26 November 2022

Pengertian Proses Terjadinya Korosi sebagai Edukasi Anak

Kenali faktor penyebab, proses, dan teknik cara mencegahnya

Proses terjadinya korosi sering kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Hanya saja kita mungkin tidak terlalu memperhatikannya.

Korosi adalah proses kimia yang membuat kerusakan hingga kehancuran pada material yang diakibatkan oleh adanya reaksi kimia di sekitar lingkungannya.

Korosi sebenarnya lebih dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan karatan.

Jika Moms sudah mendengar kata karatan pastinya sudah tahu kalau hal ini kerap kali sering terjadi pada barang-barang yang ada di rumah, terutama peralatan dapur.

Baca Juga: Cerita Fabel Semut dan Merpati yang Penuh Pesan Moral

Edukasi Anak: Mengenal Proses Terjadinya Korosi

Korosi
Foto: Korosi (quora.net)

Korosi bisa menyebabkan kerusakan hingga kehancuran.

Sebab, materialnya perlahan akan menipis, timbul retakan, berlubang pada beberapa sisi, hingga warna yang berubah menjadi kuning kecokelatan.

Bisa dikatakan, proses terjadinya korosi ini bukan seperti pembusukan, tapi lebih mirip dengan pelapukan pada kayu.

Korosi bisa dialami oleh berbagai bahan material.

Namun, yang paling sering terjadi adalah pada material logam, baja, dan besi.

Ketiganya ini sangat rentan terkena korosi.

Korosi terbagi menjadi dua jenis, yakni korosi basah dan kering.

Korosi basah terjadi apabila terdapat cairan atau kelembapan dalam lingkungan.

Sedangkan untuk korosi kering terjadi dalam lingkungan yang tidak mengandung cairan atau kelembapan.

Biasanya korosi kering ini terjadi pada suhu di atas 200 derajat Celcius.

1. Faktor Penyebab Proses Terjadinya Korosi

Proses Terjadinya Korosi
Foto: Proses Terjadinya Korosi (www.materials.unsw.edu.au)

Lantas bagaimana sebenarnya proses terjadinya korosi?

Sebelum kita membahas proses terjadinya korosi, Moms harus tahu bahwa ada dua faktor yang bisa menyebabkan proses terjadinya korosi, yakni faktor internal dan eksternal.

Faktor internal disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Kemurnian bahan;
  • Struktur bahan;
  • Struktur kristal;
  • Teknik pencampuran bahan;
  • Teknik pembentukan bahan;
  • Teknik perakitan, dan
  • Unsur pengotor atau unsur dalam bahan.

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor lingkungan yang disebabkan oleh kelembapan udara atau uap air, adanya oksigen, air, elektrolit.

Seperti air hujan dan air laut, permukaan yang tak rata, adanya zat pengotor seperti debu, temperatur tinggi, kontak dengan elektrolit, hingga adanya tingkat keasaman.

Baca Juga: Wisata Pekanbaru yang Lagi Hits dan Cocok untuk Berlibur!

2. Proses Terjadinya Korosi

Proses Terjadinya Korosi
Foto: Proses Terjadinya Korosi (wikimedia.org)

Proses terjadinya korosi pada permukaan material, terutama pada logam, besi, hingga baja terjadi apabila material tersebut bersentuhan atau mengalami faktor-faktor di atas.

Contohnya seperti bersentuhan langsung dengan air hujan atau air laut.

Saat bersentuhan tersebut, maka terjadi yang namanya reaksi redoks.

Reaksi redoks adalah reaksi dari pelepasan oksigen oleh suatu zat.

Misalnya saja reaksi penguraian oksida raksa.

Saat terjadinya reaksi redoks, ini yang lambat laun menyebabkan proses terjadinya korosi alias karat ada material tertentu.

Karat pada material awalnya berupa noda berwarna kekuningan.

Lalu, lambat laun akan menyebar dan membesar hingga warnanya berubah lagi menjadi kecokelatan.

Jika warna karat sudah kecokelatan, maka material bisa mulai terkikis sehingga terlihat lubang.

Akhirnya, menyebabkan material tersebut menjadi rusak dan tidak bisa digunakan kembali karena kehilangan fungsinya.

Baca Juga: Seluk Beluk Tenis Meja, Sejarah Hingga Teknik Cara Bermainnya

Teknik Pencegahan Korosi

Mencegah Korosi
Foto: Mencegah Korosi (nov.com)

Proses terjadinya korosi ini bisa dicegah atau diatasi dengan melakukan teknik pencegahan.

Ada beberapa teknik pencegahan proses terjadinya korosi yang bisa Moms lakukan, yaitu:

1. Teknik Pelapisan

Teknik pencegahan korosi yang pertama adalah menggunakan pelapisan.

Teknik ini paling umum dan sering dilakukan karena terbilang mudah.

Teknik pelapisan ini dilakukan dengan cara melapisi material dengan bahan lapisan.

Cara seperti menggunakan cat, plastik, hingga bahan-bahan lainnya.

Baca Juga: Kenali Jenis dan Fungsi dari Otot Polos, Yuk Pelajari Moms!

2. Teknik Proteksi Katodik

Korosi
Foto: Korosi (www.fastradius.com)

Teknik proteksi katodik merupakan teknik lain untuk mencegah proses terjadinya korosi dengan cara memadukan atau mencampur material dengan bahan lainnya.

Teknik proteksi katodik ini biasanya diterapkan pada bahan material yang dipendam di dalam tanah seperti pipa ledeng, tanki penyimpanan, dan lain sebagainya.

Nantinya logam reaktif seperti magnesium akan dihubungkan dengan pipa besi.

Logam magnesium memiliki reduktor yang lebih reaktif jika dibandingkan dengan besi sehingga magnesium akan teroksidasi terlebih dahulu.

Baca Juga: 10 Cara Tumbuhan Melindungi Diri saat Merasa Terancam

3. Teknik Penambahan Inhibitor

Teknik yang terakhir untuk mencegah proses terjadinya korosi dengan menambahkan inhibitor.

Inhibitor adalah zat kimia yang ditambahkan ke dalam lingkungan korosif dengan kadar yang sangat kecil.

Dengan begitu korosi bisa dikendalikan dan bisa diminimalisasikan.

Bagaimana menurut Moms, apakah penjelasan mengenai proses terjadinya korosi di atas mudah dipahami?

Semoga informasi tersebut membantu Moms dalam menjelaskan tentang proses terjadinya korosi sebagai edukasi anak.

  • https://jurnalpost.com/proses-terjadinya-korosi/13437/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Korosi
  • https://www.studiobelajar.com/korosi/
  • https://roboguru.ruangguru.com/question/jelaskan-proses-terjadinya-korosi-pada-besi-beserta-reaksi-perkaratannya-_QU-I1WSZOVP
  • https://www.ruangguru.com/blog/pengertian-korosi-dan-faktor-penyebabnya
  • http://www.panduankimia.net/2017/05/macam-macam-korosi-berdasarkan-kondisi.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.