Scroll untuk melanjutkan membaca

KESEHATAN UMUM
08 Maret 2022

Ketahui Bahaya Telur Lalat di Makanan Jika Sampai Tertelan, Bisa Jadi Infeksi Bakteri, Lho!

Gangguan usus bisa dialami jika tidak sengaja memakan telur lalat
Ketahui Bahaya Telur Lalat di Makanan Jika Sampai Tertelan, Bisa Jadi Infeksi Bakteri, Lho!

Jika tidak terlalu memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi, bisa jadi makanan sudah terkontaminasi kotoran, termasuk dihinggapi telur lalat.

Telur lalat biasanya terdapat pada makanan-makanan yang telah busuk. Beberapa orang secara tidak sengaja dapat mengonsumsi makanan yang terdapat telur lalat.

Sebenarnya, jika tidak sengaja termakan, tidaklah berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, dapat menyebabkan beberapa kondisi, seperti infeksi bakteri dan alergi.

Untuk lebih jelasnya, simak ulasannya berikut ini Moms!

Baca Juga: Kenali Tanaman Pemakan Serangga yang Unik dan Mengesankan

Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Makan Telur Lalat?

Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Makan Telur Lalat?

Foto: Apa yang Terjadi Jika Tidak Sengaja Makan Telur Lalat?

Foto: unsplash.com

Beberapa kondisi di bawah ini dapat disebabkan jika memakan telur lalat secara tidak sengaja.

1. Infeksi Bakteri

Lalat dapat menghinggapi berbagai makanan setiap saat di mana hewan tersebut juga membawa bakteri berbahaya yang sering didapatkan pada kotoran hewan dan manusia.

Saat lalat bertelur, telur-telur tersebut juga memiliki kemungkinan terkontaminasi dengan bakteri berbahaya, seperti Escherichia coli (E. Coli) dan Salmonella.

Tidak sengaja mengonsumsi makanan yang terdapat telur lalat dengan kandungan bakteri, dapat membuat tubuh menjadi tidak sehat.

Berikut gejala yang umum terjadi, meliputi:

Jika sudah mengalami beberapa gejala di atas, terutama diare, pastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi agar tubuh tidak mengalami dehidrasi.

2. Myiasis Usus

Mysiasis merupakan gangguan pada saluran pencernaan yang disebabkan oleh larva lalat yang hidup di jaringan tubuh manusia.

Kondisi ini sudah memasuki tahap berbahaya. Ini terjadi ketika telur lalat hidup berada di dalam tubuh penderitanya dalam jumlah yang banyak dan memakan jaringan-jaringan tubuh untuk bertahan hidup.

Beberapa orang dengan myiasis usus tidak mengalami gejala apa pun dan umumnya baru menyadari saat memperhatikan feses yang di mana terdapat telur lalat.

Meskipun jarang menimbulkan gejala, beberapa hal berikut ini dapat menjadi pertanda seseorang terkena myiasis usus, meliputi:

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di Journal of the American College of Clinical Wound Specialists, untuk mengatasi kondisi ini, biasanya akan disarankan untuk mengonsumsi obat antibiotik dan anthelmintik (obat untuk mematikan cacing dalam usus).

3. Reaksi Alergi

Jenis telur lalat tertentu dapat memicu reaksi alergi pada beberapa orang.

Pada beberapa kasus, tidak sengaja memakannya dapat menyebabkan dermatitis kontak (peradangan kulit).

Sebenarnya telur lalat sendiri tidak menimbulkan reaksi alergi, akan tetapi telur tersebut memiliki kemungkinan telah terpapar alergen sebelumnya, yang menjadi pemicu reaksi alergi pada tubuh.

Kapan Harus ke Dokter?

Kapan Harus ke Dokter?

Foto: Kapan Harus ke Dokter?

Foto: unsplash.com

Moms dapat segera melakukan pemeriksaan ke dokter jika mengalami beberapa gejala di bawah ini:

  • Sakit perut terus menerus
  • Telur lalat tampak di feses
  • Gejala keracunan bakteri yang semakin memburuk
  • Feses berdarah
  • Muntah parah yang terjadi terus-menerus
  • Mengalami dehidrasi
  • Diare yang berlangsung lebih dari 3 hari

Melakukan perawatan di rumah sakit dapat membantu meringankan gejala-gejala yang dialami.

Jangan sampai menunda-nunda ke rumah sakit ya, Moms!

Baca Juga: Mengenal Kutu Daun, Serangga yang Bahaya untuk Tanaman Cabai

Cara Membunuh Telur Lalat

Cara Membunuh Telur Lalat

Foto: Cara Membunuh Telur Lalat

Foto: unsplash.com

Melihat telur lalat yang menumpuk di rumah atau bahkan di makanan, menjadi hal yang sangat buruk untuk dilihat ya, Moms.

Jika dibiarkan, telur-telur tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Karena itu, membunuh makhluk kecil menjijikkan tersebut sebaiknya dilakukan secepat mungkin.

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah segera melakukan pembersihan rumah.

Sapu dan pel seluruh rumah, hilangkan area-area rumah yang lembap, buang sisa makanan yang tidak termakan, serta buang sampah yang sudah menumpuk.

Selanjutnya, semprotkan pembasmi lalat dan telur lalat yang dapat dibeli secara online dan offline.

Hal ini akan membunuh makhluk-makhluk tersebut. Untuk mencegahnya datang kembali, pastikan agar rumah tetap bersih guna terhindar dari lalat dan telur-telurnya.

Mencegah Telur Lalat Berada di Rumah dan Makanan

Mencegah Telur Lalat Berada di Rumah dan Makanan

Foto: Mencegah Telur Lalat Berada di Rumah dan Makanan

Foto: unsplash.com

Moms dapat melakukan hal-hal berikut secara teratur untuk mencegah telur lalat menghampiri lingkungan sekitar, antara lain:

  • Bersihkan semua barang-barang dan lantai dengan cairan pembersih yang memiliki kandungan antibakteri.
  • Tutup semua makanan dalam wadah yang kedap udara.
  • Gunakan tempat sampah yang memiliki penutup.

Baca Juga: Waspada! Ini 8 Jenis Serangga Berbahaya dan Mematikan

Siklus Hidup Lalat

Siklus Hidup Lalat

Foto: Siklus Hidup Lalat

Foto: shutterstock.com

Lalat memiliki usia yang relatif pendek yaitu sekitar 15 - 30 hari.

Sama halnya dengan serangga lainnya, lalat juga melewati 4 tahap siklus untuk menjadi lalat seutuhnya.

Berikut ulasannya.

1. Telur

Tahap pertama dari siklus hidup lalat adalah telur. Setelah kawin, lalat betina akan bertelur dan lalat jantan membuahinya.

Lalat bertelur di tempat yang hangat dan lembab, yang biasanya pada sesuatu yang telah membusuk seperti sisa makanan, sampah, bangkai, kotoran hewan atau manusia.

Lalat betina dapat bertelur lebih dari 500 telur sepanjang hidupnya.

2. Larva Lalat atau Belatung

Tahap kedua dari siklus hidup lalat adalah larva, yang juga disebut sebagai belatung.

Larva lalat berbentuk seperti cacing dan berwarna pucat. Makhluk kecil tersebut tinggal dekat dengan sumber makanan mereka, seperti bangkai hewan, kotoran hewan, dan sampah.

Untuk tumbuh, belatung membutuhkan makan sehingga dapat memulai proses ganti kulit, yang memiliki kemiripan dengan proses serangga melepaskan kulit atau kerangka luarnya.

Masa ganti kulit pada lalat terjadi 3 kali sebelum lalat memasuki tahap siklus hidup berikutnya.

3. Pupa

Selama tahap ini, lalat biasanya tidak aktif, tidak bergerak, dan bahkan tidak makan.

Makhluk ini membentuk cangkang seperti kepompong dan menumbuhkan sayap, antena, dan kaki. Begitu keluar dari cangkangnya, lahirlah lalat baru.

Setelah tahu siklus hidup lalat dan bagaimana mereka bisa bertelur dalam jumlah begitu banyak, di mana telurnya juga dapat menempel di makanan, Moms harus lebih ekstra lagi perhatikan kebersihan makanan di rumah.

Jangan sampai makanan di rumah dihinggapi telur lalat, ya Moms!

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/325319
  • https://www.solutionsstores.com/how-to-get-rid-of-maggots-in-kitchen
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/labs/pmc/articles/PMC6161638/
  • https://www.fantasticpestcontrol.co.uk/flies/fly-life-cycle/