13 September 2022

Kenali Perbedaan Fisura Ani dan Wasir, yang Bisa Sebabkan Buang Air Besar Berdarah

Meski terkesan serupa, tapi ada banyak perbedaan, Moms!

Meski gejalanya mirip, Moms perlu tahu perbedaan fisura ani dan wasir.

Fisura ani adalah ketika ada robekan atau retakan di anus. Sementara wasir adalah ketika pembuluh darah di anus membengkak.

Kedua kondisi tersebut dapat menyebabkan rasa sakit dan pendarahan.

Baca juga: 5 Manfaat Buah Kundur dan Cara Mengolahnya untuk Dikonsumsi, Bagus untuk Pencernaan

Namun, karena penanganan untuk keduanya berbeda, penting untuk dapat membedakannya.

Perbedaan Fisura Ani dan Wasir

Ada beberapa hal yang jadi perbedaan antara fisura ani dan wasir. Berikut ini di antaranya:

1. Gejala

perbedaan fisura ani dan wasir
Foto: perbedaan fisura ani dan wasir

Foto Buang Air Besar (Orami Photo Stock)

Fisura ani dan wasir sama-sama ditandai dengan nyeri saat buang air besar dan adanya darah pada tinja.

Namun, ada beberapa gejala lain yang membedakan keduanya.

Gejala-gejala fisura ani dapat meliputi:

  • Pendarahan dari rektum
  • Sakit saat buang air besar
  • Rasa sakit yang berlangsung berjam-jam setelah buang air besar
  • Ketidaknyamanan atau nyeri tekan di daerah anus

Sementara itu, gejala wasir dapat meliputi:

  • Pendarahan dari rektum
  • Merasa seperti ada benda di anus
  • Gatal di dalam atau di sekitar anus
  • Nyeri di dalam atau di sekitar anus
  • Sakit saat buang air besar

2. Penyebab

perbedaan fisura ani dan wasir
Foto: perbedaan fisura ani dan wasir (Freepik.com)

Foto Orang Sembelit (Orami Photo Stok)

Perbedaan fisura ani dan wasir juga bisa dilihat dari penyebabnya.

Fisura ani terjadi akibat rusak atau robeknya anus. Beberapa hal yang bisa jadi penyebabnya adalah:

Menurut studi pada 2016 di jurnal Digestive Diseases and Sciences, penyakit radang usus juga bisa menyebabkan fisura ani.

Ini adalah kondisi kronis yang menyebabkan peradangan di usus, termasuk penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Wasir memiliki beberapa penyebab yang sama dengan fisura, tetapi ada juga alasan lain mengapa wasir dapat berkembang.

Beberapa kemungkinan penyebab wasir dapat meliputi:

  • Sembelit
  • Diare
  • Angkat berat
  • Kehamilan, yang dapat menyebabkan ketegangan pada otot-otot di dasar panggul

Beberapa faktor risiko lain untuk masalah di daerah anus termasuk usia, dan kondisi kesehatan yang menyebabkan sembelit atau diare.

Bagi orang yang berisiko lebih tinggi mengalami fisura atau wasir, penting untuk berkonsultasi pada dokter tentang cara menghindarinya.

Baca juga: Mengenal Fungsi Hati dalam Sistem Pencernaan, Sangat Penting!

3. Penanganan

perbedaan fisura ani dan wasir
Foto: perbedaan fisura ani dan wasir (Freepik.com)

Foto Minum Air (Orami Photo Stock)

Perbedaan fisura ani dan wasir lainnya ada pada penanganannya.

Ada beberapa perawatan yang bisa digunakan untuk fisura ani dan wasir.

Namun, ada yang efektif untuk salah satunya, sedangkan yang lain tidak.

Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan diagnosis dan memahami kondisi apa yang dialami.

Fisura dapat diobati melalui pengobatan rumahan, perubahan gaya hidup, obat-obatan, serta pembedahan.

Di rumah, Moms dapat mencoba beberapa perawatan rumahan seperti:

Suplemen serat dan pelunak tinja juga dapat digunakan, tetapi harus dimulai setelah mendapat rekomendasi dari dokter.

Obat yang biasa diresepkan dokter adalah nitrogliserin atau krim penghilang rasa sakit yang dioleskan langsung ke anus.

Obat-obatan oral dapat mencakup penghambat saluran kalsium, yang mungkin digunakan setelah perawatan topikal tidak memberikan bantuan.

Untuk fisura ani kronis yang tidak membaik dengan perubahan gaya hidup, atau pengobatan lainnya, operasi mungkin menjadi solusi.

Menurut studi pada 2021 di jurnal Cureus, pilihan pengobatan lainnya adalah sfingterotomi internal lateral.

Ini adalah operasi yang paling umum dilakukan untuk fisura ani.

Tujuannya adalah mengurangi ketegangan pada otot sfingter anal bagian dalam.

Dengan begitu memungkinkan lebih banyak aliran darah dan penyembuhan yang lebih baik.

Pilihan lainnya adalah fissurektomi, atau mengangkat kulit yang rusak dari sekitar fisura.

Wasir paling sering diobati dengan pengobatan rumahan dan dengan mengurangi apa pun yang mungkin menyebabkannya.

Obat resep dan pembedahan mungkin dilakukan untuk wasir yang lebih serius yang tidak membaik.

Untuk mengurangi rasa sakit dan gejala lainnya, bantalan witch hazel, krim yang mengandung seng oksida atau fenilefrin juga bisa dicoba.

Kebanyakan wasir membaik dengan perawatan rumahan sederhana.

Namun, ada pula yang tak kunjung membaik, atau malah menyebabkan komplikasi serius.

Prosedur untuk mengurangi ukuran atau menghilangkan wasir dapat digunakan, termasuk:

  • Ligasi karet gelang (karet gelang ditempatkan di sekitar dasar wasir).
  • Skleroterapi (larutan disuntikkan ke dalam wasir untuk mengecilkannya.
  • Fotokoagulasi inframerah (cahaya menciptakan panas untuk mengecilkan wasir).
  • Elektrokoagulasi ( alat dengan arus listrik digunakan untuk mengecilkan ambeien).

Pembedahan juga dapat digunakan untuk wasir yang tidak merespon pengobatan lain.

Pengangkatan wasir disebut hemoroidektomi, yang akan dilakukan saat orang tersebut tidur dengan anestesi umum.

Pilihan lainnya adalah hemorrhoidopexy, yaitu operasi di mana wasir prolaps (yang menonjol dari anus) dijepit di tempatnya.

4. Pencegahan

perbedaan fisura ani dan wasir
Foto: perbedaan fisura ani dan wasir (Shutterstock.com)

Foto Aneka Sayuran (Orami Photo Stock)

Metode pencegahan untuk fisura ani atau wasir serupa dalam banyak hal, tetapi ada beberapa perbedaan.

Mencegah fisura ani bisa dilakukan dengan memastikan tinja tidak terlalu keras atau terlalu lunak atau longgar, dan mudah dikeluarkan.

Selain itu, mendapatkan cukup serat dalam makanan dan minum cukup air penting untuk buang air besar secara teratur.

Baca juga: 10 Obat Batu Empedu di Apotek dan Alami, Bantu Hancurkan Batu Empedu hingga Meredakan Nyeri

Penting juga untuk menghindari mengejan saat buang air besar.

Mencegah sembelit, diare, dan mengejan di toilet juga penting untuk mencegah wasir.

Duduk terlalu lama di toilet bisa menjadi faktor risiko wasir, sehingga harus dihindari.

Mengangkat benda berat atau angkat beban dapat meningkatkan risiko pembentukan wasir.

Jadi, belajar mengangkat benda berat dengan benar itu penting agar otot tidak tegang.

Itulah pembahasan mengenai perbedaan fisura ani dan wasir, yang penting untuk diketahui. Semoga bermanfaat!

  • https://link.springer.com/article/10.1007/s10620-015-3930-3
  • https://www.cureus.com/articles/72632-fissurectomy-versus-lateral-internal-sphincterotomy-in-the-treatment-of-chronic-anal-fissure-a-randomized-control-trial
  • https://www.verywellhealth.com/anal-fissure-vs-hemorrhoids-symptoms-causes-treatment-6501290
  • https://www.thehealthsite.com/diseases-conditions/piles-or-fissure-know-how-to-tell-the-difference-between-these-two-debilitating-conditions-865619/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.