Rupa-rupa

23 Juli 2021

8 Permainan Tradisional Anak yang Seru dan Mendidik untuk Dilakukan di Rumah

Permainan lompat tali mengajarkan kesabaran dan melatih konsentrasi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Selama pandemi COVID-19, kita semua disarankan untuk berada di rumah, sehingga Moms harus memutar otak agar anak tidak bosan dan rewel di rumah terus. Salah satunya dengan menawarkan ide permainan tradisional untuk Si Kecil.

Tentunya Moms tidak mau juga anak terlalu banyak menggunakan gadget selama di rumah, bukan?

Dilansir dari Washington Post, pada jurnal yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics dijelaskan bahwa penggunaan elektronik oleh anak-anak dapat mengganggu perkembangan bicara dan bahasa.

Maka dari itu, para orang tua setidaknya mengajarkan salah satu permainan tradisional untuk mendapatkan ajaran yang baik dengan cara yang asyik.

Kini, banyak anak-anak yang tak mengenali permainan tradisional yang sarat akan makna, kaya akan unsur imajinasi, melibatkan kerja sama, membentuk kepedulian sosial, dan berpengaruh terhadap kecerdasan anak.

Oleh sebab itu, selama di rumah saja inilah Moms punya kesempatan untuk memperkenalkan berbagai permainan tradisonal pada anak.

Permainan Tradisional untuk Mendidik Anak

Dilansir dari Lingokids, anak-anak akan lebih senang jika berinteraksi dengan teman-temannya ketika bermain permainan tradisional. Yuk, kenalkan anak-anak pada permainan tradisional yang mendidik! Berikut daftarnya.

Baca Juga: Ini Permainan Seru Bersama yang Membantu Perkembangan Si Kecil

1. Lompat Tali

permainan tradisional yang mendidik.jpg

Seperti namanya, cara bermain permainan ini dilakukan dengan melompati tali. Lompat tali ini layaknya olahraga lompat tinggi, yang membedakan hanya medianya.

Permainan tradisional ini menggunakan gelang karet yang telah diikat simpul hingga berbentuk seperti tali berukuran panjang.

Lompat tali memerlukan setidaknya3 orang pemain. Dua orang untuk memegang ujung tali karet dan satu orang yang melompatinya.

Permainan ini terbagi menjadi beberapa tahapan. Di awal, tali akan dibentang sangat rendah, yaitu setinggi mata kaki untuk dilompati.

Lama-lama, ketinggian ini bisa mencapai beberapa jengkal di atas kepala untuk dilewati.

Kemudian, ada pula bagian di mana kita harus melompat beriringan dengan tali yang diputar.

Permainan ini dilakukan secara bergiliran. Selain baik untuk fisik anak, manfaat lompat tali melatih kesabaran anak ketika menunggu giliran, pun juga melatih konsentrasi saat sedang melompati tali.

2. Engklek

permainan tradisional yang mendidik 2.jpg

Engklek atau di beberapa daerah asalnya di Indonesia juga dikenal dengan Sundah Mandah yang dalam kamus Belanda memiliki arti Sunday Monday.

Nama ini berasal dari 7 kotak yang biasa digambar di aspal dengan kapur yang melambangkan 7 hari dalam seminggu.

Cara bermainnya ini juga membutuhkan aktivitas fisik. Anak-anak akan melompati kotak tersebut dengan satu kaki setiap akan menapak pada 1 kotak dan meletakkan kedua telapak kaki jika berada pada 2 kotak berdampingan.

Sebagai awal permainan, seseorang harus melempar potongan kecil batu pipih ke dalam kotak secara berurutan. Seseorang bisa memulai permainan, jika lempengan tersebut berada dalam kotak yang dituju.

Permainan tradisional engklek ini tentu dapat melatih fisik anak, melatih konsentrasi, dan melatih kesabaran ketika belum mendapat giliran atau lempengan belum berhasil masuk ke dalam kotak.

Selain itu, permainan tradisional ini juga membantu mengajarkan arti bekerja keras setelah lelah melompat dengan satu kaki dan mendapatkan ‘rumah’ pada akhir permainan.

Baca Juga: 5 Cara Alami Mengatasi Masuk Angin Pada Balita

3. Injit-injit Semut

permainan tradisional yang mendidik 3.jpg

Permainan tradisional ini dikenal juga karena lagu yang mengiringi selama permainan dilakukan.

Permainan ini cara bermainnya harus dilakukan paling sedikit 2 orang. Namun, akan lebih seru jika dilakukan lebih dari 2 orang.

Injit-injit semut ini dilakukan dengan tangan yang disusun ke atas dengan saling mencubit bagian atas tangan.

Tangan yang paling bawah akan berpindah ke atas untuk mencubit tangan temannya ketika lagu selesai.

Dalam permainan ini tidak ditentukan siapa pemenangnya. Namun yang menyenangkan adalah ketika kita dapat mencubit tangan teman kita sambil bernyanyi bersama.

Emotional quotient adalah salah satu nilai dan manfaat yang dapat diambil dari permainan ini, dimana anak dapat belajar menerima, menilai, dan mengelola emosi dengan baik.

Biasanya, pemain yang paling atas merasa sangat senang, karena ia tidak akan merasakan sakit akibat cubitan temannya.

Namun, babak berikutnya ia akan merasakan hal yang sama dengan teman-temannya, menerima cubitan.

Baca Juga: Bolehkah Anak Melakukan Veneer Gigi?

4. Congklak

Permainan Tradisional Congklak.jpg

Foto: indonesia.go.id

Congklak salah satu permainan tradisional yang mendidik untuk anak-anak.

Daerah asal permainan ini yakni Jawa dan umumnya dimainkan oleh anak perempuan.

Cara bermainnya cukup mudah dan praktis, Moms hanya perlu menyediakan papan khusus dengan 16 lubang dan 98 butir biji-bijian atau kulit kerang.

Biasanya, congklak dimainkan oleh 2 orang pemain. Kulit kerang ditempatkan sama rata ke dalam 14 lubang di papan.

Pemain harus mengambil kulit kerang dari salah satu lubang dan meletakkannya di setiap lubang di sisi kanan.

Bahkan, permainan tradisional ini tersedia dalam versi mobile dan dapat dimainkan melalui ponsel atau tablet.

Namun manfaatnya tak seefektif ketika bermain di dunia nyata, lho. Manfaat bermain congklak yakni melatih konsentasi dan daya pikir anak, Moms!

5. Ular Naga

Ular Naga Permainan Tradisional.jpg

Foto: pixoto.com

Sepertinya permainan tradisional satu ini cukup legend, ya Moms!

"Ular naga panjangnya bukan kepalang~" itulah cuplikan lagu yang dinyanyikan anak-anak sambil memainkan permainan tradisional ular naga.

Cara bermainnya ini setidaknya membutuhkan 7 anak, 2 di antaranya akan berperan sebagai penjaga sedangkan sisanya mencoba berjalan melewati penjaga.

Para pemain hanya perlu berbaris dan menahan pemain di depan mereka pada para prajurit dan berjalan melewati para penjaga.

Saat lagu berakhir, penjaga akan mengambil satu pemain pemain yang tertangkap tereliminasi dari permainan.

Yogyakarta menjadi daerah asalnya permainan ular naga ini. Manfaatnya yakni sebagai salah satu metode untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dalam tumbuh kembang Si Kecil.

Baca Juga: 6 Cara Bermain Rubik Buat Anak-anak dan Manfaatnya

6. Bola Bekel

Permainan Tradisional Bola Bekel.jpg

Foto: tgrcampaign.com

Bola bekel adalah permainan tradisional dengan daerah asalnya Jawa Timur.

Permainan ini melibatkan sebuah bola dan enam buah logam yang disebut bekel. Kata bekel atau beklen berasal dari bahasa Belanda yaitu bikkelen.

Meski biasanya dimainkan oleh anak perempuan, ternyata banyak juga anak laki-laki yang memainkan permainan ini,lho!

Sebenarnya ini adalah permainan grup, di mana pemenangnya adalah yang pertama berhasil menyelesaikan tantangan.

Cara bermainnya yakni dengan melempar bola ke udara, rentangkan bekel, lalu tangkap bola dalam sekali langkah.

Semua ini harus dilakukan dalam satu gerakan, ya!

Lakukan ini hingga semua bekel tertangkap. Untuk bekel terakhir, pemain harus mengambil bekel kemudian ‘melepaskan’ semua bekel yang dipegangnya, sebelum menangkap bola lagi.

Manfaat permainan ini tentu melatih ketangkasan Si Kecil, Moms!

7. Layang-layang

Cara Bermain Permainan Tradisional Lelayang.jpg

Foto: Pinterest.com

Moms, jika di sekitar rumah ada lapangan yang besar dan tidak banyak orang, yuk kenalkan permainan tradisional satu ini untuk Si Kecil.

Menerbangkan layang-layang adalah salah satu permainan tradisional yang paling populer di masa lalu, lho!

Tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membeli layang-layang, bisa hanya dengan sebatang bambu saja.

Cara bermainnya yakni dengan membuat batang bambu yang diikat dengan benang yang direkatkan pada selembar kertas atau plastik.

Kemudian terbangkan layang-layang dengan mengikuti gerakan angin. Hati-hati ya Moms, pastikan anak-anak diawasi ketika bermain permainan yang satu ini.

8. Mobil-mobilan

Mobil-mobilan Permainan Tradisional.JPG

Foto: boombastis.com

Mobil mainan akan selalu menjadi permainan yang digemari anak laki-laki.

Namun, bagaimana jika kita kenalkan anak-anak dengan mobil-mobilan dari buah-buahan? Misalnya dari sisa kayu, kardus ataupun kulit buah.

Sepertinya permainan tradisional ini sudah jarang dikenalkan pada anak, ya.

Yuk simak langkah membuat dan cara bermainnya di bawah ini:

Bahan yang dibutuhkan:

  • 2 sedotan
  • 2 batang kayu
  • Kulit melon

Cara membuat kulit melon menjadi mobil mainan:

  • Potong kulit melon menjadi empat bagian
  • Sisihkan satu untuk dijadikan sebagai 'body' mobil
  • Ambil satu lagi, bagi menjadi dua dan bentuk menjadi dua roda
  • Ambil potongan melon lagi dan potong dua minggu yang lebih kecil dari yang pertama. Ini untuk mencegah roda jatuh.
  • Pertama, tusuk ke dalam bodi mobil menggunakan tongkat.
  • Buat lubang lebih besar dengan memasukkan plastik.
  • Setelah itu, kumpulkan potongan-potongannya.
  • Mobil mainan tradisional siap dimainkan!

Manfaatnya yakni dapat melatih kreativitas anak dalam berimajinasi, Moms!

Baca Juga: Cara Bermain Sudoku dengan Anak, Bisa Melatih Konsentrasi dan Menghilangkan Stres!

Itulah beberapa permainan tradisional yang bisa Moms ajarkan pada Si Kecil mumpung banyak menghabiskan waktu di rumah.

Yuk, ajak Si Kecil main permainan tradisional sekaligus melestarikannya!

  • https://www.aappublications.org/news/2017/05/04/PASScreenTime050417
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait