Parenting Islami

16 Desember 2021

5+ Keutamaan Surat At Tin Lengkap dengan Bacaan dan Artinya

Dalam surat At Tin, Allah SWT bersumpah dengan nama tempat-tempat yang penting
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bukan hanya menjelaskan tentang manfaat buahnya saja, surat At Tin dalam Alquran juga menunjukkan fungsi qasam atau sumpah sebagai ungkapan kebenaran.

Misalnya di ilansir studi IAIN Batusangkar, menunjukkan, fungsi qasam dalam surat At Tin yaitu fungsi qasam (sumpah) Allah SWT untuk mengungkapkan sumpah-Nya dengan memberi argumentasi tentang kebenaran ucapan tersebut.

Itu berfungsi sebagai bentuk pengagungan kepada para nabi yang menerima wahyu untuk meninggikan derajatnya.

Dan sumpah-sumpah-Nya berfungsi sebagai argumentasi, dan karena itu Allah SWT memilih sesuatu yang mempunyai kaitan erat dengan kandungan sumpah-Nya.

Baca Juga: Surat At Tahrim Ayat 6, Ini Bacaan Lengkap dan Maknanya, Yuk Amalkan!

Bacaan dan Arti Surat At-Tin

Surat At Tin -1.jpg

Foto: Islam4u.pro

وَالتِّيْنِ وَالزَّيْتُوْنِۙ - ١

1. Wat-tīni waz-zaitụn

Artinya: Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,

وَطُوْرِ سِيْنِيْنَۙ - ٢

2. Wa ṭụri sīnīn

Artinya: demi gunung Sinai,

وَهٰذَا الْبَلَدِ الْاَمِيْنِۙ - ٣

3. Wa hāżal-baladil-amīn

Artinya: dan demi negeri (Mekah) yang aman ini.

لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ - ٤

4. Laqad khalaqnal-insāna fī aḥsani taqwīm

Artinya: Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,

ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سَافِلِيْنَۙ - ٥

5. Tsumma radadnāhu asfala sāfilīn

Artinya: kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ فَلَهُمْ اَجْرٌ غَيْرُ مَمْنُوْنٍۗ - ٦

6. Illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti fa lahum ajrun gairu mamnụn

Artinya: kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya.

فَمَا يُكَذِّبُكَ بَعْدُ بِالدِّيْنِۗ - ٧

7. Fa mā yukażżibuka ba'du bid-dīn

Artinya: Maka apa yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) (hari) pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu?

اَلَيْسَ اللّٰهُ بِاَحْكَمِ الْحٰكِمِيْنَ ࣖ - ٨

8. A laisallāhu bi`aḥkamil-ḥākimīn

Artinya: Bukankah Allah hakim yang paling adil?

Baca Juga: Surat Yusuf untuk Ibu Hamil, Benarkah Bisa Membuat Bayi Terlahir Rupawan?

Makna dan Kandungan Surat At-Tin

Surat At Tin -2.jpg

Foto: Tafsir.learn-quran.co

Ini merupakan surat ke 95 dalam Al-Qur’an yang artinya buah tin. Surah At-Tin terdiri atas 8 ayat, dan termasuk ke dalam surah Makiyyah.

Surat ini turun setelah surah Al-Buruj. Nama At-Tin ini diambil dari kata ‘at-Tin’ yang terdapat pada ayat pertama surat ini, yang artinya buah tin.

Ini adalah beberapa kandungan Surah At Tin, yakni:

1. Keutamaan Nabi Ulul ‘Azmi

Allah SWT bersumpah dengan tiga tempat diutusnya para Nabi Ulul ‘Azmi, yaitu:

  • Tempat adanya buah tiin dan zaitun, yaitu Baitul Maqdis, tempat diutusnya Nabi ‘Isa AS
  • Bukit Sinai yaitu tempat Allah SWT berbicara langsung dengan Nabi Musa AS
  • Negeri Mekah yang penuh rasa aman, tempat diutusnya Nabi Muhammad SAW
  • Sumpah dengan tiga hal ini menunjukkan kemuliaan Nabi Ulul ‘Azmi

2. Dari Sempurna Lalu Masuk Neraka

Setelah bersumpah dengan tiga tempat tersebut, lalu disebutkan al-muqsam ‘alaih yaitu isi sumpah. Tafsiran ayat pertama dikatakan bahwa manusia diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya yang sempurna.

Kemudian ia akan masuk dalam neraka. Demikian yang dikatakan oleh Mujahid, Abul ‘Aliyah, Al-Hasan Al-Bashri, Ibnu Zaid dan selainnya.

Ia masuk neraka karena ia tidak mau taat pada Allah SWT dan tidak mau mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Yang selamat dari neraka adalah orang yang beriman dan beramal shalih, menurut Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim.

Tafsiran selanjutnya dari Ibnu ‘Abbas dan ‘Ikrimah, yakni manusia diciptakan dalam keadaan kuat ketika muda lalu dikembalikan di usia tua dalam keadaan lemah.

Maksud ayat ‘Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya’ ada empat pendapat.

Di antara pendapat tersebut adalah ‘Kami telah menciptakan manusia dengan sebaik-baiknya seperti di waktu mudanya, yaitu dalam keadaan kuat dan semangat untuk beramal’ menurut ‘Ikrimah.

Masa tua kebanyakan merasa tidak semangat lagi untuk beramal. Seseorang akan melewati masa kecil, masa muda, dan masa tua.

Masa kecil dan masa tua adalah masa sulit untuk beramal, berbeda dengan masa muda yang menjadi waktu terbaik untuk beramal shalih.

Jika seseorang sulit beramal di waktu tua padahal waktu mudanya senang beramal shalih, maka ia tetap dicatat seperti keadaannya di waktu muda.

Sama halnya keadaannya seperti orang yang sakit dan bersafar. Dalam hadits Abu Musa, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا

Artinya: “Jika seorang hamba sakit atau bersafar, maka dicatat baginya semisal keadaan ketika ia beramal saat mukim atau sehat,” (HR Bukhari).

Jadi seorang muslim bisa mengisi usia muda untuk beramal. Selain itu, mintalah perlindungan kepada Allah SWT dari usia tua sebagaimana do’a yang dicontohkan oleh Rasululullah SAW:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ

(Allahumma inni a’udzu bika minal kasl wa a’udzu bika minal jubn, wa a’udzu bika minal harom, wa a’udzu bika minal bukhl)

Artinya: “Ya Allah, aku meminta perlindungan pada-Mu dari rasa malas, aku meminta perlindungan pada-Mu dari lemahnya hati, aku meminta perlindungan pada-Mu dari usia tua (yang sulit untuk beramal) dan aku meminta perlindungan pada-Mu dari sifat kikir (pelit),” (HR Bukhari).

3. Allah adalah Hakim Seadil-Adilnya

Mengenai ayat terakhir, Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata, “Apa yang menyebabkan manusia sampai mengingkari hari pembalasan terhadap amalan.

Padahal telah banyak bukti dari berbagai ayat Allah dengan bukti yang yakin. Juga sudah ada bukti dengan berbagai nikmat yang telah Allah beri yang kita jangan sampai mengingkarinya.

Bukankah Allah adalah Hakim yang seadil-adilnya? Maksudnya, Allah tidak akan membiarkan manusia begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang.

Tak mungkin pula Allah membiarkan mereka tanpa diberi pahala dan tanpa diberi hukuman,” (Tafsir As-Sa’di)

Baca Juga: Bacaan Surat Al Insyirah, Lengkap denganTafsir, dan Kandungannya

Keutamaan Surat At Tin

ayat-alquran-tentang-pernikahan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dari penjelasan tersebut, ada beberapa keutamaan dari surat At Tin yang bisa menjadi hikmah saat selalau membaca dan memahaminya. Yakni:

  1. Keutamaan Nabi Ulul ‘Azmi yang disebut dalam surat ini yaitu Nabi ‘Isa, Nabi Musa, dan Nabi Muhammad SAW
  2. Buah tiin dan zaitun punya banyak manfaat, dan dianjurkan untuk menanamnya
  3. Kota Makkah adalah kota yang mulia dan penuh rasa aman
  4. Allah SWT memuliakan manusia dengan menciptakannya dalam bentuk yang sebaik-baiknya
  5. Allah SWT memuliakan seorang muslim ketika dipanjangkan umurnya. Ketika dia berada di usia senja, tetap amalannya dicatat seperti saat muda. Allah SWT terus memberikannya kebaikan dan menjauhkan darinya kejelekan
  6. Hanya Allah SWT yang memberi taufik

Itulah penjelasan mengeanai surat At Tin yang mengandung banyak hikmah, salah satunya agar seseorang terus beramal baik, meski sudah lanjut usia.

  • https://repo.iainbatusangkar.ac.id/xmlui/handle/123456789/18162
  • https://www.sumberpengertian.id/surah-at-tin
  • https://rumaysho.com/12210-tafsir-surat-at-tiin-pahala-yang-tidak-terputus-hingga-tua.html
  • https://worldquran.com/at-tin
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait