08 Juni 2022

Kenali Obana, Sirup untuk Atasi Masalah Batuk pada Anak

Meredakan batuk pada Si Kecil!

Obana jadi salah satu obat yang digunakan untuk mengatasi batuk pada anak.

Menurut The Royal Children's Hospital Melbourne, ini adalah gangguan umum yang terjadi pada anak-anak.

Penyebab umumnya adalah infeksi saluran pernapasan, seperti pilek. Kondisi tersebut dialami 6 hingga 12 kali per tahun.

Sebelum memberikan obat ini untuk anak, Moms perlu mengetahui serba-serbi selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: Silex, Obat dari Ramuan Herbal untuk Mengencerkan Lendir

Kegunaan Obat Obana

Batuk pada Anak
Foto: Batuk pada Anak (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Obana adalah obat yang digunakan untuk membantu meredakan batuk pada anak dengan melegakan tenggorokan.

Manfaat di dalamnya bisa didapatkan dari sejumlah kandungan, seperti:

1. Kencur (Kaempferia galanga)

Obana memiliki kandungan 6 gram kencur.

Dari jurnal Kaempferia galanga L.: Progresses in Phytochemistry, Pharmacology, Toxicology and Ethnomedicinal Uses, kencur adalah ramuan obat aromatik.

Obat ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional China untuk mengobati masuk angin, batuk kering, sakit gigi, rematik, hipertensi, dan lainnya.

Di dalam kencur bersifat antiinflamasi, antioksidan, antitumor, antibakteri, dan antiangiogenesis, yang dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

2. Jahe Merah (Zingiber officinale Var. Rubrum rhizoma)

Obana memiliki kandungan 4 gram jahe merah.

Jahe kerap dijadikan sebagai obat rumahan untuk mengatasi pilek dan sakit tenggorokan.

Di dalamnya bersifat antibakteri yang membantu mengatasi rasa sakit dan peradangan.

Jahe adalah akar tanaman Zingiber officinale. Melansir dari jurnal Ginger From Ancient Times to the New Outlook, jahe memiliki sejumlah manfaat, seperti:

  • Mencegah masuk angin
  • Mencegah atau meredakan sakit tenggorokan
  • Mengurangi peradangan

Baca Juga: 5 Cara Menenangkan Anak Rewel karena Radang Tenggorokan

3. Akar Manis (Glycyrrhiza glabra)

Obana juga memiliki kandungan 2,25 gram akar manis.

Jurnal berjudul Glycyrrhiza glabra (Licorice): A Comprehensive Review on Its Phytochemistry, Biological Activities, Clinical Evidence and Toxicology menyebutkan ada lebih dari 30 spesies genus akar manis yang tersebar luas di seluruh dunia.

Manfaatnya sendiri bukan hanya meredakan batuk saja, tetapi juga mengatasi infeksi tenggorokan, TBC, penyakit pernapasan, penyakit hati, dan lain sebagainya.

4. Thymi Herba

Di dalam Obana memiliki kandungan 1,5 gram thymi.

Dilansir dari European Medicines Agency Science Medicine Health, thymi telah digunakan selama 30 tahun sebagai upaya pengobatan tradisional.

Dalam sebuah studi klinis, thymi berhasil menyembuhkan batuk pada 60 orang dewasa.

5. Cengkeh (Eugenia caryophyllus)

Selanjutnya, Obana memiliki kandungan 0,18 gram cengkeh.

Tanaman ini efektif untuk mengendalikan mual dan muntah, batuk, diare, dispepsia, dan gangguan gastrointestinal lain.

Tanaman herbal ini efektif menghilangkan rasa sakit, menyebabkan kontraksi rahim, dan merangsang saraf.

Cengkih juga digunakan dalam pengobatan tradisional sebagai diuretik, odontalgic, perut, tonikardiac, dan stimulan.

Minyak atsiri yang berasal dari tanaman aromatik ini tidak hanya berfungsi sebagai pewangi dan perasa saja.

Akan tetapi, ini juga sebagai antioksidan yang mencegah beberapa penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas.

6. Madu

Di dalam Obana memiliki kandungan 5 mililiter madu.

Melansir dari Mayo Clinic, mengonsumsi minuman hangat yang dicampur dengan madu adalah cara alami meredakan sakit tenggorokan.

Selain itu, madu dinilai efektif untuk menurunkan intensitas gejala batuk.

Baca juga: Ketahui Dosis dan Aturan Pakai Cialis untuk Mengatasi Disfungsi Ereksi

Dosis Penggunaan Obana

Dosis disesuaikan berdasarkan usia anak.

Berikut ini panduan umum penggunaan obat:

  • Anak berusia 6-12 tahun: sebanyak 10 mililiter sirup, 3 kali sehari.
  • Anak berusia 1-6 tahun: sebanyak 5 mililiter sirup, 3 kali sehari.

Cara Tepat Menyimpan Obat

Sama halnya dengan penggunaan obat lainnya, Obana juga harus disimpan dengan cara yang benar.

Begini cara penyimpanan yang disarankan, yaitu:

  • Obat seharusnya disimpan di dalam suhu ruangan. Hindari menyimpan pada kulkas atau tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam tempat yang lembap, seperti di kamar mandi.
  • Obat tidak boleh disimpan dalam freezer atau dibekukan.
  • Obat tidak boleh disimpan di tempat yang terjangkau oleh anak-anak maupun hewan peliharaan.
  • Obat harus dibuang jika sudah habis masa berlakunya. Namun, pelajari lebih lanjut bagaimana tips aman membuang produk obat karena bisa saja mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang bersamaan dengan sampah rumah tangga karena berisiko mencemari lingkungan.
  • Obat tidak bisa dibuang pada toilet atau saluran pembuangan air.

Berkaitan dengan tata cara pembuangan obat yang aman, tanyakan pada apoteker secara langsung saat membeli obat.

Baca Juga: Ingat! 5 Hal Ini Wajib Ditanyakan saat Ingin Beli Obat

Efek Samping Penggunaan Obat

Sakit Kepala
Foto: Sakit Kepala

Foto: Orami Photo Stock

Seperti penggunaan obat-obatan lainnya, penggunaan Obana bisa menyebabkan efek samping setelah penggunaan.

Kebanyakan dari efek samping jarang terjadi dan tidak memerlukan penanganan khusus.

Efek samping yang umum terjadi, meliputi:

Sejumlah efek samping tersebut tidak perlu dikhawatirkan berlebih karena dapat hilang sendirinya seiring berjalannya waktu.

Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, penggunaan obat memicu efek samping parah berupa reaksi alergi.

Hentikan penggunaan dan segera periksakan diri ke dokter jika terjadi gejala reaksi alergi atau anafilaktik.

Berikut ini beberapa gejala yang perlu mendapat penanganan segera:

  • Ruam kulit
  • Pembengkakan pada wajah, bibir, tenggorokan, atau lidah
  • Gatal-gatal
  • Kesulitan bernapas

Baca Juga: Sanmag, Obat Antasida untuk Turunkan Asam Lambung Berlebih

Disarankan memeriksakan diri ke dokter jika anak mengalami sejumlah gejala serius yang disebutkan.

Jika tidak, risiko kehilangan nyawa bisa saja dialami karena keterlambatan diagnosis.

  • https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fphar.2021.675350/full
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4377061/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8703329/
  • https://www.ema.europa.eu/en/medicines/herbal/thymi-herba
  • https://www.sciencedirect.com/topics/immunology-and-microbiology/eugenia
  • https://www.mayoclinic.org/symptoms/cough/expert-answers/honey/faq-20058031#

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb