Newborn

8 Agustus 2021

Bayi Bingung Puting? Jangan Sedih, Gunakan Cup Feeder!

Biasanya bayi menolak menyusui langsung karena terbiasa minum dari dot
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Amelia Puteri

Menyusui langsung (direct breastfeeding) adalah momen istimewa yang dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan anak. Namun, ada kalanya Moms tak bisa memberikan ASI secara langsung, melainkan menggunakan media seperti botol susu dan cup feeder.

Beberapa bayi tetap bisa menyusu langsung meski diselingi menyusu dengan dot. Namun, sebagian bayi mengalami bingung puting. Jika anak sudah tidak mau menyusu langsung, rasanya seperti patah hati, ya, Moms?

Si kecil menolak minum ASI dari puting Moms dan lebih memilih menggunakan cup feeder.

Lantas apa sebenarnya cup feeder dan bagaimana cara menggunakannya? Mari simak penjelasan mengenai cara menggunakan cup feeder yang mudah dipahami berikut ini.

Penyebab Bayi Bingung Puting

Tips Menyusui Bayi Kembar dengan Cup Feeder -4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Bingung puting merupakan salah satu penyebab bayi tidak mau menyusu langsung. Berikut hal-hal yang menyebabkan bayi bingung puting:

  • Untuk mengisap puting, bayi harus membuka mulut lebar-lebar, sedangkan saat menyusu dengan dot atau cup feeder, bayi tidak perlu membuka mulutnya lebar-lebar.
  • Ketika mengisap ASI dari puting ibunya, lidah bayi bergerak seperti layaknya ombak. Lidah bayi harus mampu mengalirkan ASI yang masuk ke dalam tenggorokannya secara bebas. Padahal, saat bayi minum susu dari dot, lidah bagian belakangnya harus menutupi jalur pernapasan untuk mencegah tersedak susu.
  • Saat menyusu langsung, keluarnya ASI harus dirangsang dengan gerakan lidah bayi. Berbeda dengan ketika bayi minum susu dari dot. Tanpa diisap pun, susu akan mengalir.

Dalam mengatasi ini, tingkatkan kontak antara kulit Moms (area payudara) dengan kulit Si Kecil (area mulut). Pijatlah payudara untuk membantu bayi menyusu lebih lancar.

Gunakan peralatan menyusui seperti Supplemental Nursing System (SNS) untuk meningkatkan aliran ASI dari puting Moms. Sebab, salah satu hal yang membuat bayi terpaksa minum susu dari dot adalah karena ASI ibunya tidak lancar.

Penyebab ASI tidak lancar sendiri beragam, seperti cedera puting atau konsumsi pil kontrasepsi.

Moms juga bisa memilih metode cup feeder dalam mengatasi bayi bingung putih.

Baca Juga: Intip 3 Cara Mensterilkan Botol Susu Bayi Ini, Moms

Cup Feeder Jadi Alternatif Botol Susu

cup feeder bayi.jpg

Foto: freepik.com

Penggunaan botol dot untuk memberi ASI perah tidak disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) karena bisa membawa dampak buruk pada bayi.

Mulai dari menyebabkan bingung puting pada bayi, mengganggu kesehatan gigi dan mulut, risiko infeksi saluran cerna serta menghambat perkembangan wicara.

Jika Si kecil masih sulit minum ASI langsung dari puting Moms, Moms bisa memerah susu menggunakan pompa ASI lalu ASI perah (ASIP) tersebut diberikan menggunakan media selain dot yakni cup feeder.

Dengan begitu, bayi tetap bisa minum ASI tanpa perlu mengalami bingung puting dan ketergantungan pada dot susu.

Cup feeder adalah gelas kecil mirip sloki yang digunakan untuk meminumkan ASI pada bayi.

Tujuan dari penggunaan alternatif dot, yakni cup feeder sendiri adalah untuk mencegah bingung puting pada bayi yang sudah terbiasa menggunakan dot botol susu untuk menyusu.

Mengutip dalam Australian Breastfeeding Association, cup feeder diperuntukkan untuk ibu dan anak yang terpisah dalam waktu tertentu. Serta ketika mengalami iritasi pada puting.

Bayi yang menolak menyusui secara langsung karena alasan tertentu, juga bisa menjadi alasan dalam menggunakan cup feeder.

Baca Juga: Ini 10 Bahan Kaos Terbaik untuk Anak dan Bayi, Jangan Salah Pilih!

Cara Menggunakan Cup Feeder

cara-menggunakan-cup-feeder.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Nah yang menjadi banyak pertanyaan adalah bagaimana cara menggunakan cup feeder pada bayi? Cukup mudah Moms! Yuk praktikkan langkah-langkah cara menggunakan cup feeder di bawah ini.

1. Persiapkan ASIP

Untuk cara menggunakan cup feeder yang pertama yakni dengan memilih wadah yang sesuai untuk memberikan ASIP pada Si Kecil.

Pertimbangkan menggunakan cangkir obat biasa atau bahkan gelas kecil yang memiliki ukuran pas seperti cup feeder.

Pastikan ASI atau susu formula dalam keadaan hangat. Jangan gunakan microwave untuk menghangatkan susu. Sebagai gantinya, letakkan botol atau kantong ziplock di dalam mangkuk berisi air hangat.

Persiapkan bedong selimut untuk membantu mengamankan lengan bayi agar tidak mengganggu saat menyusu menggunakan cup feeder.

2. Atur Posisi Nyaman

Benarkah Menyusui Bayi dengan Cup Feeder Hilangkan Berat Badan?

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum memulai memberikan ASIP pada Si Kecil, aturlah posisinya senyaman mungkin. Aspek penting lainnya, pastikan bayi dalam keadaan tenang, terjaga dan tidak dalam keadaan tidur.

Pastikan bayi dalam posisi tegak di lengan atau di dalam pangkuan.

Moms juga bisa menggendong Si Kecil dalam posisi tegak agar mereka tidak tersedak susu saat sedang minum susu. Jika mereka bergerak-gerak gelisah atau berusaha menolak, pertimbangkan untuk membedong atau memegang lengannya dengan selimut, tetapi jangan terlalu erat.

Moms juga dapat meletakkan kain atau waslap di bawah dagu bayi sebelum memula cup feeder.

Baca Juga: 6 Tips Memilih Gendongan untuk Ibu Kurus, Jangan Salah Pilih!

3. Memberikan ASIP

Mulailah dengan menuangkan cup feeder dengan bersembur lembut yang halus di bibir dan lidah bayi. Angkat cangkir dengan lembut sehingga susu mencapai tepi cangkir tetapi tidak masuk ke mulut bayi. Biarkan Si Kecil "menyeruput" atau menghisap susu dari ujung cup feeder.

Lakukan dengan berhati-hati untuk menghindari terjadinya bayi tersedak. Hindari menekan bibir bawah atau menuangkannya ke dalam mulut.

Cobalah untuk merangsang refleks rooting bayi sebelum menyusu. Ini adalah refleks yang sama dilakukan saat menyusui ASI atau botol susu. Cukup tepuk bibir bawahnya dengan tepi cangkir. Ini akan membantu memberi sinyal kepada mereka bahwa sudah waktunya makan atau menyusui.

Biarkan bayi menggunakan lidahnya untuk meminum susu dari cup feeder.

Hentikan menyusui sesekali untuk membuat bayi bersendawa Kemudian lanjutkan proses menyusui dengan cup feeder hingga ia kenyang.

Ingat, jangan gunakan cup feeder untuk orang dewasa karena tak sesuai dengan bentuk mulut bayi.

4. Aturan Menggunakan Cup Feeder

5 Tips Menyusui Bayi dengan Puting Terbalik

Foto: Orami Photo Stocks

Perhatikan bayi dengan cermat untuk mencari tahu bahwa mereka sudah selesai menyusui Secara umum, pemberian susu dengan cup feeder tidak boleh lebih dari 30 menit.

Seberapa sering ia minum menggunakan cup feeder dalam sehari akan berbeda setiap kebutuhan ibunya. Bisa saja ada waktu ia lebih memilih menyusu langsung, itu lebih baik dibandingkan menggunakan cup feeder.

Jika menggunakan pipet dan spuit, cukup semprotkan ASIP ke bagian dalam pipi Si Kecil. Jangan semprotkan ASIP langsung ke tenggorokan karena akan membuat bayi tersedak.

Baca Juga: Si Kecil Punya Ruam Susu? Ini 5+ Cara Mengatasinya dengan Obat Pipi Bayi Kena ASI

Harga dan Kelebihan Memilih Cup Feeder

cup feeder bayi.jpg

Foto: FirstCry Parenting

Salah satu kelebihan dalam menyusui dengan cup feeder adalah menghindari kebingungan puting pada bayi.

Kebingungan pada puting terjadi saat bayi diperkenalkan dengan dot atau botol susu. Karena dot menggunakan mekanisme mengisap berbeda yang membutuhkan lebih sedikit usaha jika dibandingkan dengan payudara, membuat bayi menolak menyusui.

Selain itu, kelebihan cup feeder dibandingkan botol susu yakni mencegah terjadinya kerusakan pada gigi dan perkembangan abnormal.

Botol susu diketahui dapat mengubah struktur pertumbuhan gigi dan rahang pada bayi. Mekanisme penghisapan yang berbeda dapat menyebabkan gigi tidak sejajar saat bayi tumbuh. Hal ini berdampak pada buruknya kinerja fungsi mulut seperti bicara, makan dan bernafas.

Selain itu, pemberian susu dengan cup feeder membutuhkan lebih banyak aktivitas Si Kecil untuk mendapatkan ASI. Saat menyusui, Moms harus mendekatkan cup feeder ke mulut bayi dan memiringkannya hingga ASI menyentuh bibir dan membiarkan bayi menjilatnya dengan lidah ke dalam mulut.

Ini mencegah pemberian makan berlebih dibandingkan dengan pemberian susu botol yang meneteskan susu ke dalam mulut.

Ini bermanfaat bagi bayi karena mereka dapat mengatur dengan lebih baik asupan dan konsumsi ASI yang mereka butuhkan dan menghindari menyusui secara paksa.

Untuk harga cup feeder sendiri bervariasi, mulai dari Rp20.000 - Rp150.000. Ini tergantung pada ukuran dan bahan dasar pada cup feeder tersebut. Harganya terbilang lebih terjangkau dibandingkan susu botol bayi pada umumnya. Ini menjadi kelebihan cup feeder lainnya, Moms!

Baca Juga: Menyusui Bukan Sekadar Tugas Ibu, Sadari Pentingnya Peran Suami dalam Pemberian ASI Eksklusif

Jangan putus asa, Moms, jika si kecil menolak menyusu langsung. Coba dulu cara-cara di atas menggunakan cup feeder. Semoga masalah bingung puting ini segera teratasi, ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait