13 Januari 2024

Kandungan Lemah: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya

Istilah medisnya disebut dengan inkompetensi serviks

6. Pascapersalinan yang Menimbulkan Robekan Mulut Rahim

Pascapersalinan yang menimbulkan robekan pada mulut rahim (serviks) dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya kelemahan pada dinding rahim dan penyebab kandungan lemah atau istilah medisnya adalah isthmus uteri incompetens.

Robekan mulut rahim biasanya terjadi selama proses persalinan normal atau persalinan sulit, terutama pada ibu yang melahirkan anak pertama atau pada ibu yang memiliki bayi dengan berat badan besar.

Jika robekan tersebut tidak ditangani dengan baik dan menyebabkan jaringan parut yang tidak elastis pada dinding rahim, hal ini dapat menyebabkan isthmus uteri menjadi lemah.

Isthmus uteri adalah bagian rahim yang paling bawah dan memiliki tugas untuk menjaga kehamilan tetap dalam rahim hingga waktunya untuk lahir.

Ketika isthmus uteri menjadi lemah, maka kehamilan dapat berakhir dengan keguguran, persalinan prematur, atau pecahnya ketuban sebelum waktunya.

7. Menjalani Tindakan Tertentu yang Bisa Mengubah Kondisi Serviks

Penyebab kandungan lemah selanjutnya adalah menjalani tindakan tertentu yang dapat mengubah kondisi serviks.

Beberapa contoh tindakannya, misalnya seperti:

  • Konisasi (pengeluaran sebagian jaringan serviks sedemikian rupa sehingga yang dikeluarkan berbentuk kerucut untuk tujuan diagnosis)
  • Biopsi (pengambilan jaringan tubuh untuk pemeriksaan laboratorium)
  • LEEP (suatu prosedur dengan memotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim).

8. Gangguan Hormonal

Gangguan hormonal dapat menjadi salah satu penyebab kandungan lemah atau keguguran.

Hormon memainkan peran penting dalam mempertahankan kehamilan yang sehat.

Misalnya, ketika kadar progesteron yang rendah dapat mengganggu perkembangan janin dan plasenta, yang dapat mengakibatkan keguguran.

Kemudian PCOS adalah gangguan hormonal yang memengaruhi ovarium dan produksi hormon.

Kondisi ini dapat menyebabkan siklus haid yang tidak teratur, ketidakseimbangan hormon, dan kesulitan dalam mempertahankan kehamilan.

Baca Juga: 7+ Makanan Penguat Kandungan, Ada Kurma, Telur, dan Alpukat!

Diagnosis Rahim Lemah

Ilustrasi Konsultasi Kandungan Lemah
Foto: Ilustrasi Konsultasi Kandungan Lemah (Freepik.com/tirachardz)

Setelah mengetahui beberapa penyebab kandungan lemah, Moms juga perlu memahami diagnosis rahim lemah.

Lalu, bagaimana cara dokter melakukan diagnosis rahim lemah?

1. Pemeriksaan USG Transvaginal

Pada awal kehamilan, dokter akan melakukan pemeriksaan dalam. Dokter akan melihat mulut rahim yang terbuka.

Bahkan, dengan pemeriksaan USG transvaginal dapat diketahui ketebalan mulut rahim (cervical lenght) pada awal kehamilan.

Melalui pemeriksaan ini bisa dilihat kondisi inkompetensi serviks lebih dini atau sebagai prediksi apakah seseorang berpotensi melahirkan prematur atau tidak.

Nah, perlu kita tahu Moms, inkompetesi serviks karena faktor keturunan, biasanya akan berulang pada kehamilan berikutnya.

Ini terjadi karena struktur mulut rahim lemah dan tidak sanggup mendukung isi rahim.

Cara Mengatasi Kandungan Lemah

Ilustrasi Pengobatan Dokter
Foto: Ilustrasi Pengobatan Dokter (Freepik.com/showtimeag)

Apabila sudah memahami penyebab kandungan lemah dan cara mendiagnosisnya.

Kini, Moms perlu mengetahui cara mengatasi kandungan lemah.

Meski mengalami inkompetensi serviks, janin bisa dilahirkan hingga cukup bulan. Bagaimana caranya?

Yaitu dengan melakukan teknik pengikatan mulut rahim pilihan: pengikatan melalui perut (transabdominal) ataupun melalui jalan lahir (transvaginal).

Umumnya, pengikatan melalui jalan lahir banyak dilakukan karena tanpa perlu mengiris dinding perut dan bisa dibius atau atau bahkan tanpa pembiusan.

Proses pengikatan tersebut menggunakan benang khusus yang bersifat tidak tajam, tidak mengiris jaringan, tidak hancur, dan diserap oleh tubuh.

Perawatan untuk inkompetensi serviks meliputi prosedur pembedahan dan menjahit rahim hingga tertutup untuk memperkuat rahim yang lemah.

Prosedur ini disebut dengan istilah cerclage dalam istilah medis dan biasanya dilakukan antara minggu ke 14-16 kehamilan, atau bergantung pertimbangan dokter.

Pengikatan ini untuk mencegah mulut rahim tidak membuka dan melebar.

Selain itu, terkadang disertai pula jahitan di sekitar area mulut rahim.

Jahitan akan dibuka kira-kira pada saat usia kehamilan 36-38 minggu untuk persiapan persalinan.

Tenang saja Moms, pelepasan jahitan dari cerclage ini tidak menyebabkan kelahiran bayi secara spontan.

Sementara, pada inkompetensi serviks yang disebabkan oleh bekas robekan persalinan, bila dilakukan koreksi atau perbaikan maka bisa hamil seperti normal lagi.

Bila mengalami kandungan lemah dan menginginkan lahir normal tentu dilakukan pelepasan jahitan mulut rahim terlebih dulu.

Lalu, bila menginginkan lahir secara caesar maka operasi caesar dan pelepasan jahitan dikerjakan sekaligus.

Sejauh ini tidak ditemukan efek samping yang terjadi.

Namun risiko yang bisa terjadi adalah perdarahan, infeksi, ketuban bocor.

Namun, tidak semua wanita yang menderita inkompetensi serviks bisa menjalani prosedur ini.

Seorang wanita tidak akan memenuhi syarat untuk melakukan cerclage jika:

  • Ada peningkatan iritasi pada serviks.
  • Leher rahim telah melebar 4cm.
  • Membran telah pecah.
Kondisi penyebab kandungan lemah ini tidak dapat dicegah dengan cara apapun, Moms.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb