17 Januari 2023

Infeksi Jamur Vagina: Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Bisa berisiko radang panggul jika cara penyembuhannya salah

Infeksi jamur vagina adalah infeksi jamur yang menyebabkan iritasi, keluarnya cairan, dan rasa gatal yang hebat pada vagina dan area vulva atau jaringan di lubang vagina.

Kondisi yang juga disebut kandidiasis vagina ini bisa memengaruhi hingga 3 dari 4 wanita.

Bahkan, banyak wanita mengalami setidaknya dua episode infeksi dalam hidup mereka.

Baca Juga: Serba-Serbi Kanker Vulva, Mulai dari Penyebab Hingga Cara Mengatasinya

Obat Jamur Kelamin di Apotek

Ilustrasi pemeriksaan ke dokter
Foto: Ilustrasi pemeriksaan ke dokter (Freepik.com/pressfoto)

Infeksi jamur vagina tentu membuat Moms cemas. Tapi, alih-alih mencari obat bebas di apotek, lebih baik Moms konsultasi ke dokter.

Hal ini juga dipaparkan oleh dr. Grace Valentine, Sp.OG, FMIGS Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RS Pondok Indah – Puri Indah.

"Jika mengalami infeksi jamur vagina, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan diagnosis dan terapi pengobatan, serta penanganan yang tepat," jelasnya.

Infeksi jamur pada vagina bisa dicegah dengan cara-cara berikut:

  • Kenakan pakaian dalam yang dapat menyerap keringat dengan baik.
  • Hindari penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat.
  • Ganti pembalut atau tampon secara berkala, yaitu 4-5 jam sekali.
  • Pastikan cara yang tepat untuk membersihkan vagina setelah buang air kecil.
  • Hindari hubungan intim berisiko, misalnya hubungan intim tanpa kondom atau sering berganti pasangan.

Baca Juga: 4 Penyakit yang Disebabkan Jamur Candida Albicans Baeserta Cara Mengatasinya

Infeksi Jamur Vagina, Termasuk Infeksi Menular Seksual?

Masalah pada vagina
Foto: Masalah pada vagina (flo.health)

Infeksi jamur vagina tidak dianggap sebagai infeksi menular seksual.

"Infeksi jamur pada vagina dapat menular jika seseorang melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi jamur, salah satunya melalui kontak seksual.

Meski begitu, infeksi jamur bukan merupakan infeksi menular seksual," kata dr. Grace.

Namun, ada peningkatan risiko penularan pada saat aktivitas seksual reguler pertama.

Ada juga beberapa bukti bahwa infeksi mungkin terkait dengan kontak mulut ke genital atau pada saat melakukan seks oral genital.

Bila mengalami infeksi jamur berulang, seperti empat atau lebih dalam setahun, Moms mungkin memerlukan perawatan yang lebih lama dan rencana perawatan.

Baca Juga: Infeksi Jamur pada Puting saat Menyusui, Bagaimana Mengatasinya?

Gejala Infeksi Jamur Vagina

Gejala infeksi jamur vagina
Foto: Gejala infeksi jamur vagina (glamour.com)

Jika Moms bertanya infeksi jamur pada Miss V seperti apa, Moms bisa mengenalinya melalui gejala yang muncul.

Nah, gejala infeksi ragi dapat berkisar dari ringan hingga sedang, termasuk:

  • Gatal dan iritasi pada vagina dan vulva.
  • Sensasi terbakar, terutama saat berhubungan seksual atau saat buang air kecil.
  • Kemerahan dan pembengkakan pada vulva.
  • Vagina sakit dan nyeri.
  • Ruam vagina.
  • Keputihan kental, putih, bebas bau dengan tampilan seperti keju cottage.
  • Keputihan encer.

Moms mungkin mengalami infeksi jamur yang rumit jika:

  • Memiliki tanda dan gejala yang parah, seperti kemerahan yang luas, bengkak dan gatal yang menyebabkan robekan, retakan atau luka
  • Memiliki empat atau lebih infeksi jamur dalam setahun
  • Infeksi disebabkan oleh jenis jamur yang kurang khas.
  • Sedang hamil.
  • Menderita diabetes yang tidak terkontrol.
  • Sistem kekebalan melemah karena obat atau kondisi tertentu seperti infeksi HIV.

Nah, ada beberapa gejala juga yang mengharuskan kamu untuk segera membuat janji temu dengan dokter untuk memeriksakan kondisinya, seperti:

  • Saat pertama kalinya Moms mengalami gejala infeksi jamur.
  • Moms tidak yakin apakah mengalami infeksi jamur atau bukan.
  • Gejala tidak berkurang setelah diobati dengan krim atau supositoria vagina antijamur yang dijual bebas.
  • Mengembangkan gejala lain.

Menurut dr. Grace Valentine, infeksi jamur vagina juga bisa menimbulkan gejala.

Misalnya, vagina mengeluarkan lendir berwarna putih atau hijau yang menggumpal disertai gejala perih, gatal, panas, dan tidak nyaman pada vagina.

Baca Juga: Waspada Tinea Captitis, Infeksi Jamur di Kulit Kepala Anak

Penyebab Infeksi Jamur Vagina

Ilustrasi kehamilan (Orami Photo Stocks)
Foto: Ilustrasi kehamilan (Orami Photo Stocks)

Jamur Candida albicans bertanggung jawab atas sebagian besar infeksi jamur vagina.

Vagina secara alami mengandung campuran ragi yang seimbang, termasuk candida, dan bakteri. Bakteri tertentu (Lactobacillus) bertindak untuk mencegah pertumbuhan berlebih dari ragi.

Namun, keseimbangan itu bisa terganggu.

Pertumbuhan berlebih dari kandida atau penetrasi jamur ke dalam lapisan sel vagina yang lebih dalam menyebabkan tanda dan gejala infeksi jamur.

Nah, pertumbuhan ragi yang berlebihan dapat disebabkan oleh:

  • Penggunaan antibiotik, yang menyebabkan ketidakseimbangan flora alami vagina.
  • Kehamilan.
  • Diabetes yang tidak terkontrol.
  • Sistem kekebalan tubuh yang terganggu.
  • Menggunakan kontrasepsi oral atau terapi hormon yang meningkatkan kadar estrogen.

Candida albicans adalah jenis jamur yang paling umum menyebabkan infeksi jamur.

Infeksi ragi yang disebabkan oleh jenis jamur candida lainnya bisa lebih sulit diobati, dan umumnya membutuhkan terapi yang lebih agresif.

Hal ini senada dengan penjelasan dr. Grace Valentine, lho, Moms.

"Jamur yang sering kali menginfeksi vagina adalah candida albicans.

Pada kondisi normal, jamur ini hidup di vagina dan berbagai area tubuh lainnya seperti mulut, saluran cerna, dan kulit tanpa menyebabkan gangguan kesehatan," kata dr. Grace.

Infeksi jamur pada vagina salah satunya disebabkan oleh kondisi stres.

Stres fisik dan emosional dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga membuat wanita lebih rentan terinfeksi jamur, terlebih jika higenitas vagina tidak terjaga.

Baca Juga: Otomikosis, Infeksi Jamur pada Telinga Luar yang Harus Diwaspadai

Pengobatan Infeksi Jamur Vagina

Pengobatan infeksi jamur vagina
Foto: Pengobatan infeksi jamur vagina (pristyncare.com)

Jika Moms mengira jamur di miss v bisa hilang sendiri, maka Moms salah.

Moms harus menempuh perawatan yang mungkin akan berbeda, tergantung pada tingkat keparahan dan frekuensi infeksi.

Untuk gejala ringan hingga sedang dan gejala yang jarang terjadi, dokter mungkin merekomendasikan pengobatan seperti:

1 . Terapi Vagina Jangka Pendek

Dokter akan meminta Moms mengguakan obat antijamur selama tiga sampai tujuh hari untuk membersihkan infeksi jamur.

Obat antijamur ini tersedia dalam bentuk krim, salep, tablet, dan supositoria, termasuk miconazole dan terconazole.

Beberapa obat ini tersedia tanpa resep dan yang lainnya hanya dengan resep dokter.

2. Obat Oral Dosis Tunggal

Dokter mungkin meresepkan flukonazol dosis oral satu kali.

Obat oral tidak dianjurkan jika Moms sedang hamil.

Untuk mengelola gejala yang lebih parah, mungkin perlu menggunakan dua dosis tunggal tiga hari terpisah.

Temui dokter kembali jika pengobatan tidak menyelesaikan gejala atau jika gejala kembali dalam waktu dua bulan.

Jika gejala menjadi cukup parah atau Moms sering mengalami infeksi jamur, maka dokter mungkin merekomendasikan:

  • Terapi Vagina Jangka Panjang

Dokter mungkin meresepkan obat antijamur yang diminum setiap hari hingga dua minggu, diikuti seminggu sekali selama enam bulan.

  • Obat Oral Multidosis

Dokter mungkin meresepkan dua atau tiga dosis obat antijamur untuk diminum alih-alih terapi vagina.

Namun, terapi ini tidak dianjurkan untuk wanita hamil.

  • Terapi Resisten Azol

Dokter mungkin merekomendasikan asam borat, kapsul yang dimasukkan ke dalam vagina.

Obat ini bisa berakibat fatal jika diminum secara oral dan hanya digunakan untuk mengobati jamur candida yang resisten terhadap agen antijamur biasa.

Baca Juga: 9 Obat Asam Urat Alami, Mulai dari Pisang hingga Tanaman Tradisional!

Pengobatan Rumahan yang Bisa Dicoba

Obat alami infeksi jamur vagina
Foto: Obat alami infeksi jamur vagina (summitmedia-digital.com)

Moms dapat mencoba mengobati infeksi jamur vagina dengan pengobatan alami jika ingin menghindari penggunaan obat resep.

Akan tetapi, ingat, obat ini tidak seefektif atau dapat diandalkan seperti obat yang ditunjukkan.

Beberapa obat alami yang populer meliputi:

Namun, pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum mengoleskan krim atau minyak ke vagina.

Moms mungkin juga perlu berbicara dengan dokter sebelum mencoba pengobatan alami.

Ini penting, jika gejala disebabkan oleh sesuatu selain infeksi jamur sederhana, dokter dapat membantu mendiagnosis kondisi.

Bicaralah dengan dokter tentang pengobatan herbal jika menggunakan obat bebas atau resep.

Beberapa herbal dapat berinteraksi dengan obat yang mungkin dikonsumsi atau dapat menyebabkan efek samping lain yang tidak diinginkan.

Baca Juga: 15 Obat Alami Sakit Tenggorokan dan Radang Tenggorokan untuk Anak dan Dewasa!

Penyakit yang Bisa Muncul Ketika Mengalami Infeksi Jamur Vagina

Ilustrasi vagina
Foto: Ilustrasi vagina (healthline.com)

Intip penjelasan dr. Grace di bawah ini, ya Moms.

Ketika terinfeksi jamur, vagina akan mengeluarkan lendir berwarna putih atau hijau yang menggumpal disertai gejala perih, gatal, panas, dan rasa tidak nyaman.

Jika sudah mengalami gejala-gejala tersebut, maka segeralah berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Penderita sebaiknya tidak mencoba untuk mengatasi infeksi jamur vagina sendiri, salah satunya dengan vaginal douche.

Penderita infeksi jamur vagina yang melakukan vaginal douche atau menyemprotkan cairan antiseptik ke dalam vagina berisiko terkena radang panggul atau pelvic inflammatory disease.

Hal ini karena infeksi yang sebelumnya berada di vagina menjalar ke atas karena dorongan dari vaginal douche tersebut.

Penanganan radang panggul lebih rumit dan memakan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan infeksi jamur.

Seseorang yang mengalami radang panggul akan merasakan gejala berupa demam dan nyeri perut pada bagian bawah yang sulit hilang, bahkan setelah diobati.

Baca Juga: Fakta Penyakit Mucormycosis, Infeksi Jamur Hitam yang Marak "Serang" India

Berapa Lama Infeksi Jamur Vagina Bisa Sembuh?

Ilustrasi obat-obatan
Foto: Ilustrasi obat-obatan (Freepik.com/Freepik)

Proses penyembuhan infeksi jamur vagina tentunya berbeda-beda tergantung dari tingkat keparahan, gaya hidup, dan sistem kekebalan tubuh masing-masing.

Jika sistem kekebalan tubuh cukup kuat untuk melawan jamur, maka proses penyembuhan tidak perlu memakan waktu yang lama.

Sebaliknya, jika infeksi tidak kunjung sembuh dalam waktu 1 hingga 2 minggu, sebaiknya konsultasikan ke dokter, ya Moms untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam kasus yang sedang dan berat, kondisi ini bisa sembuh dalam 1 hingga 2 minggu. Sementara, dalam kasus ringan membutuhkan waktu kurang lebih 3 hari.

Bahkan terkadang bisa sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Namun, pastikan penyembuhan infeksi jamur vagina dilakukan sampai tuntas. Jika tidak tuntas, maka akan berisiko kambuh dan semakin sulit untuk disembuhkan.

Menggunakan obat resep dari dokter juga lebih memungkinkan penyembuhan menjadi lebih maksimal dan lebih cepat pemulihan.

Maka dari itu, penting untuk berkonsultasi ke dokter agar penyembuhan tuntas.

Itulah ulasan mengenai infeksi jamur vagina.

Jika Moms mengalaminya, maka sebaiknya segera periksakan ke dokter, ya!

  • https://www.webmd.com/women/guide/understanding-vaginal-yeast-infection-basics
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/yeast-infection/diagnosis-treatment/drc-20379004
  • https://www.healthline.com/health/vaginal-yeast-infection#home-remedy

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.