15 August 2023

Rotavirus, Virus Penyebab Diare dan Muntah pada Anak

Infeksi rotavirus bisa dicegah dengan vaksinasi
Rotavirus, Virus Penyebab Diare dan Muntah pada Anak

Mengutip Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia saat ini ada 2 macam: Rotareq dan Rotarix.

  • Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis: dosis pertama diberikan usia 6-14 minggu, dosis ke-2 setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosisi ke-3 maksimal usia 8 bulan.
  • Sementara, Rotarix diberikan 2 dosis: dosis pertama diberikan di usia 10 minggu, dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia 6 bulan).

Bila bayi belum diimunisasi vaksin rotavirus pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi terkait keamanannya untuk Si Kecil.

Vaksin rotavirus jarang menimbulkan efek samping, tetapi Si Kecil dapat mengalami reaksi alergi baik ringan sampai berat, seperti:

  • Adanya mual
  • Muntah
  • Lebih rewel
  • Diare, tetapi akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Jika terjadi reaksi alergi berat seperti reaksi anafilaksis segera bawa pasien ke fasilitas kesehatan untuk mendapat pertolongan.

Menimbang manfaat dan risikonya sama seperti vaksin jenis lainnya, pemberian vaksin tetap disarankan karena terbukti secara signifikan dapat mencegah bayi maupun anak dari infeksi rotavirus.

Baca Juga: Apakah Nanas Bisa Mencegah Kehamilan? Ini Kata Dokter!

Pentingnya Vaksin Rotavirus

Ilustrasi Vaksin (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Vaksin (Orami Photo Stock)

Menurut HealthyChildren.org, rotavirus adalah virus yang menyebabkan diare, kebanyakan terjadi pada bayi dan anak kecil.

Diare ini bisa parah, dan bisa membuat dehidrasi, muntah dan demam.

Di Amerika Serikat, sebelum adanya vaksin, penyakit rotavirus adalah masalah kesehatan umum dan serius. Setiap tahunnya, lebih dari 400.000 anak harus menemui dokter, dan sebanyak 20-60 anak meninggal.

Dalam jurnal Sari Pediatri, disebutkan bahwa di Indonesia, rotavirus menjadi penyebab 60% diare pada anak balita yang mengalami rawat inap dan 41% dari kasus diare rawat jalan.

Perbaikan sanitasi lingkungan dan higienitas serta upaya rehidrasi oral dengan oralit saja tidak dapat menurunkan angka mortalitas dan morbiditas diare rotavirus, sehingga vaksin rotavirus adalah upaya pencegahan paling efektif.

Baca Juga: Kapan Harus Memberikan Imunisasi Vaksin Pentabio untuk Bayi?

Efek Samping Vaksin Rotavirus

Ilustrasi Bayi Menangis
Foto: Ilustrasi Bayi Menangis (Orami Photo Stock)

Si Kecil akan mengalami beberapa efek samping usai dilakukannya vaksin rotavirus. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, Si Kecil bisa rewel, atau mengalami diare ringan dan muntah sementara setelah vaksin.

Ada juga risiko langka bahwa anak akan mengalami intususepsi atau alergi dari vaksinasi rotavirus, biasanya dalam waktu satu minggu setelah dosis vaksin pertama atau kedua.

Intususepsi adalah jenis penyumbatan usus dan bisa memerlukan pembedahan.

Risiko ini diperkirakan berkisar dari sekitar 1 dari 20.000 bayi hingga 1 dari 100.000 bayi di Amerika Serikat yang melakukan vaksinasi.

Itulah beberapa hal penting yang perlu Moms ketahui tentang rotavirus.

Agar tergindari dari infeksi rotavirus, sebaiknya lakukan pencegahan dengan memberikan vaksinasi rotavirus pada Si Kecil sesuai dengan jadwalnya ya Moms.

  • https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/rotavirus.html
  • https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/immunizations/Pages/Rotavirus-Vaccine-What-You-Need-to-Know.aspx
  • https://dinkes.jogjaprov.go.id/berita/detail/imunisasi-rotavirus-sekarang-gratis-loh-di-puskesmas-yuk-kita-simak-syaratnya-apa-saja
  • http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-iii

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb