29 Juni 2022

Kenali Phlegmon, Peradangan Jaringan Lunak di Bawah Kulit Akibat Infeksi

Disebabkan oleh infeksi yang menimbulkan nanah

Phlegmon adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peradangan jaringan lunak di bawah kulit atau di dalam tubuh.

Kondisi tersebut umumnya disebabkan oleh infeksi yang menghasilkan nanah.

Nama phlegmon sendiri berasal dari kata Yunani, yaitu phlegmone yang berarti peradangan atau pembengkakan.

Penyakit ini umumnya berada di bawah kulit bagian tubuh manapun dari jari hingga kaki.

Phlegmone dapat menyebar dengan cepat. Dalam kasus yang jarang terjadi, kondisi ini bisa mengancam jiwa.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Baca juga: Sagestam Cream: Obat Infeksi Kulit dan Perawatan Luka, Begini Aturan Pakainya

Phlegmon vs Abses

Melansir dari Healthline, ada perbedaan yang signifikan antara phlegmon dan abses. Ini perbedaannya:

  • Phlegmon tidak terikat dan dapat terus menyebar di sepanjang jaringan ikat dan serat otot.
  • Abses berdinding dan terbatas pada area infeksi.

Abses dan phlegmon mungkin sulit dibedakan dalam beberapa kasus.

Terkadang, phlegmon terbentuk ketika bahan yang terinfeksi di dalam abses pecah dan menyebar.

Abses dapat dikeringkan dari cairan yang terinfeksi. Namun, sebuah phlegmon tidak dapat dengan mudah dikeringkan.

Apa Penyebab Phlegmon?

Sariawan
Foto: Sariawan (Orami Photo Stock)

Foto: Sariawan (Orami Photo Stock)

Phlegmon sering disebabkan oleh bakteri.

Bakteri yang paling menjadi penyebabnya adalah Streptococcus Group A atau Staphylococcus aureus.

Berikut proses bakteri yang memicu peradangan:

  • Bakteri masuk melalui goresan, gigitan serangga, atau cedera untuk membentuk phlegmon tepat di bawah kulit jari atau kaki.
  • Bakteri di mulut dapat menyebabkan dahak atau abses oral, terutama setelah operasi gigi.
  • Bakteri dapat menempel pada dinding organ dalam seperti dinding lambung atau usus buntu dan membentuk phlegmon.

Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sangat rentan terhadap pembentukan phlegmon.

Apa Saja Gejala yang Tampak?

Gejala phlegmon bervariasi, tergantung pada lokasi dan tingkat keparahan infeksi.

Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke jaringan yang lebih dalam dan melumpuhkan anggota tubuh atau area yang terlibat.

Gejala dibedakan dari area yang terkena yaitu:

Kulit

Tanda phlegmon pada kulit dapat berupa:

  • Kemerahan
  • Timbul rasa sakit
  • Pembengkakan

Penderita mungkin juga memiliki tanda sistemik dari infeksi bakteri seperti:

  • Pembengkakan kelenjar getah bening
  • Rasa lelah berlebihan
  • Demam tinggi
  • Sakit kepala

Organ Dalam

Phlegmon dapat memengaruhi organ dalam mana pun. Gejala bervariasi tergantung organ yang terlibat dan bakteri yang memengaruhi.

Gejala umumnya meliputi:

Beberapa gejala spesifik termasuk:

  • Sakit pada saluran usus
  • Sakit perut
  • Demam
  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Muntah
  • Diare
  • Penyumbatan usus

Mata

Gejala umumnya meliputi:

  • Rasa sakit
  • Pembengkakan
  • Penglihatan terganggu
  • Gejala mirip flu

Dasar mulut yang ditandai dengan:

  • Sakit gigi
  • Kelelahan
  • Sakit pada telinga
  • Kebingungan
  • Pembengkakan lidah dan leher
  • Kesulitan bernafas

Pankreas

Gejala umumnya meliputi:

  • Demam
  • Peningkatan sel darah putih (leukositosis)
  • Peningkatan kadar amilase darah (enzim pankreas)
  • Sakit perut parah
  • Mual dan muntah

Amandel

Gejala umumnya meliputi:

Baca juga: Kenali Eritrasma, Infeksi yang Terjadi pada Area Lipatan Kulit

Langkah Diagnosis Penyakit

Dokter umumnya bertanya tentang gejala, seperti kapan gejala dimulai dan sudah berapa lama dialami.

Dokter juga memeriksa riwayat medis dan bertanya tentang penyakit apa pun yang mungkin dimiliki atau obat yang dikonsumsi.

Dokter kemudian melakukan sejumlah tes fisik termasuk pemeriksaan dahak kulit.

Caranya dengan merasakan benjolan atau nyeri tekan di area.

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan termasuk:

  • Pemeriksaan darah. Ini dilakukan untuk mengukur atau memeriksa sel, bahan kimia, protein, atau zat lain dalam darah.
  • Analisa urine. Ini dilakukan untuk mendeteksi dan mengelola berbagai gangguan di area ginjal atau kandung kemih.
  • USG. Ini dilakukan menggunakan gelombang suara berenergi tinggi guna melihat jaringan dan organ di dalam tubuh.
  • Rontgen. Ini dilakukan menggunakan sinar-X dengan gelombang elektromagnetik guna menghasilkan gambar bagian dalam tubuh.
  • MRI. Ini dilakukan menggunakan medan magnet dan gelombang radio yang kuat guna menghasilkan gambar detail bagian dalam tubuh.
  • CT scan. Ini dilakukan agar dapat menampilkan gambar detail bagian tubuh mana pun, termasuk tulang, otot, organ dan pembuluh darah.

Untuk membedakan antara selulitis, abses, dan phlegmon, dokter mungkin menggunakan gadolinium intravena dengan MRI untuk menunjukkan garis besar "dinding" abses atau phlegmon.

Ultrasonografi (USG) dapat digunakan untuk mengidentifikasi phlegmon di daerah perut.

Langkah Pengobatan Penyakit

Bedah mulut saat hamil 4
Foto: Bedah mulut saat hamil 4 (https://uab.edu/)

Foto: Bedah Mulut (Orami Photo Stock)

Pengobatan penyakit tergantung pada lokasi dan intensitas infeksi.

Secara umum, pengobatan dilakukan menggunakan antibiotik dan prosedur pembedahan.

Jika terbentuk phlegmon pada kulit dalam ukuran kecil, kondisi ini dapat diobati dengan mengonsumsi antibiotik.

Prosedur pembedahan diperlukan untuk membersihkan jaringan mati dari area tersebut dan menghentikan penyebaran infeksi.

Phlegmon oral dapat menyebar dengan cepat dan dapat mengancam jiwa.

Penggunaan antibiotik dini yang agresif dianjurkan bersama dengan intubasi (penempatan tabung pernapasan di trakea).

Pembedahan sesegera mungkin dilakukan untuk mengeringkan daerah tersebut dan menghentikan penyebaran infeksi.

Sebelum antibiotik dikembangkan untuk mengatasi penyakit, sebanyak 50 persen penderita phlegmon di daerah mulut meninggal.

Ringan atau beratnya phlegmon tergantung pada tingkat keparahan infeksi dan area yang terkena. Perhatian medis segera diperlukan.

Antibiotik biasanya diperlukan untuk membunuh infeksi.

Pembedahan diperlukan, tetapi dalam beberapa kasus, manajemen konservatif mungkin cukup untuk mengatasi phlegmon.

Diskusikan dengan dokter apakah perawatan non-bedah dapat bekerja untuk mengatasi gejala yang terjadi.

Baca juga: 9 Penyakit Kulit pada Anak yang Umum Terjadi, Wajib Tahu!

Itulah penjelasan lengkap mengenai phlegmon.

Pastikan Moms segera menemui dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut, ya!

  • https://www.healthline.com/health/phlegmon
  • https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/phlegmon

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.