31 Januari 2024

8 Tahap Perkembangan Psikososial Menurut Teori Erik Erikson

Mulai dari bayi hingga lansia

Berbagai perkembangan dalam diri manusia dapat dilihat dari berbagai aspek, termasuk perkembangan psikososial.

Mengetahui setiap tahap perkembangan dapat memberikan wawasan yang bermanfaat tentang kepribadian diri sendiri, dan juga orang lain.

Salah satu Psikolog dan Profesor terkemuka di Universitas Harvard dan Universitas California, bernama Erik Erikson, berteori bahwa kepribadian dapat dikembangkan melalui 8 tahap kehidupan yang berbeda, yang kemudian disebut Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson.

Apakah 8 tahapan itu? Simak selengkapnya, yuk!

Baca Juga: Tahapan Pendidikan Seksual untuk Anak Usia Dini hingga Memasuki Masa Pubertas

Perkembangan Psikososial

Perkembangan Psikososial (Orami Photo Stock)
Foto: Perkembangan Psikososial (Orami Photo Stock)

Sebelum mengenali 8 tahapan perkembangan psikososial yang dicetuskan oleh Psikolog Erik Erikson, pertama-tama ketahui apa itu perkembangan psikososial terlebih dahulu.

Melansir dari Only my Health, menurut Dr. Tanu Singh, seorang Psikolog Klinis dari Healthcare Clinic, India, menjelaskan bahwa perkembangan psikososial adalah pertumbuhan seseorang menurut aspek sosial dan psikologi.

Jadi, keterampilan sosial, kepribadian, dan karakter manusia akan berkembang dan dapat dipelajari sejak bayi seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Potty Training untuk Anak, Nyaman Digunakan!

Faktor-faktor yang Memengaruhi Perkembangan Psikososial

Kehidupan Sosial Anak
Foto: Kehidupan Sosial Anak (Freepik.com/pvproductions)

Perkembangan psikososial adalah proses yang kompleks yang melibatkan interaksi antara faktor-faktor psikologis dan sosial yang memengaruhi perkembangan individu sepanjang hidupnya.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat memengaruhi perkembangan psikososial:

  • Keluarga

Keluarga adalah faktor utama yang memengaruhi perkembangan psikososial individu.

Hubungan antara anggota keluarga, pola pengasuhan, dukungan emosional, dan komunikasi keluarga dapat memengaruhi perkembangan psikologis dan sosial seseorang.

  • Teman dan Hubungan Sosial

Interaksi dengan teman sebaya dan hubungan sosial lainnya juga memainkan peran penting dalam perkembangan psikososial.

Hubungan dengan teman-teman dapat memengaruhi perkembangan identitas, kemampuan sosial, dan perkembangan keterampilan interpersonal.

  • Kultur dan Nilai-Nilai

Budaya dan nilai-nilai masyarakat tempat individu tinggal dapat berperan besar dalam membentuk pandangan dunia dan nilai-nilai pribadi.

Nilai-nilai budaya dan norma sosial dapat memengaruhi perkembangan moral dan sosial seseorang.

  • Faktor Genetik

Faktor genetik juga memiliki pengaruh terhadap perkembangan psikososial.

Beberapa sifat pribadi, seperti temperamen, bisa memiliki dasar genetik yang kuat.

  • Pendidikan dan Pengalaman Belajar

Pendidikan formal, pengalaman belajar, dan lingkungan sekolah juga berperan dalam perkembangan psikososial.

Pendidikan dapat memengaruhi perkembangan kognitif, sosial, dan emosional individu.

  • Ekonomi dan Status Sosial

Kondisi ekonomi dan status sosial keluarga dapat memengaruhi akses individu terhadap peluang dan sumber daya yang mendukung perkembangan psikososial, seperti akses terhadap pendidikan yang berkualitas.

  • Peristiwa Hidup dan Stres

Peristiwa hidup yang signifikan, seperti perceraian, kematian anggota keluarga, atau perubahan besar dalam hidup, dapat memiliki dampak psikososial yang signifikan pada individu.

  • Faktor Biologis

Faktor biologis seperti perkembangan otak, perubahan hormon, dan kesehatan fisik juga dapat memengaruhi perkembangan psikososial.

  • Teknologi dan Media

Pengaruh media sosial dan teknologi komunikasi modern juga dapat memengaruhi perkembangan psikososial, terutama dalam hal interaksi sosial, citra diri, dan persepsi dunia.

Baca Juga: 4 Jenis Gangguan Penglihatan pada Anak yang Perlu Diwaspadai

Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson

Menurut Erik Erikson, kepribadian dan keterampilan sosial setiap individu dapat berkembang dalam delapan tahap, yang mencakup seluruh rentang kehidupan.

Pada setiap tahap, seseorang dihadapkan pada krisis psikososial yang perlu diselesaikan.

Kepribadian seseorang dibentuk oleh cara mereka menanggapi setiap krisis ini.

Menurut teori tersebut, jika seseorang berhasil melewati setiap tahap, maka dapat menghasilkan kepribadian yang sehat dan memperoleh kebajikan dasar.

Dilansir dari Simply Psychology, kebajikan dasar adalah karakteristik yang dapat digunakan ego untuk menyelesaikan krisis psikososial berikutnya.

Adapun 8 tahapan tersebut, meliputi:

1. Tahap Trust vs. Mistrust (Lahir–18 Bulan)

Ibu dan Anak
Foto: Ibu dan Anak (parents.com)

Tahap pertama dari teori perkembangan psikososial Erikson adalah Trust vs. Mistrust, atau kepercayaan vs ketidakpercayaan, yang dimulai saat lahir dan berlangsung hingga sekitar usia 18 bulan.

Ini merupakan tahap paling mendasar dalam kehidupan.

Di masa ini, bayi sangat bergantung, dan mengembangkan kepercayaan didasarkan pada ketergantungan dan kualitas dari pengasuhnya, yaitu orang tua.

Pada titik perkembangan ini, anak sangat bergantung pada orang yang mengasuhnya dalam memenuhi semua yang mereka butuhkan untuk bertahan hidup termasuk makanan, kasih sayang, kehangatan, dan keamanan.

Jika pengasuh gagal memberi setiap kebutuhan di masa ini, anak akan merasa bahwa mereka tidak dapat memercayai atau bergantung pada orang dewasa dalam hidup mereka.

Baca Juga: Penting! Ketahui Tahap Perkembangan Emosi Anak dari Bayi hingga Remaja

2. Tahap Otonomi vs Rasa Malu (Usia 18 Bulan–3 Tahun)

Toilet Training Anak (Orami Photo Stock)
Foto: Toilet Training Anak (Orami Photo Stock)

Di tahap ini, keterampilan fisik anak-anak tumbuh saat mereka menjelajahi lingkungan mereka dan belajar untuk lebih mandiri.

Mereka mulai melakukan tindakan dasar sendiri dan membuat keputusan sederhana mengenai hal-hal yang mereka sukai.

Dengan membiarkan anak-anak membuat pilihan dan mendapatkan kendali atas dirinya sendiri, orang tua dan pengasuh dapat membantu anak-anak mengembangkan rasa otonomi

Jika tahap ini gagal karena anak hidup dalam lingkungan yang terkontrol, maka dapat menghasilkan rasa malu dan selalu meragukan kemampuan mereka untuk mengurus diri sendiri.

Adapun contoh keterampilan yang bisa dilakukan anak apda tahap ini, meliputi:

Selain itu, tahap ini juga mencakup keterampilan fisik, seperti berlari dan melompat.

Tahap ketiga perkembangan psikososial terjadi selama tahun-tahun prasekolah.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb