Kesehatan

26 Maret 2021

Serba Serbi Daun Ungu: Manfaat, Cara Menanam, dan Efeknya untuk Kesehatan

Tidak hanya untuk ambeien, inilah manfaat daun ungu untuk kesehatan dan cara mengolahnya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Warnanya memang unik, tapi ternyata daun ungu juga sangat berkhasiat untuk kesehatan tubuh.

Di luar negeri, daun ungu dikenal dengan sebutan Joseph’s Coat. Sedangkan di Indonesia, daun ini memiliki banyak nama sesuai daerahnya.

Orang Sumatera menyebutnya pudin, orang Madura menyebutnya karaton, orang Bali menyebutnya temen, orang Sunda menyebutnya handeleum. Penyebutan nama daun ini, lebih sering dikenal oleh orang Jawa Tengah.

Sayang, meski memiliki bunga yang cantik dan memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, tanaman ini belum terlalu diminati seperti tanaman yang lain.

Ciri-Ciri Daun Ungu

Apakah ciri-ciri daun ungu ini? Sama seperti namanya, daun memiliki daun yang mayoritas berwarna ungu. Tanaman yang termasuk dalam golongan tanaman perdu ini bisa tumbuh menjulang dengan tinggi 1,5 hingga 3m.

Tanaman yang dapat tumbuh di area terbuka dan di segala iklim (panas hingga kering dan lembap) ini selalu berbunga di bulan Juli hingga September.

Batang muda tanaman ini memang berwarna ungu. Semakin tua, maka warna batangnya akan berubah menjadi kecokelatan dan menghitam.

Bentuk batangnya bulat sedangkan bentuk daunnya memanjang dengan ujung runcing. Tepi daunnya tidak bertekstur dan ketika dipetik daunnya akan cepat menjadi layu.

Baca juga:Susah Tidur? Hadirkan 5 Tanaman Ini Di Kamar Tidur Agar Bisa Tidur Nyenyak

Yang menarik, jika Moms menguliti atau mematahkan kulit dan daunnya, Moms akan mendapatkan lendir dengan bau yang kurang enak. Tanaman ini mempunyai bunga warna merah tua yang bentuknya tersusun di satu tangkai.

Biasanya, tanaman ini sering ditemukan tumbuh liar di pedesaan atau ditanam sebagai tanaman hias dan tanaman pagar.

Cara Menanam Daun Ungu

Sebenarnya, tanaman ini sangatlah mudah ditanam. Seperti yang telah disebutkan di atas, tanaman ini bisa hidup di segala cuaca. Tanaman ini pun dapat hidup di dataran rendah dan dataran tinggi.

Baca juga: 6 Cara Menanam Mawar di Rumah Supaya Kebun Tampak Cantik

Jika Moms dan Dads ingin menanam daun ungu di pekarangan rumah, begini caranya:

  • Siapkan bibit tanaman daun ungu. Tanaman ini bisa dibeli di penjual tanaman.
  • Siapkan media tanam yang baik. Jika Moms ingin menanam di pot, maka Moms memerlukan campuran tanah, pasir/ sekam/serbuk kayu, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1.
    Namun jika Moms ingin menanamnya di tanah kebun pastikan tanah tidak terlalu liat atau terlalu banyak pasir. Olah tanah dengan perbandingan tanah kebun, pasir/sekam/serbuk gergaji, dan pupuk kandang menjadi 2 : 1 : 2.
  • Agar lembap, pastikan Moms siram media tanam dengan air terlebih dahulu.
  • Pindahkan bibit tanaman ke dalam pot. Lakukan dengan hati-hati agar akar tanaman tidak rusak.
  • Siram tanaman setiap hari. Selalu cek kesehatan tanaman daun ungu, terutama di bawah daun. Biasanya, ulat dan siput merupakan pengganggu utama daun ungu. Mereka suka tinggal di bawah daun dan memakannya.

Manfaat Daun Ungu

Daun ungu memang sering digunakan sebagai tanaman hias. Namun di dunia pengobatan herbal, daun ini dikenal berfungsi sebagai emolien, pencahar, obat anti radang, diuretik (untuk membuang kelebihan garam dan air dalam tubuh melalui urin), hingga membantu mengobati wasir atau ambeien.

Secara turun temurun, orang Indonesia sendiri umumnya menggunakan daun ini untuk meredakan gejala wasir, sakit pinggang, tonsilitis (amandel), bisul, dan rematik

Dilansir dari pom.go.id, sebagai obat herbal, zat aktif di dalam daun ungu adalah flavonoid, alkaloid, pektin, asam formiat, glikosida, steroid, saponin, dan tannin.

Selain membantu mengatasi wasir atau ambeien, kandungan aktif di atas sering diandalkan untuk mengatasi berbagai masalah lain seperti:

1. Membantu Menghambat Pertumbuhan Plak Gigi

Semua Fakta yang Perlu Moms Pahami Mengenai Tambal Gigi

Photo: Orami Photo Stock

Menurut drg. Anandia Tri Wardhana, plak pada gigi bisa terbentuk karena sisa makanan yang tertinggal di gigi atau glukosa yang bereaksi dengan bakteri streptococcus mutans.

Jurnal yang diterbitkan oleh unair.ac.id menyatakan bahwa daun ungu dapat membantu menekan pertumbuhan bakteri streptococcus mutans.

Penelitian tersebut dilakukan pada sebuah acrylic resin yang dibagi dalam empat kelompok berbeda. Masing-masing kelompok direndam dalam cairan dengan ekstrak daun, masing-masing dengan konsentrat berbeda yaitu 5%, 10%, 20% dan 50% selama 15 menit.

Hasilnya? Acrylic resin dengan konsentrat daun ungu yang lebih tinggi mampu membantu mengurangi bakteri streptococcus mutans. Dengan pertumbuhan bakteri yang terhambat, plak pada gigi pun tentu menjadi tidak terbentuk.

2. Disarankan sebagai Antidiabetes

Banyak orang tidak menyadari bahwa ia mengidap penyakit diabetes sehingga orang tersebut tidak mengontrol pola makan sehari-hari. Hal ini bisa menyebabkan tingginya gula darah.

Baca juga: Seberapa Penting Periksa Gula Darah Saat Hamil?

Jurnal yang diterbitkan oleh journal.ipb.ac.id menyatakan bahwa daun ungu dapat membantu penurunan kadar gula darah atau antidiabetes.

Hal ini karena kandungan flavonoid dalam ekstrak daun dapat membantu menghambat aktivitas enzim glukosidase penyebab diabetes.

3. Dapat Membantu Menurunkan Kadar Kolesterol

kadar kolesterol LDL - 1.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Sebagian besar senyawa steroid yang terkandung dalam daun ungu adalah fitosterol. Sehingga daun ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Penelitian yang dilakukan oleh Departemen Biologi Fakultas Sain dan Teknologi, Universitas Airlangga, membuktikan pernyataan tersebut melalui percobaan pada tikus.

Percobaan tersebut menyatakan bahwa daun ungu dapat membantu menurunkan kolesterol secara total dan LDL (kolesterol jahat) pada darah.

4. Membantu Memberi Efek Nephroprotective

Efek Nephroprotective merupakan kemampuan suatu zat untuk melindungi fungsi ginjal. Apakah Moms dan Dads ingin menjaga kesehatan ginjal? Tak ada salahnya untuk mengandalkan daun ungu sebagai salah satu pengobatan herbal.

Dilansir dari laman US National Library of Medicine National Institutes of Health menyatakan bahwa daun ungu dapat membantu mengurangi tingkat kreatinin dan urea yang dapat menjaga kerja ginjal.

Bagaimana Cara Mengolah Daun Ungu?

Secara tradisional, daun ungu dikonsumsi dengan cara direbus sebagai teh herbal. Ada dua cara persiapan dan penyajian daun ungu.

Baca juga:Ini 8 Jenis Teh Herbal untuk Meredakan Flu dan Batuk, Coba Sekarang!

Cara pertama, cuci bersih dan giling halus daun ungu sebanyak 6 lembar. Seduh daun ungu dengan air masak sebanyak ½ cangkir. Saring dan peras daun ungu ke cangkir. Campurkan madu sebanyak satu sendok makan. Madu berperan untuk membantu menghilangkan rasa getir. Minum secara teratur 2-3 kali sehari, masing-masing ¾ gelas.

Cara kedua, ambil daun ungu ¼ genggam, bunga srigading ¾ genggam, daun kaki kuda 1/3 genggam, daun sembung ¼ genggam, akar simaruba 2 jari, klembak 1 jari, gula enau 3 jari. Seluruh bahan tersebut dicuci dan dipotong-potong seperlunya.

Jerang 4 gelas air di dalam panci hingga mendidih. Masukkan seluruh bahan tersebut ke dalam panci. Biarkan hingga air bersisa ¾ gelas. Saring dan biarkan dingin sebelum diminum. Minumlah teh herbal ini tiga kali sehari, masing- masing ¾ gelas.

Efek Samping Mengonsumsi Daun Ungu

sakit-kepala-sebelah-kiri.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Setiap pengobatan herbal tentu ada beberapa efek samping yang berarti atau tidak berarti. Hal ini tergantung pada masing-masing orang.

Beberapa efek samping dari mengonsumsi daun ungu yang bisa jadi Moms dan Dads rasakan antara lain sulit tidur, nafsu makan menurun, sakit perut ringan, sakit kepala, hingga gatal pada kulit.

Ingat, teh herbal ini juga termasuk dalam pengobatan herbal. Jadi, selama mengonsumsi ramuan herbal, Moms dan Dads disarankan untuk lebih banyak minum air mineral. Jangan lupa untuk mengonsumsi makanan tinggi serat. Tujuannya untuk membantu melancarkan buang air besar.

Itulah beberapa khasiat daun ungu dan cara memanfaatkan daun ungu sebagai terapi obat herbal. Belum diketahui apakah daun ungu dapat menimbulkan reaksi tertentu jika dikonsumsi bersama dengan obat-obatan lain.

Baca juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

Moms dan Dads sebaiknya perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu ke dokter keluarga atau dokter tepercaya terkait penggunaan daun ungu sebagai obat herbal pendukung obat-obatan medis.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait