11 Juli 2024

Kisah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Gila Sedekah

Kisah sahabat nabi dan keteladanannya
Kisah Abdurrahman bin Auf, Sahabat Nabi yang Gila Sedekah

Foto: Unsplash.com

Diceritakan bahwa di antara banyak sahabat Rasulullah, kisah Abdurrahman bin Auf adalah salah satu yang memiliki kekayaan paling melimpah.

Konon, beliau pernah melakukan pembelian besar-besaran barang dagangan dari kota Syam dan membawanya pulang ke Madinah dengan jumlah yang sangat besar.

Namun, meskipun ia telah mencapai status sebagai seorang miliarder, Abdurrahman tidak pernah melupakan akar dan prinsip-prinsipnya sebagai seorang sahabat Nabi.

Ia terus berpegang teguh pada ibadahnya dan senang memberikan sedekah.

Bahkan, semakin banyak yang ia sumbangkan untuk kepentingan Allah, justru harta kekayaannya semakin bertambah berlimpah.

Ingin tahu kisah Abdurrahman bin Auf yang gemar bersedekah? Simak sampai akhir, ya!

Baca Juga: Kisah Nabi Daud, Nabi Sekaligus Raja yang Pemberani dan Cerdik

Riwayat Hidup Abdurrahman bin Auf

Kisah Abdurrahman bin Auf
Foto: Kisah Abdurrahman bin Auf (Unsplash.com)

Salah satu sahabat Nabi SAW dan termasuk dalam daftar sepuluh sahabat yang dijamin oleh Nabi SAW akan masuk surga dikenal dengan nama Abd Amr (sebelum memeluk Islam).

Namun setelah ia memeluk agama Islam, Rasulullah memanggilnya dengan nama Abdurrahman bin Auf. Keputusan ini menandai perubahan penting dalam hidupnya.

Pada saat Nabi SAW memulai dakwahnya di tengah-tengah masyarakat Quraisy yang masih dalam jahiliyah, Abdurrahman bin Auf termasuk di antara mereka yang masuk Islam sebelum rumah Al-Arqam menjadi pusat dakwah.

Bahkan, Ia mendapatkan petunjuk dari Allah hanya dua hari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq menjadi seorang Muslim.

Sejak saat masuk Islam hingga wafat pada usia 75 tahun, Abdurrahman bin Auf menjadi contoh teladan bagi para mukmin.

Kepribadiannya yang luar biasa ini menjadikannya salah satu dari sepuluh sahabat yang diberi kabar gembira akan masuk surga oleh Nabi SAW.

Tidak hanya itu, Umar bin Khatab mengangkatnya sebagai salah satu anggota dalam kelompok musyawarah yang beranggotakan enam orang, yang kemudian dianggap sebagai kandidat potensial untuk menjadi khalifah setelahnya.

Ketika Nabi SAW memerintahkan para sahabatnya untuk hijrah ke Habasyah (Ethiopia), Abdurrahman bin Auf juga ikut serta dalam hijrah tersebut.

Ia melakukan hijrah dua kali, pertama ke Habasyah dan kemudian ke Madinah.

Ia juga turut berperang dalam berbagai pertempuran penting seperti perang Badar dan Uhud.

Selain itu, Abdurrahman bin Auf memiliki kepercayaan dari Nabi SAW untuk memberikan fatwa di Madinah selama hidup Nabi.

Hal ini menunjukkan tingkat keahliannya dalam pengetahuan agama.

Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim dan Mukjizat serta Keteladanannya

Kisah Abdurrahman bin Auf

Kisah Abdurrahman bin Auf
Foto: Kisah Abdurrahman bin Auf (Unsplash.com)

Dalam kisah Abdurrahman bin Auf memperlihatkan sifat yang mencolok dalam membela Islam, terutama ketika komunitas Muslim berhijrah ke Madinah.

Pada saat itu, Rasulullah memiliki kebiasaan untuk membentuk ikatan saudara di antara dua orang sahabat, menggabungkan Muhajirin dari Mekah dengan Ansar penduduk Madinah.

Orang-orang Ansar membagi seluruh harta mereka menjadi dua bagian, memberikan setengahnya kepada saudara-saudara Muhajirin.

Abdurrahman bin Auf mengalami perkembangan signifikan dalam kehidupannya di Madinah, baik selama masa kehidupan Rasulullah maupun setelah beliau wafat.

Apa pun yang ia pegang dan gunakan sebagai modal perdagangan selalu berhasil menguntungkannya.

Semua usahanya ditujukan semata-mata untuk mencari keridhaan Allah SWT sebagai persiapan untuk kehidupan akhirat.

Pada suatu hari, ia menjual tanah senilai 40 ribu dinar, dan uang hasil penjualan itu ia bagikan kepada keluarga Bani Zuhrah, istri Nabi SAW, serta kaum fakir miskin.

Pada hari lain, ia menyumbangkan 500 ekor kuda untuk keperluan pasukan tentara Islam.

Mendekati akhir hayatnya, ia mewariskan 50 ribu dinar untuk kepentingan jalan Allah SWT dan 400 dinar kepada setiap orang yang masih hidup dan turut berpartisipasi dalam Perang Badar.

Tidak hanya dikenal sebagai individu yang dermawan dan murah hati, dalam kisah Abdurrahman bin Auf juga terkenal sebagai seorang sahabat Nabi SAW yang banyak meriwayatkan hadis.

Baca Juga: 7+ Peristiwa 10 Muharram, Salah Satunya Nabi Adam Bertaubat


Kisah Abdurrahman bin Auf yang Gemar Bersedekah

Kisah Abdurrahman bin Auf
Foto: Kisah Abdurrahman bin Auf (Unsplash.com)

Keberhasilan Abdurrahman tidak hanya dipengaruhi oleh dedikasi kerjanya, tetapi juga oleh semangat ibadah yang terus berkobar di dalam dirinya.

Salah satu perbuatan baik yang ia tekuni adalah kecenderungannya untuk bersedekah.

Walaupun telah mencapai status miliarder, sahabat Nabi ini tidak terjebak dalam pusaran urusan duniawi.

Bahkan, ia pernah menyatakan, "Aku adalah orang terkaya di Makkah. Namun semua ini justru membuatku merasa khawatir. Aku takut bahwa harta yang kumiliki akan menjadi penyebab keruntuhanku."

Melansir dari NU Online, dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dikisahkan bahwa pada suatu waktu di Madinah, Siti Aisyah mendengar suara gemuruh yang tiba-tiba mengagetkannya.

“Suara apa ini?” tanya Aisyah.

Orang-orang menjawab, “Itu kawanan unta milik Abdurrahman bin ‘Auf yang baru pulang dari Syam membawa banyak komoditas. Jumlahnya sebanyak 700 unta. Itu yang menimbulkan suara gemuruh tadi.”

Aisyah kemudian berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku melihat Abdurrahman masuk ke surga dalam keadaan merangkak (karena hartanya).’”

Setelah ucapan Aisyah itu Abdurrahman pun berucap, “Jika bisa, aku ingin tetap masuk ke surga dengan berdiri.”

Ia pun menyedekahkan semua gandum dan pelana unta miliknya di jalan Allah.

Baca Juga: Kisah Nabi Ismail, Sejarah Air Zamzam Hingga Iduladha

Teladan yang Bisa Diambil

Kisah Abdurrahman bin Auf
Foto: Kisah Abdurrahman bin Auf (Unsplash.com)

Dari kisah Abdurrahman bin Auf di atas, ada beberapa teladan yang dapat diambil:

  • Ketidaklupaannya terhadap nilai-nilai agama

Kisah Abdurrahman bin 'Auf menunjukkan bahwa meskipun ia menjadi kaya dan sukses dalam hal materi, ia tidak melupakan nilai-nilai agama.

Ia tetap berpegang pada semangat ibadah, bersedekah, dan kepedulian terhadap keberkahan Allah.

  • Kesederhanaan dalam kesejahteraan

Meskipun memiliki kekayaan yang melimpah, Abdurrahman bin 'Auf tidak larut dalam kemewahan duniawi.

Ia tetap memegang kendali atas harta dan tidak membiarkan kekayaannya menguasai dirinya.

  • Kepedulian terhadap orang lain

Ketika ia kembali dengan kawanan unta dan menyebabkan suara gemuruh, ia tetap peduli terhadap dampaknya pada masyarakat sekitar.

Hal ini menunjukkan rasa tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap dampak yang bisa ditimbulkan oleh tindakannya.

  • Ketakwaan dan kesungguhan dalam beribadah

Abdurrahman bin 'Auf adalah contoh nyata tentang bagaimana seseorang bisa mencapai kesuksesan dunia dan tetap menjaga hubungan yang kuat dengan Allah.

Ia tidak membiarkan kekayaannya menghambatnya dalam beribadah, tetapi justru menggunakannya sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

  • Kesediaan untuk berkorban

Ketika mendengar perkataan 'Aisyah tentang kemungkinan masuk surga sambil merangkak karena kekayaan, Abdurrahman bin 'Auf merespons dengan mengatakan bahwa ia lebih memilih masuk surga sambil berdiri.

Hal ini menunjukkan kesediaannya untuk mengorbankan bahkan kemewahan duniawi demi mendapatkan tempat yang lebih tinggi di akhirat.

Demikian kisah Abdurrahman bin 'Auf yang dapat dijadikan teladan bagi umat Islam.

Semoga dapat menambah wawasan Moms, ya!

  • https://islam.nu.or.id/sirah-nabawiyah/sahabat-abdurrahman-bin-auf-konglomerat-pekerja-keras-yang-gila-sedekah-Tztct
  • https://an-nur.ac.id/abdurrahman-bin-auf-dan-teladannya/
  • https://kemenag.go.id/nasional/kisah-abdurrahman-bin-auf-minta-miskin-karena-terlanjur-kaya-eot1ep

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.