05 Juli 2022

Spondylolisthesis Kerap Bikin Sakit Pinggang, Penyebab Remaja Jompo?

Jangan sepelekan gejalanya, Moms!

Pernahkah Moms mengalami sakit pinggang dan kaki? Jika iya, jangan sepelekan hal ini ya, Moms! Bisa jadi itu adalah gejala spondylolisthesis.

Bukan hanya orang tua saja, sakit pinggang juga kerap dirasakan oleh anak muda zaman sekarang

Istilah populernya yaitu “remaja jompo”, masih remaja tapi kondisi kesehatan layaknya seorang lansia.

Sebutan tersebut merujuk pada kondisi kesehatan anak-anak muda yang kurang optimal, sehingga mereka lebih cepat merasa lelah dan sakit.

Lalu, apakah kondisi ini berbahaya? Perlukah pasien menjalani tindakan operasi, atau cukup dengan terapi dan obat saja?

Simak ulasan lengkapnya berikut ini, yuk!

Baca Juga: Cari Tahu 10 Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kiri Berikut Ini

Apa Itu Spondylolisthesis?

Sakit pinggang sebelah kanan
Foto: Sakit pinggang sebelah kanan (Orami Photo Stock)

Foto Wanita dengan Spondylolisthesis (Orami Photo Stock)

Spondylolisthesis merupakan kelainan tulang belakang dimana tulang (vertebra) bergeser ke tulang di bawahnya.

Kondisi ini menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang sehingga menimbulkan sakit pada pinggang dan kaki.

Spondylolisthesis umumnya terjadi di bagian lumbar spine, yaitu tulang belakang bagian bawah yang terdiri dari 5 vertebra.

Sedangkan total vertebra pada tulang belakang ada sebanyak 24 vertebra.

Nah, di antara 5 vertebra di lumbar spine ini, spondylolisthesis biasanya terjadi di vertebra ke-5. Tapi bisa juga terjadi di vertebra ke-4, baik pada salah satu sisi tulang maupun kedua sisinya.

Apa Perbedaannya Spondylolisthesis dan Spondylosis?

Sakit pinggang
Foto: Sakit pinggang

Foto Spondylolisthesis (Orami Photo Stock)

Istilah spondylolisthesis dan spondylosis terdengar mirip ya, Moms! Apakah keduanya sama-sama kelainan tulang belakang?

Spondylolisthesis dan spondylosis hampir mirip kok, Moms! Hanya saja, menurut American Academy of Orthopaedic Surgeons, perbedaannya terletak pada tingkat keparahannya.

Spondylosis adalah kondisi adanya kelemahan atau fraktur tulang (kondisi tulang retak, patah, atau pecah) di salah satu vertebra.

Kondisi ini biasanya dialami oleh sekitar 5% anak-anak berusia 6 tahun tanpa cedera apapun.

Namun, spondylosis bisa juga terjadi pada orang dewasa yang melakukan olahraga yang melibatkan tekanan pada tulang atau otot seperti senam (gymnastics), sepak bola, dan angkat beban.

Nah, jika kondisinya semakin parah, fraktur tulang ini bisa membuat vertebra menjadi lemah sehingga tidak mampu menopang posisinya lagi.

Pada akhirnya, vertebra akan bergeser ke vertebra lain di bawahnya. Inilah yang disebut dengan spondylolisthesis.

Baca Juga: 3 Tempat Chiropractic Jakarta untuk Bantu Menyelaraskan Tulang Belakang

Siapa Saja yang Bisa Terserang Spondylolisthesis dan Spondylosis?

sakit pinggang
Foto: sakit pinggang (Freepik.com)

Foto Spondylolisthesis pada Lansia (Orami Photo Stock)

Spondylosis bisa menyerang siapa saja tanpa batasan usia tertentu.

Kelainan ini bahkan bisa terjadi meskipun orang tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda cedera ataupun tidak melakukan olahraga-olahraga tertentu.

Sementara itu, spondylolisthesis lebih sering ditemukan pada anak-anak dan remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan.

Apalagi pada atlet muda yang berkecimpung di olahraga senam dan sepak bola, mereka lebih berisiko terkena spondylolisthesis.

Namun, risiko ini juga berbeda-beda tergantung tipe spondylolisthesis-nya. Salah satunya disebabkan oleh penuaan pada tulang belakang, biasanya terjadi pada orang berusia >50 tahun.

Selain itu, ada juga yang mengalami spondylolisthesis karena faktor genetik lantaran memiliki bagian vertebra yang lebih tipis.

Penyebab Spondylolisthesis

Mengatasi Sakit Pinggang
Foto: Mengatasi Sakit Pinggang

Foto Spondylolisthesis pada Pria (Orami Photo Stock)

Spondylolisthesis bisa terjadi karena beberapa hal, antara lain:

  • Peregangan berlebih pada bagian lumbar spine dan terjadi terus-menerus
  • Faktor genetik yang menyebabkan seseorang lahir dengan vertebra yang lebih tipis, sehingga lebih rawan terkena fraktur tulang
  • Penuaan tulang belakang yang kerap terjadi pada orang usia >50 tahun

Baca Juga: Sakit Tulang Belakang, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Yuk Moms!

Gejala Spondylolisthesis

ini 5 penyakit dengan gejala leher kaku 1
Foto: ini 5 penyakit dengan gejala leher kaku 1

Foto Spondylolisthesis pada Wanita (Orami Photo Stock)

Pada umumnya, penderita spondylolisthesis tidak merasakan gejala apa pun sehingga tidak sadar kalau mengalami kelainan ini.

Namun, ada beberapa kondisi yang patut diwaspadai dan berpotensi menjadi gejala spondylolisthesis, antara lain:

  • Nyeri punggung bagian bawah
  • Otot tegang, terutama pada bagian bokong dan belakang paha
  • Punggung kaku
  • Sulit berdiri dan berjalan
  • Kesemutan, mati rasa, dan lemah pada salah satu kaki maupun keduanya

Nah, jika Moms, Dads, atau Si Kecil mengalami gejala-gejala tersebut, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar kondisinya tidak semakin parah.

Cara Mengobati Spondylolisthesis

Mengatasi Sakit Pinggang
Foto: Mengatasi Sakit Pinggang (Orami Photo Stock)

Foto Cara Mengobati Spondylolisthesis (Orami Photo Stock)

Spondylolisthesis merupakan penyakit atau kelainan yang bisa diobati, baik dengan atau tanpa operasi.

Tindakan operasi dilakukan jika tingkat keparahannya tinggi. Kalau gejala spondylolishtesis ringan dan sekadar nyeri punggung bawah, hal ini tidak memerlukan operasi.

Cara mengobati spondylolisthesis tanpa operasi antara lain:

  • Istirahat dan hindari olahraga atau kegiatan fisik yang bisa memicu tekanan pada punggung
  • Obat-obatan NSAID seperti ibuprofen dan naproxen untuk mengurangi rasa sakit
  • Suntik obat dengan kandungan steroid ke bagian yang sakit
  • Terapi fisik, yakni melakukan olahraga tertentu yang bisa mengurangi ketegangan otot
  • Menggunakan back brace dalam jangka waktu tertentu sampai fraktur tulangnya membaik

Apabila sudah melakukan pengobatan seperti di atas namun kondisinya belum juga membaik, pasien mungkin akan dianjurkan untuk melakukan tindakan operasi.

Operasi untuk mengatasi spondylolisthesis bernama spinal fusion, yaitu operasi untuk menyambung 2 atau lebih vertebra pada tulang belakang.

Operasi tersebut bisa membantu mengurangi rasa sakit, memperbaiki kelainan, dan meningkatkan keseimbangan tubuh.

Baca Juga: Segala Hal Tentang Operasi Tulang Belakang, dari Prosedur Hingga Risikonya

Olahraga Apa yang Bisa Membantu Mengurangi Spondylolisthesis?

A2F6E3DD-C28D-4CD4-8B20-8D368AC8AD82.webp
Foto: A2F6E3DD-C28D-4CD4-8B20-8D368AC8AD82.webp (https://www.myfooddiary.com/blog/5-types-of-stretching)

Foto Olahraga untuk Mengurangi Spondylolisthesis (Orami Photo Stock)

Moms bisa melakukan olahraga ringan yang bisa membantu menjaga kelenturan tubuh. Salah satunya peregangan.

Sebisa mungkin, usahakan hindari olahraga berat yang bisa memberikan tekanan pada tulang atau otot secara berlebihan seperti senam, sepak bola, dan angkat beban.

Jika harus melakukan olahraga tersebut, pastikan selalu melakukan pemanasan dan pendinginan dengan benar dan jangan terburu-buru.

Selain itu, Moms juga perlu menjaga berat badan tetap ideal karena berat badan berlebih juga bisa memberikan tekanan pada bagian punggung bawah.

Jika sudah melakukan cara-cara tersebut tapi gejala spondylolisthesis tak juga berkurang, segera cek ke dokter, ya, Moms!

  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10302-spondylolisthesis#:~:text=Spondylolisthesis%20is%20a%20spinal%20condition,is%20successful%20in%20most%20cases.
  • https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/spinal-fusion/about/pac-20384523
  • https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/spondylolysis-and-spondylolisthesis

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.