11 Juni 2024

Flu Singapura pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Flu Singapura ini bisa disebabkan karena virus, Moms
Flu Singapura pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

Foto: Vista Create

Salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian orang tua adalah flu Singapura pada anak-anak.

Flu Singapura atau lebih dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus-virus tertentu.

Flu Singapura disebabkan oleh infeksi Coxsackievirus A16 dan Coxsackievirus A6, jenis virus yang termasuk kelompok Enterovirus.

Namun, ada jenis lain dari Enterovirus seperti Enterovirus 71 yang juga bisa menyebabkan flu Singapura.

Flu Singapura sering kali memunculkan kekhawatiran bagi orang tua, terutama karena gejalanya sering mirip dengan gejala flu biasa, Moms.

Namun, ada perbedaan khas yang perlu dikenali. Yuk, baca terus artikel ini untuk mengetahuinya, Moms!

Baca Juga: Infeksi Virus Cacar Monyet (Monkeypox), Penyakit Cacar Langka dari Afrika

Penyebab Flu Singapura pada Anak

Seperti yang dijelaskan di atas, flu Singapura pada anak dikenal juga sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD).

Berikut penyebab flu Singapura pada anak yang perlu Moms ketahui:

1. Virus

Flu Singapura pada Anak
Foto: Flu Singapura pada Anak (Wikimedia.org)

Penyebab utama dari flu Singapura pada anak adalah virus.

Virus Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 adalah dua dari beberapa virus yang dapat menyebabkan HFMD.

Meskipun demikian, terdapat juga jenis-jenis virus lain yang dapat menyebabkan penyakit ini, namun Coxsackievirus A16 dan Enterovirus 71 adalah yang paling umum.

2. Penyebaran Melalui Kontak Langsung

HFMD biasanya menyebar melalui kontak langsung dengan cairan dari hidung dan tenggorokan, ludah, dan cairan gelembung di kulit dari orang yang terinfeksi.

Penyebaran melalui tinja juga mungkin terjadi, terutama pada anak-anak yang masih menggunakan popok, Moms.

3. Penyebaran di Lingkungan yang Terkontaminasi

Virus penyebab HFMD dapat bertahan di lingkungan yang terkontaminasi, termasuk benda yang ada di sekitar anak, seperti mainan, pakaian, dan barang yang disentuh orang terinfeksi.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga kebersihan lingkungan agar bisa mencegah penyebaran penyakit ini, ya Moms.

3. Penyebaran Melalui Udara

Penularan flu Singapura pada anak melalui udara tidak seintensif penularan melalui kontak langsung.

Namun, virus-virus HFMD tetap dapat menyebar melalui udara ketika seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin.

4. Faktor Risiko

Ada banyak faktor-faktor risiko flu Singapura pada anak, seperti:

  • Kurangnya kekebalan terhadap virus
  • Paparan terhadap anak-anak lain yang terinfeksi
  • Kondisi lingkungan yang tidak bersih atau sanitasi yang buruk dapat meningkatkan risiko seorang anak terinfeksi HFMD.

Jadi, Moms perlu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sehingga bisa membantu mengurangi risiko penularan penyakit ini.

Baca Juga: Adakah Salep untuk Flu Singapura? Cari Tahu Penjelasannya!

Gejala Flu Singapura pada Anak

hand, foot, and mouth disease (HFMD)
Foto: hand, foot, and mouth disease (HFMD) (Flickr.com)

Mengutip dari Healthline, gejala flu Singapura pada anak mulai berkembang dari 3 hingga 6 hari setelah pertama kali terinfeksi.

Periode ini dikenal sebagai masa inkubasi. Ketika gejala muncul, Si Kecil bisa merasakan gejala berikut:

  • Demam
  • Penurunan nafsu makan
  • Sakit tenggorokan
  • Sakit kepala
  • Mudah tersinggung
  • Malaise (merasa tidak enak badan)
  • Bintik merah yang menyakitkan di dalam mulut
  • Keluarnya air liur secara berlebihan
  • Ruam merah pada tangan dan telapak kaki

Demam dan sakit tenggorokan biasanya menjadi gejala pertama HFMD.

Bintik-bintik dan ruam khas muncul kemudian, biasanya 1 atau 2 hari setelah demam dimulai.

Ruam biasanya terlihat seperti bercak merah datar. Bercak-bercak ini bisa saja sulit terlihat pada kulit yang lebih gelap, Moms.


Oleh karena itu, lebih mudah untuk memeriksanya di telapak tangan dan telapak kaki, karena ruam mungkin lebih jelas terlihat di bagian tubuh tersebut.

Lesi dapat muncul di semua permukaan tangan dan kaki, tetapi ini adalah salah satu dari sedikit ruam yang muncul di telapak tangan dan telapak kaki, ya Moms.

Nah, itulah gejala yang paling utama dari kondisi flu Singapura dan yang paling bisa dibedakan dengan flu lainnya.

Kebanyakan anak dengan HFMD juga akan memiliki luka yang menyakitkan di dalam mulut.

Pengobatan Flu Singapura pada Anak

Anak Demam
Foto: Anak Demam (Orami Photo Stock)

Masih mengutip dari Healthline, dalam kebanyakan kasus, infeksi akan sembuh tanpa pengobatan dalam waktu 7 hingga 10 hari.

Namun, dokter mungkin merekomendasikan beberapa pengobatan untuk membantu mengurangi gejala sampai penyakitnya sembuh.

Pengobatan tersebut dapat mencakup:

  • Salep topikal yang diresepkan atau yang dijual bebas untuk meredakan bintik-bintik dan ruam.
  • Obat penghilang rasa sakit, seperti acetaminophen atau ibuprofen, untuk mengurangi sakit kepala.
  • Sirup atau tablet hisap medis untuk meredakan sakit tenggorokan yang menyakitkan.

Beberapa pengobatan di rumah juga bisa meringankan gejala HFMD, lho Moms.

Moms dapat mencoba beberapa obat rumahan berikut untuk membantu mengurangi gangguan akibat bintik-bintik:

  • Mengisap es batu.
  • Mengonsumsi es krim.
  • Minum minuman dingin.
  • Batasi konsumsi buah-buahan sitrus, minuman buah, dan minuman bersoda.
  • Batasi makanan pedas atau asin.
  • Bilas mulut dengan air garam hangat, dapat membantu meredakan rasa sakit yang terkait dengan bintik-bintik di dalam mulut dan luka di tenggorokan. Moms dapat melakukannya beberapa kali sehari atau sesering yang diperlukan.

Baca Juga: Perbedaan Flu Singapura dan Cacar, Jangan Sampai Salah!

Kapan Sebaiknya Flu Singapura pada Anak Diperiksakan ke Dokter

Flu Singapura pada anak sebaiknya diperiksakan ke dokter jika mengalami kondisi berikut ini:

1. Demam Tinggi

Anak Sakit Demam
Foto: Anak Sakit Demam (Orami Photo Stock)

Jika Si Kecil mengalami demam tinggi yang tidak dapat dikontrol dengan obat penurun demam atau jika demam berlangsung lebih dari beberapa hari.

2. Dehidrasi

Jika anak tidak bisa minum cairan atau terjadi tanda-tanda dehidrasi seperti:

  • Mulut kering yang parah
  • Air mata yang berkurang saat menangis
  • Buang air kecil yang sangat sedikit.

Sebaiknya segera periksakan ke dokter.

3. Ruam yang Parah atau Infeksi

Jika ruam pada kulit semakin parah, merah, membengkak, atau terlihat terinfeksi, atau jika ada tanda-tanda infeksi.

Tanda-tandanya seperti nanah atau bau tidak sedap, segera konsultasikan dengan dokter.

4. Gejala lain yang Mengkhawatirkan

Jika Si Kecil menunjukkan gejala mengkhawatirkan seperti kejang, kelemahan otot yang parah, kehilangan kesadaran, atau masalah neurologis lainnya, segera ke dokter.

Itulah informasi seputar flu Singapura pada anak. Semoga membantu, Moms!

  • https://www.healthline.com/health/hand-foot-mouth-disease#home-remedies

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb