18 Maret 2022

Ketahui Obat Farsifen untuk Atasi Nyeri: Dosis dan Aturan Pakainya

Bisa atasi sakit kepala hingga nyeri haid

Farsifen adalah obat yang biasa digunakan untuk meredakan demam dan nyeri, termasuk sakit kepala, sakit gigi, sakit telinga, dan nyeri haid.

Obat ini memiliki kandungan ibuprofen, yang termasuk obat golongan antiinflamasi non-steroid.

Lebih lanjut mengenai manfaat, dosis, dan risiko efek samping dari Farsifen, berikut ini pembahasannya!

Baca juga: Mertigo Obat untuk Vertigo, Ketahui Dosis dan Aturan Pakainya

Manfaat dan Kegunaan Farsifen

demam saat hamil-1.jpg
Foto: demam saat hamil-1.jpg (medicalnewstoday.com)

Foto: Orami Photo Stock

Seperti disebutkan di awal, Farsifen adalah obat antiinflamasi non-steroid. Obat ini bekerja dengan memblokir enzim siklooksigenase yang disebut COX-1 dan COX-2.

Enzim ini biasanya mengarah pada pembentukan lemak, zat seperti hormon dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Zat ini terlibat dalam proses peradangan dan penyembuhan dalam tubuh.

Dengan menghalangi pembentukan prostaglandin, gejala peradangan seperti nyeri, demam, dan pembengkakan, akan berkurang.

Karena gejala peradangan ini terkait dengan banyak penyakit yang berbeda, Farsifen adalah obat yang umum digunakan untuk semua jenis gejala, termasuk:

Farsifen juga dapat digunakan untuk mengurangi demam dan nyeri tubuh karena pilek atau flu.

Selain itu, obat ini dapat dikombinasikan dengan obat lain tertentu untuk meningkatkan efeknya atau mengobati kombinasi gejala dari beberapa kondisi.

Dosis dan Aturan Pakai Farsifen

Bagaimana Aturan Minum Obat Saat Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya
Foto: Bagaimana Aturan Minum Obat Saat Puasa Ramadan? Ini Penjelasannya (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Dosis Farsifen pada setiap orang bisa berbeda-beda. Biasanya, dosis dibedakan berdasarkan usia.

Obat ini tersedia dalam bentuk tablet dan sirup (suspensi).

Dosis Farsifen Tablet

  • Dewasa: dosis awal 200-400 mg. Maksimal 2.400 mg setiap hari.
  • Anak usia 8-12 tahun: dosis awal 200 mg, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 3-7 tahun: dosis awal 100 mg, diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: dosis awal 50 mg, diminum 3-4 kali sehari.

Dosis Farsifen Sirup

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: dosis awal 10 ml (2 sendok takar), diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 8-12 tahun: dosis awal 10 ml (2 sendok takar), diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 3-7 tahun: dosis awal 5 ml (1 sendok takar), diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 1-2 tahun: dosis awal 2.5 ml (½ sendok takar), diminum 3-4 kali sehari.

Dosis Farsifen Sediaan Sirup Forte

  • Dewasa dan anak usia >12 tahun: dosis awal 5 ml (1 sendok takar), diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 8-12 tahun: dosis awal 5 ml (1 sendok takar) diminum 3-4 kali sehari.
  • Anak usia 3-7 tahun: dosis awal 2.5 ml (½ sendok takar), diminum 3-4 kali sehari.

Baca juga: Mebendazole (Obat Cacing), Ketahui Fungsi, Dosis, dan Aturan Pakainya!

Risiko Efek Samping Farsifen

maag 2
Foto: maag 2

Foto: Orami Photo Stock

Efek samping mungkin tidak terjadi pada semua orang. Efek samping umum dari Farsifen meliputi:

Farsifen juga dapat menyebabkan efek samping yang jarang, tetapi serius. Banyak dari efek samping yang serius ini dapat dihindari dengan mengonsumsi obat ini hanya sesuai anjuran.

Namun, mengonsumsi Farsifen terlalu lama atau terlalu banyak dapat membuat efek samping yang parah lebih mungkin terjadi.

Salah satu efek samping yang serius adalah pada kesehatan kardiovaskular.

Pada dasarnya, Farsifen dan obat antiinflamasi non-steroid lainnya (kecuali aspirin) dapat meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

Risiko ini bahkan lebih tinggi pada orang yang memiliki riwayat atau faktor risiko penyakit jantung. Misalnya diabetes, kebiasaan merokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Menurut studi pada 2012 di jurnal BMC Cardiovascular Disorders, obat jenis ini juga dapat meningkatkan tekanan darah seseorang. Juga meningkatkan risiko retensi cairan dan gagal jantung.

Selain masalah kardiovaskular, penggunaan Farsifen jangka panjang juga dapat menyebabkan perdarahan gastrointestinal. Salah satu bentuk komplikasinya adalah penyakit tukak lambung.

Orang yang paling berisiko mengalami efek samping serius terkait pencernaan adalah:

  • Berusia di atas 60 tahun
  • Sedang menggunakan obat antiinflamasi non-steroid lainnya selain Farsifen
  • Memiliki riwayat sakit maag atau masalah perdarahan
  • Mengonsumsi minuman beralkohol setiap hari saat menggunakan Farsifen
  • Minum Farsifen dengan dosis yang lebih tinggi atau untuk durasi yang lebih lama dari yang disarankan
  • Sedang menjalani pengobatan dengan aspirin, antiplatelet, kortikosteroid, atau antikoagulan

Dalam kasus yang jarang terjadi, Farsifen juga dapat menyebabkan cedera atau kerusakan hati. Risiko ini dapat meningkat jika digunakan dalam dosis tinggi.

Selain itu, ada juga risiko kerusakan ginjal, meski jarang terjadi. Risiko ini dapat meningkat pada orang lanjut usia (lansia), sedang mengonsumsi obat tekanan darah, dan mengidap penyakit ginjal.

Baca juga: Mengenal Sumagesic: Fungsi, Dosis, Peringatan, dan Efek Samping

Tak hanya risiko efek samping serius, beberapa orang juga dapat mengalami reaksi alergi.

Gejala alergi dapat berupa gatal-gatal, pembengkakan wajah, mengi, ruam, kulit memerah, dan melepuh.

Menurut studi pada 2019 di jurnal Cureus, penggunaan ibuprofen seperti Farsifen juga dapat menyebabkan syok anafilaksis.

Ini adalah bentuk reaksi alergi parah yang butuh penanganan medis darurat.

Segera hentikan penggunaan obat dan cari bantuan medis terdekat jika mengalami efek samping serius atau reaksi alergi setelah minum Farsifen, ya!

  • https://bmccardiovascdisord.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2261-12-93
  • https://www.cureus.com/articles/26084-ibuprofen-induced-anaphylactic-shock-in-adult-saudi-patient
  • https://www.verywellhealth.com/about-advil-and-ibuprofen-risks-297181
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/161071
  • https://www.healthline.com/health/pain-relief/ibuprofen-advil-side-effects
  • https://www.klikdokter.com/obat/farsifen

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb