24 Oktober 2022

Hari Polio Sedunia 2022: Yuk, Berikan Imunisasi Polio pada Anak Sesuai Jadwalnya!

Diperingati setiap tanggal 24 Oktober

Hari Polio Sedunia merupakan hari untuk memperingati upaya dunia agar terbebas dari penyakit menular, polio dan menghargai jasa-jasa orang-orang yang berkontribusi dalam memberantas polio.

Hari Polio Sedunia diperingati para 24 Oktober setiap tahunnya.

Polio adalah penyakit yang sangat menular dan berbahaya yang disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf.

Begitulah tingkat bahaya penyakit ini sehingga 1 dari 200 orang yang terinfeksi menghadapi risiko kelumpuhan permanen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Oleh karena itu, pemberantasan polio dianggap penting dalam skala global.

Inilah sebabnya mengapa Hari Polio Sedunia menjadi momen penting, yang diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan vaksinasi polio dan pemberantasan polio.

Baca Juga: Kenali Gejala dan Cara Mencegah Polio Pada Anak

Sejarah Hari Polio Sedunia

Hari Polio Sedunia
Foto: Hari Polio Sedunia (Freepik.com/vitador)

Pada Hari Polio Sedunia, organisasi di seluruh dunia, seperti Rotary International, WHO, dan sebagainya, merayakan individu dan organisasi yang terlibat dalam perjuangan global melawan polio dan upaya mereka untuk memberantas virus sepenuhnya.

Hari peringatan ini juga berupaya untuk menyebarkan kesadaran kepada orang-orang tentang pentingnya mengekang virus dan potensi wabah, serta melakukan upaya untuk mengumpulkan dana untuk mencapai tujuan ini.

Ini diawali pada tahun 1938, di mana Presiden Roosevelt mendirikan Yayasan Nasional Bagi Kelumpuhan Anak-Anak, yang bertujuan untuk menemukan cara mencegah polio, dan merawat mereka yang sudah terjangkit.

Yayasan itu membentuk kegiatan March of Dimes, di mana ibu-ibu melakukan kunjungan dari rumah ke rumah, anak-anak membantu melakukan sesuatu untuk orang lain, bioskop memasang iklan.

Kegiatan tersebut semuanya bertujuan untuk minta bantuan satu dime, atau sepuluh sen.

Dana yang masuk waktu itu digunakan untuk membiayai penelitian Dokter Jonas Salk, yang menemukan vaksin polio efektif pertama.

Pada tahun 1955 vaksin Salk mulai digunakan, namun cuma di Amerika saja.

Lalu pada tahun 1955, Presiden Dwight Eisenhower mengumumkan bahwa Amerika akan mengajarkan kepada negara-negara lain cara membuat vaksin polio.

Informasi ini diberikan secara gratis, kepada 75 negara, termasuk Uni Soviet.

Vaksin tersebut pun digunakan oleh seluruh masyarakat dunia, karena efektif dalam memberantas penyakit polio.

Namun, Salk menolak untuk mematenkan vaksin ini karena menurutnya vaksin ini milik semua orang seperti halnya sinar matahari.

Baca Juga: Serba-serbi Penyakit Poliomielitis, Bisa Picu Kelumpuhan pada Anak

Tema Hari Polio Sedunia

Hari Polio
Foto: Hari Polio (Freepik.com/ranastockbranding)

Setiap tahunnya, perayaan Hari Polio Sedunia memiliki tema masing-masing.

Di tahun 2022, tema Hari Polio Sedunia yang diusung oleh World Health Organization adalah "World Polio Day 2022 and Beyond: A Healthier Future for Mothers and Children".

Tema tersebut mendesak untuk mengakui kemajuan yang dicapai sejauh ini dalam perjuangan pemberantasan polio pada anak-anak dan bagaimana mereka akan terus bekerja sama untuk memberikan masa depan yang lebih sehat bagi ibu dan anak.

Dengan cara ini, para ibu akan dapat memiliki pengalaman kehamilan yang positif, dan anak-anak akan mencapai potensi perkembangan penuh mereka untuk masa depan yang lebih cerah dan lebih baik.

Baca Juga: Pentingnya Imunisasi IPV untuk Anak Guna Mencegah Polio, Jangan Sampai Kelupaan, Moms!

Program Polio Indonesia dan Dunia

Anak Divaksin
Foto: Anak Divaksin (Freepik.com/marinademidiuk)

Selama lebih dari 10 tahun Indonesia sudah memliki status bebas polio.

Namun, melansir dari laman Kemenkes Indonesia, masih ada lebih dari 50% jumlah provinsi di Indonesia yang berisiko tinggi terhadap penularan virus polio impor.

Program Polio untuk Pencegahan

Satu-satunya usaha yang bisa dilakukan dalam mengantisipasi penyakit polio adalah pencegahan, bukan pengobatan.

Hal ini disebabkan karena hingga kini belum ditemukan obat yang efektif untuk penyembuhan penyakit ini.

Pencegahan dilakukan melalui imunisasi (vaksinasi), yaitu memberikan vaksin polio kepada anak-anak sehingga dapat terhindar dari serangan polio.

Dengan melakukan vaksinasi, di dalam tubuh kita akan terbentuk antibodi yang bisa melawan serangan virus polio.

Adanya program imunisasi juga memutuskan mata rantai penularan virus polio liar.

Jika seseorang tidak mendapatkan vaksin polio, virus polio yang menginfeksinya bisa berkembang biak dan menyebabkan gejala polio.

Tidak hanya itu, virus yang keluar dari tubuh seseorang melalui tinja bahkan bisa menular kepada orang lain dan menyebabkan gejala yang sama.

Sebaliknya, jika seseorang tersebut telah divaksinasi, jika suatu saat virus polio menginfeksi, maka akan bisa dinetralisasikan oleh antibodi yang terbentuk di dalam tubuh yang dihasilkan dari vaksin.

Sehingga, virus polio tidak berkembang biak di dalam tubuhnya, dan secara otomatis tidak menular kepada orang lain yang ada di sekitarnya.

Karena itu, jelas sekali bahwa imunisasi adalah cara yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan virus polio.

Baca Juga: Mengenal Teori Piaget, 4 Tahapan Perkembangan Kognitif dan Kecerdasan Anak

Program Polio Dunia untuk Mencegah Penyakit Polio

Untuk memusnahkan polio dari bumi ini, tahun 1988 WHO mencanangkan program "The Global Polio Eradication Initiative" dibantu oleh UNICEF, The US Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dan Rotary International.

Strategi utama dalam program tersebut adalah imunisasi, baik imunisasi rutin yang diberikan kepada setiap bayi yang lahir maupun imunisasi massal melalui National Immunization Day (NID), atau di Indonesia lebih dikenal dengan PIN.

Dengan program ini, pada tahun 1995 Indonesia telah bebas dari polio. Dan dengan program ini juga, pada 2004 dunia sudah hampir bebas dari polio.

Jadwal Imunisasi Polio

Ilustrasi Anak Imunisasi Polio
Foto: Ilustrasi Anak Imunisasi Polio (Freepik.com/freepik)

Saat ini, masih terdapat anak-anak di Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi sejak lahir dan imunisasi yang tidak lengkap.

Padahal, memberi anak imunisasi yang lengkap sedari awal kehidupan mereka dapat menghindarkan dari penyakit menular.

Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI, berdasarkan data dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI, menunjukkan sejak 2014-2016, terhitung sekitar 1,7 juta anak belum mendapatkan imunisasi atau belum lengkap status imunisasinya.

Maka dari itu, Kemenkes RI, mengubah konsep imunisasi dasar lengkap menjadi imunisasi rutin lengkap.

Pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak.

Untuk imunisasi polio, diberikan 4 kali, yaitu:

  • Pada usia 1 bulan (sesaat setelah lahir)
  • Usia 2 bulan
  • Usia 3 bulan
  • Usia 4 bulan untuk mencegah lumpuh layuh

Untuk bayi yang baru lahir, akan diberi imunisasi polio dalam bentuk tetes.

Lalu, imunisasi polio suntik diberikan 1 kali pada usia 4 bulan agar kekebalan yang terbentuk semakin sempurna.

Demikian informasi mengenai Hari Polio Sedunia. Yuk ikut peringati bersama, agar semakin banyak masyarakat yang aware terhadap penyakit ini.

  • http://lipi.go.id/berita/pin-polio-dan-kesadaran-masyarakat/466
  • http://p2p.kemkes.go.id/kewaspadaan-indonesia-dalam-menghadapi-wabah-polio-di-papua-nugini/
  • https://ismkmi.org/2020/10/24/hari-polio-sedunia/
  • https://www.who.int/news-room/events/detail/2022/10/21/default-calendar/world-polio-day-2022-and-beyond--a-healthier-future-for-mothers-and-children
  • https://wash-rag.org/page/world-polio-day
  • https://parenting.firstcry.com/articles/world-polio-day-date-significance-themes-and-more/
  • https://www.kemkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.