Program Hamil

PROGRAM HAMIL
22 Maret 2021

Mengenal Induksi Ovulasi, Alternatif Program Hamil Selain Bayi Tabung

Relatif murah dan praktis.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Infertilitas atau gangguan kesuburan umum terjadi pada pasangan suami istri di Indonesia. Untuk memiliki buah hati, seringkali mereka melakukan program hamil alias promil, salah satunya dengan metode induksi ovalasi.

Apakah induksi ovulasi itu? Apakah ini sama dengan metode program hamil lainnya?

Untuk mengenal lebih jauh tentang induksi ovulasi yuk simak fakta di bawah ini. Ada pula kategori yang tepat untuk keberhasilan melakukan promil dengan induksi ovulasi, Moms!

Metode Induksi Ovulasi

mengenal induksi ovulasi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Angka kehamilan per siklus (fekundabilitas) adalah 20-25 persen dengan rentang usia di bawah 35 tahun. Seiring bertambahnya usia maka tingkat kehamilan juga semakin menurun.

Untuk di Indonesia sendiri, pasangan infertilitas dengan keberhasilan pembuahan mencapai 3 persen.

Oleh sebab itu, adanya metode promil induksi ovulasi menaikkan keberhasilan pembuahan.

“Induksi ovulasi itu adalah obat penyubur kandungan yang dipakai wanita dalam memiliki keturunan,” jelas dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi & Reproduksi @RS Pondok Indah IVF Centre, dalam konferensi Pers "Mengenal Induksi Ovulasi Sebagai Salah Satu Program Kehamilan" pada Rabu, 10 Maret 2021.

Terapi induksi ovulasi ini digunakan untuk menstimulasi sel telur agar berhasil dibuahi oleh sel sperma melalui senggama terjadwal.

Induksi ovulasi ini biasanya diminum atau disuntikkan pada awal siklus menstruasi dan respons tubuh dipantau melalui siklus tersebut menggunakan ultrasonografi.

“Program keberhasilan induksi ovulasi ini mencapai 10 persen, berdasarkan usia pasangan, kualias sel telur, dan jumlah folikel yang matang,” tambah dr. Shanty.

Tujuan dari induksi ovulasi yang terkontrol adalah untuk mencapai kehamilan tunggal yang sehat.

Induksi ovulasi menggunakan obat kesuburan untuk merangsang pelepasan satu atau lebih sel telur dari ovarium.

Kadang-kadang, prosedur yang disebut inseminasi intrauterine (IUI) digunakan sehubungan dengan induksi ovulasi untuk mencapai kehamilan.

IUI memerlukan penempatan sperma yang telah dicuci dan terkonsentrasi langsung ke dalam rahim wanita melalui kateter kecil.

Baca Juga: IVF Centre RS Pondok Indah Tawarkan Program Bayi Tabung Berbasis Teknologi Modern

Siapa Sajakah yang Memerlukan Induksi Ovulasi?

5 Alternatif Promil Selain Induksi Ovulasi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Program kehamilan induksi ovulasi direkomendasikan untuk wanita dengan infertilitas yang tidak dapat dijelaskan.

Mengutip Fertility Center, wanita dengan siklus haid yang panjang, tidak teratur atau jarang pun dibolehkan menggunakan program ini. Begitu juga dengan wanita yang mengalami infertilitas ringan.

“Wanita yang mengidap Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) juga disarankan untuk mencoba induksi ovulasi terlebih dahulu,” jelas dr. Shanty.

Nantinya setiap wanita yang ingin melakukan program induksi ovulasi akan diberikan arahan oleh dokter.

Sebelum menentukan apakah Moms sesuai dengan kriteria, adanya beberapa tahapan untuk pemeriksaan. Misalnya dari riwayat penyakit, siklus haid, serta gangguan kesuburan.

Sebab, ada beberapa kasus dengan infertilitas untuk memilih program hamil lainnya yang lebih sesuai dengan kondisinya.

Tahapan Induksi Ovulasi

5 Tahapan Induksi Ovulasi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Meski terlihat mudah untuk melakukan induksi ovulasi atau obat penyubur ini, ada tahapan yang perlu Moms lalui, lho.

Berikut tahapan induksi ovulasi sebagai program kehamilan.

1. Konsultasi

Dokter kandungan akan berkonsultasi dengan pasangan untuk menentukan program hamil yang sesuai. Mereka juga akan menilai siklus ovulasi dengan tes darah untuk mengukur kadar hormon pada tahap tertentu dari siklus.

Serta dibutuhkan USG untuk melihat perkembangan folikel di ovarium dan ketebalan serta penampakan lapisan rahim.

Riwaya usia, gaya hidup dan riwayat penyakit juga menjadi faktor yang menentukan tingkat keberhasilan induksi ovulasi.

Baca Juga: 7 Tahapan Proses Bayi Tabung yang Perlu Moms dan Dads Lalui, Catat!

2. Stimulasi

5 Alternatif Promil Selain Induksi Ovulasi IVF 4

Foto: Orami Photo Stocks

Setelah melakukan proses konsultasi dan pemeriksaan dasar, Moms akan masuk ke tahapan stimulasi.

Ovarium akan dirangsang dengan obat-obatan untuk mendorong pertumbuhan folikel yang mengandung telur.

Dokter kandungan akan mendiskusikan dengan Moms untuk kombinasi obat yang paling tepat untuk situasi siklus.

3. Senggama Terjadwal

Senggama terjadwal atau berhubungan intim di masa ovulasi adalah waktu yang tepat untuk mendukung program ini.

Menjelang masa ovulasi, dokter akan menyarankan hari yang paling tepat untuk melakukan hubungan seksual dalam memaksimalkan peluang untuk hamil.

Misalnya dalam seminggu masa ovulasi, berhubungan seks sekitar 2-5 kali atau melakukan inseminasi intrauterine di mana sperma yang sudah disiapkan dimasukkan ke dalam rahim.

4. Pemantauan

induksi ovulasi dengan usg.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Proses induksi ovulasi akan dipantau dengan sangat ketat dengan ultrasound atau tes darah untuk memeriksa jumlah dan ukuran folikel yang berkembang, ini penting untuk mengurangi risiko kehamilan ganda.

Moms juga akan diminta untuk melakukan test pack dua minggu setelah proses ini.

Baca Juga: 8 Manfaat Habbatussauda untuk Tubuh, Bisa untuk Promil!

Obat-obatan yang Dipakai

Deretan Obat Induksi Ovulasi yang Bisa Bantu Redakan Gejala

Foto: Orami Photo Stocks

Induksi ovulasi lebih dikenal sebagai obat penyubur kandungan. Lantas obat apa sajakah yang dipakai untuk proses ini?

Namun, penting untuk tahu bahwa obat-obatan ini hanya dipakai sesuai anjuran dokter dan tidak bisa dibeli bebas.

Setiap kasus infertilitas berbeda pula obat yang digunakannya.

1. Clomiphene Citrate

Clomiphene citrate adalah obat oral yang menginduksi ovulasi dengan memblokir reseptor estrogen.

University of California San Fransisco Health menjelaskan, efek anti-estrogen buatan ini membuat tubuh percaya bahwa kadar estrogen rendah, yang merangsang produksi lebih banyak hormon perangsang folikel (FSH).

Clomiphene citrate bertindak sebagai agen kesuburan pada wanita dengan menginduksi superovulasi, pelepasan banyak sel telur dalam siklus menstruasi tertentu.

Untuk infertilitas yang tidak dapat dijelaskan, klomifen sitrat diresepkan dengan inseminasi intrauterine (IUI). Saat digunakan untuk induksi ovulasi pada wanita yang tidak berovulasi, IUI tidak diperlukan.

Obat ini untuk gangguan sperma juga bisa dan meningkatkan hormon FSH dan LH dalam produksi sperma.

2. Letrozele

Kegagalan Berulang Saat Induksi Ovulasi, Apa Penyebabnya? 2

Foto: Orami Photo Stocks

Obat ini digunakan untuk terapi kanker payudara pada pasien pasca-menopause. Namun untuk metode induksi ovulasi, obat ini kerap digunakan.

Letrozole bekerja dengan cara menghambat enzim aromatase yang mengubah androgen menjadi estrone dan estradiol sehingga mengakibatkan penurunan biosintesis estrogen di jaringan perifer dan jaringan kanker payudara.

3. Gonadotropin

Obat induksi ovulasi yang terdiri dari dua hormon yang dapat disuntikkan, luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).

Tugasnya untuk mendorong perkembangan telur dan biasanya diproduksi oleh kelenjar pituitari. Karena betapa kuatnya gonadotropin dalam merangsang perkembangan telur, mereka membutuhkan pemantauan yang lebih sering daripada klomifen sitrat dan letrozole.

Risiko obat ini termasuk kehamilan ganda dan sindrom hiperstimulasi ovarium (OHSS), di mana ovarium menjadi terlalu terstimulasi dan bengkak.

Baca Juga: Pentingnya Mengenal Obat Penyubur Kandungan dari Dokter, Jangan Salah Pilih!

Efek samping obat ini seringkali terjadinya perubahan hormon pada wanita. Seperti payudara nyeri, sakit kepala serta napsu makan berkurang atau meningkat.

Kehamilan kembar cukup tinggi yakni 20 persen untuk obat Gonadotropin,” terang dr. Shanty pada Rabu lalu.

Kelebihan Induksi Ovulasi

Induksi ovulasi biasanya merupakan salah satu perawatan pertama yang digunakan untuk infertilitas karena bersifat noninvasif dan relatif murah dibandingkan dengan perawatan kesuburan lainnya, seperti IVF atau bayi tabung.

Promil lain biasanya mencakup biaya tes cukup tinggi, pengobatan, dan langkah yang lebih kompleks.

Nah kabar baiknya, promil induksi ovulasi bisa digabungkan dengan metode lainnya, lho!

Untuk kasus anovulasi yang lebih parah atau penyebab infertilitas lainnya, induksi ovulasi juga dapat menjadi pengobatan yang efektif dalam hubungannya dengan IVF, inseminasi intrauterine (IUI) dan pengobatan holistik lainnya.

Pada usia wanita kurang dari 35 tahun, tingkat keberhasilan induksi ovulasi ini cukup tinggi.

Untuk infertilias murni dengan senggama terjadwal dan induksi ovulasi sudah membantu tanpa menggabungkan promil lainnya.

Baca Juga: Tanda Fisik Infertilitas, Apakah Bisa Diketahui?

Semoga dengan memilih induksi ovulasi ini Moms segera diberikan buah hati ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait