25 Mei 2024

Ciri-Ciri Filum Annelida, Habitat, dan Cara Reproduksinya

Bisa jadi bahan edukasi untuk Si Kecil

Filum annelida pada dasarnya merupakan salah satu jenis hewan tanpa tulang belakang, atau merupakan salah satu jenis cacing (filum) dengan jenis annelida.

Ada banyak jenis cacing yang hidup di muka bumi ini, Moms.

Setiap jenis cacing tersebut didefinisikan berdasarkan ciri-ciri dan habitatnya masing-masing.

Untuk menambah wawasan, terutama terkait jenis cacing yang sering ditemui ini, Moms bisa simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Mengenal Filum Protista Beserta Klasifikasi dan Ciri-cirinya

Apa itu Filum Annelida?

Filum Annelida
Foto: Filum Annelida (Pixabay/Natfot)

Dilansir dari laman Byjus, annelida merupakan jenis cacing atau filum yang bersegmen.

Annelida merupakan salah satu jenis filum yang terdapat dalam kingdom animalia.

Annelida sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu Annelus yang artinya cincin dan Oidos yang berarti bentuk.

Secara harfiah, annelida berarti cacing yang memiliki bentuk menyerupai untaian cincin.

Hal ini disebabkan karena tubuhnya yang tersusun dari segmen-segmen.

Ciri khas utama dari Annelida adalah tubuhnya yang terbagi menjadi segmen-segmen yang sering tampak seperti cincin yang tersusun berurutan

Filum annelida juga memiliki salah satu karakteristik khas dari cacing tanah, yaitu simetris bilateral dan memiliki rongga tubuh yang besar dengan isi cairan.

Penting diketahui juga bahwa filum annelida memiliki 2 cara reproduksi, yakni secara seksual dan aseksual.

Reproduksi seksual sendiri merupakan reproduksi umum yang sama dengan spesies lainnya.

Sementara reproduksi aseksual pada filum annelida dilakukan dengan cara fregmentasi atau memutuskan sebagian tubuhnya.

Baca Juga: Mengenal Janda Bolong Tanaman Hias dengan Harga Fantastis!

Kebanyakan Annelida memiliki setae, yaitu rambut atau sikat kecil yang terbuat dari kitin yang membantu dalam gerakan dan perlekatan.

Annelida memiliki sistem sirkulasi tertutup, di mana darah beredar di dalam pembuluh darah yang jelas dan terorganisir.

Banyak annelida, seperti cacing tanah, memainkan peran penting dalam proses penguraian dan membantu meningkatkan kesuburan tanah.

Mereka juga menjadi sumber makanan bagi berbagai predator, menghubungkan mereka ke banyak rantai makanan di ekosistem air dan darat.

Annelida adalah filum yang penting dengan anggota yang memiliki peranan krusial dalam ekosistem mereka.

Keberadaan mereka membantu dalam berbagai fungsi ekologis, mulai dari penguraian hingga sirkulasi nutrisi, membuat mereka penting bagi kesehatan lingkungan.

Ciri-Ciri Filum Annelida

Terapi Lintah
Foto: Terapi Lintah (Pixabay.com)

Agar lebih mudah memahami filum annelida, kenali ciri-cirinya berikut ini:

  • Hewan berongga

Cacing annelida merupakan hewan berongga dengan struktur tubuh sempurna dan masuk dalam kategori hewan selomata.

  • Tubuhnya bersegmen

Seperti untaian cincin atau gelang. Segmen-segmen ini dipisahkan oleh septa, atau dinding yang memisahkan satu segmen dengan segmen lainnya.

Metamerisme ini memungkinkan cacing untuk bergerak secara efisien melalui kontraksi otot di setiap segmen secara independen.

  • Tubuh annelida terdiri dari tiga lapisan

Tubuh annelida terdiri dari tiga lapisan embrionik, yaitu ektroderm, mesoderm, endoderm.

  • Tempat hidup

Annelida hidup di perairan laut atau tawar, namun umumnya hidup di tanah yang basah dan lembap.

Terdapat cacing yang hidup secara bebas, namun ada juga yang hidup sebagai parasit yang bergantung pada inangnya.

Biasanya, inangnya berupa hewan vertebrata.

  • Sistem pencernaan

Memiliki sistem pencernaan dan sirkulasi yang tertutup.

Hal ini berarti darah mereka mengalir dalam pembuluh darah yang terstruktur dan tidak bercampur dengan cairan tubuh di rongga tubuh (coelom).

Ini memungkinkan transportasi efisien nutrisi, gas, dan limbah di seluruh tubuh.

  • Rongga Tubuh

Rongga tubuh atau coelom ini berisi cairan yang berfungsi sebagai hidroskeleton, membantu dalam gerakan dan juga sebagai medium di mana organ internal dapat tumbuh dan bergerak secara independen dari dinding tubuh.

  • Sistem pernapasan

Cacing Annelida biasanya bernapas melalui kulit mereka (respirasi kutaneus), yang harus tetap lembap agar efektif.

Dalam beberapa kelompok seperti Polychaeta, parapodia (proyeksi tubuh yang berfungsi sebagai kaki) juga berperan dalam pernapasan.

  • Sistem Saraf

Sistem saraf annelida terdiri dari sebuah cincin saraf di sekitar faring dan sebuah rantai saraf ventral yang membentang di sepanjang tubuh.

Ini memungkinkan koordinasi gerakan segmen tubuh dan respon terhadap rangsangan lingkungan.

  • Diet

Annelida memiliki berbagai jenis diet, dari herbivor (misalnya cacing tanah yang memakan bahan organik di dalam tanah) hingga karnivor (beberapa polychaetes yang mungkin memakan hewan kecil atau sesama cacing).

Dari ciri-ciri filum annelida tersebut, Moms mungkin sudah bisa membayangkan contoh hewan yang termasuk dalam filum ini.

Ya, contoh hewan yang termasuk filum annelida adalah cacing tanah atau lintah jawa.

Baca Juga: Jangan Jijik Dulu, Kenali Manfaat dan Efek Samping Terapi Lintah

Pada dasarnya, cacing annelida hidup secara bebas.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb