Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Apa Itu Stillbirth dan Perbedaannya dengan Keguguran?

Bagikan



Pada masa kehamilan, dua hal yang mungkin terjadi yaitu keguguran (misscarriage) dan IUFD (Intra Uterin Fetal Death). IUFD atau yang mungkin lebih dikenal dengan istilah stillbirth merupakan dua hal yang berbeda dengan keguguran.

Letak perbedaan keduanya adalah pada usia janin. Keguguran merupakan kematian janin dalam kandungan sebelum usianya mencapai 20 minggu atau disebut dengan trimester pertama.

Sementara IUFD atau stillbirth merupakan kematian janin di atas usia 20 minggu, biasa disebut dengan trimester 2 atau 3. Janin yang usianya telah di atas 20 minggu, telah memiliki ukuran tubuh kurang lebih 500gr dan organ yang sempurna. Sehingga harus dilahirkan dan buka dikuret seperti pada kasus keguguran.

Penyebab Stillbirth

Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan stillbirth, diantaranya:

1. Ketidakcocokan Rhesus

Adanya ketidakcocokan rhesus atau darah antara ibu dan bayi dapat menjadi salah satu faktor IUFD, dimana hal ini umumnya terjadi dari pernikahan ras yang berbeda.

2. Bayi terlilit tali pusar

Gerakan bayi yang berlebih dapat menyebabkan bayi terlilit tali pusar atau tali pusar terpelintir, sehingga asupan nutrisi dan oksigen ke janin menjadi terhenti.

Selain dua hal diatas, hal yang mungkin menjadi faktor adalah; kelainan kromosom bayi, infeksi pada ibu hamil, trauma, kelelahan atau kurang istirahat.

Kemungkinan terjadinya stillbirth lebih besar pada ibu hamil dengan kondisi obesitas, pernah mengalami stillbirth, hamil kembar, preeklamsia, pernah melahirkan premature dan memiliki penyakit kronis.

Baca Juga : Makanan Nanas Saat Hamil Bisa Bikin Keguguran, Mitos Atau Fakta?

Pasca Stillbirth

Stillbirth memang harus dikeluarkan sesaat setelah diketahui meninggal, kecuali terdapat masalah medis yang membahayakan Moms. Lebih cepat memang lebih baik namun tak perlu dipaksakan, batasnya adalah 14 hari atau sekitar 2 minggu.

Proses setelah melahirkannyapun akan sama, ASI Moms akan keluar, namun dokter biasanya akan memberikan penghenti ASI pada ibu bayi IUFD.

Setelah mengalami stillbirth, Moms tentu ingin melihat dan memeluk bayi yang sudah dilahirkan tersebut. Bahkan Moms juga ingin memberikan nama bagi bayi mereka, sebagian ada yang ingin menciptakan kenangan dengan mengambil foto atau seikat rambut.

Trauma tentulah dirasakan, namun mencari tahu mengapa stillbirth dapat terjadi akan membantu proses berduka dan memberikan informasi jika Moms ingin hamil kembali di masa depan.

Mencegah Stillbirth

Moms tentu ingin menghindari terjadinya stillbirth. Untuk itu ada beberapa hal yang dapat Moms lakukan. Saat sebelum hamil, bila Moms telah mengetahui bahwa Moms memiliki risiko still birth makan konsultasikanlah kepada dokter kandungan.

Jelaskan sedetail mungkin apa saja yang Moms konsumsi, termasuk obat herbal sekalipun. Bila Moms seorang penderita diabetes atau hipertensi maka pastikan kondisi Moms terkendali sebelum hamil.

Begitu pula jika Mos mengalami obesitas, maka upayakan untuk menurunkan berat badan Moms sebelum hamil dan jangan sesekali mencoba menguruskan bada saat kehamilan.

Selain itu, ubahlah gaya hidup Moms seperti berhenti merokok, menghindari alkohol dan obat-obatan selama kehamilan serta memenuhi semua janji antenatal sehingga dokter dapat memonitor pertumbuhan dan kesehatan bayi Moms.

(MDP)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.