28 Februari 2022

Kenali Penyakit Bronkiektasis: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobati

Ketahui gangguan pada paru-paru berikut ini!

Bronkiektasis adalah kondisi di mana saluran bronkial paru-paru rusak secara permanen, melebar, dan menebal.

Saluran udara yang rusak ini memungkinkan bakteri dan lendir menumpuk dan berkumpul di paru-paru.

Hal ini menyebabkan terjadinya infeksi dan penyumbatan saluran udara.

Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk bronkiektasis.

Namun, kondisinya dapat ditekan dengan konsumsi obat-obatan.

Jika sudah mengonsumsi obat-obatan tidak dapat menekan gejala pada penderita bronkietasis, segera hubungi dokter.

Hal ini dilakukan agar kondisi ini tidak semakin parah dan menyebar ke organ lainnya.

Simak selengkapnya tentang bronkiektasis dalam artikel ini.

Baca Juga: 5 Manfaat Lendir Bekicot untuk Paru-Paru yang Jarang Diketahui

Penyebab Bronkiektasis

Penyebab Bronkiektasis
Foto: Penyebab Bronkiektasis (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Setiap cedera paru-paru dapat menyebabkan bronkiektasis.

Ada dua kategori utama yang menyebabkan kondisi ini, salah satunya adalah memiliki cystic fibrosis (CF) dan dikenal sebagai CF bronkiektasis.

CF adalah kondisi genetik yang menyebabkan produksi lendir yang tidak normal.

Kategori lain yang menyebabkan bronkiektasis non-CF adalah segala hal yang tidak terkait dengan CF.

Beberapa kondisi umum yang menjadi penyebab brokiektasis non-CF, yaitu:

1. Infeksi Paru-paru

Moms yang pernah mengalami infeksi paru-paru di masa lalu, seperti pneumonia atau batuk rejan mungkin akan mengalami brokiektasis.

Menurut beberapa ahli, kondisi ini dapat merusak merusak bronkus jika terjadi dalam waktu lama.

2. Turunnya Sistem Imun Tubuh

Saat daya tahan tubuh menurun, bakteri dan virus mudah menyerang tubuh termasuk paru-paru.

Jika hal ini terjadi, mungkin akan mengalami masalah pada paru-paru akibat infeksi.

Penting selalu menjaga imunitas dengan mengonsumsi makanan bergizi dan multivitamin setiap hari.

3. Aspergillosis

Aspergillosis adalah kondisi yang disebabkan oleh jamur aspergillus.

Ada beberapa jenis aspergillosis, sebagian besar mempengaruhi paru-paru dan menyebabkan kesulitan bernapas dan bronkiektasis.

4. Radang Usus

Penyakit radang usus juga menjadi salah satu penyebab terjadinya bronkietasis.

Kondisi ini terjadi saat sekelompok gangguan usus menyebabkan peradangan saluran pencernaan yang berkepanjangan.

5. Penyakit Paru Obstruktif Kronik

Penyakit paru obstruktif kronik, biasa disebut PPOK, adalah sekelompok penyakit paru-paru progresif.

Kondisi yang paling umum dari penyakit ini adalah emfisema dan bronkitis kronis.

Banyak orang dengan COPD memiliki kedua kondisi ini.

Emfisema perlahan menghancurkan kantung udara di paru-paru, yang mengganggu aliran udara keluar.

Bronkitis menyebabkan peradangan dan penyempitan saluran bronkial, yang memungkinkan lendir menumpuk.

Jika tidak diobati dengan benar, penyakit ini menyebabkan perkembangan penyakit yang lebih cepat, masalah jantung, dan infeksi pernapasan yang memburuk.

Gangguan ini dapat menyebabkan bronkiektasis dan terjadi seumur hidup karena belum ada obatnya.

Baca Juga: Mengenal Kanker Paru-paru, Cari Tahu Gejala dan Jenisnya Berikut Ini

Gejala Bronkiektasis

Gejala bronkiektasis
Foto: Gejala bronkiektasis

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip National Center Biological Center bronkiektasis adalah penyakit kronis ditandai dengan pelebaran saluran napas bronkial yang menetap dan terjadi seumur hidup.

Kondisi ini terjadi karena melemahnya fungsi mekanisme transpor mukosiliar akibat infeksi berulang yang berkontribusi terhadap invasi bakteri dan pengumpulan mukus di seluruh cabang bronkus.

Beberapa gejala yang ditimbulkan saat mengalami kondisi ini, yaitu:

1. Batuk Kronis

Jika mengalami batuk selama delapan minggu, segera menghubungi dokter.

Batuk yang berlangsung lama atau batuk kronis bisa menjadi gejala penyakit lain, termasuk bronkiektasis.

Batuk kronis juga dapat berdampak besar pada hidup.

Pasalnya, saat batuk kronis terjadi Moms mungkin akan kesulitan tidur di malam hari, sulit berbicara dan mengganggu kegiatan sehari-hari.

Penting untuk memeriksakan diri ke dokter saat gangguan ini terjadi.

2. Batuk Darah

Saat melihat darah keluar dari mulut ketika batuk, jangan pernah disepelekan.

Kondisi ini bisa menjadi gejala suatu penyakit, salah satunya bronkiektasis.

Tingkat keparahan penyakit dengan gejala batuk darah tergantung pada seberapa banyak darah yang dikeluarkan.

Darah yang keluar dapat berasal dari hidung, tenggorokan, saluran udara atas dan paru-paru.

Jurnal Deutcsches Arzteblatt menjelaskan, segera hubungi dokter saat mengalami batu darah karena hal ini menjadi gejala terjadinya gangguan pernasapan yang serius.

3. Sesak Napas

Sesak napas atau sulit bernapas bisa menjadi salah satu gejala gangguan organ pernapasan, termasuk bronkiektasis.

Penting untuk dicatat, episode sesak napas yang sering atau tiba-tiba, kesulitan bernapas yang intens mungkin merupakan tanda masalah kesehatan serius yang memerlukan perhatian medis.

Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera menghubungi dokter.

4. Nyeri Dada

Nyeri dada adalah salah satu alasan paling umum orang mengunjungi ruang gawat darurat (UGD).

Nyeri dada bervariasi tergantung dari kondisi Moms masing-masing.

Hal ini juga bervariasi berdasarkan kualitas, intensitas, durasi dan lokasi dari rasa sakit tersebut.

Moms mungkin akan mengalami rasa sakit yang tajam, menusuk atau sakit yang tumpul.

Jika hal itu terjadi mungkin merupakan gejala gangguan di jantung atau paru-paru.

Jika beberapa gejala tersebut terjadi, segera menghubungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: Mengenal Vaksin IPD untuk Melindungi Si Kecil dari Meningitis dan Infeksi Paru-Paru

Cara Mengobati Bronkiektasis

Cara mengobati Bronkiektasis
Foto: Cara mengobati Bronkiektasis (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Bronkiektasis tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikelola dengan beberapa pengobatan.

Dokter mungkin meresepkan obat, penggunaan perangkat tertentu, atau kombinasinya.

Jika bronkiektasis disebabkan oleh kondisi lain, seperti aspergillosis atau penyakit sistem kekebalan, maka harus mendapatkan pengobatan lebih dahulu.

Dokter biasanya akan memberikan beberapa pengobatan seperti berikut untuk mengatasi masalah tersebut.

1. Antibiotik

Seperti yang diketahui, antibiotik adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri.

Obat ini dapat dijumpai dalam bentuk oral (pil) dan bentuk inhalasi (dihirup menggunakan mesin nebulizer).

Dokter biasanya akan memberikan sesuai dengan kondisi tubuh masing-masing.

2. Makrolida

Dokter juga mungkin akan memberikan makrolida.

Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi dan peradangan secara bersamaan.

Selain itu, obat-obatan yang memengaruhi lendir juga bisa membantu mengeluarkan lendir dari dalam paru-paru.

3. Penggunaan Alat Pembersih Pernapasan

Dalam hal perawatan, dokter mungkin akan menggunakan alat pembersih jalan napas untuk memecah lendir dan membantu mengeluarkannya.

Baca Juga: Apa Perbedaan Kanker Paru-Paru Non-Perokok dengan Perokok? Ini Penjelasannya!

4. Pemasangan Perangkat di Tubuh

Dokter juga akan memberikan perangkat tekanan ekspirasi positif (PEP) yang dapat dipegang dengan tangan.

Selain itu perangkat perkusi seperti rompi yang bisa dipakai juga mungkin akan diberikan oleh dokter.

Rompi ini dapat membantu membersihkan paru-paru dari lendir.

Rompi dengan lembut menekan dan melepaskan dada, menciptakan efek yang sama seperti batuk.

Ini mengeluarkan lendir dari dinding saluran bronkial.

5. Terapi Fisik

Terapi fisik bergerak seperti tepuk dada membantu mengeluarkan lendir dari tubuh.

Moms mungkin memerlukan bantuan fisioterapi untuk melakukan pengobatan ini.

Terapis pernapasan dapat mengajari teknik membantu batuk mengeluarkan lendir berlebih.

6. Operasi

Jika ada pendarahan di paru-paru, atau jika bronkiektasis hanya di satu bagian paru-paru, mungkin perlu menjalankan proses operasi untuk mengangkat daerah yang terkena.

Baca Juga: Mengenal Fungsi Alveolus, Kantong Udara Kecil di Paru-Paru

Demikian penjelasan mengenai penyebab, gejala dan juga cara mengobati bronkiektasis.

Semoga artikelnya bermanfaat untuk kesehatan Moms dan keluarga, ya!

  • https://www.healthline.com/health/bronchiectasis#treatment
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5478790/
  • https://www.nhs.uk/conditions/bronchiectasis/#:~:text=Bronchiectasis%20is%20a%20long%2Dterm,shortness%20of%20breath
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430810/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21144-bronchiectasis

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.