Trimester 1

TRIMESTER 1
1 Maret 2021

Mual setelah Berhubungan saat Hamil, Apa Penyebabnya?

Bisa jadi karena perubahan hormon Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Berhubungan di masa kehamilan umumnya normal dilakukan. Lantas, bagaimana jika Moms merasakan mual setelah berhubungan saat hamil?

Mengutip Mayo Clinic, bayi yang berkembang di dalam rahim dilindungi oleh cairan ketuban, sehingga aktivitas seksual tidak memengaruhi kondisi janin.

Selama ibu hamil tidak mengalami komplikasi seperti tanda-tanda persalinan prematur atau masalah plasenta, berhubungan seksual tetap boleh dijalani.

Namun, kehamilan bisa menyebabkan perubahan tingkat kenyamanan dan hasrat seksual Moms.

Salah satunya merasa mual setelah berhubungan seksual. Apakah Moms salah satunya?

Penyebab Mual setelah Berhubungan saat Hamil

Mual Setelah Berhubungan Seksual, Normalkah?.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Rasa mual setelah berhubungan seksual pada kehamilan trimester awal merupakan hal yang lumrah dialami.

Hal ini dapat timbul akibat efek dari produksi hormon kehamilan atau disebut Human Chorionic Gonadotropin (HCG), selain itu peningkatan kadar hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan juga menimbulkan rasa mual dan muntah selama kehamilan.

Di mana sperma juga dapat merangsang kontraksi yang dapat menimbulkan rasa mual setelah berhubungan.

Berikut beberapa penyebab rasa mual setelah berhubungan intim!

1. Penetrasi Berlebihan

Mual Setelah Berhubungan dan Penetrasi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Salah satu alasan paling umum ketika merasa mual setelah berhubungan intim adalah karena penetrasi yang melampaui batas kenyamanan.

Erin Carey, MD, asisten profesor dan direktur divisi Bedah Ginekologi Minimal Invasive University of North Carolina memaparkan, penetrasi dalam memanipulasi organ panggul, seperti uterus dan leher rahim, dapat menyebabkan mual setelah berhubungan.

Ini terjadi karena respon tubuh sebagai akibat dari stimulasi saraf vagus, yang menghubungkan otak dengan beberapa area utama tubuh.

Mual adalah cara tubuh memberi sinyal, bahwa ada rasa ketidaknyamanan dalam tubuh ketika berhubungan seksual.

2. Perubahan Hormon

Hormon Tidak Seimbang dan Mual Setelah Berhubunganjpg

Foto: Orami Photo Stocks

Saat hamil, hormon dan aliran darah ekstra ke alat kelamin bisa membuat seks lebih menyenangkan. Tetapi gejala seperti payudara sakit dan mual setelah berhubungan juga dapat terjadi.

Perut yang membesar juga membuat seks merasa tidak nyaman sehingga merasa mual setelah berhubungan.

Selain itu, wajar jika perut kram atau terjadi kontraksi ringan setelah berhubungan seks. Kram ini mungkin terjadi karena otot di rahim berkontraksi saat orgasme.

Kram juga bisa dipicu oleh hormon dalam sperma pria.

Jika Moms mengalami kram ringan setelah berhubungan seks, ini dapat diredakan dengan mandi air hangat.

Baca Juga: Pusing Saat Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

3. Dehidrasi

5 Penyebab Mual Setelah Berhubungan-1.png

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip International Anesthesia Research Society, mual setelah berhubungan juga bisa disebabkan karena tubuh kekurangan cairan.

Ini tidak bisa disepelekan ya, Moms. Karena dehidrasi dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan.

Rasa mual setelah berhubungan seks adalah salah satu bentuk tubuh memberikan sinyal.

Penelitian menemukan bahwa dehidrasi dapat membuat otak lebih sensitif terhadap rasa sakit. Dehidrasi juga dapat menyebabkan jantung berdebar kencang. Detak jantung yang cepat dan napas yang cepat mungkin merupakan tanda dehidrasi parah.

4. Kondisi Sinkop Vasovagal

Obat-mual-setelah-berhubungan-saat-hamil-.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Merasa mual setelah berhubungan seks, mungkin ia mengalami kondisi sinkop vasovagal. Ini bisa terjadi ketika pasangan melakukan penetrasi sangat dalam, mengenai leher rahim.

Leher rahim memiliki banyak ujung saraf yang dapat memicu respons vasovagal.

World Journal of Cardiology memaparkan, kondisi ini menghasilkan detak jantung dan tekanan darah yang lebih rendah, serta dapat menyebabka merasa pusing dan mual setelah berhubungan.

Moms, kondisi ini bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika Anda sering mengalami mual setelah berhubungan seks, Moms mungkin perlu meminta pasangan untuk melakukan penetrasi secara normal.

Baca Juga: Susah Tidur Saat Hamil? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya Ini

5. Endometriosis

Sering Disalahartikan, Ini 5 Perbedaan Endometriosis, Kista, dan Mioma

Foto: Orami Photo Stocks

Endometriosis adalah suatu kondisi di mana tumbuh jaringan pada lapisan rahim atau di luar rongga rahim. Efeknya bisa berupa kram, pendarahan, nyeri setelah berhubungan seks.

Beberapa orang dengan kondisi ini juga melaporkan mual setelah berhubungan atau ketidaknyamanan.

Mengalami endometriosis seharusnya tidak menghilangkan hasrat Moms untuk menikmati seks. Moms bisa melakukan cara ini untuk mengurangi rasa mual setelah berhubungan:

  • Minum pereda nyeri setidaknya satu jam sebelum berhubungan seks
  • Mencoba posisi yang berbeda

6. Alergi Sperma

penyebab-sperma-tidak-masuk-ke-indung-telur.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Meskipun hal ini jarang terjadi, namun mungkin saja Moms mengalami reaksi alergi terhadap air mani atau sperma pasangan.

Studi dalam Semantic Scholar, seorang wanita yang alergi terhadap kacang mengalami reaksi alergi terhadap sperma pasangannya beberapa jam setelah dia makan kacang.

Selain mual setelah berhubungan, tanda reaksi alergi terhadap sperma antara lain:

  • Kelelahan
  • Kulit gatal, terutama di dalam atau di sekitar titik kontak
  • Sesak nafas
  • Pembengkakan kelamin

Jika Moms diketahui memiliki alergi terhadap makanan tertentu, penting bagi pasangan untuk tidak memakannya sebelum berhubungan seks.

Moms juga bisa meminta pasangan untuk memakai kondom, dalam mengurangi risiko reaksi alergi terhadap makanan tersebut.

7. Rasa Cemas

4 Tips Mengatasi Rasa Cemas dan Mual Setelah Berhubungan Seksi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Tidak hanya selalu karena perubahan fisik, mual setelah berhubungan juga bisa terjadi karena psikologis.

Kecemasan dan kegugupan dapat menyebabkan sakit perut dan perasaan mual setelah berhubungan seks.

Terkadang, Moms mungkin merasa tidak nyaman berhubungan seks dengan pasangan karena suatu hal. Ini menjadi dorongan lain dalam memicu mual setelah berhubungan.

Baca Juga: 13 Pilihan Obat untuk Vertigo, Dijamin Manjur!

8. Orgasme

tips-orgasme-dengan-masturbasi.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Orgasme menyebabkan rahim berkontraksi. Hal ini pada sebagian orang menyebabkan rasa mual setelah berhubungan seksual.

Ini juga bisa terasa sangat menyakitkan hingga menyebabkan pusing.

"Lebih baik mereka minum obat antiinflamasi non steroid, seperti ibuprofen, sebelum melakukan hubungan seksual agar ketika orgasme dapat mengurangi gejala mual," tambah Dr. Carey.

9. Post Orgasmic Illness Syndrome (POIS)

Mengatasi-Mual-Setelah-Berhubungan-.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Translational Andrology and Urology memaparkan ini adalah kondisi medis yang paling sering menyerang pria, tetapi dapat terjadi pada sebagian kecil wanita.

Kondisi tersebut menyebabkan seseorang mengalami mual setelah berhubungan atau setelah ejakulasi dan mengalami orgasme.

Gejala-gejala tersebut meliputi:

Beberapa orang dengan lPOIS merasa seperti terserang flu setelah orgasme, dan itu terkadang dapat menyebabkan mual setelah berhubungan.

Studi menemukan ini terjadi mungkin karena kondisi autoimun di mana tubuh seseorang bereaksi negatif terhadap sperma mereka sendiri.

Baca Juga: Bisakah Hamil Apabila Sperma Sering Tumpah Setelah Berhubungan?

Selain mual setelah berhubungan, Moms juga akan sensitif terhadap bau atau aroma tertentu.

Tapi jangan khawatir, walaupun hormon kehamilan tersebut menimbulkan rasa mual dan muntah, tetapi ini memiliki efek yang baik dalam hal kelangsungan proses kehamilan Moms.

Rasa mual muntah akan berkurang dengan bertambahnya usia kehamilan.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait