Kesehatan

19 Juli 2021

Mengenal Alergi Dingin dan Gejala yang Ditimbulkannya

Pahami gejala alergi dingin dan cara paling tepat untuk mengatasinya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Pernahkah Moms atau Dads mengalami alergi dingin? Biasanya, kondisi ini disebut juga urtikaria dingin. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini ditandai dengan kulit yang mendadak terasa gatal, menjadi kemerahan, dan tentunya terasa tidak nyaman.

Orang dengan urtikaria atau alergi dingin mengalami gejala yang sangat berbeda. Beberapa memiliki reaksi ringan terhadap dingin, sementara yang lain memiliki reaksi parah.

Bagi beberapa orang dengan kondisi ini, berenang di air dingin dapat menyebabkan tekanan darah sangat rendah, pingsan, atau syok.

Siapa pun bisa mengalami alergi dingin, baik orang dewasa maupun anak-anak, termasuk pada bayi yang baru lahir dan ibu hamil.

Umumnya, alergi dingin bukan penyakit yang berbahaya, tetapi sebagai respon tidak biasa dari sistem kekebalan tubuh kita.

Baca juga: Alergi Dingin pada Anak, Ini Gejala dan Penanganannya

Penyebab Terjadinya Alergi Dingin

Penyebab Terjadinya Alergi Dingin.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Hal yang menjadi pertanyaan, apa yang menjadi penyebab alergi dingin? Alergi dingin merupakan reaksi kulit terhadap suhu dingin yang muncul dalam beberapa menit setelah terkena paparannya.

Sayangnya, penyebab pasti dari kondisi ini belum diketahui. Sebab, setiap orang bisa memiliki penyebab yang berbeda-beda.

Tak hanya pada cuaca, tubuh orang dengan alergi dingin pun dapat bereaksi saat terkena benda dingin, berada di ruangan dingin, atau menikmati makanan yang dingin.

Selain itu, beberapa orang tertentu tampaknya memiliki sel kulit yang sangat sensitif, karena sifat bawaan, virus, atau penyakit.

Saat seseorang mengalami alergi dingin, maka ini akan memicu pelepasan histamin dan bahan kimia lainnya ke dalam aliran darah.

Kemudian, bahan kimia ini menyebabkan kulit menjadi kemerahan, gatal, dan terkadang reaksi seluruh tubuh (sistemik).

Adapun faktor lainnya yang dapat menjadi pemicu terjadinya alergi dingin, yaitu kondisi kesehatan.

Pada beberapa orang, alergi dingin dapat disebabkan oleh masalah kesehatan yang mendasarinya, seperti hepatitis atau kanker.

Baca Juga: Waspada Alergi Saat Hamil

Gejala Alergi Dingin yang Perlu Dipahami

kesehata, alergi dingin

Foto: Orami Photo Stock

Dokter Eileen Wang, MD, MPH, asisten profesor dari National Jewish Health di Denver, Amerika, mengatakan bahwa alergi dingin tidak hanya melibatkan musim tetapi bisa juga bisa diakibatkan makanan dingin.

Perlu dipahami bahwa gejala-gejala ini akan timbul beberapa menit setelah terpapar dan dapat berlangsung hingga dua jam.

Lalu, seberapa dingin suhu yang bisa memicu alergi ini? Biasanya, gejala akan terpicu ketika suhu turun di bawah 39 derajat Fahrenheit atau 4 derajat Celsius.

Berikut beberapa gejala alergi dingin yang cukup umum menyerang, yaitu:

Bercak merah

Munculnya bercak merah pada kulit dan rasanya sangat gatal. Jika kulit Moms menjadi merah, gatal, dan bengkak dalam 5-30 menit setelah terkena dingin, mungkin Moms menderita urtikaria dingin,

Bengkak

Gejala lain yang bisa dilihat termasuk tangan bengkak saat memegang minuman dingin, atau bibir dan lidah bengkak saat minum minuman dingin," jelas Eileen.

Flu dan tenggorokan gatal

Seseorang yang mengalami alergi dingin juga dapat mengalami flu hingga tenggorokan terasa gatal.

Isabel Valdez, Asisten Dokter dan Instruktur Kesehatan Keluarga dan Masyarakat di Baylor College of Medicine mengatakan, seseorang memiliki pilek karena alergi dingin adalah ketika lendir yang mengalir dari hidung berwarna jernih, bukan berwarna kuning atau hijau.

Perubahan cuaca ini menyebabkan alergi karena ada lebih banyak senyawa jahat atau iritasi di lingkungan yang mungkin membuat kontak dengan manusia.

"Senyawa jahat ini dapat menyebabkan alergi ringan dengan gejala seperti hidung tersumbat, tenggorokan gatal atau merasakan tekanan di sekitar mata. Alergi ringan dapat diatasi dengan obat alergi, antihistamin, dan semprotan hidung," ujarnya.

Pada beberapa kasus yang lebih berat, menurut National Institutes of Health, gejala yang ditimbulkan bisa berupa tekanan darah rendah, jantung yang berdebar, kesulitan bernapas, hingga syok.

Itulah beberapa gejala alergi dingin yang perlu diwaspadai. Kemudian, adakah cara efektif untuk mencegah terjadinya alergi dingin?

Baca juga: Miliki Gejala Serupa, Ini Perbedaan Pilek karena Flu dan Alergi Dingin

Cara Mengatasi Alergi Dingin

Pada beberapa orang, dampak dari alergi ini bisa hilang dengan sendirinya setelah berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Sedangkan untuk pasien lainnya bisa bertahan lebih lama lagi.

Adapun beberapa langkah yang bisa menjadi penanganan pertama saat mengalami alergi dingin, yaitu:

1. Konsumsi Obat

Konsumsi Obat.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sebenarnya, tidak ada jenis obat yang benar-benar dapat mengatasi alergi dingin. Namun, makan obat tertentu mampu meredakan gejala alergi dingin yang Moms alami.

Mengonsumsi obat antihistamin, dekongestan, dan loratadine bisa dijadikan sebagai penanganan pertama saat mengalami alergi dingin.

Di antara jenis obat-obatan tersebut, antihistamin termasuk obat nonresep alias bebas, sehingga Moms bisa mendapatkannya di toko obat terdekat.

Namun, pada beberapa kondisi, seperti Moms tengah hamil atau anak-anak yang mengalami alergi dingin, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jenis obat apa yang paling tepat untuk meredakan gejala alergi dingin.

2. Jaga Suhu Ruangan

Jaga Suhu Ruangan

Foto: Orami Photo Stock

Hal lainnya yang harus diperhatikan saat mengalami alergi dingin, yaitu memerhatikan suhu ruangan agar tidak terlalu dingin atau lembap.

Sebab, suhu yang terlalu dingin atau lembap dapat memperparah gejala yang ada.

Caranya, Moms bisa menggunakan humidifier bila tersedia dan aturlah kelembapan rumah agar berada di bawah 50%.

Diketahui bahwa kelembapan udara di atas 60% adalah tempat yang ideal bagi tungau dan jamur untuk berkembang.

Kondisi ini dapat memperparah gejala alergi yang Moms alami.

3. Menghindari Pemicunya

Menghindari Pemicunya.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang diungkapkan di awal, setiap orang dapat memiliki pemicu alergi dingin yang berbeda-beda. Nah, Moms harus memahami pemicu alergi dingin yang dialami.

Pastikan untuk menjauhi pemicunya untuk mencegah terjadinya gejala yang semakin parah.

Perhatikan kapan gejala alergi tersebut, apakah kulit menjadi memerah setelah minum air es atau kulit gatal akibat udara yang dingin.

Atau apakah Moms merasa gatal-gatal dan muncul biduran ketika udara di sekitar dingin.

Sebaiknya, hindari juga mandi dengan air dingin atau berenang saat cuaca sedang dingin. Hal ini dapat mencegah reaksi alergi di kemudian hari.

4. Menggunakan Obat Semprot Hidung

Menggunakan Obat Semprot Hidungber firstcryparenting.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika alergi dingin yang dialami menyebabkan gangguan pernapasan, Moms dapat menggunakan obat semprot hidung.

Nasal saline atau obat semprot hidung merupakan sejenis larutan garam yang aman digunakan, termasuk oleh ibu hamil.

Jika alergi sudah sangat mengganggu pernapasan, Moms bisa menggunakannya. Cukup semprotkan obat tersebut pada masing-masing lubang hidung sebanyak 3-6 kali.

Kemudian, diamkan selama 30 detik. Lalu, embuskan napas dengan keras hingga larutan garam keluar. Obat ini akan meredakan gejala yang mengganggu sistem pernapasan Moms.

Jika Moms sudah merasa tidak nyaman dengan alergi dingin yang dialami secara berulang, tidak ada salahnya untuk menemui dokter atau ahli imunologi.

Dilansir dari American Academy of Dermatology Association, dokter mungkin akan meletakkan kantong plastik dengan es batu di lengan bawah Moms untuk melihat reaksi kulit terhadap dingin.

Baca juga: 6 Bahan Alami untuk Mengatasi Biduran

Itulah hal yang perlu dipahami tentang alergi dingin. Alergi dingin mungkin bisa timbul sewaktu-waktu tanpa Moms dan Dads sadari.

Cara Mencegah Alergi Dingin

Pencegahan Alergi Dingin .jpg

Foto: Orami Photo Stock

Kemudian, adakah cara efektif untuk mencegah alergi dingin? Dokter Alan Greene, MD, FAAP, praktisi kesehatan dan juga penasihat kesehatan global dari Amerika Serikat, mengatakan tindakan pencegahan bisa dilakukan.

"Langkah awal untuk melakukan pencegahannya adalah mengidentifikasi pemicu terjadinya alergi," ujarnya.

Selain itu, Moms bisa melakukan beberapa cara berikut ini untuk mencegah terjadinya alergi dingin, yaitu:

  1. Tingkatkan imunitas tubuh dengan rutin mengonsumsi vitamin C.
  2. Dipijat malam hari sebelum beristirahat.
  3. Minum antihistamin yang dijual bebas sebelum terkena dingin.
  4. Lindungi tubuh dari dingin mendadak. Misalnya, jika Moms dan Dads akan berenang. Ada baiknya Moms dan Dads mencelupkan tangan terlebih dulu untuk melihat reaksinya pada kulit.
  5. Hindari makanan atau minuman yang dingin seperti es untuk mencegah pembengkakan pada tenggorokan.
  6. Jika Moms dan Dads memiliki obat-obatan yang harus dikonsumsi maka minumlah secara teratur untuk mengurangi risiko pembengkakan.
  7. Cuaca dingin dapat menimbulkan reaksi terhadap Moms yang memiliki alergi dingin. Disarankan untuk menggunakan baju hangat dan kaus kaki, meskipun berada di dalam rumah.
  8. Jaga suhu badan selalu hangat untuk mencegah reaksi alergi muncul. Caranya, Moms dapat mengoleskan minyak angin pada titik-titik tubuh tertentu untuk mencegah terjadinya alergi dingin.

Baca Juga: Syok Anafilaktik, Reaksi Alergi Parah pada Balita

Jadi, ada baiknya berusahalah untuk tetap menjaga kesehatan Moms dan Dads serta siapkan penanganan darurat (obat) ke mana pun Moms dan Dads pergi.

  • https://newsinhealth.nih.gov/2014/10/cold-flu-or-allergy
  • https://www.aad.org/public/diseases/a-z/hives-cold-urticaria
  • https://health.clevelandclinic.org/yes-you-really-can-be-allergic-to-the-cold/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cold-urticaria/symptoms-causes/syc-20371046
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait