Kesehatan

5 April 2019

Mengenal Paraben yang Terkandung dalam Produk Kecantikan dan Efeknya Bagi Tubuh

Banyak jenisnya, keluarga paraben ini bisa mengganggu kesehatan.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Paraben adalah bahan kimia sintetis yang digunakan sebagai pengawet dalam berbagai produk, termasuk kosmetik, farmasi dan makanan.

Sebagai pengawet, paraben menjamin umur penyimpanan yang lebih lama dan mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur berbahaya dalam produk, menurut Food and Drug Administration (FDA) AS.

Namun, terlalu sering menggunakan produk-produk yang mengandung paraben bisa berbahaya juga Moms. Sayangnya kita sebagai konsumen tak bisa 100% terhindar darinya.

Dr. Chesahna Kindred adalah seorang dokter kulit di Howard University di Washington, DC dan ia mengatakan di livescience.com, “paraben dianggap bahan kimia yang mengganggu endokrin, juga dikenal sebagai bahan kimia peniru hormon.” Ini berarti tubuh dapat memperlakukan paraben selayaknya hormon.

Baca Juga : Sebelum Membeli Skincare, Perhatikan Dulu 8 Hal Ini

Apa Sajakah Masalah Kesehatan yang Bisa Ditimbulkan Paraben?

Produk yang mengandung methylparaben bisa memicu kerusakan sel-sel kulit. Paraben, jika dikombinasi dengan bahan-bahan kimia estrogenik lain akan mempengaruhi perkembangan melanoma ganas (salah satu wujud kanker kulit).

Tak hanya itu, paraben jenis propylparaben dan butylparaben bisa mengurangi produksi sperma dan menurunkan tingkat testosteron. Dalam sebuah studi ditemukan bahwa butylparaben akan mengubah perkembangan organ reproduksi pada wanita hamil dan menyusui.

Dalam produk yang dipakai sehari-hari, paraben terkandung dalam shampo dan kondisioner, losion, deodoran, sabun muka dan sabun mandi, scrub pembersih tubuh, serta kosmetik.

Dengan berbagai ancaman kesehatan, untuk menghindari produk berkandungan paraben, Moms bisa memastikan produk-produk pilihannya berlabel “paraben free” atau memilih produk berbahan organik. Dan jangan lupa untuk rajin konsultasi pada ahli kesehatan.

Baca Juga : 7 Jenis Kosmetik dan Skin Care yang Harus Dihindari Selama Menyusui

Walau telah dilaporkan berbagai temuan mengenai paraben sejauh ini, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan efek-efeknya. Pasalnya, beberapa individu mungkin lebih sensitif terhadap paraben daripada yang lain.

Gretchen Edwalds-Gilbert, profesor biologi di Scripps College di California mengatakan, “seperti banyak bahan kimia yang berpotensi berbahaya, orang yang berbeda akan memiliki kerentanan dan sensitivitas yang berbeda berdasarkan latar belakang genetik mereka sendiri.”

Menurutnya, jika Moms khawatir dengan kandungan paraben dalam produk-produk kecantikannya, Moms bisa membatasi penggunaannya supaya kesehatannya tidak mengganggu.

(MDA/CAR)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait