05 November 2022

Penyebab Kolesterol Tinggi pada Anak dan Cara Mengatasinya, Batasi Konsumsi Lemak dan Gula!

Kolesterol tinggi pada anak dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kardiovaskular di masa depan

Hiperlipidemia atau kolesterol tinggi pada anak adalah kondisi dimana kadar total kolesterol dan low-density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat melebihi ambang normal.

Bila merujuk MedlinePlus, kadar total kolesterol normal untuk anak usia 2-18 tahun adalah kurang dari 170mg/dL dan kadar LDL normal, yakni kurang dari 110mg/dL.

Yuk Moms, simak informasi berikut untuk tahu lebih banyak tentang penyebab dan dampak kolesterol tinggi pada anak!

Baca Juga: 20 Makanan Menurunkan Kolesterol, Mudah Didapat

Penyebab Kolesterol Tinggi pada Anak

Anak Makan Junk Food
Foto: Anak Makan Junk Food (Freepik.com/pvproductions)

Sebagian besar orang mengira masalah kolesterol hanya menimpa orang dewasa.

Namun seperti dikutip dari KidsHealth.org, kolesterol tinggi pada anak juga bisa terjadi karena beberapa faktor, seperti:

  • Pola makan tidak sehat, terutama yang tinggi akan lemak jenuh dan lemak trans.
  • Faktor keturunan dari orang tua atau kerabat dekat.
  • Obesitas akibat pola makan tidak sehat dan gaya hidup tidak aktif

Moms juga harus tahu nih, selain diproduksi oleh organ hati, kolesterol juga bisa didapatkan dari berbagai makanan seperti kuning telur, daging merah, daging unggas, seafood, dan produk olahan susu.

Baca Juga: 10 Minuman Penurun Kolesterol, Enak dan Sehat!

Berbagai Tipe Kolesterol dalam Tubuh Anak

Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak.jpg
Foto: Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak.jpg (Usatoday.com)

Untuk bisa bergerak ke seluruh bagian tubuh, kolesterol perlu bergabung dengan protein menjadi lipoprotein untuk kemudian mengikuti aliran darah.

Ada dua tipe lipoprotein yang paling dikenal, yaitu Low-Density Lipoprotein (LDL) yang sering disebut dengan kolesterol jahat dan High Density Lipoprotein (HDL) yang dikenal sebagai kolesterol baik.

Selain LDL dan HDL, di dalam tubuh anak sebenarnya masih ada pula tipe kolesterol Intermediate-Density Lipoprotein (IDL), Very Low-Density Lipoprotein (VLDL), dan Chylomicrons yang masing-masing memiliki fungsi berbeda.

Baca Juga: 10 Makanan Pantangan Kolesterol yang Bisa Perburuk Kondisi Kesehatan

Dampak Kolesterol Tinggi pada Anak

Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak.jpg
Foto: Dampak Kolesterol Tinggi Pada Anak.jpg (Parenting.firstcry.com)

Menurut FamilyDoctor.org, kolesterol dalam kadar normal sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh untuk melindungi saraf, mendukung pembentukan jaringan halus, serta menghasilkan hormon tertentu.

Namun kolesterol berlebih dapat menumpuk dengan zat lain di dinding pembuluh darah dan menjadi plak.

Adanya plak dapat memicu terbentuknya gumpalan darah yang bisa menghambat aliran pada pembuluh darah yang menyempit, sehingga meningkatkan risiko anak terkena serangan jantung dan stroke di masa depan.

Kondisi ini membuat aliran darah, oksigen, serta nutrisi penting lain ke organ tubuh vital seperti otak, usus, dan ginjal berkurang.

Bila kadar kolesterol anak tidak dijaga, dia akan memiliki risiko lebih besar mengalami berbagai masalah kesehatan serius, seperti:

  • Penyakit jantung koroner atau penumpukan plak pada pembuluh darah dari dan ke jantung.
  • Angina atau rasa sakit di dada akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung.
  • Penyakit arteri karotid atau plak di pembuluh darah leher yang menyuplai darah ke otak.
  • Penyakit arteri perifer atau penyumbatan aliran darah ke tungkai kaki.
  • Penyakit ginjal kronis.
  • Pada sebagian kasus, berbagai tanda penyakit di atas sudah mulai terlihat saat anak memasuki usia remaja lho, Moms.

Baca Juga: Konsumsi 11 Sayuran Penurun Kolesterol Ini Secara Rutin, Dapat Terhindar dari Penyakit Jantung

Cara Mendiagnosis Kolesterol Tinggi pada Anak

Anak Berobat ke Dokter
Foto: Anak Berobat ke Dokter (Freepik.com/gpointstudio)

Dalam jurnal American Academy of Pediatrics, ada baiknya anak-anak dengan anggota keluarga terdekat (orang tua, kakek, nenek) memiliki riwayat kolesterol tinggi dilakukan pemeriksaan ke dokter anak

Termasuk anggota keluarga dengan penyakit pembuluh darah perifer, penyakit serebrovaskular, kematian jantung mendadak, dan orang tua dengan kadar kolesterol darah tinggi (≥240 mg/dL) untuk cegah kolesterol tinggi pada anak.

Hasil tes darah akan mengungkapkan apakah kolesterol anak terlalu tinggi.

Berikut pedoman dan rekomendasi terbaru untuk pengobatan kolesterol tinggi pada anak-anak berusia 8 tahun ke atas yang dikeluarkan oleh American Academy of Pediatrics pada Juli 2008:

  • Pengobatan medis peningkatan LDL (kolesterol jahat) jika nilainya lebih besar dari 190 mg/dL pada pasien tanpa faktor risiko penyakit kardiovaskular dan jika modifikasi diet tidak berhasil.
  • Perawatan medis untuk pasien dengan LDL lebih besar dari 160 mg/dL yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kardiovaskular awal atau faktor risiko lain, termasuk obesitas, hipertensi, atau merokok.
  • Perawatan medis untuk pasien dengan LDL lebih besar dari 130 mg/dL yang menderita diabetes.

Baca Juga: 9 Jenis Minyak Sehat Pengganti Minyak Kelapa Sawit untuk Memasak, Bye Kolesterol Jahat!

Cara Mengobati Kolesterol Tinggi pada Anak dengan Mengubah Gaya Hidup

Anak Makan Sayur
Foto: Anak Makan Sayur (Freepik.com/gpointstudio)

Jika anak Moms memiliki kadar kolesterol LDL 130 mg/dL atau lebih tinggi, dokter akan berbicara tentang perubahan gaya hidup atau merujuk anak ke ahli gizi. Tujuannya adalah untuk:

Adapun perubahan gaya hidup yang bisa diterapkan jika anak-anak mengidap kolesterol tinggi, yaitu:

1. Batasi Konsumsi Lemak dan Gula

Sebaiknya konsumsi makanan rendah lemak total, lemak jenuh, dan kolesterol.

Jumlah lemak yang dikonsumsi anak harus 30% atau kurang dari total kalori harian (45 hingga 65 gram lemak atau kurang per hari).

Tetapi saran ini tidak boleh diterapkan pada anak usia di bawah 2 tahun.

Untuk anak-anak usia 12 bulan sampai 2 tahun yang kelebihan berat badan atau obesitas, memiliki riwayat keluarga obesitas, kolesterol tinggi, atau penyakit kardiovaskular, dianjurkan untuk menggunakan susu rendah lemak.

Selain itu penting juga untuk batasi minuman dan makanan dengan tambahan gula. Baca label fakta nutrisi sehingga Moms dapat membatasi kolesterol, asupan lemak, dan gula ke tubuh anak.

2. Olahraga Teratur

Ajak anak untuk berolahraga secara teratur, seperti bersepeda, berlari, berjalan, dan berenang. Ini dapat membantu mempertahankan berat badan yang sehat.

3. Pilih Makanan dengan Nutrisi Tepat untuk Anak

Pilih berbagai makanan sehingga anak bisa mendapatkan semua nutrisi yang dibutuhkan.

Berikut pilihan makanan yang baik untuk anak yang mengidap kolesterol tinggi:

  • Sayuran, buah, dan biji-bijian.
  • Daging dan unggas tanpa lemak, ikan, kacang-kacangan, dan produk kedelai.
  • Susu dan produk susu tanpa lemak atau rendah lemak.
  • Lemak sehat, seperti yang ditemukan pada ikan, kacang-kacangan, dan minyak sayur.

Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan kolesterol lagi setelah 3–6 bulan perubahan gaya hidup tersebut.

Perlu diingat bahwa perubahan gaya hidup dan olahraga yang diberikan pada anak sebaiknya dilakukan bersama keluarga.

Jika perubahan pola makan dan olahraga tidak memberikan efek yang diinginkan, obat-obatan dapat dipertimbangkan untuk anak-anak yang berusia lebih dari 8 tahun.

Mengutip Cleveland Clinic, beberapa obat yang digunakan untuk mengobati kolesterol pada anak antara lain cholestyramine, colestipol, dan colesevelam.

Baca Juga: 10 Buah Penurun Kolesterol, Enak dan Sehat!

Itu dia informasi seputar kolesterol tinggi yang juga bisa menyerang anak-anak.

Melihat berbagai bahaya kolesterol tinggi di atas, jadi semakin bertambah alasan untuk membiasakan anak menjalankan gaya hidup sehat ya, Moms?

  • https://medlineplus.gov/highcholesterolinchildrenandteens.html
  • https://kidshealth.org/en/parents/cholesterol.html
  • https://familydoctor.org/condition/cholesterol/
  • https://pediatrics.aappublications.org/content/pediatrics/101/1/141.full.pdf
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/12113-high-cholesterol-in-children

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.