Kesehatan Umum

21 Oktober 2021

Tips Pola Hidup Sehat untuk Mencegah Osteoporosis sejak Muda

Kenali gejalanya untuk pengobatan yang tepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Osteoporosis adalah gangguan kesehatan yang berkaitan dengan kondisi tulang mengalami penurunan tingkat kepadatannya. Osteoporosis biasanya terjadi pada rentan usia sekitar 50-70 tahun dan wanita dimana wanita lebih berpotensi mengalaminya.

Tapi jangan salah, anak-anak dan remaja juga bisa terkena penyakit osteoporosis, lho Moms.

Pada beberapa kasus, seseorang baru memperhatikan kesehatan tulang setelah memasuki usia lanjut atau ketika mulai mengalami gejala-gejala osteoporosis. Terlebih lagi penyakit osteoporosis sangat mungkin terjadi tanpa menimbulkan gejala.

Untuk mencegahnya, Moms harus mengetahui lebih lanjut penjelasan osteoporosis mulai dari penyebab, bahaya, hingga cara mengatasinya. Yuk simak di bawah ini.

Baca Juga: Ketahui Kondisi Penyebab Tangan Gemetar dan Cara Mengatasinya

Penyebab Osteoporosis

Osteoporosis

Foto: Orami Photo Stock

Penderita osteoporosis pada tahap awal tidak akan menyadari gejala-gejala yang timbul.

Umumnya mereka akan baru merasakan permasalahan pada tulang saat sudah mengalami pengeroposan di bagian yang paling umum yaitu tulang pinggul, tulang belakang, dan pergelangan tangan.

Osteoporosis sering kali terjadi disebabkan ketika kepadatan pada tulang telah berkurang, sehingga dapat menyebabkan rapuh dan keropos.

Permasalahan tersebut pasti akan mengganggu berbagai aktivitas harian, terlebih bagi yang masih berusia muda karena termasuk usia produktif.

Ada banyak penyebab osteoporosis, seperti berikut ini:

1. Tingkat Asupan Kalsium yang Rendah

Tubuh membutuhkan pentingnya kandungan mineral berupa kalsium untuk pembentukan tulang. Mineral tersebut akan memperkuat dan berperan dalam pembentukan tulang.

Dilansir dalam National Institutes of Health, batas atas asupan kalsium per hari adalah:

  • 2.500 mg kalsium per hari untuk anak usia 1-8 tahun
  • 3.000 mg kalsium per hari untuk anak usia 9-18 tahun
  • 2.500 mg kalsium per hari untuk orang dewasa usia 19-50 tahun
  • 2.000 mg kalsium per hari untuk dewasa usia 51 tahun atau lebih

Ketika Moms mengalami kekurangan asupan kalsium, maka tulang akan mudah mengalami kerapuhan serta pengeroposan.

Kekurangan kalsium bisa disebabkan oleh pola makan yang buruk, seperti kurangnya asupan vitamin D, pola makan vegetarian, efek samping obat-obatan tertentu, dan adanya gangguan penyerapan nutrisi.

2. Pemakaian Obat-obatan Tertentu

Sebuah penelitian ilmiah Journal RMD Open menunjukkan bahwa, pemakaian obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid yang berdosis tinggi dalam jangka waktu lama berpengaruh pada kekuatan tulang.

Obat kortikosteroid sendiri biasanya sering dipakai untuk mengobati arthritis (radang sendi) dan asma.

Baca Juga: Panduan Isoman untuk Moms dan Si Kecil, Penting untuk Konsumsi Air Mineral yang Cukup!

3. Amenorrhea

Amenorrhea adalah kondisi saat seorang wanita tidak mengalami haid atau menstruasi selama 3 siklus berturut-turut atau lebih. Istilah amenorrhea juga digunakan untuk kondisi ketika seorang perempuan yang sudah berusia 15 tahun belum pernah mengalami menstruasi.

Penyakit amenorrhea bisa menurunkan kepadatan tulang pada usia muda ketika pembentukan tulang masih harus terjadi, sehingga menyebabkan osteoporosis.

Umumnya, dokter akan memberikan pengobatan untuk mengatasi amenorrhea yang diderita berdasarkan penyebabnya.

Jika setelah pemeriksaan tidak ditemukan kelainan, kemungkinan amenorrhea disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan tidak memerlukan pengobatan tertentu.

4. Hormon Tidak Seimbang

Penyakit osteoporosis bisa disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon saat tubuh kekurangan hormon seks, tiroid, sampai pertumbuhan.

Pria juga bisa mengalami penurunan hormon seks testosteron seiring pertambahan usia atau baru menjalani perawatan kanker prostat. Keduanya bisa memicu osteoporosis.

Tak hanya hormon seks, gangguan tiroid terlalu aktif yang membuat produksi hormon tiroid berlebihan juga bisa menyebabkan osteoporosis.

Selain itu, kekurangan hormon pertumbuhan juga bisa membuat tubuh sulit untuk regenerasi tulang.

5. Kurang Gerak

Tulang dan otot berfungsi untuk bekerja atau bergerak. Bila kurang gerak, hal ini dapat mempengaruhi regulasi tubuh sehingga membuat tulang lebih lemah dan bisa dikaitkan dengan risiko osteoporosis yang lebih tinggi.

Jika Moms sering duduk, coba kurangi kebiasaan tak sehat ini. Sempatkan beranjak dari tempat duduk setidaknya setiap 30 menit sekali.

Baca Juga: 11 Sayuran yang Mengandung Asam Folat, Bisa Cegah Berbagai Penyakit!

Bahaya Osteoporosis sejak Dini

Osteoporosis

Foto: Orami Photo Stock

Selama ini masih banyak orang keliru penyakit osteoporosis sering terjadi pada usia lanjut. Nyatanya, osteoporosis dapat terjadi sejak usia muda atau produktif.

Melansir World Health Organization (WHO), penderita osteoporosis di dunia sudah lebih dari 200 juta orang, dan 50% kejadian patah tulang disebabkan oleh osteoporosis.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data risiko osteoporosis tahun 2006 lalu, angka risiko osteoporosis di Indonesia adalah 42,75% yang berarti bahwa dua dari lima penduduk berisiko kena osteoporosis.

Perempuan diketahui lebih berisiko terkena osteoporosis di mana satu dari tiga perempuan yang berusia di atas 50 tahun mengalaminya. Sedangkan untuk pria, terdapat satu dari lima pria berusia di atas 50 tahun yang mengalami osteoporosis.

Dari data-data di atas, WHO menggolongkan osteoporosis sebagai silent disease yang dapat mengancam masa tua nanti dan terjadi secara bertahap dalam beberapa tahun tanpa menunjukkan gejala yang jelas.

Sebuah penelitian ilmiah Therapeutics and Clinical Risk Management menunjukkan bahwa, seseorang yang terkena osteoporosis pada usia muda maupun anak-anak biasanya akan mengalami kesulitan berjalan dan perubahan postur tubuh menjadi bungkuk.

Seseorang yang terkena osteoporosis juga lebih mudah mengalami patah tulang. Dengan kata lain, cedera ringan pun bisa menyebabkan patah tulang.

Osteoporosis yang terus dibiarkan dapat berujung pada masalah kesehatan jantung, khususnya penyakit jantung koroner.

Hal ini dapat terjadi disebabkan adanya laju pemecahan tulang yang berlangsung cepat, sehingga kadar kalsium darah meningkat. Kondisi tersebut memperbesar risiko terbentuknya aterosklerosis yang menjadi salah satu faktor penyebab penyakit jantung koroner.

Cara Mencegah Osteoporosis sejak Dini

olahraga angkat beban

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa cara menjaga kesehatan tulang sekaligus menghindari osteoporosis, antara lain:

1. Rajin Berolahraga

Salah satu penyebab osteoporosis adalah malas bergerak. Hal ini tentu berisiko mengalami pengeroposan tulang akan semakin tinggi. Oleh karena itu, lakukanlah aktivitas fisik secara rutin dan teratur.

Faktanya, olahraga yang mengacu pada kekuatan otot dapat menjaga kekuatan tulang.

Menurut penelitian dari tim ahli University of Missouri, Amerika Serikat, latihan beban bisa menjadi salah satu jenis olahraga yang baik untuk merawat tulang dan otot.

Hasil penelitian itu menunjukkan latihan beban bisa mengendalikan kadar sclerostin sekaligus meningkatkan produksi hormon khusus yang perannya amat penting dalam pertumbuhan tulang.

Beberapa aktivitas sehari-hari yang bisa bantu memperkuat otot, misalnya mengangkat barang belanjaan, berolahraga menggunakan elastic band, push up, squat dan lain-lain.

2. Hindari Risiko Terjatuh

Seseorang dengan kepadatan tulang yang tidak optimal memiliki risiko yang sangat tinggi mengalami patah tulang apabila terjatuh.

Untuk menghindari hal tersebut, beberapa upaya yang bisa Moms lakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan mata secara teratur, memastikan bahwa dalam rumah cukup cahaya, memastikan lantai tidak licin, dan memasang pegangan di kamar mandi.

Moms juga bisa berlatih olahraga yang membantu keseimbangan dan berkonsultasi dengan dokter mengenai pengobatan terbaik untuk mengelola penyakit bawaan yang meningkatkan risiko terjatuh.

Baca Juga: Cara Menurunkan Berat Badan setelah Melahirkan, Salah Satunya Konsumsi Air Mineral yang Cukup

3. Berjemur di Bawah Sinar Matahari

Melansir Dermato Endocrinology, sinar matahari mengandung vitamin D yang berperan penting untuk memelihara kesehatan tubuh, terutama untuk kesehatan tulang sehingga mencegah terkena osteoporosis.

Untuk mendapatkan vitamin ini, Moms perlu berjemur di matahari pagi selama 15-20 menit.

4. Hindari Pola Hidup Tidak Sehat

Banyak orang yang menjalani gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, mengonsumsi alkohol dan minuman bersoda. Padahal, kebiasaan ini bisa menyebabkan osteoporosis sejak dini.

Sebuah penelitian ilmiah Journal of Hindiawi membuktikan bahwa, terdapat kaitannya antara penggunaan tembakau dan pengeroposan tulang, serta dapat memperpanjang waktu penyembuhan setelah patah tulang.

Selain itu, mengonsumsi alkohol yang berlebih juga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tulang, karena alkohol dapat menurunkan kemampuan tubuh untuk menyimpan kalsium.

Minuman bersoda juga dapat menjadi pemicu tulang keropos. Sebab, minuman jenis ini mengandung fosfor yang memicu pelepasan kalsium sehingga kepadatan tulang bisa berkurang secara perlahan.

5. Berikan Tubuh Nutrisi yang Tepat

Kalsium pada mineral memiliki peranan utama dalam menjaga kesehatan tulang dan gigi.

Sayangnya, tubuh tidak bisa memproduksi kalsium sendiri. Jika kebutuhan kalsium tidak terpenuhi, massa tulang yang hilang akan lebih banyak dibandingkan massa tulang yang diganti setiap harinya. Alhasil, tulangnya menjadi rapuh dan rentan patah.

Untuk memenuhi asupan mineral dalam tubuh, Moms bisa mengonsumsi air mineral yang mengandung mineral berkualitas, seperti Le Minerale.

Le Minerale mengandung kalsium yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi sehingga dapat mencegah risiko penyakit osteoporosis sejak dini.

Sodium pada Le Minerale juga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh, sedangkan kandungan magnesium berperan dalam membantu proses pencernaan protein.

Baca Juga: Ini 11 Manfaat Minum Air Putih Sebelum Tidur, Jangan Dilewatkan!

Salah satu keunggulan air mineral Le Minerale adalah galon selalu baru dan bukan cuci ulang, sehingga sudah pasti lebih terjamin kehigienisannya.

Selain kualitas air yang memiliki kandungan mineral alami, Galon Le Minerale yang selalu baru memiliki bahan dasar plastik PET yang sangat mudah didaur ulang sehingga lebih ramah lingkungan.

Untuk kemasan terbaru dari Le Minerale, kini hadir dengan warna galon yang transparan dan bening. Moms dapat dengan mudah melihat kejernihan air dari luar.

Galonnya juga fleksibel karena dilengkapi dengan handle grip yang memudahkan untuk dipindahkan, Moms juga bisa letakkan di dispenser bagian atas, bawah, menggunakan pompa elektrik ataupun manual.

Menariknya, Galon Le Minerale dilengkapi dengan tutup ulir anti rembes yang memudahkan pengguna untuk memakainya karena anti tumpah. Tutupnya juga rapat dan kedap udara sehingga bebas dari kontaminasi virus serta bakteri di udara.

Le Minerale kemasan galon sudah terjamin bersih dan aman untuk dikonsumsi seluruh anggota keluarga, terlebih untuk Moms yang sedang menurunkan berat badan setelah melahirkan

Jadi, pastikan Moms selalu menjalani pola hidup sehat dengan minum air mineral alami yang bersih dan aman seperti Le Minerale galon ya!

(ADV)

  • https://ods.od.nih.gov/factsheets/Calcium-HealthProfessional/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4613168/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6225907/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6179512/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3897598/#:~:text=Vitamin%20D%20is%20the%20sunshine,turn%20isomerizes%20into%20vitamin%20D3.
  • https://www.hindawi.com/journals/jos/2018/1206235/
  • https://www.who.int/chp/topics/Osteoporosis.pdf
  • https://www.healthline.com/health/osteoporosis#:~:text=Osteoporosis%20is%20a%20condition%20that,to%20lose%20strength%20and%20density.
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/155646
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait