05 Oktober 2023

Apakah Penderita Kanker Payudara Boleh Menyusui? Cek yuk!

Penderita kanker payudara boleh menyusui setelah kemoterapi?
  • USG payudara

Cara mendeteksi awal dari gejala kanker payudara bisa dengan menggunakan USG khusus.

USG tak hanya digunakan untuk kehamilan, namun juga pada perempuan yang mengalami tumor atau benjolan payudara.

Ini adalah sebuah mesin yang menggunakan gelombang suara untuk membuat gambar, yang disebut sonogram, dari area di dalam payudara.

  • Mammogram diagnostik

Jika memiliki masalah pada payudara seperti benjolan, atau jika area payudara terlihat tidak normal, diagnosis ini cukup membantu.

Mammografi merupakan salah satu bagian dari alat diagnosis atau dikenal rontgen payudara yang lebih detail.

Mammografi umumnya digunakan untuk perempuan berusia di atas 35 tahun ke atas.

  • Pencitraan resonansi magnetik payudara (MRI)

Alat semacam pemindaian tubuh yang menggunakan magnet yang dihubungkan ke komputer.

Pemindaian MRI akan membuat gambar detail dari area di dalam payudara.

Tak hanya payudara, MRI juga digunakan untuk melihat gambaran detail pada tempurung otak kepala.

  • Biopsi

Ini adalah tes yang menghilangkan jaringan atau cairan dari payudara untuk dilihat di bawah mikroskop.

Biopsi akan melakukan lebih banyak pengujian untuk melihat jenis-jenis kanker payudara yang diidap.

Ada berbagai jenis biopsi, misalnya, aspirasi jarum halus, biopsi inti, atau biopsi terbuka.

Baca Juga: 5 Perbedaan USG Abdominal dan USG Transvaginal, Moms Wajib Tahu!

Ragam Pengobatan Kanker Payudara

Apakah Penderita Kanker Payudara Boleh Menyusui
Foto: Apakah Penderita Kanker Payudara Boleh Menyusui (Shutterstock.com)

Diketahui sebelumnya, penderita kanker payudara boleh menyusui bayi dengan aman tanpa risiko besar.

Namun, beda halnya dengan penderita kanker yang sedang dalam masa pengobatan tertentu.

Ada beberapa upaya pengobatan yang dilakukan untuk mencegah penyebaran sel kanker, di antaranya:

1. Kemoterapi

Kemoterapi dapat digunakan jika kanker telah menyebar atau ada risiko yang akan terjadi.

Pengobatan ini dapat digunakan untuk menyembuhkan kanker sepenuhnya (kemoterapi kuratif).

Kemoterapi juga dapat membuat perawatan lain lebih efektif.

Misalnya, dapat dikombinasikan dengan radioterapi (kemoradiasi) atau digunakan sebelum operasi (kemoterapi neo-adjuvant).

Kemoterapi secara rutin juga bisa mengurangi risiko kanker kembali setelah radioterapi atau operasi (kemoterapi adjuvant).

Efek samping kemoterapi berbagai macam, salah satunya gangguan nafsu makan, rambut rontok, sampai anemia.

Efektivitas kemoterapi sangat bervariasi. Tanyakan kepada dokter tentang kemungkinan pengobatan yang berhasil untuk Moms.

Baca Juga: Pernapasan Dada dan Pernapasan Perut, Mana yang Lebih Baik?

2. Terapi Radiasi

Apakah Penderita Kanker Payudara Boleh Menyusui
Foto: Apakah Penderita Kanker Payudara Boleh Menyusui

Radioterapi dapat digunakan pada tahap awal kanker atau setelah kanker mulai menyebar.

Radiasi adalah upaya yang dinilai cukup ampuh untuk mematikan sel kanker.

Teknik radiasi dan kemoterapi ini dilakukan sesuai tipe dan jenis kanker payudara yang dialami.

Umumnya, pengobatan ini menimbulkan efek samping berupa rambut rontok dan sebagainya.

Radioterapi biasanya diberikan di rumah sakit. Moms biasanya dapat pulang segera setelah radioterapi eksternal.

Tetapi, Moms mungkin perlu tinggal di rumah sakit selama beberapa hari jika memiliki implan atau terapi radioisotop.

Kebanyakan orang memiliki beberapa sesi perawatan, yang biasanya tersebar selama beberapa minggu.

3. Terapi Hormon

Terapi pencegahan hormon adalah penanganan untuk mencegah kambuhnya hormon sensitif penyebab kanker payudara.

Terapi ini dilakukan terhadap pasien yang tak dapat melakukan operasi, radiasi atau kemoterapi.

Bentuk terapi hormon yang paling umum untuk kanker payudara bekerja dengan menghalangi hormon.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb