Newborn

31 Juli 2021

Jadwal Imunisasi Bayi dan Manfaatnya, Jangan Sampai Terlewat!

Bayi baru lahir rentan mengalami berbagai penyakit infeksi, sehingga imunisasi dasar penting untuk dilakukan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Amelia Puteri

Tubuh anak, apalagi bayi dan balita, cenderung rentan terhadap serangan penyakit. Maka itu, Organisasi Kesehatan Duni atau WHO, bahkan Kementerian Kesehatan RI, mengharuskan bayi dan balita mendapat imunisasi. Karena itu, Moms perlu mengetahui jadwal imunisasi bayi.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin adalah alat atau produk yang menghasilkan kekebalan terhadap penyakit tertentu.

Untuk mendapatkan manfaat maksimal, vaksinasi atau imunisasi harus dilakukan secara teratur atau harus rutin mengikuti jadwal imunisasi bayi.

Kini IDAI sudah mengeluarkan Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 tahun 2020. Ini disampaikan oleh dr. Ellen Wijaya, Sp. A, Dokter Spesialis Anak dari RS Pondok Indah.

Jadwal ini merupakan versi pembaharuan dari jadwal imunisasi anak tahun 2017. Tujuannya tetap sama untuk melindungi anak dari infeksi, namun ada perbedaan terkait jadwal pemberiannya.

Ini bertujuan untuk memberikan proteksi lebih baik untuk anak-anak Indonesia.

Lalu apa saja perbedaan antara jadwal imunisasi anak tahun 2017 dan 2020? Yuk Moms simak agar Si Kecil mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat!

Jadwal Imunisasi Bayi di Bawah 1 Tahun

Jangan takut bila ada yang bilang bahwa buah hatinya demam setelah vaksin atau imunisasi.

Gejala demam sebenarnya wajar terjadi karena itu tanda bahwa tubuh Si Kecil sedang melawan virus.

Imunisasi atau vaksin sesungguhnya mengandung jenis virus yang ‘tidur’ alias tidak aktif. Virus yang tidak aktif ini sengaja dimasukkan ke dalam tubuh anak, supaya tubuhnya bisa ‘berlatih’ melawan virus tersebut.

Jadi, jika nanti virus sewaktu-waktu menyerang, tubuh sudah tahu cara yang paling tepat untuk membunuhnya.

Maka itu ada beragam jenis imunisasi yang mesti dipenuhi ketika Si Kecil masih berusia di bawah 1 tahun.

Supaya tidak salah, berikut adalah jadwal imunisasi bayi di bawah 1 tahun.

1. Hepatitis B

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Sesaat setelah lahir, jadwal imunisasi bayi pertama yang wajib dilakukan adalah hepatitis B.

Bayi yang baru lahir sangat rentan terhadap virus hepatitis B. Jika melansir jadwal imunisasi tahun 2017, dosis pertama diberikan 12 jam setelah lahir dengan tidak ada vaksin selanjutnya di usia 18 bulan.

Namun kini, dosis pertama akan diberikan sebelum bayi berusia 24 jam. Sedangkan dosis keduanya diberikan ketika bayi sudah memasuki usia 18 bulan.

Sedangkan untuk bayi dengan berat lahir lebih dari 2 kilogram, pemberian imunisasi akan ditunda hingga usia 1 bulan.

Untuk dosis imunisasi hepatitis B kedua dan ketiga, biasanya akan dibarengi dengan imunisasi lainnya seperti DTP.

Baca Juga: Adakah Dampak Terlewat Jadwal Imunisasi Bayi?

2. Bacillus Calmette Guerin (BCG)

Jadwal imunisasi bayi selanjutnya yang harus diingat oleh Moms adalah BCG.

Dilansir dari jadwal Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2017, pemberian vaksin BCG dianjurkan sebelum usia 3 bulan, optimal di usia 2 bulan.

Namun di jadwal terbaru tahun 2020, imunisasi untuk vaksin BCG akan diberikan segera setelah lahir atau sebelum bayi berusia 1 bulan.

Imunisasi ini penting diberikan untuk Si Kecil karena dapat melindunginya dari serangan virus Mycobacterium tuberculosis, yaitu penyebab penyakit tuberkulosis.

Beragam penelitian membuktikan bahwa imunisasi BCG dapat menghindarkan anak dari TBC selama kurang lebih 15 tahun.

3. Difteri Pertusis Tetanus (DTP)

Kapan Harus Memberikan Imunisasi Vaksin Pentabio untuk Bayi 06.jpg

Foto: Orami Photo Stock

DTP adalah imunisasi dasar bayi yang bisa mencegah beberapa penyakit infeksi sekaligus, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus.

Jadwal imunisasi bayi pada tahun 2017, harus dilakukan sebanyak 3 kali, yaitu ketika Si Kecil berusia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Kemudian akan diberikan booster DTP pada usia 5 tahun.

Sedangkan pada jadwal imunisasi anak tahun 2020, booster DTP akan diberian pada anak usia 5-7 tahun (Bias 1 SD) dan 10-18 tahun (Bias 5 SD).

Imunisasi DTP akan diberikan beberapa kali lagi sebagai imunisasi lanjutan. Hal ini dilakukan supaya kekebalan si kecil semakin kuat dan terhindar dari tiga penyakit tersebut.

Baca Juga: Catat! Ini 9 Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan dan Manfaatnya

4. Hemophilus Influenza type B (Hib)

Jadwal imunisasi bayi HiB biasanya akan digabung dengan DTP dan hepatitis B karena harus diberikan ketika sang buah hati berusia:

  • 2 bulan, sebanyak 1 dosis
  • 3 bulan sebanyak 1 dosis
  • 4 bulan sebanyak 1 dosis

Oleh karena dikombinasikan dengan jenis imunisasi lain, imunisasi ini juga disebut dengan DPT-HB-Hib.

Meski namanya berbau 'influenza', namun vaksin ini bukan untuk mencegah penyakit flu ya Moms, melainkan jenis vaksin yang dapat melindungi bayi dari serangan penyakit yang lebih berbahaya, seperti penyakit pneumonia, meningitis, infeksi telinga (otitis media), serta epiglotitis, dan lain-lain.

Supaya tubuh balita semakin kebal terhadap bakteri hemophilus influenza ini, jadwal imunisasi bayi lanjutan akan diberikan ketika Si Kecil berusia 15 bulan.

Apa yang harus Moms ketahui juga, imunisasi Hib hanya dapat mencegah meningitis dan pneumonia yang disebabkan oleh kuman Hib.

Meningitis dan pneumonia bisa juga disebabkan oleh kuman pneumokokus yang dapat dicegah dengan pemberian vaksin pneumokokus (PCV)

5. Polio

dampak imunisasi terlewat 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Polio merupakan penyakit yang rentan terjadi pada bayi dan balita. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang menyerang sistem saraf pusat hingga menyebabkan otot lumpuh.

Maka itu, penyakit ini kerap kali disebut dengan lumpuh layu.

Untuk mencegahnya, jadwal imunisasi bayi pada tahun 2017 untuk polio dilakukan sebanyak 4 kali. Pertama kali ketika anak baru lahir hingga berusia satu bulan.

Dosis selanjutnya diberikan pada usia ke 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan berturut-turut. Hingga nantinya, imunisasi lanjutan polio akan diberikan ketika sang buah hati sudah lebih dari 1 tahun.

Untuk booster Hib diberikan pada usia 15-18 bulan.

Perbedaan dengan jadwal imunisasi bayi terbaru tahun 2020, booster Hib diberikan saat bayi tepat berusia 18 bulan dengan alasan agar lebih optimal.

6. Campak

Anak yang terkena campak kan berisiko mengalami radang paru hingga gangguan fungsi otak.

Oleh karena hal ini berdampak sangat serius, Moms harus memberikan sang buah hati imunisasi campak pertama kali saat mencapai usia 9 bulan.

Dosis selanjutnya akan diberikan ketika Si Kecil genap berumur 12 bulan. Biasanya, jadwal imunisasi bayi lanjutan akan diberikan lagi sebanyak satu dosis saat anak berusia 15 bulan.

Namun, imunisasi lanjutan ini tak perlu dilakukan jika sebelumnya Si Kecil sudah mendapatkan imunisasi MMR.

Baca Juga: Jangan Panik Dulu, Ini Dia Penyebab Diare pada Bayi

7. Rotavirus

Catat! Ini Jadwal Imunisasi Bayi Tambahan yang Bisa Diberikan Kepada Si Kecil dan Manfaatnya 4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meski termasuk imunisasi tambahan, imunisasi rotavirus tetap penting dilakukan untuk melindungi sang bayu dari penyakit infeksi.

Jika mengacu pada jadwal imunisasi bayi IDAI tahun 2020, maka Moms harus memberikan vaksin ini pada:

  • Monovalen: sebanyak 2 kali, dosis pertama mulai dari usia 6 minggu, interval 4 minggu, dan selesai usia 24 minggu.
  • Pentavalen: sebanyak 3 kali, dosis pertama diberikan 6-12 minggu. Dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4-10 minggu, dan selesai di usia 32 minggu.

8. Pneumococcus (PCV)

Vaksin tambahan yang satu ini juga mampu melindungi Si Kecil dari serangan meningitis, pneumonia, dan infeksi pada telinga.

Jika mengacu pada jadwal imunisasi bayi terbaru tahun 2020, maka vaksin PCV diberikan pada:

  • Umur 7-12 bulan: sebanyak 2 kali, dengan jarak minimal 1 bulan. Booster diberikan setelah usia 12 bulan dengan jarak minimal 2 bulan dari dosis sebelumnya.
  • Umur 1-2 tahun: sebanyak 2 kali, dengan jarak 2 bulan.
  • Umur 2-5 tahun:pemberian PCV10 sebanyak 2 kali dengan jarak dua bulan, lalu ditambah PCV13 satu kali.

Baca Juga: Cacar Air saat Hamil Tua, Apakah Bisa Menular pada Bayi?

9. Influenza (Flu)

imunisasi influenza bisa diberikan dari anak usia 6 bulan

Foto: Orami Photo Stock

Jenis vaksin flu ini direkomendasikan diberikan setiap tahun untuk anak-anak usia 6 bulan dan lebih tua:

  • Anak-anak di bawah usia 9 tahun yang mendapatkan vaksin flu untuk pertama kalinya (atau yang hanya memiliki satu dosis sebelum Juli 2019) akan mendapatkannya dalam 2 dosis terpisah setidaknya satu bulan berselang.
  • Mereka yang usianya lebih kecil dari 9 tahun yang memiliki minimal 2 dosis vaksin flu sebelumnya (pada musim yang sama atau berbeda) hanya akan membutuhkan 1 dosis.
  • Anak-anak yang lebih tua dari 9 bulan hanya perlu 1 dosis saja.

Vaksin ini diberikan melalui suntikan dengan jarum (suntikan flu) atau dengan semprotan hidung. Kedua jenis vaksin ini dapat digunakan pada musim flu karena keduanya berfungsi sama baiknya.

Dokter anak akan merekomendasikan yang digunakan berdasarkan usia anak Moms dan kesehatan umum lainnya. Semprotan hidung biasanya hanya diperuntukkan bagi orang sehat dengan rentang usia 2-49.

Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah atau beberapa kondisi kesehatan lainnya (seperti asma) dan wanita hamil tidak boleh mendapatkan vaksin semprotan hidung.

10. Vaksin Meningokokus

Vaksin meningokokus dapat diberikan kepada anak-anak yang berusia baru 8 minggu (tergantung pada merek vaksin) yang berisiko mengalami infeksi meningokokus, seperti meningitis.

Ini termasuk anak-anak yang mengalami beberapa gangguan kekebalan tubuh. Anak-anak yang tinggal di negara-negara di mana meningitis merupakan penyakit yang umum, atau di mana ada wabah, juga harus mendapatkan jenis vaksin ini.

Baca Juga: Vaksinasi Anak Saat Pandemi COVID-19? Ini Panduan Amannya

11. Vaksin Mumps, Measles, Rubella (MMR)

Vaksin MMR untuk bayi

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin MMR dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan jika mereka akan melakukan perjalanan secara internasional.

Anak-anak ini harus tetap mendapatkan dosis rutin yang direkomendasikan dalam jadwal imunisasi bayi pada usia 12-15 bulan dan 4-6 tahun, tetapi bisa mendapatkan dosis kedua dalam waktu 4 minggu setelah vaksin yang pertama didapatkan, jika mereka masih bepergian dan berisiko terjangkit.

Menurut jadwal imunisasi bayi IDAI terbaru tahun 2020, jika bayi sudah berusia 12 bulan belum mendapat vaksin MR, maka segera berikan vaksin MMR.

Untuk booster akan diberikan pada usia 18 bulan dan usia 5-7 tahun.

Pada dasarnya jenis-jenis imunisasi di atas yang diberikan pada tahap ini sama dengan imunisasi dasar untuk Si Kecil.

Hanya saja, jadwal imunisasi bayi harus diulang beberapa kali supaya tubuh benar-benar kebal dari serangan virus penyakit tertentu.

Beberapa jenis imunisasi yang harus diulang yaitu:

  • Polio, dosis keempat harus diberikan ketika anak berusia 18 bulan.
  • DTP, dosis keempat ketika anak berusia 18 bulan dan dosis kelima ketika anak berusia 5 tahun.
  • HiB, dosis keempat sebaiknya diberikan ketika anak berusia antara 15 sampai 18 bulan.
  • PCV, dosis keempat mesti diberikan saat anak berusia antara 12 sampai 15 bulan.
  • Campak, dosis kedua kembali diberikan ketika sang buah hati berusia 18 bulan. Sedangkan dosis ketiga dapat dilakukan jika anak sudah berusia 6 atau 7 tahun.

Baca Juga: Mengenal Imunisasi Measles Rubella (MR) Yang Digalakkan Oleh Pemerintah

Jadwal Imunisasi Bayi Lengkap

Selain jadwal imunisasi bayi di atas, masih ada beberapa imunisasi yang harus Moms berikan pada Si Kecil agar lengkap. Apa saja imunisasi yang dimaksud?

Yuk, simak jadwal imunisasi bayi lengkap berikut ini.

12. Vaksin Japanese Encephalitis (JE)

Pernahkah Moms mendengar tentang vaksin ini? Vaksin JE diberikan pada bayi mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis.

Untuk perlindungan jangka panjang jadwal imunisasi bayi lanjutan adalah 1 - 2 tahun kemudian.

13. Vaksin Varisela

imunisasi varisela untuk anak

Foto: Orami Photo Stock

Jadwal imunisasi bayi diberikan setelah bayi berusia 12 bulan, terbaik pada usia sebelum masuk sekolah dasar.

Apabila diberikan pada usia lebih dari 13 tahun, perlu 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Imunisasi saat Batuk Pilek?

14. Vaksin Hepatitis A

Jadwal imunisasi bayi untuk vaksin hepatitis A diberikan 2 dosis mulai umur 1 tahun, dosis ke-2 diberikan 6 bulan sampai 12 bulan kemudian.

15. Vaksin Tifoid Polisakarida

imunisasi dasar bayi jangan sampai terlewatkan

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin tifoid polisakarida diberikan mulai umur 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.

16. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Vaksin HPV diberikan pada anak perempuan yang sudah lebih besar. Jadwal imunisasi ini diberikan saat anak berumur 9-14 tahun 2 kali dengan jarak 6-15 bulan atau pada program BIAS kelas 5 dan 6.

Umur 15 tahun atau lebih, diberikan vaksin HPV 3 kali dengan jadwal 0, 1 , 6 bulan (vaksin bivalen) atau 0, 2, 6 bulan (vaksin quadrivalent).

Baca Juga: Imunisasi Anak saat Pandemi, Amankah?

17. Vaksin Dengue

vaksin dengue.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Vaksin dengue diberikan pada anak umur 9 – 16 tahun dengan seropositif dengue yang dibuktikan adanya riwayat pernah dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti dengue positif.

Baca Juga: Benarkan Vaksinasi Campak Jadi Pemicu Autisme Pada Anak?

Supaya lebih mudah, gunakan buku khusus Kesehatan Ibu dan Anak yang biasanya diberikan dari Puskesmas, ya, Moms. Ingat untuk tidak melewatkan jadwal imunisasi bayi!

  • http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/apakah-vaksin-aman-bagi-anak
  • http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait