Kesehatan

20 Juli 2021

Mengenal Chikungunya, Penyakit Karena Virus yang Ditularkan Lewat Nyamuk

Chikungunya atau juga disebut flu tulang bisa dialami oleh siapa pun
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Chikungunya adalah salah satu dari beberapa penyakit yang ditularkan melalui nyamuk. Penyakit yang berasal dari virus ini disebut juga flu tulang.

Jika dibiarkan, dapat menimbulkan masalah bagi siapa pun yang terkena, termasuk wanita hamil dan bayinya.

Dikutip dari Reemergence of Chikungunya Virus karya Thomas E. Morrison yang diterbitkan di Journal of Virology, American Society for Microbiology, penyakit ini sering ditemukan di wilayah Afrika, Asia, Eropa, dan baru-baru ini, Karibia.

Nyamuk yang menularkannya biasanya Aedes aegypti atau Aedes albopictus. Oleh karena itu, sangat wajar jika seseorang dapat terinfeksi chikungunya dan demam berdarah dalam waktu yang bersamaan.

Agar Moms tidak kekurangan informasi, berikut ini hal-hal yang perlu Moms ketahui tentang chikungunya. Yuk, simak sama-sama!

Baca juga: Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

Gejala Umum Chikungunya

MENULAR KEPADA BAYI - sumber thebump.jpg

Foto: thebump.com

Gejala biasanya akan timbul 4-8 hari kemudian (tetapi dapat berkisar antara 2-12 hari).

Adapun gejala chikungunya yang dirasakan secara umum, seperti:

  • Demam tinggi mendadak
  • Nyeri persendian terutama sendi lutut, pergelangan, jari kaki dan tangan serta tulang belakang
  • Disertai ruam (bintik bintik kemerahan) pada kulit

Centers for Disease Control and Prevention mengemukakan, orang yang berisiko terkena penyakit ini yakni lansia (>65 tahun) dan bayi baru lahir.

Serta orang dengan kondisi medis tertentu seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Setelah seseorang terinfeksi, dia kemungkinan besar akan terlindungi dari infeksi yang akan terjadi di waktu yang akan datang.

"Penyakit ini bersifat self-limiting disease akan membaik sendiri dalam waktu 7-10 hari," tambah dr. Hadianti.

Namun, nyeri sendi dapat menetap beberapa bulan hingga beberapa tahun. Jika parah bahkan dapat menyebabkan kelumpuhan sementara dan beberapa komplikasi.

Oleh karena itu, virus dapat menyebabkan penyakit akut, serta komplikasi tidak umum sehingga berisiko menyebabkan kematian.

Maka dari itu, jika sudah merasa tidak wajar, segera periksakan ke dokter ya, Moms!

Baca Juga: Normalkah Demam Anak Naik Turun Selama 5 Hari? Ini Jawaban Menurut Ahli!

Penyebab Penyakit Chikungunya

Chikungunya pada Anak di Musim Hujan, Waspada!

Foto: Orami Photo Stocks

"Penyakit chikungunya disebabkan oleh virus jenis chikungunya, genus alphavirus, family togaviridae yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk betina genus aedes." terang dr. Hadianti Adlani, Sp.PD-KPTI Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Penyakit Tropik & Infeksi, RS Pondok Indah – Bintaro Jaya.

Melansir World Health Organization, nama "chikungunya" berasal dari sebuah kata dalam bahasa Kimakonde yang artinya, "yang membungkuk".

Hal ini lantaran penderita penyakit ini akan mengalami rasa nyeri pada sendi dan badan yang terasa seperti 'berkerut'.

Kasus ini pertama kali terjadi ketika wabah di Tanzania selatan pada tahun 1952.

Sejak tahun 2004, wabah yang intens terjadi dan meluas ke Afrika, di pulau-pulau di Samudra Hindia, dan di kawasan Pasifik.

Termasuk Australia dan Asia Tenggara (India, Indonesia, Myanmar, Maladewa, Sri Lanka, dan Thailand).

Baca juga: Chikungunya pada Anak di Musim Hujan, Waspada!

Apakah Chikungunya Menular?

nyamuk.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Salah satu yang membuat orang khawatir adalah, bagaimana cara penularannya?

Ini bisa menular dari nyamuk yang menggigit manusia. Penularan dapat terjadi dalam waktu kurang dari seminggu.

Meski begitu ini, penyakit ini tidak ditularkan melalui pelukan, ciuman, makanan, atau melalui udara yang kita hirup.

Dengan kata lain, penyakit ini tidak ditularkan dari satu orang ke orang lain.

Melansir Pan American Health Organization, virus membutuhkan 'tempat' untuk transportasi, yakni nyamuk.

Siklus penularan dimulai ketika nyamuk Aedes menggigit seseorang yang menderita chikungunya ketika mereka demam.

Setelah itu, 10 hari kemudian virus akan berkembang biak di kelenjar ludah nyamuk dan akan siap menularkan penyakit dengan menggigit orang yang sehat.

Setelah terkena gigitan, seseorang akan mulai mengalami gejala 3-7 hari setelah masa inkubasi.

Menurut Aaron Deutsch, M.D., seorang dokter dari Amerika Serikat, chikungunya adalah masalah khusus bagi wanita hamil.

Sebab, dalam kasus yang jarang terjadi, mereka menularkan virus ke bayi di sekitar waktu kelahiran.

Bayi baru lahir yang terinfeksi chikungunya memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit parah.

Baca Juga: Ini 5 Penyebab Telinga Bayi Keluar Cairan Seperti Ingus, Tak Selalu Karena Infeksi,

Bagaimana Mendiagnosisnya?

Sulit Hamil Saatnya Test Darah Untuk Penyakit Chikungunya.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Lantas bagaimana kita mengetahui bahwa terkena virus ini?

Moms, hanya tes darahlah yang dapat mendiagnosis chikungunya secara pasti karena gejalanya tidak mudah dibedakan dari kondisi lain, misalnya demam berdarah.

National Library of Medicine menjelaskan, penting untuk mengetahui gejalanya lebih awal untuk tidak terkena risiko dari infeksi demam berdarah.

Sebab, tingkat kematian demam berdarah lebih tinggi mencapai 50 persen jika tidak segera diobati, dibandingkan dengan chikungunya yang hanya sekitar 0,1 persen.

Jika Moms pernah mengalami gejala yang diuraikan di atas atau baru-baru ini mengunjungi daerah endemis, segera periksakan diri dokter, ya.

Cara Mengobati Chikungunya

Perawatan Chikungunya.jpg

Foto: americanpregnancy.com

Gejala chikungunya yang paling umum adalah demam dan nyeri sendi yang hebat.

Tak heran jika cara mengobatinya melalui perawatan sendi.

Sebenarnya, tidak ada pengobatan spesifik atau khusus. Biasanya dokter akan memberikan obat sesuai dengan gejalanya.

Berikut beberapa cara yang bisa meredakan penyakit dari virus ini, di antaranya:

1. Istirahat Cukup

Seperti cara mengobati orang sakit pada umumnya, tentu istirahat cukup adalah faktor utama pemulihan.

Pasien disarankan banyak minum dan istirahat yang cukup.

Istirahat sangat penting dalam cara mengobati penyakit akibat gigitan nyamuk ini.

Untuk beberapa kasus, dibutuhkan perawatan rawat inap agar dokter lebih mudah mengontrol perkembangan pasien dari waktu ke waktu.

2. Obat Anti Nyeri

2 Cara Obat Pereda Nyeri Mengganggu Kesuburan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Jika nyeri bertahan, biasanya akan diberikan jenis obat analgesik dan fisioterapi.

Dengan catatan, jangan asal mengonsumsi obat ya apabila perawatan di rumah.

Jangan mengonsumsi aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid sampai dokter memastikan diagnosisnya bukan infeksi demam berdarah.

Hal ini untuk mencegah terjadinya efek samping perdarahan.

Baca Juga: Selain Influenza, Ada Juga 4 Jenis Flu yang Berbahaya dan Wajib Diketahui

3. Mengonsumsi Herbal

Sebetulnya, tidak ada obat untuk chikungunya. Namun, beberapa terapi herbal diduga dapat membantu.

Mengonsumsi jahe misalnya membantu meningkatkan kekebalan tubuh dan menurunkan demam.

Untuk meredakan nyeri sendi, Moms bisa merendam area yang terasa sakit.

Rendam bagian tubuh yang nyeri dengan larutan garam epsom untuk menghilangkan rasa sakit.

Jangan mengonsumsi NSAID seperti ibuprofen atau aspirin, ya! Sebelum mengambil obat apapun, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter.

Cara Mencegah Chikungunya

Tindakan Pencegahan Chikungunya.jpg

Foto: QMZambia.com

Hingga kini belum ada vaksin untuk chikungunya.

Sama seperti pencegahan penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk, penyakit chikungunya dapat dicegah dengan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), dengan tindakan 3M plus (menutup, menguras, mengubur).

Namun, Moms bisa praktikkan beberapa hal berikut untuk menghindari gigitan dari nyamuk:

  • Gunakan obat nyamuk.
  • Kenakan pakaian katun longgar yang menutupi lengan dan kaki.
  • Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah sudah baik.
  • Buang barang-barang bekas yang berpotensi jadi sarang nyamuk.
  • Jangan banyak menggantung pakaian.
  • Lakukan fogging secara rutin.

Beberapa langkah pencegahan yang juga bisa dilakukan apabila hendak bepergian ke daerah endemis penyakit ini, yaitu dengan memakai losion antinyamuk dan menggunakan baju serta celana panjang.

Jangan lupa menggunakan obat nyamuk bakar untuk mengusir nyamuk.

Baca Juga: Mana Lebih Aman untuk Anak: Obat Nyamuk Semprot, Bakar, atau Lotion?

Meski berbahaya, virus ini tidak sampai mengancam nyawa. Walaupun bisa menular kepada bayi saat persalinan, Moms yang menderita chikungunya tetap bisa menyusui kok!

Namun, tetaplah waspada jika mengalami gejala yang disebutkan tadi, ya!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4178719/
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/18325255/
  • https://www.cdc.gov/chikungunya/symptoms/index.html
  • https://www3.paho.org/hq/index.php?option=com_content&view=article&id=9260:2014-preguntas-respuestas-sobre-chikungunya&Itemid=39837&lang=en
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait