08 Maret 2022

Kenali Central Venous Catheter, Mulai dari Persiapan dan Komplikasinya

Direkomendasikan untuk pasien gagal ginjal atau berkebutuhan khusus

Istilah seperti central venous catheter memang cukup asing.

Namun pada beberapa kasus, mungkin Moms dan Dads pernah mendengarnya dari dokter ketika sedang menjalani perawatan suatu penyakit, contohnya kanker.

Jika masih belum tahu mengenai perawatan medis ini, baca selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Central Venous Catheter?

Central venous catheters atau disingkat dengan CVC adalah tabung tips dan panjang yang ditempatkan ke dalam pembuluh darah vena di atas jantung.

Tabung ini bisa dimasukkan melalui vena di leher, dada, atau lengan.

Pada beberapa kateter, ada yang memiliki 2 atau 3 tabung yang disebut dengan lumen ganda atau lumen tiga.

Pemasangan lebih dari satu tabung ini bertujuan jika ada lebih dari satu perawatan yang dilakukan bersamaan.

Tergantung dengan jenis kateternya, mungkin ada yang dibiarkan di tempatnya selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.

Seseorang perlu melakukan prosedur central venous catheter dengan tujuan di antaranya:

  • Menerima obat intravena dalam jangka waktu yang lama, seperti antibiotik dan obat kemoterapi.
  • Menerima obat intravena sebagai pasien rawat jalan karena memungkinkan pasien tetap bisa melakukan beberapa aktivitas ringan di rumah.
  • Memberikan cairan atau darah dalam jumlah besar ketika pasien mengalami syok dari komplikasi tertentu.
  • Mengukur tekanan darah secara langsung dalam jumlah besar sehingga membantu menentukan seberapa banyak cairan yang dibutuhkan.
  • Mengambil sampel darah lebih sering, misalnya lebih dari satu kali sehari tanpa harus melakukan penyuntikan berkali-kali.
  • Memberikan nutrisi langsung ke dalam darah ketika makanan atau cairan tidak dapat diberikan melalui mulut, lambung, atau usus.
  • Membantu pasien gagal ginjal terhubung ke mesin hemodialisis dalam membersihkan limbah tubuh dan cairan ekstra.

Baca Juga: Ingin Tahu Cara Menghitung Tetesan Infus? Yuk, Ketahui Bersama!

Tipe Central Venous Catheter

Central-venous-catheter-1
Foto: Central-venous-catheter-1 (https://www.azuravascularcare.com/assets/Central-venous-catheter-1.jpg)

Foto: azuravascularcare.com

Berdasarkan Canadian Cancer Society, ada beberapa jenis central venous catheter, yakni:

Tunneled CVC

Jenis CVC ini menjadi tabung yang memiliki terowong di bawah kulit dada, yang memasuki vena besar di dekat tulang selangka dan ditempatkan di atas bilik kanan (atrium) jantung.

Ujung lain dari kateter ini tetap berada di luar tubuh.

Tabung yang dimasukkan ke tubuh ini akan menjadi jalur untuk memasukkan obat.

Peripherally inserted CVC (PICC)

Jenis central venous catheter ini adalah tabung yang ditempatkan pada pembuluh darah besar di area siku bagian dalam.

Tabung akan melewati vena dan ditempatkan di atas atrium kanan jantung.

Ujung kateter, bisa memiliki dua atau lebih tabung yang akan menjadi jalur masuknya obat.

Subcutaneous port

Port subkutan memiliki titanium bundar kecil atau ruang plastik (portal) dengan bagian atas yang dapat menyegel sendiri, dan biasanya terbuat dari silikon dan tabung fleksibel.

Port ditempatkan sepenuhnya di bawah kulit di sisi kanan atau kiri dada.

Benang kateter akan ditempatkan di bawah kulit dari portal ke vena besar di dekat tulang selangka.

Lalu, di atas atrium kanan jantung.

Ini juga disebut port vena implan atau Port-a-Cath.

Baca Juga: Penyakit Jantung Koroner: Ketahui Penyebab, Gejala, serta Cara Mencegahnya

Prosedur Central Venous Catheter

operasi-1.jpg
Foto: operasi-1.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Supaya lebih jelas seperti apa prosedur CVC ini, berikut ini beberapa tahapannya.

Persiapan yang Perlu Dilakukan

Moms atau Dads akan menjalani serangkaian tes kesehatan terlebih dahulu, yang sebelumnya juga dicek kembali mengenai alergi, riwayat kesehatan, dan pemeriksaan fisik.

Proses Prosedur Central Venous Catheter

Perawatan ini memiliki proses yang berbeda-beda, bergantung dengan tipe CVC yang digunakan atas rekomendasi dokter.

Bila menggunakan tipe tunneled CVC, dokter akan menyuntikan obat bius, agar tubuh lebih rileks dan tidak ada rasa rakit ketika prosedur dilakukan.

Kemudian, dokter akan membuat dua sayatan kecil, sebagai tempat untuk memasukkan kateter ke dalam pdmbuluh darah dan mengarahkannya ke sekitar jantung.

Ada manset di bagian tunnel-nya, yang membantu menahan kateter agar tidak berubah posisi.

Dokter kemudian akan menjahit sayatan untuk menutup luka dan membalut dengan perban.

Proses pemasukkan kateter, bisa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Akan tetapi, kondisi ini hanya berlangsung selama beberapa hari dan akan membaik dengan sendirinya.

Lain halnya, jika Moms menggunakan jenis PICC CVC. Pertama, obat bius akan disuntikkan ke tubuh agar tidak timbul rasa nyeri saat prosedur dilakukan.

Kedua, dokter menggunakan jarum untuk memasukkan tabung dengan bantuan USG atau fluoroskopi untuk membantu mengarahkan tabung ke tempat yang tepat.

Ketiga, dokter kemudian mengeluarkan jarum dan memasang perban di atas area jarum dimasukkan.

Ini membuat bekas penusukan jarum tetap bersih dan kering, sekaligus menghindari infeksi bakteri.

Baca Juga: Hindari 12 Kebiasaan Buruk yang Dapat Merusak Ginjal

Sementara untuk jenis port subkutan, dokter akan menempatkan jarum melalui kulit dan ke dalam cakram.

Agar tidak merasa sakit, dokter akan mengolsekan krim yang membuat area kulit yang terkena akan mati rasa dan jarum dapat masuk dengan mudah.

Operasi kecil dan singkat akan dilakukan untuk menempatkan port.

Dua sayatan kecil dibuat, lalu tabung dimasukkan ke dalam pembuluh darah sampai tepat di dekat jantung.

Kemudian, dokter menempatkan ujung disk dari port ke dalam saku di antara dua potongan.

Bekas sayatan akan ditutup dengan jahitan atau lem khusus yang disebut dengan dermabond.

Setelah selesai, akan muncul tonjolan kecil di tempat port berada.

Namun, hal ini tidak membatasi aktivitas harian.

Baca Juga: Bayi Lahir dengan Kelamin Ganda (Interseks), Haruskah Operasi?

Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Prosedur Dilakukan

Biasanya, setelah prosedur dilakukan, olahraga, berenang, atau mandi tidak boleh dilakukan sementara waktu.

Aktivitas tersebut bisa dilakukan, bila dokter sudah memberikan izin.

Sebelum dipulangkan ke rumah, Moms dan Dads mungkin akan lebih dahulu diberi penjelasan mengenai panduan merawat bekas luka sekaligus membersihkannnya agar tidak terinfeksi nantinya.

Baca Juga: Manfaat Minum Cokelat, Jaga Kesehatan Jantung dan Tingkatkan Mood!

Komplikasi dari Prosedur Central Venous Catheter

operasi-5.jpg
Foto: operasi-5.jpg (legalscoops.com)

Foto: Orami Photo Stock

Seperti prosedur medis lainnya, central venous catheter juga bisa menimbulkan risiko komplikasi, di antaranya.

Rasa Tidak Nyaman pada Bekas Perawatan

Entah itu bekas penyuntikan atau sayatan, akan timbul rasa tidak nyaman yang berlangsung selamam beberapa hari.

Untuk mengurangi rasa sakit pada bekas sayatan, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda nyeri jika diperlukan.

Perdarahan

Komplikasi ini dapat terjadi pada saat kateter dimasukkan.

Pendarahan biasanya ringan dan berhenti dengan sendirinya.

Infeksi

Setiap tabung (kateter) yang masuk ke dalam tubuh dapat mempermudah bakteri dari kulit untuk masuk ke aliran darah.

Oleh karena itu, butuh perhatian khusus dalam membersihkan dan membalut luka bekas prosedur.

Penyumbatan

Penggumpalan darah mungkin mulai terbentuk di dalam kateter tetapi pembilasan secara teratur biasanya dapat mencegah gumpalan yang

menghalangi tabung.

Jika kateter menjadi tertekuk, itu harus direposisi atau dihapus oleh time medis.

Kolaps paru

Paru-paru sangat dekat dengan pembuluh darah di leher dan dada.

Ketika kateter vena sentral ditempatkan di daerah dada, jika jarum lewat melalui atau meleset dari vena, jarum bisa menembus paru-paru menyebabkan paru-paru kolaps.

Jika ini terjadi, tim medis dapat mengembangkan kembali paru-paru dengan menempatkan tabung di antara tulang rusuk untuk menghilangkan udara yang bocor dari paru-paru.

  • https://www.webmd.com/heart-disease/what-are-central-venous-catheter
  • https://cancer.ca/en/treatments/tests-and-procedures/central-venous-catheter
  • https://www.thoracic.org/patients/patient-resources/resources/central-venous-catheter.pdf

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.