Anak Yang Sedang Gondongan

Bagaimana Cara Mencegah Parotitis?

vaksin
Foto: vaksin (freepik.com)

Foto: Mencegah Parotitis (Orami Photo Stocks)

Mencegah selalu menjadi opsi yang lebih baik dibandingkan mengobati, bukan?

Karena penularan parotitis sangat mudah dan cepat, maka Moms bisa mencegahnya dengan vaksin.

1. Vaksin MMR

Cara pencegahan parotitis yang pertama adalah memberikan vaksin campak, gondong, dan rubella (MMR) pada Si Kecil.

Biasanya, bayi diberikan vaksin pertama MMR saat usianya 12-15 bulan. Vaksinasi kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.

Sebab, 2 dosis vaksin dapat secara efektif untuk mencegah gondongan hingga 88%. Jika hanya satu dosis, tingkat kesuksesannya menurun jadi 78%.

Orang dewasa yang lahir sebelum tahun 1957 juga dianjurkan untuk mendapatkan vaksin.

Selain itu, para pekerja di rumah sakit atau sekolah, juga disarankan mendapatkan vaksin.

Namun jika Moms sedang hamil, memiliki masalah sistem imun tubuh, atau alergi terhadap gelatin maupun neomisin, jangan melakukan vaksin rubella tanpa pengawasan dokter, ya.

Selain itu, parotitis tidak memerlukan obat antivirus karena bisa sembuh dengan sendirinya.

2. Tidak Kontak dengan Penderita

Saat ada keluarga atau teman yang terkena parotitis, sebaiknya jauhkan diri atau Si Kecil dengan orang tersebut.

Sebab virus penyebab gondongan ini dapat menular melalui tetesan air liur saat pasien bersin atau batuk.

Selain itu, jangan gunakan peralatan makan yang sama atau hindari berbagi makanan atau minuman yang sama dengan orang yang sakit gondongan

3. Jaga Kebersihan

Agar bersih dari virus penyebab sakit parotitis, utamakan selalu untuk cuci tangan dengan sabun dan bilas hingga bersih dengan air yang mengalir.

Gunakan masker atau tisu saat bersin atau batuk, supaya virus tidak menyebar dengan mudah.

Baca Juga: Mengenal Virus Gondongan dan 5 Komplikasi Serius yang Dapat Terjadi

Nah, itu dia Moms fakta seputar penyakit parotitis. Lakukan pencegahan agar Si Kecil terhindar dari penyakit ini, ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560735/
  • https://emedicine.medscape.com/article/882461-overview
  • https://radioedukasi.kemdikbud.go.id/read/2863/cegah-parotitis-pada-anak-dengan-vaksin-mmr.html
  • https://www.statpearls.com/ArticleLibrary/viewarticle/26692
  • https://www.joms.org/article/S0278-2391(02)97252-6/fulltext
  • https://www.jpeds.com/article/S0022-3476(55)80173-4/references

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.