22 Januari 2023

Pengertian dan Pentingnya Self Esteem bagi Kehidupan Seseorang

Menjaga self esteem menjadi tanda mencintai diri sendiri.

Moms dan Dads pernah mendengar istilah self esteem? Kira-kira apa artinya, ya?

Self esteem atau harga diri berhubungan dengan martabat dan kehormatan seseorang.

Memiliki self esteem yang sehat dapat memengaruhi motivasi, kesejahteraan mental, serta kualitas hidup secara keseluruhan.

Namun, memiliki self esteem yang terlalu tinggi atau terlalu rendah bisa menjadi masalah.

Pemahaman yang lebih baik tentang tingkat self esteem yang unik dapat membantu Moms mencapai keseimbangan yang tepat.

Sebenarnya self esteem itu apa? Mengapa penting bagi setiap orang? Daripada penasaran, yuk, Moms simak penjelasannya di bawah ini!

Baca Juga: 5 Penyebab Anda Merasa Sendirian dalam Hubungan

Pengertian Self Esteem

Perempuan terlihat bahagia (Orami Photo Stocks)
Foto: Perempuan terlihat bahagia (Orami Photo Stocks)

Self esteem adalah pendapat umum yang dimiliki seseorang tentang dirinya sendiri.

Dengan kata lain, harga diri dapat diartikan sebagai seberapa besar Moms menghargai dan menyukai diri sendiri apa pun situasinya.

Self esteem ditentukan oleh banyak faktor termasuk:

  • Percaya diri
  • Perasaan aman
  • Identitas
  • Rasa memiliki
  • Perasaan kompeten

Pengalaman masa kecil seseorang biasanya membentuk harga dirinya. Orang tua, guru, dan teman masa kecil semuanya memiliki pengaruh yang kuat pada bagaimana harga diri berkembang.

Self esteem sering dibahas dalam konteks perkembangan masa kanak-kanak, tetapi orang dewasa juga perlu memiliki dan mempertahankan harga diri yang sehat.

Melansir Journal of Personality and Social Psychology, self esteem cenderung paling rendah di masa kanak-kanak dan meningkat selama masa remaja, serta masa dewasa.

Pada akhirnya, mencapai tingkat yang cukup stabil dan bertahan lama.

Hal ini membuat harga diri serupa dengan kestabilan ciri-ciri kepribadian dari waktu ke waktu.

Baca Juga: Tahukah Moms, 5 Sikap Orang Tua Ini Ternyata Bisa Membuat Anak Bahagia

Self Esteem Penting bagi Hidup

Pasangan bahagia (Orami Photo Stocks)
Foto: Pasangan bahagia (Orami Photo Stocks)

Moms pasti sering mendengar pernyataan bahwa self esteem atau harga diri itu penting untuk hidup. Namun, mengapa harus memiliki harga diri dan apa pentingnya?

Ternyata, self esteem memengaruhi proses pengambilan keputusan, hubungan, kesehatan emosional, dan kesejahteraan secara keseluruhan.

Ini juga memengaruhi motivasi, karena seseorang dengan pandangan yang sehat dan positif tentang diri mereka sendiri memahami potensi mereka dan mungkin merasa terinspirasi untuk mengambil tantangan baru.

Berikut ini ciri-ciri Moms memiliki self esteem yang sehat:

  • Memiliki pemahaman yang kuat tentang keterampilan.
  • Mampu menjaga hubungan yang sehat dengan orang lain karena memiliki hubungan yang sehat dengan dirinya sendiri.
  • Miliki ekspektasi yang realistis dan sesuai terhadap diri dan kemampuan.
  • Memahami semua kebutuhan diri dan mampu mengekspresikannya.

Orang dengan self esteem rendah cenderung merasa kurang yakin dengan kemampuan dan mungkin meragukan proses pengambilan keputusan.

Mereka mungkin tidak merasa termotivasi untuk mencoba hal-hal baru, karena tidak yakin mampu mencapai tujuan.

Mereka yang memiliki self esteem rendah mungkin memiliki masalah dengan hubungan dan mengekspresikan kebutuhan.

Mereka mungkin juga mengalami tingkat kepercayaan diri yang rendah dan merasa tidak dapat dicintai dan tidak berharga.

Namun, orang dengan harga diri yang terlalu tinggi juga tidak baik, lho, Moms.

Hal ini memungkinkan mereka melebih-lebihkan keterampilan dan mungkin merasa berhak untuk berhasil, bahkan tanpa kemampuan untuk mendukung keyakinan pada diri mereka sendiri.

Baca Juga: Penelitian Menunjukkan Bahwa Orang yang Mandi Lama Merupakan Tanda Tak Bahagia, Apa Moms Termasuk?

Self Esteem pada Anak

Anak sedang bermain (Orami Photo Stocks)
Foto: Anak sedang bermain (Orami Photo Stocks)

Pengalaman seorang anak akan membentuk self esteem-nya. Seorang anak perlu diperlakukan dengan cinta, hormat, dan kebaikan untuk mengembangkan harga diri yang positif.

Jika seorang anak diperlakukan dengan buruk, seperti diejek secara berlebihan, atau dibuat merasa kurang berharga dibandingkan orang lain, self esteem anak tersebut dapat mengalami kerusakan jangka panjang.

Anak-anak sangat mementingkan cara pandang orang lain terhadap mereka, terutama selama masa remaja mereka.

Melansir Journal of School Psychology, self esteem anak cenderung paling rendah di kelas enam. Berikut ini cara meningkatkan harga diri anak:

  • Puji mereka saat mereka melakukannya dengan baik. Jangan bereaksi terhadap anak-anak hanya ketika mereka melakukan sesuatu yang salah.
  • Mintalah pendapat mereka. Mereka ingin merasa seolah-olah mereka memiliki sesuatu untuk ditawarkan ketika harus membuat keputusan penting.
  • Biarkan mereka berpartisipasi dalam hal-hal positif yang menarik minat mereka. Biarkan mereka menjadi ahli dalam hal-hal yang mereka sukai.
  • Melansir American Psychological Association, anak perempuan sering kali memiliki harga diri yang lebih rendah daripada anak laki-laki, jadi mungkin penting bagi orang tua untuk memberi mereka perhatian ekstra selama tahun-tahun pembentukan mereka.

Anak-anak yang tumbuh bersama orang dewasa yang memiliki masalah psikologis, serta anak-anak yang kekurangan sumber daya untuk kebutuhan dasar, lebih rentan mengalami masalah harga diri.

Anak-anak dengan disabilitas fisik atau tantangan lain mungkin juga bergumul dengan masalah harga diri.

Baca Juga: Masih Ingat dengan Daftar Lagu Anak-Anak 90-an Ini? Yuk, Nostalgia!

Self Esteem pada Orang Dewasa

Wanita sedang tersenyum
Foto: Wanita sedang tersenyum (Orami Photo Stock)

Orang dewasa dengan harga diri rendah membutuhkan penegasan terus-menerus, seperti kesuksesan pekerjaan atau pujian dari teman.

Bahkan kemudian, peningkatan harga diri mereka biasanya berumur pendek.

Orang dewasa dengan harga diri rendah dapat membantu diri mereka sendiri dengan mengingat beberapa cara berikut:

  • Jangan menjadi musuh terburuk bagi diri sendiri. Cobalah untuk menghindari terlalu banyak kritik diri atau asumsi yang terburuk.
  • Tetap berpegang pada fakta tentang kemunduran. Orang dengan harga diri rendah sering kali mengambil kesimpulan yang terlalu negatif.
  • Beri diri Moms pujian dan terima pujian. Jika seseorang memuji, akui komentar tersebut dan merasa senang karenanya. Jangan bersikap rendah hati sampai-sampai tidak percaya pada kekuatan.
  • Maafkan diri sendiri saat Moms membuat kesalahan itu bagian dari menjadi manusia. Pahami juga bahwa beberapa hal berada di luar kendali.

Jika harga diri rendah mengganggu kualitas hidup Moms, maka terapi menjadi pilihan yang disarankan.

Terapi dapat berkisar pada self talk, atau belajar untuk lebih memahami apa yang rasional atau tidak dalam pemikiran.

Terapi perilaku kognitif membantu Moms lebih memahami keyakinannya dan mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan pandangannya.

  • https://www.researchgate.net/publication/222581488_Changes_in_self-esteem_during_the_middle_school_years_A_latent_growth_curve_study_of_individual_and_contextual_influences
  • http://apa.org/pubs/info/brochures/girls
  • https://www.healthline.com/health/self-esteem
  • https://www.verywellmind.com/what-is-self-esteem-2795868#citation-6

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.