Kesehatan

21 September 2021

Moms Sering Tidur Mangap? Ini 4 Kemungkinan Penyebabnya

Dampak dari tidur mangap ternyata lebih parah dari kebiasaan minum bersoda
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Jika Moms atau keluarga memiliki kebiasaan tidur mangap, sebaiknya mulai kurangi kebiasaan buruk ini, ya.

Ternyata, ada bahaya yang mengintai ketika sering tidur mangap atau dengan mulut terbuka.

Sebuah studi yang diungkap dalam Journal of Oral Rehabilitation menunjukkan, tidur mangap memiliki dampak yang lebih buruk daripada mengonsumsi minuman bersoda.

Hal ini karena aliran udara melalui mulut akan menghilangkan dan mengeringkan plak pelindung pada gigi dan air liur.

Padahal, secara alami aliran udara ini mampu membunuh bakteri di dalam mulut.

Beberapa kondisi bisa menjadi penyebab seseorang tidur mangap. Lantas, apa saja faktor yang dapat menjadi penyebabnya?

Selain itu, bagaimana cara mengatasi agar seseorang tidak tidur mangap lagi?

Baca Juga: Terkena Gangguan Tidur karena Menopause? Ini Jawabannya!

Penyebab Tidur Mangap

Setiap orang dapat memiliki penyebab tidur mangap yang berbeda-beda. Berikut ini beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebabnya.

Simak ulasannya berikut ini, ya, Moms!

1. Mulut Kering

Mulut Kering.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu penyebab tidur mangap yang paling umum, yaitu kondisi mulut kering atau disebut juga xerostomia.

Ketika kita tidur mangap, maka pernapasan dilakukan melalui mulut.

Dilansir dari American Dental Association, mulut kering atau xerostomia adalah kondisi yang muncul karena berkurangnya aliran saliva dari kelenjar ludah.

Ketika mengalami mulut kering, bisa jadi kita akan lebih sering tidur mangap. Atau bisa dikatakan, keduanya bisa saling berhubungan satu sama lain ya, Moms.

Kondisi mulut kering menyebabkan cairan hilang melalui penguapan yang menyebabkan mulut dan bibir kering.

Pada malam hari, tidur dengan mulut terbuka atau mendengkur dapat menyebabkan kurangnya air liur di dalam mulut.

Kondisi mulut kering ini nyatanya tidak dapat disepelekan. Selain membuat tidak nyaman, ada konsekuensi yang mungkin terjadi ke depannya.

Dalam jangka panjangnya, kondisi ini menimbulkan konsekuensi serius termasuk gangguan menelan dan penurunan fungsi pelindung air liur.

Kondisi mulut kering ini termasuk keluhan umum yang sering ditemukan di antara orang dewasa yang lebih tua, yaitu memengaruhi sekitar 20 persen orang tua.

Kondisi ini perlu segera mendapatkan perhatian apabila Moms memiliki beberapa gejala lainnya.

Dilansir dari Better Health Channel, segera periksakan ke dokter apabila Moms juga mengalami bibir pecah-pecah, bau mulut tidak sedap, lidah terasa kering, atau air liur yang terasa tebal.

Semua hal ini dapat menjadi imbas dari kebiasaan tidur mangap.

Baca Juga: Ini Penyebab dan Cara Mudah Mengatasi Bau Mulut pada Anak

2. Bau Mulut

Bau Mulut.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab tidur mangap bisa dikarenakan bau mulut tidak sedap. Kondisi ini disebut juga halitosis.

Pada akhirnya, tidur mangap bisa menyebabkan penurunan air liur mengurangi kemampuan mulut untuk membersihkan diri, serta menyebabkan flora bakteri lebih tinggi.

Selain itu, kerusakan gigi juga dapat menyebabkan terjadinya bau mulut.

Dilansir dari Journal of Natural Science, Biology, and Medicine, kesehatan gigi dan mulut yang buruk menjadi penyebab umum bau mulut.

Segera lakukan perawatan gigi yang tepat, rutin membersihkan gigi, dan periksa rutin ke dokter gigi untuk mengatasi kondisi bau mulut tidak sedap ini.

Rutin minum air putih, menjaga hidrasi tubuh dengan baik, menghentikan kebiasaan merokok, dan membatasi pengonsumsian kafein juga bisa menjadi cara menjaga bau mulut tetap terjaga dengan baik.

Baca Juga: Moms, Ini 12 Cara Mudah dan Alami Atasi Bau Mulut

3. Sleep Apnea

Sleep Apnea.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab tidur mangap berikutnya bisa terjadi karena Moms memiliki gangguan tidur yang disebut sleep apnea.

Sleep apnea ditandai dengan berhentinya pernapasan selama beberapa waktu ketika tidur.

Tak tanggung-tanggung, sleep apnea bisa ini terjadi berulang kali saat Moms tidur.

Seseorang yang mengalami sleep apnea akan mengalami jeda pernapasan selama beberapa waktu ketika tidur.

Pernapasan yang terhenti dalam beberapa kali saat tidur ini dapat berisiko pada kualitas tidur yang menjadi buruk.

Hal ini terjadi karena gangguan tidur sleep apnea memengaruhi suplai oksigen ke tubuh sehingga bisa berdampak serius bagi kesehatan.

Pada kebanyakan penderita sleep apnea, biasanya mereka akan tidur mangap dan mudah mendengkur.

Bukan asal mendengkur, seseorang yang mengalami sleep apnea bisa mendengkur yang sangat keras dan melibatkan terengah-engah, tersedak, atau mendengus yang dapat menyebabkan seseorang terbangun.

Penanganan sleep apnea tergantung pada seberapa parah kondisi yang dialami oleh penderitanya.

Ketika sudah dilakukan penanganan yang tepat, diharapkan bisa mengurangi kebiasaan tidur mangap.

Beberapa penanganan yang bisa dilakukan, yaitu perubahan gaya hidup, pemakaian alat bantu pernapasan (CPAP), terapi mulut otot dan wajah, hingga tindakan operasi bisa dilakukan.

Baca Juga: Risiko Sleep Apnea pada Perempuan Paruh Baya, Yuk Cari Tahu!

4. Deviasi Septum Nasal

Deviasi Septum Nasal.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari laman Medical News Today, penyebab tidur mangap berikutnya, yaitu gangguan hidung yang disebut deviasi septum nasal.

Kelainan hidung ini terjadi ketika septum bergeser menjauh dari garis tengah hidung.

Septum hidung adalah tulang dan tulang rawan yang membagi bagian dalam hidung menjadi dua.

Tulang dan tulang rawan ditutupi oleh kulit khusus yang disebut selaput lendir yang memiliki banyak pembuluh darah di dalamnya.

Pada banyak kasus, gangguan ini tidak menunjukkan gejala. Namun, dapat muncul beberapa gejala, seperti hidung tersumbat, mimisan, hingga tidur mangap.

Penanganannya bisa termasuk memberikan dekongestan, antihistamin, steroid hidung, penggunaan strip perekat untuk membuka saluran hidung, dan tindakan operasi.

Cara Mengatasi Tidur Mangap

Itulah beberapa penyebab tidur mangap yang dapat terjadi. Lantas, bagaimana penanganan pertama untuk mengatasi tidur mangap?

James Nestor, penulis buku "Breath: The New Science of a Lost Art" mengungkapkan beberapa cara sederhana untuk mengatasi tidur mangap.

Hal pertama yang bisa dilakukan, yaitu hindari makan menjelang waktu tidur.

Hal ini karena cairan lambung bisa naik ke hidung, sinus, telinga dan mulut, yang menyebabkan kemacetan dan peradangan.

Baca Juga: Mengenal Rhinitis Alergi, Peradangan di Rongga Hidung Akibat Alergi

Selain itu, membilas hidung dengan air garam juga bisa membantu mengurangi kebiasaan tidur mangap.

Atau, Moms juga bisa menggunakan semprotan dekongestan yang dijual bebas.

Itulah informasi seputar penyebab dan cara mengatasi tidur mangap. Semoga informasinya membantu, ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/nlmcatalog/433604
  • https://www.enthealth.org/conditions/deviated-septum/
  • https://onlinelibrary.wiley.com/toc/13652842/2021/48/9
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3633265/
  • https://www.ada.org/en/member-center/oral-health-topics/xerostomia
  • https://www.grovedental.com/why-grove/grove-news/dry-mouth-during-sleep/
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/319487#what-causes-mouth-breathing
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/dry-mouth-syndrome
  • https://www.goodhousekeeping.com/uk/health/health-advice/a559355/never-sleep-with-mouth-open/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait