Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
11 Februari 2022

Ketahui Perbedaan Flu dan Pilek, Jangan Sampai Tertukar!

Flu dan pneumonia yang parah bisa sebabkan kematian
Ketahui Perbedaan Flu dan Pilek, Jangan Sampai Tertukar!

Perbedaan flu dan pilek ternyata tidak jauh berbeda dan hampir sama.

Banyak orang yang keliru saat mengalami pilek, sering kali langsung bilang bahwa sedang flu.

Meskipun flu dan pilek adalah infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh infeksi virus.

Namun, keduanya adalah kondisi yang berbeda dan membutuhkan penanganan yang juga tidak sama.

Lantas, apa perbedaan flu dan pilek?

Yuk, simak penjelasannya di bawah ini Moms!

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mulut, Ini Jenis-jenis Obat Kumur Beserta Rekomendasinya

Perbedaan Flu dan Pilek

Flu dan batuk pilek merupakan dua penyakit yang berbeda.

Meski sama-sama menimbulkan gejala bersin-bersin, sakit tenggorokan, batuk, hidung tersumbat, dan hidung berair.

Perbedaan flu dan pilek tidak hanya terletak pada virus penyebabnya, tapi juga tingkat keparahannya.

Berikut ini penjelasan lengkap perbedaan flu dan pilek, antara lain:

1. Dari Penyebab

Perbedaan flu dan pilek

Foto: Perbedaan flu dan pilek (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Perbedaan flu dan pilek yang paling mendasar adalah penyebabnya.

Salah satu penyebab batuk pilek yang umum adalah infeksi virus jenis rhinovirus.

Apabila pilek terjadi karena adanya infeksi rhinovirus, kondisi ini disebut penyakit selesma atau common cold.

Tak hanya itu, pilek adalah gejala yang bisa saja disebabkan oleh penyakit atau kondisi kesehatan lain.

Sementara itu, penyebab flu sudah pasti virus influenza.

Flu umumnya tidak disebabkan oleh kondisi kesehatan lain, seperti pilek, selain virus itu sendiri.

Virus ini menyerang sistem pernapasan keseluruhan, mulai dari hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Penyebab flu adalah tiga macam virus influenza, yaitu:

  • influenza A
  • influenza B
  • influenza C.

Virus influenza tipe A dan B biasanya menyebabkan flu musiman, sementara tipe C biasanya terjadi sepanjang tahun.

Flu juga bisa disebabkan karena adanya perubahan cuaca.

Misalnya perubahan dari musim kemarau ke musim hujan.

Cuaca dingin ketika musim hujan akan membuat sebagian orang mudah terserang penyakit flu.

Baca Juga: Sedang Musim Sakit, Ini Cara Mengobati Flu pada Anak

2. Dari Gejala

Meski memiliki gejala yang sekilas tampak sama, pilek umumnya menimbulkan gejala yang ringan daripada flu.

Beberapa gejala yang sering dialami oleh penderita pilek adalah:

  • Batuk dan sakit tenggorokan
  • Hidung tersumbat atau beringus dan bersin
  • Mata berair
  • Beberapa bagian otot terasa sakit -sakit kepala
  • Demam, dengan suhu rendah

Nah, cara yang baik untuk mengetahui apakah kita menderita pilek atau flu adalah dengan mengetahui seberapa cepat gejalanya muncul.

Gejala flu juga muncul lebih cepat dan lebih parah dari gejala pilek.

Gejala-gejalanya, antara lain:

  • Demam tinggi selama 3–5 hari, walaupun gejala ini tidak terjadi pada semua pengidap.
  • Sakit kepala.
  • Batuk-batuk.
  • Pegal-pegal.
  • Nafsu makan menurun.
  • Sakit tenggorokan.

Baca Juga: 9 Mitos Varian Omicron yang Pantang Dipercaya, Cek Faktanya di Sini!

3. Dari Penularan

Perbedaan flu dan pilek

Foto: Perbedaan flu dan pilek

Foto: Orami Photo Stock

Perbedaan flu dan pilek juga bisa di lihat dari berapa lama penularannya.

Gejala flu sering kali muncul dan memberat secara mendadak dalam waktu beberapa jam.

Keluhan yang dialami biasanya berlangsung selama 1 minggu.

Namun, tidak jarang keluhan tersebut terus berlanjut hingga 2 minggu.

Sedangkan pilek memiliki gejala yang muncul secara bertahap dan tingkat keparahan yang cenderung ringan.

Pada kasus pilek dalam common cold, biasanya gejala akan membaik dalam waktu 7-10 hari.

Gejala pun dapat sembuh dengan sendirinya.

4. Dari Komplikasi

Faktor lain perbedaan flu dan pilek adalah ada tidaknya risiko komplikasi.

Pilek biasa umumnya tidak menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut.

Biasanya beberapa komplikasi yang mungkin timbul akibat batuk pilek adalah sinusitis dan otitis media.

Sementara flu yang berlarut-larut tanpa diobati dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Pneumonia
  • Radang otot (myositis)
  • Gangguan sistem saraf pusat
  • Masalah pada jantung, seperti serangan jantung, miokarditis, dan perikarditis

Melansir Iranian Journal of Medical Sciences, kondisi flu mengganggu pertukaran oksigen di paru-paru.

Sehingga, menimbulkan gejala sesak napas yang dapat berakhir menjadi gagal napas.

Apabila Moms memiliki asma, segera berkonsultasi ke dokter jika gejala flu tidak juga membaik atau malah semakin memburuk.

Baca Juga: 4 Manfaat Flaxseed Bagi Kesehatan, Kurangi Risiko Penyakit Jantung dan Kolesterol!

5. Dari Pengobatan

Perbedaan flu dan pilek

Foto: Perbedaan flu dan pilek

Foto: Orami Photo Stock

Perbedaan flu dan pilek selanjutnya adalah dari segi pengobatan.

Umumnya baik flu dan pilek sama-sama tidak membutuhkan antibiotik karena keduanya tidak disebabkan oleh infeksi bakteri.

Kedua penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus yang dapat membaik dengan sendirinya (self-limiting) bila daya tahan tubuh penderitanya baik.

Oleh karena itu, dokter dapat menganjurkan dianjurkan untuk beristirahat di rumah agar tidak menularkannya pada orang lain.

Namun, terdapat pilihan obat jika dirasa flu dan pilek sudah semakin parah, seperti:

  • Untuk flu, yang disebabkan oleh infeksi virus, biasanya berupa obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu), zanamivir (Relenza), atau peramivir (Rapivab).
  • Untuk pilek, obat yang dapat bisa dikonsumsi tergantung pada penyebabnya. Apabila gejala pilek yang dialami disebabkan oleh alergi, bisa mengonsumsi obat alergi seperti antihistamin.

Moms juga bisa memanfaatkan balsam dengan kandungan camphor, eucalyptus oil, dan menthol untuk membantu meringankan gejala.

Penderita flu atau pilek juga minum air putih yang cukup agar tidak kekurangan cairan.

Baca Juga: Perlukah Memiliki Nebulizer untuk Anak Batuk Pilek?

6. Dari Pencegahan

Perbedaan flu dan pilek lain bisa dilihat dari cara mencegahnya.

Melansir Journal of Public Health and Emergency, virus influenza dan virus penyebab pilek sama-sama ditularkan melalui percikan air liur (droplet) yang dikeluarkan penderita saat bersin atau batuk.

Droplet yang mengandung virus dapat terhirup oleh orang lain yang sehat atau terjatuh pada permukaan benda di sekitar penderita.

Bila orang sehat menyentuh benda tersebut kemudian menyentuh area mata, hidung, atau mulut, maka ia bisa tertular virus.

Cara terbaik untuk terhindar dari flu adalah dengan mendapatkan vaksin flu.

Kebanyakan dokter merekomendasikan pemberian vaksin flu pada awal musim flu berlangsung.

Selain itu, ada beberapa cara mencegah flu dan pilek antara lain:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
  • Gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% bila tidak ada air dan sabun
  • Menjaga jarak dengan orang yang sedang sakit flu atau batuk pilek
  • Tidak berbagi penggunaan alat makan, handuk, atau sikat gigi dengan orang lain
  • Menjaga daya tahan tubuh, seperti mengonsumsi makanan bergizi, minum air serta istirahat yang cukup dan berolahraga.

Baca Juga: Mengenal Norma Hukum untuk Bantu Memberikan Pemahaman pada Anak

Itulah perbedaan flu dan pilek yang harus diketahui.

Flu memiliki gejala yang lebih serius dibandingkan pilek.

Bahkan bagi seseorang yang memiliki daya tahan tubuh lemah virus influenza bisa menyebabkan pneumonia.

Jika Moms berhasil mengidentifikasi penyakitnya dan melakukan penanganan yang benar, penyakit bisa segera sembuh.

Sebaliknya, jika salah penanganannya, penyakit malah akan tambah parah.

Jika gejalanya semakin parah, jangan tunda untuk ke dokter, ya, Moms!

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5337761/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7122289/
  • https://www.cdc.gov/flu/symptoms/coldflu.htm
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/runny-nose/basics/definition/sym-20050640
  • https://www.who.int/news-room/q-a-detail/how-can-i-avoid-getting-the-flu
  • https://www.healthline.com/health/cold-flu/cold-or-flu