Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Keamanan Balita | Jul 10, 2018

6 Aturan Berinteraksi dengan Orang Asing yang Harus Diajarkan Pada Balita

Bagikan


Apakah Moms sudah pernah mengajarkan aturan interaksi balita dan orang asing? Sejak usia 2,5 tahun, balita sebaiknya sudah mulai diajarkan untuk waspada terhadap orang asing yang ditemuinya.

Tujuannya bukan untuk membuat balita takut dengan semua orang asing ya, Moms. Tetapi mengajarkan batasan interaksi antara balita dan orang asing, serta mengenali mana orang asing yang “baik” dan “tidak baik.”

Dengan berbagai kasus penculikan serta pelecehan seksual terhadap anak yang semakin marak belakangan ini, ada baiknya Moms mulai mengajarkan beberapa aturan berinteraksi dengan orang asing berikut pada balita:

Ajarkan Bagian Tubuh yang Terlarang

foto: lapetite.com

Tidak pernah terlalu dini untuk mulai mengajarkan balita nama yang benar untuk menyebut kemaluannya, yaitu penis dan vagina.

Menurut Psychology Today, cara ini akan menghindarkan balita dari kesan bahwa dia harus merasa tidak nyaman, risih, atau nakal saat membicarakan bagian tubuh tersebut.

Ajarkan pada balita bahwa area penis dan vagina hanya boleh disentuh oleh dirinya, Moms, dan Dads saja.

Area tersebut tidak boleh disentuh oleh orang lain dan ia juga tidak boleh menyentuh area kemaluan orang lain.

Harus Didampingi Orang Dewasa yang Sudah Dikenal

foto: care.com

Aturan “jangan berbicara dengan orang asing” saja sudah tidak lagi cukup untuk diterapkan.

Sebagai gantinya, ajarkan balita bahwa dia hanya boleh berbicara pada orang asing bila didampingi Moms, Dads, atau orang dewasa lain yang sudah ia kenal, seperti kakek, nenek, atau paman dan bibi.

Bila balita sedang sendiri dan ada orang asing yang mengajaknya berbicara, ajari balita untuk segera pergi dari tempat tersebut dan mencari Moms.

Baca Juga: 7 Cara Melatih Anak Agar Terhindar dari Penculikan

Tidak Boleh Menerima Apapun dari Orang Asing

foto: psicologosconcienciarte

Ajarkan pada buah hati bahwa dia tidak boleh menerima apapun dari orang asing tanpa seizin Moms atau Dads, baik itu makanan, mainan, atau benda lainnya.

Balita juga tidak boleh memberi atau menerima bantuan dalam bentuk apapun dari orang asing, baik itu membantu mencarikan mainan, mengajak pergi, dan sebagainya.

Sebagai bagian dari aturan interaksi antara balita dan orang asing, ingatkan bahwa meski orang asing tersebut mengatakan “Tidak apa-apa, kata ibu boleh kok,” balita harus tetap menolak dan segera pergi dari tempat tersebut dan mencari Moms.

Tunjukkan Orang Asing yang “Aman”

foto: morse-firm.com

Saat sedang berada di ruang publik, ajari mereka cara mengenali orang asing “baik” yang bisa dipercaya dan aman dimintai bantuan.

Selain polisi dan satpam, ajarkan balita untuk meminta bantuan pada orang yang mengenakan tanda nama di dadanya, seperti pegawai toko atau kasir di pusat perbelanjaan.

Baca Juga: Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua Ketika Anak Diculik?

Tidak Boleh Menyimpan Rahasia

foto: babble.com

Aturan interaksi balita dan orang asing ini juga tidak kalah penting, Moms. Katakan bahwa Si Kecil harus cerita pada Moms bila ada orang yang menyentuh area kemaluannya atau memintanya menyentuh area kemaluan mereka.

Tekankan pada buah hati bahwa ia tidak boleh menyimpan rahasia, kecuali untuk kejutan. Jadi, minta balita untuk segera memberitahu Moms bila ada orang yang memintanya menyimpan rahasia.

Ajarkan Tentang “Tidak, Pergi, Teriak, Beritahu”

foto: parentingfromtheheartblog.com

National Crime Prevention Council merekomendasikan setiap orang tua mengajarkan taktik “Tidak, Pergi, Teriak, Beritahu” pada anak mereka.

Ajarkan balita untuk menggunakan taktik ini dalam situasi berbahaya atau tidak aman, dimana dia harus segera berteriak “Tidak!” sambil berlari menjauh, lalu kembali berteriak minta tolong dan beritahu kepada orang dewasa “aman” seperti yang sudah diajarkan di poin sebelumnya.

Beritahu buah hati bahwa dia boleh berkata tidak pada orang dewasa dan boleh berteriak bila ada orang dewasa yang membuatnya merasa tidak nyaman.

Moms, yang terpenting adalah mengajarkan balita untuk segera pergi dan berteriak bila ia tidak nyaman atau merasa ada sesuatu yang salah. Jangan juga memaksa balita untuk menyapa, memeluk, atau mencium orang lain baik asing maupun dekat.

Apa Moms punya tips agar komunikasi dengan balita bisa lancar dan dia tidak sungkan untuk bercerita apapun?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.