Kesehatan

30 Mei 2021

Cari Tahu Macam-macam Gangguan Tidur, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gangguan tidur dapat disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms mungkin pernah merasa kesulitan tidur atau sering terbangun di malam hari. Kondisi ini merupakan salah satu gejala terjadinya gangguan tidur.

Gangguan tidur adalah sekelompok kondisi yang memengaruhi kualitas dari tidur Moms setiap hari. Hal ini bisa disebabkan oleh masalah kesehatan atau karena terlalu stress.

Jika mengalami kondisi ini, Moms perlu mendapatkan perhatian medis, karena penting untuk mendapatkan tidur yang berkualitas.

Baca Juga: Berbahaya, Ini 4 Dampak Negatif Anak Kurang Tidur

Pengertian Gangguan Tidur

Gangguan Tidur

Foto: Orami Photo Stock

Jurnal StatPearls menjelaskan gangguan tidur adalah masalah klinis paling umum yang ditemui oleh pasien.

Moms yang sibuk mungkin lebih sering mengalami stres, sehingga akan kesulitan untuk tidur, khususnya di malam hari. Jika kondisi ini terjadi terus menerus dan mengganggu kehidupan sehari-hari, hal ini merupakan indikasi dari gangguan tidur.

Moms yang mengalami kesulitan tidur di malam hari, biasanya akan merasa lelah sepanjang hari. Gangguan tidur juga bisa memberikan dampak negatif pada energi, suasana hati, konsentrasi, dan kesehatan secara keseluruhan.

Dalam beberapa kasus, gangguan tidur dapat menjadi gejala dari kondisi kesehatan medis atau mental lainnya. Masalah tidur ini akhirnya bisa hilang begitu pengobatan diperoleh untuk penyebab yang mendasarinya.

Jika gangguan tidur tidak disebabkan oleh kondisi lain, pengobatan biasanya melibatkan kombinasi perawatan medis dan perubahan gaya hidup.

Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gangguan tidur dalam waktu lama. Karena jika tidak segera ditangani, efek negatif dari gangguan tidur dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut.

Selain itu, hal ini juga dapat memengaruhi kehidupan Moms sehari-hari, baik kinerja di perusahaan hingga pernikahan.

Baca Juga: 4 Posisi Tidur yang Baik untuk Meningkatkan Kualitas Tidur

Macam-macam Gangguan Tidur

Macam-macam gangguan tidur

Foto: Orami Photo Stock

Ada macam-macam jenis gangguan tidur. Beberapa diantara merupakan gejala dari penyakit lain. Berikut macam-macam gangguan tidur yang perlu Moms ketahui.

1. Insomnia

Insomnia mengacu pada ketidakmampuan untuk memejamkan mata atau tertidur dengan lelap di malam hari. Hal ini bisa disebabkan oleh jet lag, stres dan kecemasan, hormon, atau masalah pencernaan.

Jenis gangguan tidur ini mungkin juga merupakan gejala dari kondisi lain.

Indian Journal of Psychiatry menjelaskan Insomnia adalah keluhan umum dengan sejumlah gangguan kejiwaan misalnya, depresi, kecemasan, dan penarikan zat yang menekan fungsi otak.

Sayangnya, insomnia merupakan salah satu keadaan yang sangat umum terjadi. Data University of California Santa Cruz menyebutkan kondisi ini terjadi pada 50% orang dewasa dan umumnya dialami wanita dewasa dan tua.

Ada tiga jenis insomnia yang perlu diketahui:

Kronis, ketika terjadi terus menerus selama satu bulan. Intermiten, bila insomnia terjadi secara berkala, dan sementara, ketika insomnia berlangsung hanya beberapa malam pada suatu waktu.

2. Sleep Apnea

Sleep apnea ditandai dengan terjadinya penghentian napas saat tertidur. Hal ini merupakan kondisi medis serius yang menyebabkan tiubuh kekurangan oksigen.

Ada dua jenis sleep apnea, obstruktif dan central. Canadian Medical Association Journal sleep apnea obstruktif (OSA) ditandai dengan episode berulang dari penghentian (apnea) atau pengurangan (hipopnea) aliran udara selama tidur yang disebabkan oleh obstruksi jalan napas bagian atas.

Sementara, central sleep apnea terjadi karena ada kesalahan dalam menghubungkan otak dengan otot pernapasan di dalam tubuh.

Baca Juga: Obstructive Sleep Apnea, Gangguan yang Menyebabkan Berhentinya Pernapasan Saat Tidur

3. Parasomnias

Parasomnias adalah golongan gangguan tidur yang menyebabkan gerakan dan perilaku tidak normal saat tidur.

Misalnya, tidur berjalan, mengigau, rintihan, mimpi buruk, mengompol dan menggertakkan gigi atau mengatupkan rahang.

4. Restless Leg Syndrome

Restless leg syndrome (RLS) atau gelisah saat tidur adalah kondisi dimana Moms menggerakan kaki saat tidur. Dorongan ini terkadang disertai dengan sensasi kesemutan di kaki.

Meskipun gejala ini dapat terjadi pada siang hari, gejala ini paling sering terjadi pada malam hari.

RLS sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan tertentu, termasuk attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) dan penyakit Parkinson, tetapi penyebab pastinya tidak selalu diketahui.

5. Narkolepsi

Narkolepsi adalah tidur dengan cepat saat sedang terjaga. Kondisi ini biasanya akan ditandai dengan rasa sangat lelah dengan tiba-tiba dan tertidur tanpa peringatan.

Gangguan tersebut juga dapat menyebabkan kelumpuhan tidur, yang mungkin membuat Moms secara fisik tidak dapat bergerak segera setelah bangun tidur.

Meskipun narkolepsi dapat terjadi dengan sendirinya, namun kondisi ini juga sering dikatikan dengan gangguan neurologis tertentu, seperti multiple sclerosis.

Baca juga: 4 Faktor Tidak Terduga Penyebab Gangguan Tidur Pada Balita

Penyebab Gangguan Tidur

Penyebab gangguan tidur

Foto: Orami Photo Stock

Ada banyak kondisi, penyakit, dan gangguan yang dapat menyebabkan gangguan tidur. Dalam banyak kasus, gangguan tidur berkembang sebagai akibat dari masalah kesehatan yang mendasarinya.

1. Alergi dan Masalah Pernapasan

Alergi, pilek, dan infeksi saluran pernapasan atas dapat membuat Moms kesulitan bernapas di malam hari. Ketidakmampuan bernapas melalui hidung juga dapat menyebabkan kesulitan tidur.

2. Sering Buang Air Kecil

Nokturia, atau sering buang air kecil, dapat mengganggu tidur dengan menyebabkan Moms terbangun di malam hari. Ketidakseimbangan hormon dan penyakit saluran kemih dapat berkontribusi pada perkembangan kondisi ini.

Pastikan untuk segera menghubungi dokter jika sering buang air kecil disertai dengan pendarahan atau nyeri.

3. Sakit Kronis

Nyeri yang terus-menerus dapat membuat Moms sulit tidur. Bahkan mungkin dapat membuat Moms terbangun dari tidur yang sudah lelap.

Beberapa penyebab nyeri kronis yang paling umum adalah radang sendi, sindrom kelelahan kronis, fibromyalgia, penyakit radang usus, sakit kepala terus-menerus dan nyeri punggung bawah terus menerus.

Dalam beberapa kasus, nyeri kronis bahkan dapat diperburuk oleh gangguan tidur. Misalnya, dokter percaya perkembangan fibromyalgia mungkin terkait dengan masalah tidur.

4.Stres dan Kecemasan

Stres dan kecemasan (anxiety) seringkali berdampak negatif pada kualitas tidur.

Mungkin Moms sulit untuk tertidur atau tetap tertidur. Moms juga mungkin akan mengalami mimpi buruk, berbicara saat tidur, atau berjalan dalam tidur. Hal ini tentu dapat membuat kualitas tidur Moms menurun.

Baca juga: 5 Gangguan Tidur yang Bikin Anak Susah Terlelap di Malam Hari

Cara Mengatasi Gangguan Tidur

Cara mengatasi gangguan tidur

Foto: Orami Photo Stock

Perawatan untuk gangguan tidur dapat bervariasi tergantung pada jenis dan penyebab yang mendasari. Namun, umumnya masalah ini dapat diatasi dengan perawatan medis dan perubahan gaya hidup.

1. Perawatan Medis

Perawatan medis untuk gangguan tidur dapat dilakukan dengan cara seperti memberikan obat sesuai dengan penyebabnya. Misalnya jika Moms tidak bisa tidur karena gangguan pernapasan atas, dokter akan memberikan obat flu atau alergi.

Namun, jika gangguan tidur lebih para seperti sleep apnea, dokter akan memberikan alat bantu pernasapan atau tindakan operasi. Sementara, dokter akan memberikan pelindung gigi jika Moms mengalami gangguan tidur menggertakan gigi.

Baca juga: Gangguan Tidur karena Stres, Apa Penyebabnya?

2. Perubahan Gaya Hidup

Perubahan gaya hidup dapat sangat meningkatkan kualitas tidur Moms, terutama jika dilakukan bersamaan dengan perawatan medis. Beberapa perbubahan gaya hidup antara lain,

  • Konsumsi sayuran dan ikan lebih banyak serta mengurangi asupan gula.
  • Mengurangi stres dan kecemasan dengan berolahraga dan peregangan
  • Mengatur jadwal tidur lebih teratur
  • Minum lebih sedikit air sebelum tidur
  • Membatasi asupan kafein, terutama di sore atau malam hari
  • Mengurangi rokok dan alkohol
  • Konsumsi makanan rendah karbohidrat yang lebih kecil sebelum tidur
  • Menjaga berat badan yang sehat berdasarkan rekomendasi dokter Anda

Perlu diingat juga Moms, tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari juga dapat meningkatkan kualitas tidur secara signifikan. Meskipun Moms mungkin tergoda untuk tidur lebih banyak di akhir pekan, hal ini dapat membuat Moms lebih sulit untuk bangun dan tertidur selama minggu kerja.

Baca juga: Suhu Kamar Bisa Pengaruhi Kualitas Tidur, Ini Buktinya

Demikian penjelasan mengenai macam-macam gangguan tidur, penyebab dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat ya Moms.

  • https://www.healthline.com/health/sleep/disorders
  • https://www.ucsfhealth.org/conditions/insomnia
  • https://www.sleepfoundation.org/sleep-disorders
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5714700/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5310097/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560720/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait