20 Juni 2024

Sering Batuk Sampai Muntah? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Salah satu penyebabnya bisa jadi karena bronkitis akut, waspada!

Pernahkah Moms mengalami keadaan di mana batuk-batuk sampai muntah?

Rasa gatal pada tenggorokan yang luar biasa menjadi salah satu pemicu keadaan tersebut.

Menurut dr. Margretha Lyn Hadiprasetya, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam, dan berpraktik di RS Pondok Indah – Puri Indah, batuk tidak selalu merupakan gejala sebuah penyakit.

Batuk adalah salah satu bentuk pertahanan tubuh saat ada debu, alergen, benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan.

Benda asing tersebut akan menimbulkan rangsangan pada reseptor di saluran napas yang menyebabkan otak memberikan perintah kepada otot di dinding dada dan perut untuk berkontraksi.

"Kontraksi otot tersebut yang menyebabkan udara menyembur keluar sehingga terlontarlah benda asing tersebut keluar melalui proses batuk yang kita kenal selama ini," jelasnya.

Pada beberapa kasus, seseorang dengan keadaan batuk-batuk yang parah, tidak hanya menyebabkan muntah.

Namun, ini juga dapat menyebabkan kondisi serius, seperti pendarahan, hingga patah tulang.

Selain itu, pada tingkat yang parah lainnya, serta tanpa penanganan yang tepat, batuk sampai muntah dapat menyebabkan kondisi berbahaya lainnya.

Terutama jika cairan yang keluar secara tidak sengaja masuk ke dalam saluran pernapasan.

Jika hal itu terjadi, maka dapat menyebabkan kondisi seperti, peradangan paru, atau yang dikenal dalam istilah medis, pneumonia aspirasi.

Untuk itu, mari cari tahu informasi lainnya seputar batuk sampai muntah di artikel ini, ya Moms.

Baca Juga: Mengenal Batuk Rejan, Penyakit yang Bisa Membahayakan Bayi dan Anak

Penyebab Batuk sampai Muntah

Ilustrasi Batuk (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Batuk (Orami Photo Stock)

Batuk sampai muntah umumnya tidak berbahaya bagi penderitanya

Namun, hal tersebut dapat sangat mengganggu dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dr. Margretha, penyebab dari keadaan batuk sampai muntah terjadi karena adanya kontraksi otot dinding perut yang merupakan bagian dari refleks batuk.

Hal tersebut dapat menimbulkan kenaikan tekanan di dalam perut sehingga tidak jarang, batuk yang hebat dan terus menerus dapat memicu terjadinya muntah.

Refleks batuk yang terjadi tersebut, dapat disebabkan oleh hal-hal berikut ini.

1. Merokok

Kebanyakan perokok mengalami kondisi batuk kronis.

Hal ini disebabkan karena asap rokok yang masuk ke dalam tubuh, mengandung senyawa-senyawa yang dapat merusak saluran pernapasan di paru-paru.

Kerusakan yang dapat terjadi seperti, adanya lendir, dan kuman yang tidak dapat dibersihkan di saluran pernapasan.

Hal tersebutlah yang dapat memicu refleks batuk, hingga menyebabkan muntah pada penderitanya.

Baca Juga: Mengenal Croup, Gejala Batuk Keras Seperti Menggonggong

2. Flu

Flu sering terjadi disebabkan oleh adanya serangan virus pada tubuh.

Virus yang memasuki pertahanan tubuh tersebut dapat menyebabkan berbagai kondisi, seperti bersin, demam, nyeri tenggorokan, dan juga batuk.

Biasanya, kondisi ini dapat diatasi dengan penggunaan antibiotik yang dijual bebas.

3. Asma

Asma merupakan kondisi yang memiliki ciri khusus, yaitu batuk kronis.

Kondisi tersebut disebabkan oleh adanya peradangan pada paru-paru.

Batuk parah yang dipicu oleh penyakit asma dapat terjadi cukup parah hingga menyebabkan kesulitan bernapas, mengi, dan muntah.

4. Bronkitis Akut

Bronkitis akut dapat terjadi akibat adanya peradangan pada saluran bronkial yang berfungsi menjadi jalur dalam mengangkut udara.

Peradangan yang terjadi memaksa tubuh untuk batuk guna mengeluarkan lendir serta benda asing lainnya.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menyebabkan kesulitan bernapas bagi penderitanya.

Baca Juga: Batuk Kering pada Anak: Penyebab Hingga Pengobatan

5. GERD

GERD atau penyakit asam lambung juga dapat menyebabkan terjadinya batuk sampai muntah.

Hal tersebut terjadi akibat asam lambung yang naik ke pipa makanan dan terkadang masuk ke saluran pernapasan.

Sehingga, dapat mengakibatkan iritasi pada tenggorokan, dan memicu terjadinya batuk yang parah.


6. Postnasal Drip

Kondisi ini terjadi ketika hidung atau sinus penderitanya menghasilkan lendir ekstra, dan menetes ke bagian belakang tenggorokan, sehingga dapat memicu refleks untuk batuk.

Postnasal drip seringkali membuat penderitanya mengalami batuk yang memburuk pada malam hari.

Selain itu, jika kondisi ini terus berlanjut, tidak hanya memicu batuk, namun juga dapat menyebabkan infeksi telinga yang menyakitkan.

7. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronik yang disingkat PPOK, merupakan penyakit paru-paru.

Kondisi ini ditandai dengan adanya peradangan kronis yang menyebabkan aliran udara terhambat, dan mengganggu proses pernapasan.

8. Alergen

Batuk sampai muntah juga bisa disebabkan oleh alergen, lho Moms.

Faktor lingkungan seperti serbuk sari, debu rumah, dan bulu hewan peliharaan dapat menjadi pemicu batuk sampai muntah pada individu yang memiliki sensitivitas alergi.

Sehingga, penting bagi individu yang rentan terhadap alergi ini untuk mengidentifikasi pemicu alergi mereka dan mengambil langkah-langkah untuk menghindarinya.

9. Polusi Udara

Faktor lingkungan seperti polusi udara luar ruangan memiliki potensi untuk memicu batuk sampai muntah.

Udara luar ruangan yang terkontaminasi oleh polusi juga dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu reaksi batuk yang parah.

Penting untuk menghindari atau meminimalkan paparan terhadap faktor lingkungan ini..

Baca Juga: Mengenal Fungsi Bronkus, Saluran Udara yang Membantu Kita Bernapas

Diagnosis Batuk sampai Muntah

Diagnosis Dokter (Orami Photo Stock)
Foto: Diagnosis Dokter (Orami Photo Stock)

Untuk mendiagnosis kondisi batuk kronis, dokter biasanya akan mengawali dengan pemeriksaan riwayat medis pasien, serta melakukan pemeriksaan fisik.

Di saat tersebut, dokter akan menanyakan gejala awal atau menanyakan hal-hal yang menjadi pemicu awal mula terjadinya batuk.

Saat menjalani pemeriksaan fisik, dokter akan melakukan pengecekan terhadap dada atau suara napas pasien menggunakan alat stestoskop.

Dengan begitu, dokter akan mengetahui bila di dalam saluran pernapasan terdapat cairan, atau sumbatan yang dapat mengganggu jalan napas.

Selain itu, sejumlah tes tambahan juga dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang dialami pasien, beberapa tes tersebut meliputi:

  • Tes bronkoskopi yang bertujuan untuk melihat ke dalam paru-paru dan saluran udara dengan menggunakan kamera.
  • CT Scan.
  • Rontgen dada.
  • Tes spirometri untuk menentukan asupan udara dan tanda-tanda asma.
  • Tes fungsi paru-paru, berutujuan untuk menguji kemampuan tubuh dalam menghirup udara guna mendiagnosis adanya asma.
  • Rontgen sinus, untuk mencari adanya infeksi sinus.

Baca Juga: 9 Manfaat Tanaman Thyme, Redakan Batuk Hingga Basmi Jamur

Cara Mengatasi Batuk sampai Muntah

Ilustrasi Obat (Orami Photo Stock)
Foto: Ilustrasi Obat (Orami Photo Stock)

Penanganan batuk yang memicu terjadinya muntah dapat diatasi dengan cara yang berbeda berdasarkan penyebabnya.

"Cara mengatasi batuk dapat dilakukan dengan mencari penyebab batuk terlebih dahulu.

Jika batuk disebabkan karena adanya alergi, maka sebaiknya agar menghindari penyebab terjadinya alergi tersebut.

Selain itu, ada juga batuk yang disebabkan oleh virus, untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan terapi simptomatik.

Yang terakhir bagi penderita batuk yang disebabkan oleh bakteri maka akan mendapatkan pengobatan dengan antibiotik." jelas dr. Margretha terkait cara mengatasi batuk sampai muntah.

Selain itu, beberapa cara lainnya yang bisa dilakukan untuk mengatasi batuk sampai muntah, yaitu:

1. Berhenti Merokok

Merokok dapat menjadi penyebab batuk, serta memperparah kondisi batuk.

Selain itu, merokok juga dapat menyebabkan masalah kesehatan serius lainnya, dan memicu sejumlah penyakit, seperti kanker.

Untuk itu, sebaiknya agar menghindari kebiasaan buruk ini guna mempercepat proses penyembuhan.

2. Melakukan Perawatan di Rumah

Beberapa hal yang bisa Moms lakukan untuk mengobati batuk di rumah, meliputi:

  • Meningkatkan asupan cairan tubuh dengan rutin minum air putih.
  • Beristirahat yang cukup.
  • Untuk sementara, sebaiknya menghindari olahraga.
  • Mengonsumsi obat yang dijual bebas.
  • Membuat minuman yang dapat menenangkan batuk, seperti campuran air hangat dan madu.

Namun, jika perawatan di rumah tidak meningkatkan kondisi menjadi lebih baik, atau sebaliknya, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter.


3. Istirahat yang Cukup

Istirahat yang baik dapat membantu tubuh Moms pulih dari infeksi dan mengurangi ketegangan pada saluran pernapasan.

Cobalah untuk tidur cukup dan menghindari aktivitas berat jika Moms sedang sakit.

4. Hindari Aktivitas Fisik Berlebihan

Aktivitas fisik berlebihan dapat memperburuk batuk sampai muntah. Cobalah untuk menghindari aktivitas yang memicu batuk yang lebih parah.

5. Hindari Pemicu

Jika batuk sampai muntah Moms terkait dengan alergi atau iritasi lingkungan seperti asap rokok, usahakan untuk menghindari pemicu tersebut.

Ini bisa berarti menjauhi alergen, menghindari asap rokok, atau memakai masker pelindung.

6. Meningkatkan Kelembapan Udara

Meningkatkan kelembapan udara di sekitar Moms dapat menjadi langkah efektif untuk mengurangi gejala batuk sampai muntah.

Salah satu cara yang efektif adalah dengan menggunakan humidifier di dalam ruangan.

Humidifier dapat membantu menjaga tingkat kelembapan udara yang optimal, terutama saat udara dalam ruangan cenderung kering akibat pemanas atau AC.

Dengan menjaga kelembapan udara yang cukup, ini dapat membantu meredakan iritasi pada tenggorokan dan saluran pernapasan, yang sering kali memperparah gejala batuk.

7. Berkonsultasi dengan Dokter

Berkonsultasi dengan dokter adalah langkah penting dalam mengatasi batuk sampai muntah yang berkelanjutan atau parah.

Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi Moms untuk menentukan penyebab batuk yang mungkin, seperti infeksi saluran pernapasan atas, bronkitis, atau kondisi lain yang lebih serius.

Melalui pemeriksaan fisik dan, jika diperlukan, tes tambahan seperti tes darah atau rontgen dada, dokter dapat mengidentifikasi penyebab yang mendasari dan meresepkan perawatan yang sesuai.

Baca Juga: 23+ Obat Batuk Berdahak Anak di Apotek dan Herbal Alami

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Dokter
Foto: Dokter (Freepik.com/snowing)

Batuk sampai muntah, terutama pada Si Kecil, dapat menjadi kondisi yang mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan profesional.

Berikut beberapa tanda yang menunjukkan Moms atau Si Kecil perlu segera berkonsultasi dengan dokter:

Batuk disertai dengan:

  • Demam tinggi
  • Sesak napas
  • Nyeri dada
  • Darah dalam dahak
  • Penurunan berat badan
  • Kelelahan ekstrem
  • Kesulitan menelan
  • Muntah terus menerus

Batuk tidak membaik setelah beberapa hari:

  • Batuk yang berlangsung lebih dari 1 minggu pada orang dewasa
  • Batuk yang berlangsung lebih dari 2 minggu pada anak-anak

Batuk semakin parah:

  • Batuk yang semakin sering dan intens
  • Batuk yang mengganggu tidur
  • Batuk yang disertai dengan suara serak atau mengi

Batuk disertai dengan gejala lain:

  • Ruam
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Pada anak-anak, segera hubungi dokter jika:

Batuk disertai dengan:

  • Demam tinggi (38°C atau lebih)
  • Sesak napas
  • Bibir atau lidah berwarna biru
  • Kesulitan bernapas
  • Menangis berlebihan dan tidak dapat ditenangkan

Nah, itu dia ulasan tentang batuk yang diikuti dengan muntah, serta cara mengatasinya di rumah.

Semoga dapat meningkatkan pemahaman Moms, ya!

  • https://www.healthline.com/health/can-you-cough-so-hard-that-you-vomit
  • https://www.medicinenet.com/cough_and_nausea_or_vomiting/multisymptoms.htm
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/319263#diagnosis
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chronic-cough/symptoms-causes/syc-20351575
  • https://www.webmd.com/allergies/postnasal-drip

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.