19 November 2022

4 Manfaat Rhubarb bagi Kesehatan, Bisa untuk Menu Diet Lho Moms!

Rhubarb bisa jadi pilihan menu diet yang kaya serat dan vitamin

Bicara soal buah dan sayuran, Moms mungkin masih asing dengan rhubarb.

Sayuran yang sering disebut sebagai buah ini sering kali membingungkan, tetapi punya banyak manfaat bagi kesehatan.

Secara teknis, tanaman yang merupakan anggota keluarga Polygonaceae ini adalah sayuran.

Namun, banyak yang menyebutnya buah karena sering digunakan sebagai pengganti buah dalam berbagai hidangan.

Misalnya pai, selai, atau minuman.

Satu hal penting yang perlu diingat dalam mengolah rhubarb adalah, hanya gunakan tangkainya saja.

Sebab, bagian daunnya yang disebut kelembak mengandung racun yang berbahaya.

Baca juga: 9 Manfaat Kailan untuk Kesehatan, Yuk Mulai Konsumsi!

Rhubarb dapat menjadi pilihan makanan yang sehat untuk diet, karena secara alami rendah gula dan tinggi serat.

Ingin tahu lebih lanjut tentang kandungan nutrisi dan manfaat kesehatan dari sayuran ini?

Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

Kandungan Nutrisi dalam Rhubarb

Rhubarb
Foto: Rhubarb (healthline.com)

Menurut Food Data Central - U.S. Department of Agriculture, dalam satu cangkir rhubarb mentah atau sekitar 122 gram, terkandung:

  • Kalori: 26.
  • Lemak: 0.2 gram.
  • Natrium: 5 miligram.
  • Karbohidrat: 5.5 gram.
  • Serat: 2.2 gram.
  • Gula: 1.3 gram.
  • Protein: 1 gram.

Lebih rincinya, berikut ini dijabarkan satu persatu kandungan nutrisi utama dalam rhubarb:

Karbohidrat

Sebagian besar kalori dalam rhubarb berasal dari karbohidrat kompleks.

Ada sekitar 5 gram karbohidrat dalam satu cangkir, dan hampir setengah (2,2 gram) karbohidrat berasal dari serat.

Moms juga akan mendapatkan 1,3 gram gula alami dalam secangkir rhubarb.

Namun, tidak perlu khawatir karena kandungan gula alami dalam sayuran ini jauh lebih baik ketimbang gula tambahan dalam pemrosesan makanan.

Indeks glikemik rhubarb juga rendah, yang berarti tidak akan meningkatkan gula darah dengan cepat.

Hal ini membuat sayuran ini cocok dijadikan salah satu menu diet.

Lemak

Hampir tidak ada lemak yang terkandung dalam rhubarb.

Bahkan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak, kandungan lemak dalam sayuran ini tetap tidak cukup untuk memberi dampak buruk pada tubuh.

Protein

Ada sejumlah kecil protein dalam rhubarb. Bila Moms mengonsumsi secangkir pernuh sayuran ini, Moms akan mendapatkan sekitar 1 gram protein.

Baca juga: 7 Manfaat Tebu untuk Kesehatan, Baik untuk Daya Tahan Tubuh!

Vitamin dan Mineral

Rhubarb adalah sumber vitamin K yang sangat baik, menyediakan setidaknya 40% dari kebutuhan harian jika dikonsumsi secangkir penuh.

Rhubarb juga merupakan sumber vitamin C, yaitu sekitar 11% dari kebutuhan harian per cangkirnya.

Vitamin lain dalam sayuran ini termasuk vitamin A, vitamin E, thiamin, riboflavin, niacin, dan folat.

Selain itu, ada juga sejumlah kecil vitamin B6 dan asam pantotenat di dalam sayuran ini.

Sementara itu, mineral yang terkandung dalam sayuran ini adalah kalium dan kalsium (menyediakan sekitar 8% dari kebutuhan harian) dan mangan (setidaknya 10% dari kebutuhan harian orang dewasa).

Ada juga sejumlah kecil magnesium, selenium, fosfor, seng, tembaga, dan besi.

Manfaat Rhubab bagi Kesehatan

Rhubarb bisa diolah menjadi berbagai hidangan manis maupun gurih.

Nutrisi yang terkandung dalam sayuran ini juga ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan, yaitu:

1. Meredakan Sembelit

Meredakan Sembelit (Orami Photo Stock)
Foto: Meredakan Sembelit (Orami Photo Stock) (Newshub.com)

Makanan tinggi serat dapat membantu menjaga sistem pencernaan yang sehat.

Serat dikenal untuk meningkatkan pembentukan tinja, yang berarti membantu tubuh membuat tinja untuk membuang limbah.

Menurut penelitian pada 2012 di World Journal of Gastroenterology mengungkapkan bahwa menambah asupan serat meningkatkan frekuensi buang air besar pada orang yang sembelit.

Namun, agar serat menjadi efektif, Moms juga perlu meningkatkan asupan cairan.

Selain itu, para peneliti juga mencatat bahwa serat tidak selalu meningkatkan konsistensi tinja, dan meredakan nyeri saat buang air besar.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Meningkatkan Kesehatan Jantung (Orami Photo Stock)
Foto: Meningkatkan Kesehatan Jantung (Orami Photo Stock)

Serat dalam rhubarb juga dapat membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Hal ini karena pola makan tinggi serat dapat meningkatkan kesehatan jantung dengan membantu tubuh menjaga kadar kolesterol yang sehat.

Hal tersebut diungkapkan dalam hasil studi pada 2012 di Metabolism Journal.

Menurut peneliti, serat makanan membantu mengatur konsumsi makanan, pencernaan, penyerapan, dan metabolisme.

Ini juga dapat membantu mengurangi risiko hiperlipidemia (konsentrasi lemak yang tinggi dalam darah) dan hiperkolesterolemia (peningkatan kadar kolesterol).

Kedua hal ini dianggap menjadi faktor risiko penyakit kardiovaskular.

Baca juga: Tak Hanya Kaya Antioksidan, Inilah 7 Manfaat Goji Berry untuk Kesehatan

3. Menurunkan Risiko Kanker Usus Besar

Menurunkan Risiko Kanker Usus Besar
Foto: Menurunkan Risiko Kanker Usus Besar (dicasdemulher.com.b)

Kanker usus besar adalah salah satu jenis kanker yang perlu diwaspadai.

Kabar baiknya, mengonsumsi rhubarb bisa jadi salah satu solusi untuk menurunkan risikonya, lho.

Studi pada 2015 di The American Journal of Clinical Nutrition meneliti hal ini dengan melibatkan lebih dari 76.000 peserta.

Hasilnya, ditemukan bahwa orang yang mengonsumsi serat tertinggi mengalami penurunan risiko berbagai jenis kanker usus besar.

Terutama adenoma kolorektal dan kanker usus distal.

4. Meningkatkan Kekuatan Tulang

Meningkatkan Kekuatan Tulang
Foto: Meningkatkan Kekuatan Tulang (Orami Photo Stock)

Vitamin K yang terkandung dalam rhubarb dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan tulang, juga menurunkan risiko osteoporosis.

Ini adalah suatu kondisi yang ditandai dengan tulang keropos dan rapuh.

National Institutes of Health melaporkan bahwa beberapa, tetapi tidak semua, penelitian telah menemukan hubungan antara asupan vitamin K yang lebih tinggi dan kepadatan mineral tulang yang lebih tinggi dan/atau insiden patah tulang pinggul yang lebih rendah.

Itulah beberapa manfaat kesehatan yang dapat diperoleh dengan konsumsi rhubarb.

Selain berbagai manfaat tadi, sayuran ini juga diyakini bisa menjadi obat tradisional untuk beberapa masalah kesehatan seperti:

  • Demam.
  • Penekanan kekebalan.
  • Peradangan.
  • Infeksi mikroba.
  • Bisul.

Namun, penelitian untuk membuktikan efektivitas rhubarb terhadap berbagai masalah kesehatan tersebut masih sangat terbatas.

Jadi, alangkah baiknya jika Moms tetap menjalani pengobatan medis jika mengalami penyakit apa pun.

Untuk itu, jangan hanya mengandalkan rhubarb atau pengobatan tradisional.

Baca juga: 15 Manfaat Daun Kelor untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Kemungkinan Dampak Buruk Rhubarb

Kemungkinan Dampak Buruk Rhubarb (Orami Photo Stock)
Foto: Kemungkinan Dampak Buruk Rhubarb (Orami Photo Stock)

Ketika rhubarb dikonsumsi sebagai makanan, kemungkinan besar aman.

Namun, karena sayuran ini memiliki efek pencahar jika dikonsumsi dalam bentuk suplemen, ini bisa memperburuk kondisi diare yang sedang dialami.

Akar dan rimpang sayuran ini kemungkinan aman dikonsumsi oleh orang dewasa sebagai makanan.

Namun, daun dan mungkin batangnya beracun.

Daun kelembak diketahui mengandung asam oksalat, yang dapat menyebabkan masalah ginjal.

Rhubarb juga berinteraksi dengan obat-obatan tertentu.

Pasien dengan kanker yang sensitif terhadap hormon dan mereka yang menggunakan obat substrat sitokrom P450 harus menghindari konsumsi rhubarb.

Jika Moms sedang menggunakan melatonin, digoxin, cyclosporine, atau methotrexate, rhubarb mungkin tidak aman.

Bicarakan pada dokter sebelum mengonsumsi rhubarb atau menggunakan produk herbal atau obat apa pun yang mengandung sayuran ini, jika sedang menjalani pengobatan medis.

Ada juga hal lain yang perlu diperhatikan jika ingin menjadikan rhubarb sebagai makanan diet.

Meski sayuran ini rendah karbohidrat dan lemak, cara pengolahannya juga perlu diperhatikan.

Baca juga: Cocok untuk Diet, Ini 10 Manfaat Ikan Nila Buat Kesehatan Tubuh

Bila rhubarb diolah dengan ditambah banyak gula, manfaatnya tidak lagi sama.

Terutama bila Moms sedang menjalani diet rendah gula atau rendah karbohidrat.

Jadi, pilihlah resep olahan rhubarb yang lebih sehat ya, Moms.

Selain itu, meski tinggi serat dan banyak kandungan vitaminnya, jauh lebih penting untuk mengonsumsi banyak variasi makanan bergizi seimbang.

Mengonsumsi rhubarb boleh saja, tetapi perhatikan juga kecukupan nutrisi dari makanan sehat lainnya, ya!

  • https://fdc.nal.usda.gov/fdc-app.html#/food-details/167758/nutrients
  • https://www.wjgnet.com/1007-9327/full/v18/i48/7378.htm
  • https://doi.org/10.1016/j.metabol.2012.01.017
  • https://doi.org/10.3945/ajcn.115.113282
  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/vitaminK-HealthProfessional/#h7
  • https://www.verywellfit.com/carbs-in-rhubarb-2241822
  • https://www.healthline.com/nutrition/rhubarb#what-it-is

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb