Kesehatan

KESEHATAN
27 Januari 2021

Ragam Penyebab Vertigo Kambuh yang Terkadang Tidak Disadari, Waspada!

Vertigo umumnya disebabkan adanya gangguan pada bagian dalam telinga
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms, pernah mengalami pusing berputar-putar atau terasa seperti gempa? Itu dinamakan vertigo.

Ada orang yang tidak menyadari sedang mengalami vertigo, ada pula yang gejalanya sangat parah sampai berdiri saja jadi tidak seimbang.

"Gejala ini sangat umum terjadi pada semua usia, tapi lebih sering terjadi pada usia senja. Ciri vertigo sangat spesifik, yaitu sensasi seperti berputar-putar hebat yang berlangsung selama 30 detik dan kemudian hilang dengan sendirinya. Biasanya terjadi ketika pasien berbaring dan membalikkan badan," ujar dr. Douglas Paauw, Profesor di Departemen Kedokteran Bagian Dalam dan Direktur Program Mahasiswa Kedokteran Bagian Dalam di University of Washington, Seattle.

Serangan vertigo bisa menyerang tiba-tiba dan bertahan selama beberapa detik atau menit.

Apabila Moms mengalami vertigo yang parah, gejalanya mungkin bisa sampai berhari-hari hingga bisa menghambat aktivitas sehari-hari.

Dikutip dari Jurnal Aging and Disease, vertigo bisa dialami oleh semua kelompok usia, namun umumnya paling banyak menyerang kelompok usia 65 tahun ke atas.

Baca Juga: Pusing Berputar-Putar, Hati-Hati Vertigo! Kenali Gejala dan Cara Penanganannya!

Penyebab Vertigo Kambuh yang Tidak Disadari

Lantas, apa sebenarnya penyebab vertigo kambuh? Yuk cari tahu penyebab vertigo di bawah ini Moms!

1. BPPV

penyebab vertigo6.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Benign Paroxysmal Positional Vertigo atau vertigo posisional paroksismal benigna merupakan gangguan keseimbangan perifer paling umum.

Ini menjadi salah satu penyebab vertigo kambuh yang paling umum. BPPV terjadi ketika partikel-partikel kalsium kecil (canaliths) menggumpal di kanal telinga bagian dalam.

Telinga bagian dalam mengandung struktur yang disebut organ otolith, yang mengandung cairan dan partikel kristal kalsium karbonat.

Telinga bagian dalam ini berfungsi mengirimkan sinyal ke otak tentang gerakan kepala dan tubuh sesuai gravitasi sehingga Moms bisa menjaga keseimbangan setiap harinya.

Dengan adanya partikel-partikel kecil yang menggumpal di bagian telinga dalam, Akibatnya, otak menerima informasi yang tidak akurat tentang posisi seseorang, dan pusing berputar-putar terjadi.

Orang biasanya mengalami periode vertigo yang berlangsung kurang dari 60 detik, tetapi mual dan gejala lainnya juga dapat terjadi.

Vertigo bisa menyerang tiba-tiba tanpa pandang usia.

2. Penyakit Meniere

penyebab vertigo 1.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab vertigo kambuh selanjutnya adalah penyakit meniere. Penyakit ini menyebabkan penumpukan cairan di telinga bagian dalam, yang dapat memicu serangan vertigo dengan telinga berdenging dan gangguan pendengaran.

Kondisi ini cenderung lebih umum pada orang-orang yang berusia antara 40 dan 60 tahun.

Adanya kondisi ini bisa menyebabkan serangan vertigo yang disertai denging di telinga (tinnitus) dan gangguan pendengaran.

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders memperkirakan bahwa 615.000 orang di Amerika Serikat saat ini memiliki diagnosis penyakit Meniere, dengan dokter mendiagnosis sekitar 45.500 kasus baru setiap tahun.

Penyebab pastinya tidak jelas, tetapi mungkin berasal dari penyempitan pembuluh darah, infeksi virus, atau reaksi autoimun.

Mungkin juga ada komponen genetik yang berarti berjalan di beberapa keluarga.

Meski begitu, penyakit ini tidak bisa disembuhkan. Pengobatan bisa dilakukan, tapi sifatnya hanya untuk meminimalisir gejala.

Baca Juga: Telinga Berdenging, Waspada 6 Penyakit Ini!

3. Neuritis Vestibular

penyebab vertigo3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab vertigo kambuh selanjutnya adalah neuritis vestibular.

Neuritis vestibular adalah kondisi adanya masalah di telinga bagian dalam yang biasanya berhubungan dengan infeksi (biasanya virus).

Infeksi ini menyebabkan peradangan di telinga bagian dalam, tepatnya di sekitar saraf yang penting untuk membantu keseimbangan indera tubuh.

Neuritis vestibular bisa menyebabkan vertigo akut, baik pada perempuan dan laki-laki khususnya usia dewasa yang disertai dengan penglihatan yang kabur, mual dan muntah, atau perasaan tidak seimbang.

4. Labirinitis

penyebab vertigo4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Labirinitis adalah penyebab vertigo kambuh lainnya. Pada bagian dalam telinga terdapat struktur bernama labirin yang berfungsi membantu tubuh mengatur keseimbangan.

Gangguan ini bisa terjadi bila infeksi menyebabkan radang labirin telinga bagian dalam. Di dalam area ini adalah saraf vestibulocochlear.

Apabila labirin mengalami iritasi, labirin akan memberi sinyal yang salah ke otak tentang keseimbangan tubuh. Labirinitis merupakan peradangan pada telinga bagian dalam yang bisa menyebabkan vertigo.

Selain pusing dengan vertigo, pengidap labirinitis mungkin mengalami gangguan pendengaran, tinitus, sakit kepala, sakit telinga, dan perubahan penglihatan.

5. Kolesteatoma

penyebab vertigo5.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kolesteatoma adalah tumor jinak yang tumbuh di area telinga tengah atau di belakang gendang telinga. Kondisi ini terjadi karena adanya infeksi pada telinga tengah secara berulang kali.

Namun, ada pula yang mengalaminya karena cacat lahir.

Bila pertumbuhannya dibiarkan jadi lebih besar bisa dan tidak diobati maka bisa merusak telinga. Kondisi ini juga menjadi penyebab vertigo kambuh.

Baca Juga: Kenapa Telinga Berdenyut Seperti Ditusuk-tusuk?

Penyebab Vertigo Lainnya

penyebab vertigo2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Selain poin-poin di atas, berikut ini beberapa hal yang bisa juga menjadi penyebab vertigo kambuh pada Moms:

  • Migrain atau sakit kepala sebelah
  • Cedera atau trauma di kepala
  • Minum obat tertentu
  • Operasi telinga
  • Terlalu lama tidur
  • Sindrom Ramsay Hunt, infeksi virus akut herpes zoster atau cacar api dekat dengan telinga sehingga memengaruhi saraf wajah
  • Otosclerosis, pertumbuhan tulang abnormal di bagian telinga tengah, menyebabkan gangguan pendengaran.
  • Sipilis
  • Pukulan hebat
  • Penyakit otak kecil atau batang otak
  • Penyakit pada otak seperti stroke atau tumor

Baca Juga: Penyebab Masalah Kulit yang Muncul Saat Trimester Pertama Kehamilan

Penyebab Vertigo Kambuh Saat Hamil

penyebab vertigo

Foto: Orami Photo Stock

Mual dan pusing adalah masalah umum selama kehamilan. Perubahan hormonal tampaknya berperan, karena mempengaruhi karakteristik cairan dalam tubuh.

Perubahan karakteristik cairan di telinga bagian dalam dapat menyebabkan gejala seperti:

  • vertigo
  • ketidakstabilan dengan hilangnya keseimbangan
  • tinnitus dan kesulitan mendengar
  • perasaan telinga penuh

Penelitian dalam Brazilian Journal of Otorhinolaryngology mensurvei 82 wanita selama kehamilan.

Lebih dari separuh dari mereka melaporkan mengalami pusing selama dua trimester pertama, sementara sepertiga melaporkan pusing pada trimester ketiga.

Mual sering terjadi selama kehamilan, tetapi cenderung berkurang seiring perkembangan kehamilan. Banyak wanita dalam survei mengaitkan mual dengan pusing.

Masalah keseimbangan juga umum terjadi, tetapi cenderung memburuk selama trimester kedua dan ketiga.

Penulis menyarankan bahwa selama kehamilan, perubahan hormonal menyebabkan perubahan di telinga bagian dalam.

Mereka mengusulkan bahwa seiring berjalannya waktu, wanita tersebut terbiasa dengan keseimbangan baru di telinga, dan gejala mual dan pusing membaik.

Memburuknya masalah keseimbangan bisa jadi karena perubahan berat badan dan postur tubuh yang terjadi selama kehamilan.

Pada 2017, jurnal Benign Paroxysmal Positional Vertigo in Pregnancy menyatakan bahwa perubahan hormonal dapat menyebabkan BPPV selama kehamilan dan estrogen, secara khusus mungkin berperan dalam menjadi penyebab vertigo kambuh.

Perawatan obat mungkin tersedia untuk mengurangi mual, pusing, dan gejala terkait vertigo lainnya selama kehamilan, tetapi seorang wanita harus meminta nasihat dokternya.

Beberapa perawatan mungkin tidak cocok untuk digunakan saat ini.

Vertigo sendiri belum tentu penyakit turun-temurun, tetapi umumnya merupakan gejala dari berbagai kondisi dan sindrom.

Beberapa di antaranya tampaknya melibatkan faktor genetik tertentu dan mungkin diturunkan dalam keluarga. Jika seseorang mengalami vertigo berulang, hal itu mungkin disebabkan oleh faktor keturunan atau genetik.

Para ilmuwan telah meneliti profil genetik dari berbagai kondisi yang melibatkan vertigo.

Baca Juga: Agar Tidak Kambuh, Hindari 7+ Makanan Penyebab Vertigo Ini!

Contoh kondisi yang dapat menjadi penyebab vertigo kambuh dan tampaknya melibatkan faktor genetik meliputi:

  • ataksia episodik familial
  • vertigo migrain
  • hipofungsi vestibular bilateral
  • penyakit keluarga Ménière

Seorang dokter mungkin bertanya kepada penderita vertigo tentang riwayat kesehatan keluarga mereka. Migrain vestibular bisa melibatkan vertigo.

Beberapa jenis vertigo sembuh tanpa pengobatan, tetapi seseorang mungkin memerlukan pengobatan untuk masalah yang mendasarinya.

Misalnya, seorang dokter dapat meresepkan antibiotik untuk infeksi bakteri atau obat antivirus untuk herpes zoster.

Tersedia obat-obatan yang dapat meredakan beberapa gejala. Obat-obatan ini termasuk antihistamin dan antiemetik untuk mengurangi mabuk perjalanan dan mual.

Pembedahan mungkin diperlukan jika perawatan lain tidak efektif. BPPV dan neuroma akustik adalah dua kondisi yang mungkin sesuai.

Itulah beberapa penyebab vertigo kambuh, Moms.

Bila vertigo menyerang, usahakan untuk duduk tegak dan bernapas dalam-dalam. Jangan melakukan gerakan mendadak seperti berdiri tiba-tiba atau menggelengkan kepala karena akan memperparah kondisi vertigo.

Jika dirasa sudah sangat menganggu sampai menghambat aktivitas Moms sehari-hari, segera konsultasikan ke dokter, ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait