Scroll untuk melanjutkan membaca

PARENTING ISLAMI
20 April 2022

9 Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadan, Dijanjikan Pahala dan Surga oleh Allah

Punya banyak keutamaan
9 Keutamaan Meninggal di Bulan Ramadan, Dijanjikan Pahala dan Surga oleh Allah

Kematian adalah hal yang pasti terjadi pada semua makhluk hidup. Lantas, adakah keutamaan dan pahala jika meninggal di bulan Ramadan?

Bulan Ramadan adalah bulan yang suci. Setiap hal yang dilakukan di bulan ini bisa bernilai pahala yang berlipat ganda.

Banyak pula anggapan bahwa meninggal di bulan Ramadan adalah hal yang baik. Meski bukan berarti bisa disengaja.

Apakah hal ini benar? Yuk simak pembahasannya!

Baca Juga: 15 Keutamaan dan Amalan Malam Lailatul Qadar, Masya Allah!

Keutamaan dan Pahala Meninggal di Bulan Ramadan

Secara khusus, sebenarnya tidak ada dalil dalam Al-Qur'an atau hadis yang menjelaskan keutamaan meninggal di bulan Ramadan atau di waktu tertentu.

Meski Ramadan adalah bulan yang suci dan penuh berkah, belum tentu semua yang meninggal di bulan ini husnul khotimah.

Sebaliknya, meninggal di bulan apapun itu, jika seseorang melaksanakan ibadah dengan taat, kemungkinan masuk surga mungkin lebih besar.

Namun, bagi Moms yang penasaran, berikut ini beberapa pahala yang mungkin didapat jika meninggal di bulan Ramadan:

1. Mendapat Pengampunan Dosa

7+ Makna dan Keutamaan Kalimat Hauqolah, Salah Satunya Bisa Menghapus Dosa!

Foto: 7+ Makna dan Keutamaan Kalimat Hauqolah, Salah Satunya Bisa Menghapus Dosa!

Foto: Orami Photo Stock

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan iman dan mengharap pahala kepada Allah, maka diampuni dosanya yang telah lampau.”(H.R. Bukhari).

Dalam hal ini, jika meninggal saat sedang berpuasa di bulan Ramadan dengan penuh keimanan, Allah menjanjikan pengampunan atas dosa di masa lalu.

2. Bisa Masuk Surga

Nama-nama Surga

Foto: Nama-nama Surga

Foto: Orami Photo Stock

Orang yang meninggal dalam keadaan berpuasa juga dijanjikan untuk masuk surga.

Seperti dalam hadis riwayat Ahmad Hudzaifah Radiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa suatu hari dengan hanya mengharapkan ridho Allah lalu meninggal dalam keadaan seperti itu maka dia masuk surga.”

3. Mendapat Pahala yang Besar

doa.jpg

Foto: doa.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Keutamaan lainnya meninggal di bulan Ramadan adalah mendapat pahala yang besar.

Seperti dalam surat An Nahl ayat 97, yang berbunyi:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

Artinya:

”Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An Nahl : 97)

Seperti diketahui, puasa Ramadan adalah ibadah yang sangat baik dan bisa meningkatkan keimanan bagi yang menjalankannya dengan ikhlas.

Jadi, ketika meninggal saat menjalani suatu ibadah yang baik, maka Allah menjanjikan pahala yang besar.

Baca Juga: 8 Cara Agar Doa Cepat Terkabul dalam Islam, Salah Satunya Berdoa di Waktu Mustajab

4. Mendapat Taufiq dari Allah SWT

11+ Keistimewaan dan Keutamaan Istighfar, Masya Allah!

Foto: 11+ Keistimewaan dan Keutamaan Istighfar, Masya Allah! (freepik.com/rawpixel.com)

Foto: Orami Photo Stock

Allah SWT menjanjikan taufiq untuk umatnya yang menjalankan amal saleh. Amal saleh adalah perbuatan yang sesuai dengan dalil akal (rasional), Al-Qur'an dan sunnah Rasulullah SWT.

Puasa termasuk dalam amal ibadah, yang berarti orang yang menjalaninya telah melakukan amal saleh.

Lantas, apa itu taufiq? Taufiq adalah bimbingan Allah SWT yang dapat mengantarkan seorang hamba pada hakikat kebaikan.

Hal ini dijelaskan dalam hadis riwayat Ahmad dan Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ قَالُوا وَكَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ قَالَ يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ

“Apabila Allah menghendaki kebaikan kepada seseorang, maka Allah akan membuatnya beramal.” Para sahabat bertanya; “Bagaimana membuatnya beramal?” beliau menjawab: “Allah akan memberikan taufiq padanya untuk melaksanakan amal shalih sebelum dia meninggal.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)

5. Termasuk Mati Syahid

Mati-syahid.jpg

Foto: Mati-syahid.jpg (Orami Photo Stocks)

Foto: Orami Photo Stock

Meninggal di bulan Ramadan juga dianggap sebagai mati syahid. Hal ini seperti tertulis dalam hadis riwayat Bukhari, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

Puasa di bulan Ramadan adalah ibadah yang diwajibkan dan termasuk dalam rukun Islam.

Menjalani puasa berarti membuat seorang Muslim berada di jalan Allah. Ini berarti meninggal saat sedang berpuasa sama saja seperti meninggal di jalan Allah.

Baca Juga: Apa Perbedaan Infak dan Sedekah? Ini Penjelasannya Menurut Islam

6. Terbebas dari Laknat Allah

Nama-nama Neraka

Foto: Nama-nama Neraka

Foto: Orami Photo Stock

Menurut surat Al Baqarah ayat 161, orang yang mati dalam keadaan kafir akan mendapat laknat dari Allah.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ وَمَاتُوا۟ وَهُمْ كُفَّارٌ أُو۟لَٰٓئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ ٱللَّهِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para Malaikat dan manusia seluruhnya” (Q. S. Al Baqarah :161)

Jadi, meninggal di bulan Ramadan, selama masih memeluk Islam dan menjalani ibadah puasa, dapat terhindar dari laknat Allah.

7. Mati Sesuai Perintah Allah

web3-muslim-islam-prayer-prostrate-african-muslim-temple-dishdasha-shutterstock.jpg

Foto: web3-muslim-islam-prayer-prostrate-african-muslim-temple-dishdasha-shutterstock.jpg (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Masih terkait dengan poin sebelumnya, di surat Al Imran ayat 102, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. (Q.S Ali Imran: 102)

Jadi, selain bisa terhindar dari laknat Allah, meninggal di bulan Ramadan dalam keadaan beragama Islam adalah hal yang sesuai dengan perintah Allah.

8. Meninggal dalam Keadaan Suci

Doa-Menyambut-Ramadan.jpg

Foto: Doa-Menyambut-Ramadan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Imam Malik membawakan riwayat dari Yahya bin Said, bahwa Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman.

Surat tersebut berisi permintaan Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negeri Syam).

Kemudian Salman membalas surat tersebut dengan mengatakan:

الأَرْضُ الْمُقَدَّسَةُ لا تُقَدِّسُ أَحَدًا ، وَإِنَّمَا يُقَدِّسُ الْمَرْءَ عَمَلُهُ

Artinya: “Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.” (al-Muwatha’, Imam Malik, no. 1464).

Jadi, amal ibadah yang dilakukan selama Ramadan dapat membuat seseorang meninggal dalam keadaan suci.

Baca Juga: Hukum Memotong Kuku Saat Puasa dalam Islam, Wajib Tahu!

9. Membawa Amalan yang Akan Dibalas Langsung oleh Allah

Malaikat Pencatat Amal -3.jpg

Foto: Malaikat Pencatat Amal -3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Puasa di bulan Ramadan adalah amal ibadah yang luar biasa dan sangat disukai Allah.

Sampai-sampai Rasulullah SAW bersabda dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim:

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِى وَأَنَا أَجْزِى بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِى لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ. وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ

Artinya:

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.” (HR. Bukhari no. 1904, 5927 dan Muslim no. 1151)

Dalam hadis tersebut, dikatakan bahwa orang yang berpuasa mendapatkan 2 kebahagiaan, yaitu saat berbuka dan berjumpa dengan Allah.

Baca Juga: 8 Manfaat Buka Puasa Bersama Keluarga, Berikut Juga Doanya dan Menu yang Bisa Dihidangkan

Sebab, amalan puasa akan dibalas langsung oleh Allah dengan pahala dan kebaikan yang tidak ternilai.

Nah, itulah beberapa keutamaan meninggal di bulan Ramadan. Semoga bermanfaat ya, Moms.