21 Desember 2022

Erysanbe (Antibiotik): Fungsi, Dosis dan Efek Samping Pemakaian

Mampu menghentikan pertumbuhan bakteri guna mengatasi infeksi

Erysanbe adalah obat yang diklasifikasikan dalam jenis antibiotik.

Obat ini bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri guna mengatasi infeksi yang dipicu oleh bakteri.

Di antaranya, infeksi pada saluran pernapasan seperti bronkitis, pneumonia, penyakit Legionnaires, dan batuk kronis.

Obat ini mampu mengatasi penyakit menular seksual seperti sifilis dan infeksi kulit, infeksi saluran kencing, serta infeksi telinga.

Selain itu, Erysanbe juga dapat digunakan untuk mencegah demam rematik.

Namun, obat tidak dapat dipakai untuk mengatasi infeksi virus, seperti flu, demam, atau berbagai jenis infeksi virus lainnya.

Baca Juga: Antrain, Obat Penurun Demam dan Mengatasi Nyeri Intensitas Ringan

Keterangan Obat Erysanbe

Obat Sirup
Foto: Obat Sirup (Freepik.com/newafrica)

Erysanbe mengandung bahan aktif berupa erythromycin (eritromisin).

Obat tersedia dalam 4 jenis.

Berikut ini penjelasannya masing-masing:

1. Bentuk Kaplet

Obat termasuk ke dalam golongan obat keras dan merupakan kelas terapi antibiotik makrolida.

Di dalamnya mengandung 500 miligram Erythromycin dan dijual dalam satuan per strip berisi 10 kaplet.

2. Bentuk Kapsul

Obat termasuk ke dalam golongan obat keras dan merupakan kelas terapi antibiotik makrolida.

Di dalamnya mengandung 250 miligram Erythromycin dan dijual dalam satuan per strip berisi 10 kapsul.

3. Bentuk Tablet Kunyah

Obat termasuk ke dalam golongan obat keras dan merupakan kelas terapi antibiotik makrolida.

Di dalamnya mengandung 200 miligram Erythromycin dan dijual dalam satuan per strip berisi 10 tablet.

4. Bentuk Sirup

Obat termasuk ke dalam golongan obat keras dan merupakan kelas terapi antibiotik makrolida.

Di dalamnya mengandung 200 miligram Erythromycin per 5 mililiter dan dijual dalam botol berukuran 60 mililiter.

Dosis Pemakaian Erysanbe

Dosis penggunaan tergantung dari jenis obat yang diberikan.

Berikut ini panduannya:

1. Dalam Bentuk Kapsul

Orang dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kilogram: sebanyak 1 kapsul, 4 kali sehari.

2. Dalam Bentuk Tablet Kunyah

Orang dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kilogram: sebanyak 2 tablet kunyah, 4 kali sehari.

3. Dalam Bentuk Kaplet

Orang dewasa dan anak dengan berat badan di atas 20 kilogram: 1 kaplet, 2 kali sehari

4. Dalam Bentuk Sirup

  • Anak dengan berat badan di atas 20 kilogram: sebanyak 0 hingga 50 miligram per kilogram berat yang terbagi dalam 4 dosis.
  • Orang dewasa: sebanyak 10 mililiter atau 2 sendok takar, 4 kali sehari.

Baca Juga: Apa Obat Antibiotik yang Aman untuk Ibu Hamil?

Kategori Kehamilan dan Menyusui

Ibu Hamil Minum Obat
Foto: Ibu Hamil Minum Obat (Orami Photo Stocks)

Obat termasuk ke dalam kategori B.

Artinya, studi pada binatang percobaan tidak menunjukkan risiko terhadap janin.

Meski begitu, belum ada studi terkontrol yang dilakukan pada wanita hamil.

Sementara pada ibu menyusui, penyerapan obat ke dalam ASI belum diketahui secara pasti.

Jadi, jika sedang menyusui, tidak disarankan menggunakan obat ini tanpa rekomendasi dari dokter.

Baca Juga: Hepamax, Obat yang Digunakan untuk Menjaga Fungsi Hati

Perhatian sebelum Menggunakan Obat

Sebelum memutuskan menggunakan Erysanbe, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Obat tidak boleh dikonsumsi oleh pengidap alergi terhadap erythromycin atau jenis obat lain.
  • Obat tidak disarankan pada penderita gangguan organ hati, ginjal, dan jantung.
  • Obat tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan alkohol, karena meningkatkan risiko efek samping.
  • Obat tidak boleh dikonsumsi oleh pengguna obat lain, termasuk suplemen dan produk herbal. Tujuannya untuk mencegah reaksi antar obat.
  • Obat tidak boleh digunakan pada penderita alergi makanan, zat pewarna dan pengawet.
  • Obat tidak boleh digunakan pada penderita masalah jantung karena bisa meningkatkan detak jantung dan pingsan.
  • Obat dapat memicu kantuk berlebih. Tidak disarankan mengendarai kendaraan atau mengoperasikan alat berat setelah konsumsi obat.
  • Obat tidak disarankan pada ibu menyusui, karena ketoprofen terserap dalam ASI dan memicu bahaya pada bayi.

Baca Juga: Ruam Amoxicillin pada Bayi, Kondisi Ruam karena Antibiotik

Cara Tepat Menyimpan Obat

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, erysanbe juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Hindari menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Namun, pelajari lebih lanjut tips aman membuang produk obat karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.
  • Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, Moms bisa tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Baca juga: Anelat, Suplemen Asam Folat yang Baik Dikonsumsi Bumil dan Busui

Efek Samping Penggunaan Obat Erysanbe

obat diare
Foto: obat diare

Sama halnya dengan obat-obatan lain, Erysanbe juga berpotensi memicu efek samping setelah penggunaan.

Dalam kasus yang ringan, efek samping akan hilang dengan sendirinya.

Berikut ini di antaranya:

  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual dan muntah
  • Penurunan nafsu makan

Disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika efek samping di atas tidak kunjung membaik atau semakin parah.

Adapun efek samping yang perlu mendapat penanganan medis segera, yakni:

  • Mengi atau napas berbunyi ‘ngik’.
  • Reaksi alergi berupa kulit gatal, ruam kulit dan kesulitan bernapas.
  • Sakit perut parah.
  • Feses berair dan berdarah.
  • Sakit kepala diikuti dengan sakit di area dada dada, peningkatan detak jantung dam kehilangan kesadaran atau pingsan.
  • Gangguan pada pendengaran, seperti telinga berdenging.
  • Gejala gangguan pada hati, seperti penurunan nafsu makan, tubuh terasa lelah, urine berwarna gelap, feses berwarna pucat dan sakit kuning.
  • Kejang-kejang sesaat setelah menggunakan obat.

Tidak semua pengguna mengalami efek samping yang disebutkan.

Namun, jika Moms dan Dads mengalaminya, silakan periksakan diri.

Tujuannya untuk mencegah penyakit semakin parah dan berisiko membahayakan keselamatan nyawa.

  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682381.html
  • https://www.drugs.com/erythromycin.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.