Kesehatan

13 Mei 2021

Mengenal Limfosit dan Fungsinya Bagi Sistem Kekebalan Tubuh

Limfosit adalah sejenis sel darah putih
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms pernah mendengar limfosit? Jika belum, perlu Moms ketahui bahwa limfosit merupakan sejenis sel darah putih yang ada di dalam tubuh.

Mengutip National Cancer Institute, limfosit adalah suatu jenis sel kekebalan yang dibuat di sumsum tulang dan ditemukan dalam darah dan jaringan getah bening.

Limfosit dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit B membuat antibodi, dan limfosit T membantu membunuh sel tumor dan membantu mengontrol respons imun.

Simak penjelasan selengkapnya terkait limfosit berikut ini, Moms.

Baca Juga: Kenali 7 Jenis Penyakit Autoimun. Cari Tahu Di Sini!

Fungsi Limfosit

limfosit-t-b-dan-x.png

Foto: www.the-scientist.com

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, limfosit berperan dalam sistem imunitas tubuh. Melansir Encyclopaedia Britannica, limfosit merupakan sel yang menentukan spesifisitas respon imun terhadap mikroorganisme infeksius dan zat asing lainnya.

Pada manusia dewasa limfosit membentuk sekitar 20 sampai 40 persen dari jumlah total sel darah putih.

Limfosit ditemukan dalam sirkulasi dan juga terkonsentrasi di organ dan jaringan limfoid pusat, seperti limpa, amandel, dan kelenjar getah bening, tempat respons imun awal kemungkinan besar terjadi.

Dua jenis utama limfosit adalah limfosit B dan limfosit T, atau sel B dan sel T. Keduanya berasal dari sel induk di sumsum tulang dan pada awalnya memiliki penampilan yang mirip.

Beberapa limfosit bermigrasi ke timus, di mana mereka matang menjadi sel T dan yang lainnya tetap berada di sumsum tulang, hingga akhirnya berkembang menjadi sel B.

Melalui molekul reseptor pada permukaannya, limfosit mampu mengikat antigen (zat asing atau mikroorganisme yang dikenali oleh inang sebagai "nonself") dan membantu mengeluarkannya dari tubuh.

Setiap limfosit mengandung reseptor yang mengikat antigen tertentu. Kemampuan untuk menanggapi hampir semua antigen berasal dari sangat banyak variasi populasi limfosit yang dikandung tubuh, masing-masing dengan reseptor yang mampu mengenali antigen unik.

Baca Juga: Makan Garam Terlalu Banyak Berdampak pada Sistem Imun Tubuh, Begini Penjelasannya

Kadar Limfosit Normal

Menurut PubMed yang dikutip dari Medical News Today, kisaran limfosit yang normal pada orang dewasa adalah antara 1.000 dan 4.800 limfosit dalam 1 mikroliter (µL) darah. Pada anak-anak, kisaran normalnya adalah antara 3.000 dan 9.500 limfosit dalam 1 µL darah.

Tingkat limfosit dapat berubah sesuai dengan ras, jenis kelamin, lokasi, dan kebiasaan gaya hidup seseorang.

Jumlah limfosit yang terlalu tinggi atau rendah dapat menjadi tanda penyakit.

Baca Juga: Penyakit Kuning pada Bayi Baru Lahir? Ini Tanda dan Cara Mengatasinya!

Kadar Limfosit Rendah

limfosit.jpg

Foto: www.news-medical.net

Jumlah limfosit yang rendah disebut juga dengan limfositopenia.

Dikutip dari MSD Manual, banyak kelainan yang dapat menurunkan jumlah limfosit dalam darah, tetapi infeksi virus (termasuk AIDS) dan kekurangan gizi adalah yang paling umum.

Seseorang mungkin tidak memiliki gejala, atau mereka mungkin mengalami demam dan gejala infeksi lainnya.

Jadi, sampel darah diperlukan untuk membuat diagnosis limfositopenia, tetapi sampel sumsum tulang atau kelenjar getah bening juga mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab pastinya.

Jumlah limfosit yang rendah terbagi menjadi dua jenis, yaitu akut dan kronis. Berikut penjelasannya, Moms.

  • Limfositopenia Akut

Terjadi sebentar selama kondisi tertentu. Jumlah limfosit dapat menurun sementara selama infeksi virus tertentu (seperti influenza dan hepatitis), puasa, stres fisik yang parah, penggunaan kortikosteroid (seperti prednison), kemoterapi atau terapi radiasi untuk kanker.

  • Limfositopenia Kronis

Terjadi dalam waktu yang lebih lama karena gangguan yang berlangsung lama.

Jumlah limfosit bisa tetap rendah untuk waktu yang lama bila orang mengalami gizi kurang, gangguan autoimun tertentu (seperti lupus eritematosus sistemik, rheumatoid arthritis, dan miastenia gravis).

Selain itu, kondisi ini juga terjadi pada orang dengan infeksi kronis tertentu (seperti AIDS dan tuberkulosis milier), kanker tertentu (seperti leukemia dan limfoma), atau gangguan imunodefisiensi herediter tertentu (seperti sindrom DiGeorge, sindrom Wiskott-Aldrich, imunodefisiensi gabungan yang parah, dan ataksia-telangiektasia).

Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Payudara, Ini 21 Makanan yang Bisa Dikonsumsi

Gejala Limfosit Rendah

Limfositopenia ringan mungkin tidak menimbulkan gejala. Terkadang, gejala kondisi yang menyebabkan limfositopenia mungkin ada. Misalnya:

  • Kelenjar getah bening yang membesar dan limpa yang membesar, menandakan adanya kanker atau infeksi HIV
  • Batuk, pilek, dan demam, menunjukkan infeksi virus pernapasan
  • Amandel kecil atau kelenjar getah bening, menunjukkan kelainan sistem kekebalan bawaan
  • Sendi bengkak yang menyakitkan dan ruam, menunjukkan rheumatoid arthritis atau lupus eritematosus sistemik

Jumlah limfosit yang berkurang secara drastis menyebabkan infeksi berulang dengan bakteri, virus, jamur, dan parasit. Selain itu, gejala infeksi tersebut akan sangat bervariasi, sesuai dengan tempat infeksi dan mikroorganisme spesifik.

Baca Juga: Mengenal Otitis Media, Infeksi Telinga Pada Bayi

Diagnosis Limfosit Rendah

Limfositopenia ringan biasanya didiagnosis secara kebetulan ketika hitung darah lengkap dilakukan karena alasan lain.

Tes hitung darah lengkap juga dilakukan pada orang dengan infeksi berulang atau parah dan pada orang dengan infeksi yang disebabkan oleh organisme yang biasanya tidak menyebabkan infeksi.

Tes semacam itu mungkin menunjukkan limfositopenia parah sebagai penjelasan mengapa orang tersebut mengalami infeksi berulang atau tidak biasa.

Ketika jumlah limfosit berkurang drastis, dokter biasanya melakukan tes darah untuk human immunodeficiency virus (HIV) dan infeksi lainnya dan terkadang mengambil sampel sumsum tulang untuk diperiksa di bawah mikroskop (pemeriksaan sumsum tulang).

Penurunan jenis limfosit tertentu dapat membantu dokter mendiagnosis beberapa gangguan, seperti AIDS atau gangguan imunodefisiensi herediter tertentu.

Pengobatan Limfosit Rendah

Pengobatan limfositopenia tergantung pada penyebabnya. Limfositopenia yang disebabkan oleh obat biasanya mulai sembuh dalam beberapa hari setelah seseorang berhenti mengonsumsi obat tersebut.

Jika limfositopenia disebabkan oleh AIDS, terapi kombinasi dengan setidaknya tiga obat antivirus dari kelas yang berbeda dapat meningkatkan jumlah sel T dan memperpanjang kelangsungan hidup.

Gamma globulin (zat yang kaya antibodi) juga dapat diberikan untuk membantu mencegah infeksi pada orang dengan terlalu sedikit sel B (yang karenanya kekurangan produksi antibodi).

Sementara pada orang dengan gangguan imunodefisiensi herediter dapat memperoleh pengobatan dari transplantasi sel induk.

Jika terjadi infeksi, obat antibiotik, antijamur, antivirus, atau antiparasit khusus yang ditujukan untuk organisme penyebab infeksi dapat diberikan.

Baca Juga: Jangan Salah Kaprah Lagi, Ini 5 Fakta Seputar HIV/AIDS pada Anak

Pencegahan Limfosit Rendah

Mengutip National Heart, Lung, and Blood Institute, limfositopenia yang disebabkan oleh kondisi bawaan tidak dapat dicegah. Namun, langkah-langkah untuk mengontrol limfositopenia dapat dilakukan.

Dengan cara mengikuti rencana perawatan dan minum semua obat dari kondisi bawaan tersebut sesuai anjuran dokter.

Diagnosis dini juga dapat membantu mengontrol limfositopenia. Di Amerika Serikat, bayi baru lahir secara rutin diskrining untuk mengetahui kondisi kekebalan yang dapat menyebabkan limfositopenia.

Hal ini memungkinkan dokter untuk mendiagnosis gangguan tersebut sebelum masalah serius berkembang.

Kadar Limfosit Tinggi

limfosis-sel-darah-putih.jpg

Foto: www.medicalnewstoday.com

Jumlah limfosit yang tinggi melebihi batas normal dapat disebut juga dengan limfositosis. Siapapun bisa mengalami limfositosis. Namun, umum terjadi pada orang yang memiliki:

  • Infeksi, paling sering disebabkan oleh virus
  • Kondisi medis yang menyebabkan peradangan jangka panjang, seperti artritis
  • Reaksi terhadap pengobatan baru
  • Penyakit medis yang parah, seperti trauma
  • Limpa mereka diangkat
  • Jenis kanker tertentu, seperti leukemia atau limfoma

Mengutip Cleveland Clinic, kadar limfosit darah yang tinggi menunjukkan bahwa tubuh sedang menghadapi infeksi atau kondisi peradangan lainnya.

Biasanya, jumlah limfosit yang tinggi untuk sementara ini adalah efek normal dari kerja sistem kekebalan tubuh. Namun terkadang, kadar limfosit meningkat karena kondisi serius, seperti leukemia.

Baca Juga: Ini Dia Macam-Macam Kelainan Darah yang Umum Terjadi

Gejala Limfosit Tinggi

Limfositosis atau kadar limfosit yang tinggi sendiri tidak menimbulkan gejala. Namun, seseorang mungkin mengalami gejala dari penyebab limfositosis. Bergantung pada penyebabnya, gejala dapat berkisar dari tanpa gejala hingga parah.

Diagnosis Limfosit Tinggi

Dokter mungkin akan melakukan tes diagnostik khusus untuk membantu menentukan penyebab limfosit yang tinggi.

Tes ini mungkin termasuk tes laboratorium lain untuk menyingkirkan infeksi atau tes yang memeriksa jaringan tubuh lain, seperti biopsi sumsum tulang dan melihat darah di bawah mikroskop.

Pengobatan Limfosit Tinggi

Dokter mengobati limfositosis dengan berusaha mengatasi penyebab yang mendasarinya. Bagi kebanyakan orang, limfositosis hilang saat kondisi yang mendasarinya membaik.

Pencegahan Limfosit Tinggi

Sebenarnya, tidak ada cara untuk mencegah limfositosis. Moms hanya dapat mengurangi risiko infeksi virus yang dapat menyebabkan limfosit tinggi, dengan cara:

  • Sering mencuci tangan dengan sabun dan air secara menyeluruh
  • Menghindari kontak dengan orang sakit
  • Menghindari berbagi barang pribadi dengan orang yang sakit
  • Mendisinfeksi permukaan dan barang yang biasa digunakan secara rutin.

Itulah informasi penting terkait limfosit. Selalu cek kadar limfosit dalam darah karena kadar limfosit yang rendah dan tinggi bisa menandakan adanya gangguan kesehatan dalam tubuh, Moms.

  • https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/lymphocyte
  • https://www.britannica.com/science/chyle
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/320987#roles-and-functions
  • https://www.msdmanuals.com/home/blood-disorders/white-blood-cell-disorders/lymphocytopenia
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/lymphocytopenia
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17751-lymphocytosis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait