Rupa-rupa

13 Juli 2021

Mengenal Rumah Baloy, Rumah Adat Kalimantan Utara

Mengenal keunikan provinsi termuda di Indonesia lewat Rumah Baloy.
placeholder

Foto: celebes.co

placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Rumah Baloy adalah rumah adat Kalimantan Utara, yakni provinsi termuda di Indonesia. Rumah adat ini merupakan perpaduan kebudayaan seni arsitektur dari masyarakat suku Tidung salah satu suku tertua yang ada di Tarakan Kalimantan Utara.

Suku Tidung merupakan subsuku Dayak, bedanya Dayak dipengaruhi agama Kristen sedangkan Suku Tidung dipengaruhi agama Islam.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, nama tidung diambil dari kata tiding atau tideng yang artinya gunung atau bukit. Nama tersebut merujuk pada Suku Tidung yang berasal dari wilayah pegunungan Kalimantan Timur.

Provinsi Kalimantan Utara

Provinsi Kalimantan Utara merupakan provinsi yang sangat baru di Indonesia dan berada di sisi utara Pulau Kalimantan. Provinsi Kalimantan Utara dibentuk pada tahun 2012 dan sebelumnya daerah yang ada di provinsi Kalimantan Utara adalah pecahan dari provinsi Kalimantan Timur.

Baca Juga: Jokowi Sinyalkan Pindah Ibu Kota ke Kalimantan, 3 Kota Ini Juga Pernah Jadi Ibu Kota Indonesia

Kota Tanjung Selor terpilih menjadi ibu kota provinsi Kalimantan Utara. Kalimantan Utara sendiri berbatasan dengan Negara Malaysia. Sebelah utara berbatasan dengan Sabah dan sebelah barat dengan Serawak Malaysia. Sedangkan sebelah timur berbatasan dengan Laut Sulawesi dan sebelah selatan dengan Provinsi Kalimantan Timur.

Walau sudah tidak asing dengan provinsi baru ini, Moms pasti masih banyak yang belum tahu tentang rumah adat Kalimantan Utara, Rumah Baloy.

Yuk, Moms simak informasi tentang rumah adat Kalimantan Utara berikut ini!

Baca Juga: Selain Joglo, Inilah 7 Rumah Adat Jawa Timur Lainnya

Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah-Adat-Baloy-Mayo-Tarakan.jpg

Foto: borneo24.com

1. Digunakan untuk Menyimpan Perahu

Foto: backpakerjakarta.com

Rumah adat Kalimantan Utara yang disebut dengan Rumah Baloy adalah rumah dengan model panggung, yang di kolong rumahnya sering menjadi tempat penyimpanan perahu.

Perahu sering digunakan orang Suku Tidung karena tinggal di daerah pesisir, serta kebanyakan berprofesi sebagai nelayan atau pelaut. Rumah Baloy terbuat dari kayu ulin yang sangat keras dan memiliki ketahanan luar biasa.

Tidak seperti kayu lainnya yang membusuk dalam air, kayu ulin malah akan semakin kuat sehingga sering disebut dengan kayu besi. Kayu ulin pada Rumah Baloy dihiasi oleh banyak ornamen bermotif burung, naga, bunga, sulur, gajah, ikan kerapu, dan berbagai tumbuhan.

2. Digunakan untuk Tempat Berkumpul

Arsitektur dari rumah adat Kalimantan Utara ini memang begitu unik meskipun sudah ada sentuhan modernnya. Selain itu juga lebih sederhana jika dibandingkan dengan rumah adat yang lainnya.

Rumah Baloy menghadap ke utara dan dibangun lebih tinggi serta berpijak pada tanah. Didirikannya rumah adat Kalimantan Utara ini bukanlah tidak ada fungsinya. Rumah ini dibangun memang tidak untuk ditinggali oleh suku Tidung, melainkan dijadikan sebagai tempat berkumpul.

Baca Juga: Nikmat, 14 Makanan Khas Kalimantan yang Wajib Moms Coba!

3. Tempat Menjalankan Acara Adat

Berbagai kegiatan yang berhubungan dengan adat seringkali dilakukan di rumah adat Kalimantan Utara ini. Selain itu rumah Baloy juga bisa difungsikan sebagai hunian bagi kepala adat.

Jika ada masalah masalah yang berkaitan adat, rumah Baloy juga dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan musyawarah bersama. Bukan hanya, rumah adat ini juga bisa dijadikan destinasi wisata budaya yang tak jarang juga akan menampilkan kesenian khas suku Tidung seperti Tari Jepen.

4. Warisan Budaya dengan Nilai Filosofis

Rumah adat Kalimantan Utara ini tentunya memiliki keunikan serta ciri khas yang juga mengandung banyak nilai filosofis. Hal inilah yang membuat rumah adat ini sebagai warisan budaya yang harus dijaga serta dilestarikan.

Filosofis yang terkandung juga tidak jauh menggambarkan kehidupan masyarakat dari Suku Tidung. Yang mencolok adalah adanya ukiran dengan motif yang menggambarkan kehidupan laut pada bagian atap rumah dan bagian risplang.

Selain itu ruangan yang ada di dalam rumah Baloy memiliki fungsi yang sangat berkaitan erat dengan aktivitas kehidupan sosial pada masyarakat. Dimana menunjukkan jika masyarakat Tidung merupakan masyarakat yang berjiwa sosial dan mengutamakan musyawarah untuk menyelesaikan segala masalah.

Yang menjadi ciri khas rumah adat Kalimantan Utara ini selanjutnya dalah letak bangunan yang menghadap ke bagian utara. Dengan pintu utamanya yang menghadap ke arah selatan.

Baca Juga: Penuh Akan Makna, Begini Rangkaian Prosesi Pernikahan Adat Bugis

5. Pembagian Ruangan Rumah Baloy

Pada rumah Baloy, terdapat pembagian ruangan yang juga disebut dengan Ambir. Pada bagian Ambir terdapat 4 ruangan dengan fungsi yang berbeda beda untuk setiap ruangannya.

Pada ruangan pertama atau Ambir Kiri difungsikan sebagai tempat untuk menerima mayarakat yang sedang mengadukan masalah maupun masalah adat. Para tetua adat serta yang berkaitan dengan masalah tersebut akan berkumpul di Ambir Kiri.

Ambir kiri ini juga dikenal sebagi Alat Kaid untuk masyarakat. Setelah itu barulah menuju Ambir Tengah. Ambir Tengah merupakan ruangan yang digunakan oleh pemuka adat untuk memutuskan perkara atau sidang. Ruangan yang juga disebut sebagai Lamin Bantong ini juga sangat luas dan cocok dijadikan lokasi musyawarah.

Selanjutnya merupakan Ambir Kanan yang memang lokasinya berada di sisi kanan rumah adat Kalimantan Utara. Ruangan yang juga disebut sebagai Ulada Kemagot ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk istirahat.

Untuk ruangan yang terakhir, Lamin Dalom yang digunakan sebagai singgasana dari kepala adat Suku Tidung. Ruangan ini sangat khusus sehingga tidak sembarang orang bisa masuk.

Singkatnya, peembagian ruangan di rumah adat Kalimantan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Ambir Kiri (Alad Kait), adalah tempat untuk menerima masyarakat yang mengadukan perkara, atau masalah adat.
  2. Ambir Tengah (Lamin Bantong), adalah tempat pemuka adat bersidang untuk memutuskan perkara adat.
  3. Ambir Kanan (Ulad Kemagot), adalah ruang istirahat atau ruang untuk berdamai setelah selesainya perkara adat.
  4. Lamin Dalom, adalah singgasana Kepala Adat Besar Dayak Tidung.

Pada bagian belakang Rumah Baloy ini, ada bangunan yang dibuat di tengah-tengah kolam yang disebut dengan Lubung Kilong. Bangunan ini adalah sebuah tempat untuk menampilkan kesenian suku Tidung, seperti Tarian Jepin.

Di belakang Lubung Kilong ini, ada lagi sebuah bangunan besar yang diberi nama Lubung Intamu, yaitu tempat pertemuan masyarakat adat yang lebih besar, seperti acara pelantikan (pentabalan) pemangku adat atau untuk acara musyawarah masyarakat adat se-Kalimantan

Baca Juga: Mengenal Prosesi Pernikahan Adat Lampung dan Maknanya

Nah, itu dia Moms informasi seputar rumah adat Kalimantan Utara. Walau merupakan provinsi termuda di Indonesia, budaya yang dimiliki oleh Kalimantan Utara ini begitu kaya.

Jika Moms ingin mengunjungi rumah Baloy ini, sebaiknya berkunjung di bulan Desember. Sebab pada bulan tersebut Moms dan keluarga bisa melihat secara langsung Iraw Tengkayu.

Iraw Tengkayu sendiri merupakan upcara adat yang diadakan oleh suku Tidung yang ada di Tarakan. Festival ini nantinya berupa melarung sesaji di laut yang biasanya di Pantai Amal. Bukan hanya pelarungan, nantinya juga ada pertunjukkan kesenian untuk meramaikannya.

  • https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/04/193100569/rumah-baloy-kediaman-suku-tidung?page=all#:~:text=Di%20pemukiman%20Suku%20Tidung%20Kalimantan,yang%20dinamakan%20dengan%20Rumah%20Baloy.
  • https://www.celebes.co/borneo/rumah-adat-kalimantan-utara
  • https://borneo24.com/seputar-borneo/kalimantan-utara/keunikan-rumah-adat-baloy-hunian-warga-kalimantan-utara
  • https://pariwisataindonesia.id/headlines/rumah-adat-baloy-di-kalimantan-utara/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait