RUPA-RUPA
24 November 2022

Proses Terjadinya Hujan Asam yang Sangat Merusak Lingkungan

Hujan asam menjadi ancaman besar bagi kehidupan di bumi
Proses Terjadinya Hujan Asam yang Sangat Merusak Lingkungan

Moms mungkin sudah tahu proses terjadinya hujan. Akan tetapi, tahukah Moms mengenai proses terjadinya hujan asam?

Para ahli menyebutkan bahwa hujan asam (acid rain) atau deposisi asam adalah istilah luas yang mencakup segala bentuk presipitasi dengan komponen asam.

Seperti asam sulfat atau nitrat yang jatuh ke tanah dari atmosfer dalam bentuk basah atau kering.

Ini dapat mencakup hujan, salju, kabut, hujan es, atau bahkan debu yang bersifat asam.

Mengutip dari Australian Environment Protection Authority, air hujan murni biasanya bersifat asam dan sebagian karena karbon dioksida di atmosfer terlarut di dalamnya.

Namun, hadirnya partikel lain di atmosfer seperti polutan dapat menurunkan tingkat keasaman hujan sehingga turun di bawah tingkat yang dapat diterima secara umum, yakni antara pH 5 hingga 6.

Kemudian, air hujan dengan tingkat PH di bawah angka tersebut disebut sebagai hujan asam.

Proses terjadinya hujan asam ternyata merugikan makhluk hidup.

Oleh karena itu, penting agar Moms memahami penyebab hujan asam dan dampaknya pada lingkungan berikut ini!

Baca Juga: Selamatkan Lingkungan dengan Gaya Hidup Zero Waste

Proses Terjadinya Hujan Asam

proses terjadinya hujan asam

Foto: proses terjadinya hujan asam (freepik.com)

Mengutip U.S. Environmental Protection Agency, proses terjadinya hujan asam ketika sulfur dioksida dan nitrogen oksida dilepaskan ke atmosfer dan diangkut oleh angin dan arus udara.

Dua senyawa ini kemudian bereaksi dengan air, oksigen, dan bahan kimia lainnya dan membentuk asam sulfat dan nitrat.

Mereka kemudian bercampur dengan air dan bahan lainnya di udara, sebelum akhirnya jatuh ke tanah.

Namun, sebenarnya senyawa asam tersebut tidak hanya menjadi hujan.

Ada dua bentuk deposisi asam di atmosfer, yakni sebagai berikut.

1. Deposisi Basah

Deposisi basah adalah apa yang paling sering dianggap sebagai hujan asam.

Asam sulfat dan nitrat yang terbentuk di atmosfer jatuh ke tanah bercampur dengan hujan, salju, kabut, atau hujan es.

2. Deposisi Kering

Partikel asam dan gas juga dapat terdeposit dari atmosfer tanpa adanya uap air dan kemudian disebut sebagai deposisi kering.

Partikel asam dan gas dapat mengendap ke permukaan (badan air, vegetasi, bangunan) dengan cepat atau dapat bereaksi selama transportasi atmosfer.

Tujuannya untuk membentuk partikel yang lebih besar yang dapat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Ketika asam yang terakumulasi tersapu dari permukaan oleh hujan berikutnya, air asam ini mengalir melalui tanah, dan membahayakan tanaman dan satwa liar, seperti serangga dan ikan.

Baca Juga: Ciri-Ciri Lingkungan Tidak Sehat dan Cara Mengatasinya

Penyebab Hujan Asam

proses terjadinya hujan asam

Foto: proses terjadinya hujan asam (komunitaskretek.or.id)

Sebagian kecil sulfur dioksida dan nitrogen oksida sebagai penyebab hujan asam berasal dari sumber alam, seperti gunung berapi.

Namun, sebagian besar berasal dari pembakaran bahan bakar fosil.

Sumber utama sulfur dioksida dan nitrogen oksida di atmosfer, antara lain:

  • Pembakaran bahan bakar fosil untuk menghasilkan listrik. Dua pertiga sulfur dioksida dan seperempat nitrogen oksida di atmosfer berasal dari pembangkit tenaga listrik.
  • Asap kendaraan dan alat berat.
  • Kegiatan manufaktur, kilang minyak, dan industri lainnya.

Angin dapat meniup sulfur dioksida dan nitrogen oksida dalam jarak jauh dan melintasi perbatasan membuat hujan asam menjadi masalah bagi semua orang dan bukan hanya mereka yang tinggal dekat dengan sumber-sumber ini.

Baca Juga: 7 Manfaat Eceng Gondok untuk Kesehatan dan Lingkungan

Dampak Hujan Asam

proses terjadinya hujan asam

Foto: proses terjadinya hujan asam (livescience.com)

Akibat proses terjadinya hujan asam, ini tidak hanya berdampak buruk pada ekosistem lingkungan, tetapi juga memengaruhi kesehatan manusia dan lainnya.

Hal lain yang juga terpengaruh dari hujam asam seperti bangunan dan tekstil yang Moms gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa dampak hujan asam yang perlu Moms ketahui.

1. Ekosistem

Hujan asam memiliki konsekuensi ekologis yang besar di bagian lain dunia.

Beberapa danau di negara-negara seperti Swedia telah menjadi sangat asam, dari hujan asam akibat polusi di negara lain.

Bahkan karenanya, mereka tidak lagi mampu mendukung kehidupan ikan.

Hujan asam juga berpotensi memengaruhi kehidupan pohon dan tanaman melalui kontak langsung dengan tanaman, dan juga mengubah keasaman tanah.

Tanah yang berbeda bereaksi berbeda terhadap hujan asam, tergantung pada kemampuan penyangganya, yaitu kemampuannya menahan perubahan besar dalam pH.

Misalnya, tanah yang menutupi granit akan lebih terpengaruh daripada tanah menutupi batu gamping.

Hujan asam dan kabut juga merusak hutan, terutama yang berada di dataran tinggi.

Endapan asam merampas tanah dari nutrisi penting seperti kalsium dan menyebabkan aluminium dilepaskan ke dalam tanah, yang membuat pohon sulit menyerap air.

Daun dan akar pohon juga dirusak oleh asam.

Efek hujan asam, dikombinasikan dengan stresor lingkungan lainnya, membuat pohon dan tanaman kurang sehat, lebih rentan terhadap suhu dingin, serangga, dan penyakit.

Polutan juga dapat menghambat kemampuan pohon untuk bereproduksi.

Baca Juga: 7 Sumber Energi Alternatif Ramah Lingkungan, Yuk Sayangi Bumi Kita!

2. Kesehatan

Nitrogen oksida dan sulfur dioksida dalam hujan asam telah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, terutama iritasi mata, dan gangguan paru-paru seperti asma dan bronkitis.

Efek ini dapat diperparah dengan adanya iritasi lain, seperti asap dan aerosol.

Nitrogen oksida juga merupakan kontributor utama pembentukan ozon di atmosfer yang lebih rendah, yang memiliki efek kesehatan yang merugikan pada manusia.

Pertimbangan kesehatan lain yang jelas adalah efek tidak langsung pada sumber daya seperti makanan dan air, yang dapat terkontaminasi.

Baca Juga: Polusi Udara Dapat Mengurangi Fertilitas

3. Material

Hujan asam dapat memiliki efek yang bervariasi dan merusak pada banyak material yang berbeda.

Kerusakan yang disebabkannya, misalnya, pada bangunan kuno seperti candi atau kuil atau museum, mereka bisa merusak peninggalan budaya ini.

Pertimbangan lebih lanjut adalah biaya penggantian dan perbaikan banyak struktur dan objek yang masih digunakan sampai sekarang.

  • https://www.epa.gov/acidrain/what-acid-rain
  • https://www.usgs.gov/special-topics/water-science-school/science/acid-rain-and-water
  • https://www.epa.sa.gov.au/files/477329_info_acidrain.pdf
  • https://www.nationalgeographic.com/environment/article/acid-rain