Program Hamil

15 Februari 2021

Berhubungan setelah Haid dalam Masa KB, Apakah Tetap Bisa Hamil?

Moms, pernahkah bertanya-tanya berhubungan setelah haid dalam masa kb apakah bisa hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pernahkah Moms bertanya apakah bisa tetap hamil jika berhubungan setelah haid dalam masa KB? Apakah Moms sudah menemukan jawabannya? Yuk simak penjelasan terkait berhubungan setelah haid dalam masa KB di bawah ini.

Moms, tidak mungkin hamil tepat setelah haid tetapi bukan tidak mungkin. Namun, kemungkinan hamil rendah setelah menstruasi dibandingkan beberapa hari atau seminggu dalam siklus menstruasi.

Kemampuan untuk hamil itu ajaib. Ini membutuhkan pertemuan antara sperma pria dengan sel telur wanita. Begitu ovarium wanita melepaskan sel telur, sel telur hanya hidup antara 12 dan 24 jam. Sperma pria bisa hidup sekitar tiga hari.

Dilansir dari Healthline, siklus wanita biasanya 28 hari. Hari pertama adalah saat dia mulai menstruasi. Seorang wanita biasanya berovulasi sekitar hari ke-14 (tetapi bisa juga sekitar hari ke-12, 13, atau 14).

Ovulasi adalah saat ovarium wanita melepaskan sel telur untuk pembuahan. Jika sperma tersedia di dalam rahim, kehamilan bisa terjadi.

Ovulasi dapat bervariasi berdasarkan siklus wanita. Beberapa wanita memiliki siklus yang lebih lama sekitar 35 hari antar periode. Ovulasi kemudian akan terjadi sekitar hari ke 21. Wanita dengan siklus lebih pendek 21 hari berovulasi sekitar hari ke 7.

Baca Juga: Mitos Atau Fakta Bahwa KB Suntik, Pil, dan Susuk Pengaruhi Hormon?

Berhubungan setelah Haid dalam Masa KB

Berhubungan Setelah Haid dalam Masa KB

Foto: Orami Photo Stock

Lalu, bagaimana bila berhubungan setelah haid dalam masa KB? Dilansir dari Kampung KB dari BKKBN, KB adalah cara yang aman dan efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan atau memang mengatur jarak kehamilan antar anak sesuai yang diinginkan oleh Moms dan Dads.

Sementara itu, metode KB yang digunakan bermacam-macam seperti suntik KB, IUD, susuk atau tindakan steril. Kemudian, pilihan jenis KB dapat disesuaikan dengan keinginan Moms,kondisi klinis, kenyamanan, serta ada tidakmya efek samping yang ditemukan.

Misal, berhubungan setelah haid dalam masa KB suntik 1 bulan. KB Ini merupakan jenis KB hormonal yang disuntikan secara rutin sebulan sekali. Nah, setiap Moms yang menggunakan KB suntik 1 bulan maka harus kembali lagi ke bidan atau dokter kandungan untuk suntik KB 1 bulan. Untuk awal suntikan, diberikan pada saat haid, walaupun demikian KB suntik ini dapat dilakukan kapan saja.

Setelah KB satu bulan disuntikkan, obat ini memerlukan waktu sekitar 7 hari untuk dapat mulai bekerja menunda kehamilan, sehingga dalam 7 hari pertama, sebaiknya akseptor KB menggunakan KB tambahan sebagai pelindung awal, seperti kondom ketika berhubungan seksual bersama Dads.

Contohnya bila Moms suntik KB 1 bulan, maka dapat melakukan kunjungan KB lagi sekitar 28 hari setelah suntik pertama, bila Moms suntuk pada tanggal 11 Januari 2021, maka Moms dapat kembali suntik KB pada tanggal 8 Februari 2021, karena masa kerja KB 1 bulan dihitung sekitar 28 hari.

Sehingga, bila Moms berhubungan intim lebih dari 7 hari setelah suntik KB, maka tidak perlu suntik KB pada saat ini juga, namun Moms dapat suntik sesuai jadwal yang sudah ditentukan. Pada saat Moms haid kemudian beberapa hari setelah haid, maka tidak dalam masa subur, dan pada saat inipun Moms sudah mendapatkan suntik KB 1 bulan, maka diharapkan program KB tetap berjalan sesuai rencana.

Status menstruasi ini juga tidak dilihat lagi pada penyuntikan berikutnya karena masih ada efek dari penyuntikan sebelumnya. Maka dari itu, jika selama ini selalu rutin melakukan suntik KB sesuai jadwal, kami bisa katakan kemungkinan Moms untuk hamil kecil.

Dikatakan kecil, dan bukannya tidak hamil sama sekali adalah karena yang namanya kemungkinan itu selalu ada. Selain prosedur yang melibatkan operasi, masih ada kemungkinan untuk seseorang itu hamil menggunakan alat kontrasepsi lainnya. .

Baca Juga: Mungkinkah Bisa Hamil Setelah Menjalani KB?

Seberapa Cepat Berhubungan setelah Haid dalam Masa KB untuk Hamil?

Berhubungan setelah haid

Foto: Orami Photo Stock

Lantas, seberapa cepat Moms bisa hamil saat berhubungan setelah haid dalam masa KB? Bila Moms sudah melepas KB, maka dibutuhkan waktu kurang lebih seminggu untuk bisa berhubungan kembali.

Sperma dapat hidup di dalam rahim hingga lima hari setelah berhubungan seks, dan kehamilan hanya dapat terjadi jika ada sperma di dalam rahim atau saluran tuba saat Moms berovulasi.

Bagi banyak wanita, ovulasi terjadi sekitar hari ke-14 dari siklus Moms. Untuk wanita dengan siklus yang lebih pendek - rata-rata 28 hingga 30 hari - masih ada kemungkinan kehamilan dapat terjadi jika Moms berhubungan seks selama menstruasi.

Misalnya, jika Moms berhubungan seks menjelang akhir haid dan Moms berovulasi lebih awal, Moms bisa hamil. Menggunakan alat kontrasepsi, kondom, atau metode perlindungan lainnya selalu menjadi cara teraman untuk mencegah kehamilan.

Bagaimana ovulasi dan kehamilan bekerja? Ovulasi terjadi ketika sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium. Sekitar sebulan sekali, telur matang dan dilepaskan ke tuba falopi. Kemudian menuju sperma yang menunggu di saluran tuba dan rahim.

Telur dapat hidup antara 12 dan 24 jam setelah meninggalkan ovarium. Sperma bisa tetap hidup hingga lima hari setelah berhubungan seks. Implantasi sel telur, yang terjadi setelah pembuahan, biasanya dilakukan 6 sampai 12 hari setelah ovulasi.

Moms bisa hamil segera setelah haid. Itu bisa terjadi jika Moms berhubungan seks menjelang akhir siklus Moms dan mendekati jendela subur Moms. Di sisi lain, kemungkinan hamil tepat sebelum menstruasi rendah.

Jika Moms melacak ovulasi dan menunggu 36 hingga 48 jam setelah ovulasi, kemungkinan Moms akan hamil rendah. Kemungkinan untuk hamil semakin menurun di bulan Moms dari ovulasi. Jika tidak terjadi kehamilan, lapisan rahim akan terlepas dan periode menstruasi Moms akan dimulai.

Baca Juga: 5 Mitos dan Fakta tentang Hubungan Percintaan

Saat Moms berhubungan setelah haid dalam masa KB maka tidak apa-apa dan boleh kapan saja, bahkan selama minggu menstruasi Moms atau minggu ketika Moms. KB sendiri bekerja dengan mencegah ovarium melepaskan telur - proses yang disebut ovulasi.

Jika ovulasi tidak terjadi, maka tidak ada sel telur untuk bergabung dengan sperma - sebuah proses yang disebut pembuahan. Jika pembuahan tidak terjadi, maka Moms tidak bisa hamil.

Jadi meskipun Moms tidak minum pil selama seminggu, Moms terlindungi dari kehamilan. Tidak usah risau lagi jika berhubungan setelah haid dalam masa KB ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait