Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING
19 Januari 2022

White Lie Kerap Dilakukan “Demi Kebaikan”, Apakah Perlu?

Apakah perlu dilakukan?
White Lie Kerap Dilakukan “Demi Kebaikan”, Apakah Perlu?

Istilah white lie atau yang dikenal dengan kebohongan putih kerap dilakukan seseorang untuk menghindari keributan.

Kondisi tersebut merujuk pada situasi abu-abu, yaitu sadar akan kebohongan, tetapi tetap dilakukan untuk kebaikan.

Pertanyaannya adalah apakah hal tersebut perlu dilakukan? Apa alasan dibalik white lie yang biasa dilakukan orang?

Baca juga: Ini Hukum Suami Berbohong pada Istri, Dads Wajib Tahu!

White Lie, Apakah Perlu Dilakukan?

akibat-berbohong.jpg

Foto: akibat-berbohong.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Melansir dari Cambridge Dictionary, white lie adalah kebohongan yang diucapkan untuk bersikap sopan atau mencegah orang kecewa dengan kebenaran.

Padahal, kebohongan putih tetap saja kebohongan yang berlandaskan ketidakbenaran akan keadaan.

Meski hal tersebut dapat meminimalisir bahaya, rasa malu, atau kesusahan di awal, dampaknya ketika korban tau kebenarannya tidak dapat diperkirakan.

Bisa dibilang white lie adalah cara memoderasi keadaan sebenarnya diketahui, dipikirkan, atau dirasakan untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Pada beberapa orang, mereka melakukan white lie untuk mempertahankan hubungan pertemanan yang baik.

Banyak orang melakukan ini karena dianggap tidak merugikan. Bahkan, white lie dinilai membantu dalam menyelesaikan masalah yang ada.

Baca juga: Anak Suka Berbohong, Jangan Marah dan Terbawa Emosi Dulu Moms!

Alasan Seseorang Melakukan White Lie

Melansir dari Changing Minds, ada beberapa alasan seseorang melakukan kebohongan putih. Berikut ini beberapa di antaranya:

1. Meluruskan Hal Negatif

Ketika orang lain memiliki pikiran, pandangan, atau perasaan negatif tentang orang lain atau Moms sendiri, white lie bisa membantu meluruskan.

Moms bisa saja bilang pada orang tersebut jika pikiran, pandangan, dan perasaan negatif tersebut salah sasaran.

Hal tersebut dapat membangun kembali simpati yang lama hilang akibat pikiran, pandangan, dan perasaan negatif.

Dengan begitu, hubungan dengan orang tersebut akan baik kembali seperti sedia kala.

2. Menghindari Hal yang Merugikan

Seseorang mungkin juga mengatakan white lie untuk menghindari menyakiti orang lain.

Misalnya saja, Moms tahu jika teman telah berbohong kepada orang lain, tetapi diam saja dengan apa yang ia katakan.

Hal tersebut dapat menghindari hal-hal yang merugikan tentang si pembohong.

Contohnya, ketika teman kantor memberitahu manager jika ia kemarin lembur. Padahal, Moms melihatnya pulang kerja lebih awal.

Jika Moms menyatakan kebenaran, kebohongan tersebut dapat berdampak besar bagi si pembohong.

Jadi, sebaiknya jangan ikut campur dan diam saja.

3. Memberikan Harapan pada Seseorang

Terkadang white lie juga dapat memberikan harapan pada seseorang.

Misalnya saja, ketika seorang dokter memberi pasien pil plasebo yang tidak berpengaruh, tetapi memberitahu bahwa ini dapat menyembuhkan.

Hal tersebut secara langsung memberikan semangat pada pasien untuk melawan penyakitnya.

White lie lainnya seperti mengatakan betapa baik, cantik, atau tampannya penampilan seseorang agar mereka memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

Dengan kalimat positif yang Moms utarakan, seseorang bisa saja merasa lebih baik.

White lie dengan kalimat positif yang diutarakan sangat membantu ketika keyakinan diri sendiri tidak mampu meyakinkan.

Hal tersebut sangat membantu ketika diutarakan pada seseorang yang merasa harga dirinya rendah.

Dengan cara ini, seseorang akan merasa dirinya berharga.

4. Mematuhi Norma Sosial yang Berlaku

Meskipun tidak tertulis, pria tidak boleh mengkritik penampilan seorang wanita. Apalagi saat sedang di depan orang lain.

Mengkritik sangat tidak pantas, apalagi jika berkaitan dengan bentuk fisik seseorang.

Melanggar norma sosial yang berlaku menyebabkan hukuman sosial berupa kritik hingga pengucilan dari sekitar.

Di dalam kelompok, white lie cenderung dilakukan untuk mempertahankan keharmonisan dalam organisasi.

Ketimbang mengatakan hal yang sebenarnya tetapi dapat memicu keretakan, white lie cenderung jadi pilihan.

Baca juga: Cerita Pinokio: Kisah Seorang Anak yang Suka Berbohong

Bagaimana Langkah Mendeteksi White Lie?

bohong.jpg

Foto: bohong.jpg (https://news.berkeley.edu/story_jump/when-women-are-more-likely-to-lie/)

Foto: Orami Photo Stock

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana langkah mendeteksi white lie?

Pada dasarnya, sama seperti cara lain untuk mendeteksi kebohongan, Moms bisa mencari sinyal non verbal dan juga verbal.

1. Sinyal Non Verbal

Orang yang berbohong biasanya tidak ingin terdeteksi. Hal tersebut bisa ditangkap dari kecemasan dan gelagat aneh yang ditimbulkan.

Si pembohong juga kerap menahan diri dan memperhatikan tanda-tanda deteksi dengan menatap wajah lawan bicara.

Selain itu, si pembohong juga tampak mengulum atau memonyongkan bibir, berkeringat, bibir kering, atau menggaruk-garuk hidung.

2. Sinyal Verbal

White lie juga dapat dideteksi dari cara berbicara dan penekanan-penekanan dalam beberapa kata.

Si pembohong cenderung merasa gugup atau takut. Ketika dialami, otot-otot di sekitar pita suara refleks mengencang.

Hal tersebut berdampak pada suara yang terbata-bata. Suara juga bisa tiba-tiba menjadi lebih tinggi dan tidak seperti biasanya.

Si pembohong juga terus-menerus berdehem untuk mengatasi rasa ketidaknyamanan pada pita suaranya.

Saat suaranya kembali jernih, ia merasa orang akan mempercayai kebohongan yang diutarakannya.

Lantas, Bagaimana Menyikapinya?

Pada sebagian besar kasusnya, seseorang tidak dapat menghindari dan menyadari white lie yang diutarakan padanya.

Sebelum melakukannya, ketahui kebutuhan dan pikirkan konsekuensi yang mungkin saja terjadi.

Dalam kondisi terpepet, terkadang seseorang melakukan kebohongan untuk membantu orang lain.

Dengan cara ini seseorang bisa mendapatkan kepercayaan dan mungkin saja dapat memengaruhi orang lain untuk berada dipihaknya.

Intinya, waspadai kebohongan putih dari orang lain, terutama jika Moms sudah siap untuk mendengar kebenaran yang ada.

Terkadang orang melakukan kebohongan putih untuk mencoba melindungi, setelah membayangkan reaksi yang akan dikeluarkan lawan bicara.

Mampu menerima kebenaran yang menyakitkan adalah karakter yang baik. Hal tersebut juga akan menghindari seseorang berbohong di kemudian hari.

  • https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/white-lie
  • https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-nature-deception/202010/what-is-white-lie
  • http://changingminds.org/explanations/behaviors/lying/white_lies.htm