Trimester 3

19 Maret 2020

Gejala Kontraksi Palsu yang Perlu Diketahui

Kondisi kontraksi palsu harus diwaspadai karena nyatanya bisa menjadi tanda tertentu dari kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Intan Aprilia

Memasuki masa trimester ketiga, tentunya setiap Moms yang mengandung sudah merasa deg-degan menunggu waktu persalinan tiba.

Segala persiapan dilakukan karena rata-rata bayi akan lahir ketika usia kehamilan memasuki 38 minggu. Salah satu tanda Moms siap untuk melahirkan adalah terjadinya kontraksi.

Ada kondisi yang disebut kontraksi palsu atau Braxton Hicks. “Kontraksi palsu tidak menyebabkan perubahan pada serviks. Sedangkan nyeri persalinan ada di perut bagian bawah dan punggung bawah, serta rasanya akan menyakitkan. Tanda lainnya dari kontraksi jelang persalinan terdapat bercak darah pada vagina,” ujar Dr. Daniel Roshan, dokter kandungan dari New York.

Gejala kontraksi palsu memang tidak dapat diprediksi, namun biasanya berlangsung kurang dari 30 detik atau hingga 2 menit.

Sedangkan, kontraksi persalinan yang sebenarnya berlangsung antara 30 sampai 90 detik dan bisa lebih lama dari waktu ke waktu.

Seringnya Moms keliru dengan kontraksi palsu ini sehingga muncul rasa panik. Namun, sebaiknya jangan panik dan perhatikan gejala kontraksi palsu ini.

Baca Juga: Ketahui Perbedaan Kontraksi Palsu dan Tanda Akan Melahirkan

Gejala Kontraksi Palsu

Gejala Kontraksi Palsu yang Perlu Diwaspadai-1.jpg

Foto: babycenter.com

Jurnal Braxton Hicks Contractions mengatakan bahwa kontraksi palsu umumnya terjadi pada trimester ketiga, tapi beberapa ibu hamil juga dapat merasakannya pada awal trimester kedua. Gejala kontraksi palsu yaitu:

  • Perut bagian atas terasa kencang
  • Bisa terasa sakit atau justru tidak menimbulkan rasa sakit
  • Terjadi tidak teratur, berbeda dengan kontraksi jelang persalinan yang datang secara berkala dan seiring berjalannya waktu bisa semakin kuat

Gejala kontraksi palsu ini mungkin bisa dikatakan mirip dengan kram menstruasi yang dapat Moms rasakan.

Nyatanya, kontraksi palsu dapat berhenti dengan perubahan tingkat aktivitas dan ketika Moms mengubah posisi.

Berbeda dengan kontraksi jelang persalinan yang bisa semakin terasa berat dan berlanjut ketika Moms melakukan pergerakan atau mengubah posisi.

Baca Juga: 4 Jenis Kontraksi saat Hamil, Bumil Wajib Tahu!

Menangani Kontraksi Palsu

Gejala Kontraksi Palsu yang Perlu Diwaspadai-3.jpg

Foto: healthline.com

Moms, sebaiknya tidak perlu panik jika terjadi kontraksi palsu karena nyatanya ini bukan kondisi medis yang serius.

Jurnal Braxton Hicks Contractions juga mengungkapkan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi kontraksi palsu tersebut, di antaranya:

  • Mengubah posisi atau tingkat aktivitas. Jika Moms sudah terlalu aktif dan banyak bergerak, segera berbaring atau apabila Moms sudah terlalu lama duduk, cobalah untuk berjalan-jalan untuk redakan gejala kontraksi palsu.
  • Lakukan kegiatan yang membuat Moms merasa nyaman dan tenang, seperti pijat, membaca buku, mendengarkan musik, atau melakukan meditasi seperti yoga dan pilates. Tujuannya untuk membuat tubuh dan pikiran Moms menjadi lebih rileks.
  • Cegah dehidrasi dengan minum air putih yang cukup. Nyatanya, dehidrasi bisa membahayakan kesehatan ibu hamil, untuk itu selalu cukupkan cairan di tubuh, ya.
  • Perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung nutrisi dan gizi seimbang untuk menjaga stamina tubuh Moms selama masa kehamilan.

Baca Juga: 6 Cara Meredakan Nyeri Kontraksi Melahirkan

Itulah yang bisa dilakukan apabila terjadi gejala kontraksi palsu. Jika waktu persalinan memang semakin dekat, selalu waspada terhadap setiap tanda-tanda yang terjadi.

Apabila Moms mengalami kontraksi kuat yang semakin sering dan menyakitkan, serta penurunan gerakan janin terlihat, segera ke rumah sakit terdekat.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait