04 Maret 2022

Mengenal Adenomiosis, Masalah yang Dapat Hadir pada Rahim Perempuan

Menjadi salah satu penyakit yang mengganggu rahim, lalu, seperti apa ciri-cirinya?

Rahim merupakan organ vital bagi proses reproduksi perempuan. Terdapat banyak masalah kesehatan yang dapat menyerang rahim, seperti salah satunya adenomiosis.

Adenomiosis, merupakan salah satu masalah rahim ketika jaringan endometrium tumbuh secara abnormal menembus otot dinding rahim.

Jika seseorang mengalami kondisi ini dinding rahim akan lebih tebal dan mendistorsi pembuluh darah (pembuluh darah).

Sehingga dapat menyebabkan menstruasi yang berat, berkepanjangan, dan menyakitkan.

Meskipun bukan sebuah kelainan pada rahim yang berbahaya, adenomiosis tak bisa dianggap sepele.

Menjadi sebuah masalah yang menganggu alat reproduksi perempuan, menjadi informasi mengenai adenomiosis penting untuk diketahui.

Yuk, Mom cari tahu informasi mengenai adenomiosis di sini!

Baca Juga: Mengulik Manfaat Sereh untuk Rahim, Benarkah Berkhasiat?

Penjelasan Adenomiosis

Mengenal adenomiosis, masalah rahim yang bisa bikin sulit hamil.jpg
Foto: Mengenal adenomiosis, masalah rahim yang bisa bikin sulit hamil.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya adenomiosis adalah sebuah masalah yang berada pada rahim perempuan.

Adenomyosis atau adenomiosis adalah suatu kondisi di mana lapisan dalam rahim (endometrium) menembus dinding otot rahim (miometrium).

Adenomiosis dianggap sebagai kelainan pada rahim yang tidak berbahaya. Namun, masalah rahim ini dapat mengganggu kehidupan dan memengaruhi kualitas hidup perempuan.

Kondisi ini dapat ditemukan di seluruh rahim atau terlokalisasi di satu tempat.

Perlu diingat bahwa adenomiosis tidak sama dengan endometriosis, yang terjadi ketika lapisan endometrium tumbuh di luar rahim.

Perbedaan Adenomiosis dan Endometriosis

Sering Disalahartikan, Ini 5 Perbedaan Endometriosis, Kista, dan Mioma
Foto: Sering Disalahartikan, Ini 5 Perbedaan Endometriosis, Kista, dan Mioma

Foto: Orami Photo Stock

Adenomyosis dan endometriosis sangat mirip, meskipun sama-sama merupakan gangguan pada rahim tetapi ada perbedaan yang mendasar.

Adenomiosis, merupakan kondisu sel-sel yang melapisi rahim tumbuh menjadi otot rahim.

Lalu, jika endometriosis, sel-sel ini tumbuh di luar rahim, terkadang di ovarium bahkan saluran tuba.

Kemudian, endometriosis lebih sering terjadi pada wanita berusia 30-40 tahun, sementara lebih banyak wanita berusia 40-50 tahun lebih berisiko adenomiosis.

Tetapi, persamaannya, ada kemungkinan bagi seorang wanita untuk memiliki endometriosis dan adenomiosis. Kedua gejala dari kondisi ini juga akan mereda setelah menopause.

Baca Juga: Cari Tahu Soal Rahim Pendek, dari Tanda hingga Terapinya

Gejala Adenomiosis

Mengenal adenomiosis, masalah rahim yang bisa bikin sulit hamil (3).jpg
Foto: Mengenal adenomiosis, masalah rahim yang bisa bikin sulit hamil (3).jpg (pexels.com)

Foto: Orami Photo Stock

Sayangnya, terkadang, adenomiosis tidak menyebabkan tanda atau gejala yang hadir, mungkin hanya ketidaknyamanan ringan saja yang kerap ditimbulkan.

Sehingga beberapa orang mungkin tidak mengetahuinya sama sekali. Gejala yang muncul dari adenomiosis bisa terbilang ringan bahkan berat dan berbeda setiap orangnya.

Namun, secara umum keberadaan adenomiosis dapat ditandai dengan beberapa gejala berikut:

  • Perdarahan hebat saat menstruasi
  • Waktu menstruasi yang lebih panjang
  • Kram menstruasi yang hebat
  • Tekanan pada perut dan kembung
  • Tekanan pada kandung kemih
  • Nyeri panggul kronis
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Kemungkinan infertilitas

Baca Juga: Kenali Penyebab Penebalan Dinding Rahim Serta Gejalanya

Penyebab Adenomiosis

Mengenal adenomiosis, masalah rahim yang bisa bikin sulit hamil (2).jpg
Foto: Mengenal adenomiosis, masalah rahim yang bisa bikin sulit hamil (2).jpg (healthline.com)

Foto: Orami Photo Stock

Penyebab pasti adenomiosis hingga saat ini tidak diketahui. Namun, beberapa ahli menemukan beberapa teori tentang pemicu yang menyebabkan kondisi ini, antara lain:

  • Pertumbuhan invasif sel-sel endometrium ke dalam otot rahim
  • Pernah menjalani operasi rahim, seperti operasi caesar atau operasi untuk menghilangkan fibroid rahim
  • Peradangan rahim yang terjadi setelah melahirkan.
  • Jaringan ekstra di dinding rahim, yang ada sebelum lahir dan tumbuh selama masa dewasa
  • Sel induk di miometrium, atau dinding otot rahim
  • Kelainan bentuk rahim
  • Riwayat depresi atau penggunaan antidepresan
  • Merokok

Selain beberapa teori di atas, terdapat faktor-faktor tertentu yang menempatkan orang pada risiko lebih besar untuk terkena adenomiosis, seperti:

  • Kebanyakan didiagnosis pada usia 30 atau 40 tahun
  • Pernah melahirkan sebelumnya
  • Menjalani pengobatan dengan obat kanker payudara tamoxifen

Tetapi, terlepas dari bagaimana adenomiosis berkembang, pertumbuhannya akan bergantung pada sirkulasi estrogen tubuh.

Baca Juga: Haid Lebih dari 2 Minggu, Benarkah Akan Sulit Hamil?

Komplikasi Adenomiosis

anemia.jpg
Foto: anemia.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Gangguan kesehatan lainnya seperti anemia kronis bisa hadir ketika Moms mengalami pendarahan berat dan berkepanjangan selama beberapa waktu.

Ketika telah terserang anemia kronis, ini dapat menyebabkan kelelahan dan masalah kesehatan lainnya.

Meski tidak berbahaya, rasa sakit dan pendarahan berlebihan yang terkait dengan adenomiosis dapat mengganggu gaya hidup.

Misalnya, Moms mungkin menghindari aktivitas yang Moms nikmati di masa lalu karena kerap merasa kesakitan atau khawatir akan mulai pendarahan.

Diagnosis Adenomiosis

dokter.jpg
Foto: dokter.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika telah muncul beberapa gejala yang sudah disebutkan, alangkah baiknya Moms langsung berkunjung ke ahlinya.

Misalnya, Moms mengalami pendarahan berat yang berkepanjangan atau kram parah selama menstruasi yang mengganggu aktivitas rutin, buatlah janji bertemu dengan dokter.

Sebelum mengkonfirmasi tentang diagnosis, dokter akan melakukan evaluasi diagnostik yang umumnya mencakup pemeriksaan dokter dan radiologi .

Langkah awal, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area panggul untuk menentukan apakah rahim membesar atau cenderung berubah.

Karena, dalam beberapa kasus, orang dengan adenomiosis dapat memiliki rahim yang berukuran dua atau tiga kali lipat dari ukuran rahim normal.

Selain pemeriksaaan beberapa tes perlu dilakukan, seperti:

  • USG atau Ultrasonografi transvaginal dapat membantu dokter mendiagnosis kondisi tersebut
  • Pemindaian MRI untuk mengetahui kondisi rahim pasien

Karena gejalanya yang sangat mirip, adenomiosis sering salah didiagnosis sebagai fibroid rahim. Namun, kedua kondisi tersebut tidak sama.

Sementara fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam atau di dinding rahim, adenomiosis kurang dari massa sel yang ditentukan di dalam dinding rahim.

Baca Juga: 3 Tanda Janin Lapar dalam Rahim, Bumil Wajib Tahu!

Cara Pengobatan Adenomiosis

sindrom asherman - pengobatan.jpg
Foto: sindrom asherman - pengobatan.jpg (shutterstock.com)

Foto: Orami Photo Stock

Seluruh perawatan bergantung pada gejala yang dirasakan dan tingkat keparahannya.

Gejala ringan dapat diobati dengan obat nyeri yang dijual bebas atau penggunaan bantal pemanas untuk meredakan kram.

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai cara atau langkah pengobatan dari adenomiosis, mulai dari:

1. Pemberian obat anti-inflamasi

Dokter mungkin akan meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) untuk meredakan nyeri ringan.

NSAID biasanya dimulai satu hingga dua hari sebelum awal periode menstruasi.

2. Terapi hormon

Bagi Moms yang memiliki gejala berat adenomiosis, dokter akan menyarankan untuk melakukan terapi hormonal seperti IUD pelepas levonorgestrel, inhibitor aromatase, dan analog GnRH.

3. Embolisasi arteri uterina

Perawatan emobolisasi arteri utama ini biasanya digunakan untuk membantu mengecilkan fibroid, partikel kecil digunakan untuk memblokir pembuluh darah ke adenomiosis.

Partikel dipandu melalui tabung kecil yang dimasukkan oleh ahli radiologi ke dalam arteri femoralis pasien. Dengan suplai darah terputus, adenomiosis dapat menyusut.

4. Ablasi endometrium

Ablasi endometrium terbukti efektif dalam meredakan gejala pada beberapa pasien ketika adenomiosis belum menembus jauh ke dalam dinding otot rahim.

Baca Juga: Sedang Program Hamil? Simak Panduannya di Sini!

Ternyata, meskipun bukan termasuk ke dalam golongan penyakit berbahaya, adenomiosis juga dapat menyebabkan risiko penyakit lainnya.

Jadi ketika hadir gejala, segera buatlah janji ke dokter untuk mengetahui kondisi kesehatan rahim Moms lebih lanjut.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/adenomyosis/symptoms-causes/syc-20369138
  • https://www.webmd.com/women/guide/adenomyosis-symptoms-causes-treatments
  • https://www.healthline.com/health/adenomyosis#risk-factors
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14167-adenomyosis
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/321296#endometriosis

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.